TMCBLOG.com – Seperti kita ketahui selain mengetest motor, pada test IRTA Misano ini pembalap MotoGP juga diperkenankan untuk mencoba sistem radio komunikasi baru. Untuk kesempatan di test Misano ini, sama seperti yang sempat diuji-cobakan pada hari Jumat pekan lalu ke Stefan Bradl, koneksinya satu arah dari Race Director ke pembalap yang berisi rekaman informasi mengenai misalnya penalti dan sinyal bendera. Dan salah satu yang bisa TMCBlog dengarkan feedback-nya langsung adalah dari Andrea Dovizioso melalui sesi online media debrief via Cisco Webex.

Andrea Dovizioso menginformasikan “Ya kami mencoba dan sistemnya bagus. Suaranya jernih dan saya bisa mendengarkan apa yang mereka (rekaman informasi dari RD) katakan. Namun sayangnya mereka harus mengubah bentuk (plugnya) karena suara (dari radio) sangat kuat sehingga saya tidak bisa mendengarkan suara dari mesin.”

Yap sepertinya masih harus ada pengembangan lanjutan dari sistem ini, sulit juga jika pembalap tidak bisa mendengarkan suara dari mesin karena dari sanalah mereka bisa merasakan dan memantau kinerja dari mesin selain melihat seperti apa respon dari takometer ataupun indikator-indikator lainnya…

Selain Dovizioso, Fabio Quartararo juga melakukan pengujian sistem radio komunikasi di helm yang diusulkan dan membagikan feedbacknya kepada jurnalis di akhir sesi. Sistem ini menurutnya memiliki potensi yang jelas untuk tujuan keselamatan. Ini artinya Fabio setuju dengan pesan-pesan Race Direction, tetapi tidak ingin sistem komunikasi ini diperluas ke komunikasi tim-pengendara.

“Saya mencoba pada putaran pertama tetapi itu adalah headset standar dan pada putaran terakhir satu sisi (jatuh dari telinganya),” katanya. “Menurut saya agak aneh memiliki radio. Setiap 20-30 detik seperti ada robot yang berbicara (pesan tes dari Race Direction], tapi saya harap kami tidak akan berkomunikasi dengan tim. Satu-satunya hal yang positif adalah untuk keselamatan. Tapi saya berharap mereka tidak akan pergi lebih (untuk memungkinkan komunikasi pembalap dengan tim).”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

45 COMMENTS

  1. Semakin mirip formula1..ada plus minus nya..
    Tgl nggu semua team mau pakai atau nggak..
    Team order pun mulai d seting

    Guest
  2. Rekamannya itu dalam bahasa Inggris apa negara masing-masing?

    Soalnya ane pas sekolah dulu ujian listening aja kadang kagak nangkep,wakakak

    Guest
    • Nah setuju gw seharusnya pake bahasa masing-masing. Walaupun pembalap pada bisa bahasa Inggris tapi bahasa Inggis bukan bahasa Ibu mereka. Jadi bisa aja salah pemahaman nanti.

      Guest
  3. Fabio Quartararo, pembalap yg amat dibenci epbeem garis keras saat ini, jangankam si bully paa jeblok, yg muji dia waktu dia menang aja auto dikatain muja dia wkwkwkwk

    Fyi, pembalap yg amat dibenci fansboy sebelah menandakan dia akan jadi bintang di masa depan, FBR sangat benci Stoner dan Lorenzo, malah Stoner dan Lorenzo yg bisa pecundangi Rossi bahkan sampe keluar kalimat bersejarah ambisimu melebihi bakatmu, Marquez dibenci FBR malah hampir ngejar rekor Rossi di usia yg baru 27. So, bijaklah dalam berfansboy ria, jangan kelewat benci ntar malah jagoanmu beneran dikalahin sama yg lu benci, kan malah makin gondok rasanya. Gw bicara secara global yak, mohon dipahami. Jgn dikit2 diplintir.

    Guest
    • Biasa aja sih menurut saya.

      Cabang olahraga yang paling banyak spectatornya dibumi (sepakbola dan balap), salah satu bumbu dinamikanya ya fansboy.
      Bahkan jika antar fansboy lagi adem tentrem, malah sengaja dikipasin lagi sama media biar jadi rame.

      Udah biasa dan lumrah.

      Guest
    • Sesama fansboy ga usah ribut kali yak…. Toh idola kalian kalo ketemu kalian aja belum tentu ramah ma kalian. Wkwkwkwkw. Idola itu kebanyakan ga nganggap fans, kalo ketemu fans itu dipandang sebelah mata. Ia sih di media bakal bilang fans sangat berarti tapi aslinya kebanyakan fans itu buat ganggu aja bagi kebanyakan pembalap, hanya seorang fans gitu bagi mereka. Jadi ga usah ampe berkelahi sesama fans cukup sayang doang sama idola udah gitu aja. Wkwkwkwk

      Guest
      • Lah dimana sisi baperan? Kenapa kalo nyinggung fbh dikit langsubg dikatain baperan? Apa ga malah kalian sendiri yg baperan? Merasa kesindir kemudian panas dan ga terima kemudian ngatain yg merasa nyindir kalian baperan? Gw udah sering nulis komentar gini, tapi konyolnya baru kali ini sering dikatain baperan sama epbeem dan epbeha, anehnya epbeye kalo lagi gw sindir adem ayem aja. Apa lu yg merasa ga nyaman sama komen ini dan langsung ngatain orang baperan padahal elu yg baper ga malu?

        Guest
    • Really ? Yg di Benci Bakal Jadi Bintang ? Oke next bintang Setelah MM adl Joan Mir . karena Dia Lg di benci FBR 🀣

      Gak asik Ahk Waferan

      Guest
    • Yee ini orang masih baper aja karena statment Congkaknya tentang FQ gak terbukti dan akhirnya ada yg gak sependapat.Iya saya percaya situ orang pinter dan berpengalaman om tapi bukan berarti orang lain gak ada yg pinter lagi

      Guest
      • Statement congkak yg mane? Yg bilang Quartararo bakal menang lagi dan bikin panas kalian itu? Terbukti kan Jerez 2 menang lagi? Kok udah sampe 5 seri kalian masih baper aje ama gw wkwkwk

        See? Nick yg ‘nyerang’ gw ya itu2 aja, yg udah gw apalin sbg gerombolan sakit hati. Tinggal ketuanya nih si Afi yg masih ngumpet, padahal dia selalu merasa ‘kalahin’ gw, ga biasanya dia ga muncul nih, kemana ketua geng kalian?

        Guest
  4. Tujuan keselamatan semua setuju rasanya..

    Tapi untuk strategi jalannya race jangan lah… Merusak natural MotoGP,

    Memang ini sirkus berjalan, tapi jangan di Sirkus kan jalannya race

    Guest
  5. Mendingan pakai papan dot-matrix macam di stadion sepak bola itu, kamera eagle eyes view aja bisa terlihat klo pakai itu

    Indera pendengar para rider kan udh terlalu sibuk, dgn hal yg lain drpd menganggu konsentrasi rider

    Guest
    • Gw rasa juga sebenernya pembalap ga setuju, cuma karna dibilang Dorna untuk keselamatan para rider makanya setuju-setuja aja daripada bilang ga setuju nanti dikomplen lagi dibilang ga setuju akan peraturan keselamatan.

      Guest
  6. Dipikir2 kok nantinya bisa disalahgunakan atau jadi polemik ya…
    Misal nanti ada kasus gini…
    Tiba2 pembalap masuk pit atau melakukan long lap penalty karena denger pesan dari radio,padahal dia memang tidak nglakuin kesalahan.begitu protes ke race direction, race direction cm bilang “lu salah denger kali” itu buat pembalap lain.
    Jadi rancu info yg ditangkap dr radio,walaupun canggih tetep ada potensi miskom pasti kalo urusan gini,dan suara ha ada evidence karena kemungkinan tim tidak mendengar,hanya pembalap saja.

    Guest
  7. Kmrn di sesi FP, Fabio komunikasi di peddock aja pake semacam Mic yg terkoneksi dengan headset crew Fabio.
    Padahal crew Fabio tepat didepan dia persis.

    Jadi di sekitar paddock suaranya bisong banget.

    Guest
  8. Sistemnya in-ear ya? Klo yg seperti produk-produk komersial dng semacam add-on yg ditempelkan di helm apakah pernah diujikan? Barangkali bisa mengurasi sealing nya in-ear..

    Guest
  9. Aku malah blas gak setuju dgn sistem ini πŸ˜•πŸ˜• balap motor udh kodratnya jd balapan yg alami. klo mau pake2 radio segala itu cukuplah dibalap mobil…

    Guest
  10. kalo misalnya ini di rekam setelah nanti dipakai rutin.
    Pasti pembalap turing mimpin didepan bakal kedengeran lagi nyanyi “dangdutan” sambil ngegas di P1 yang lagi ninggalin sekebon

    Guest
  11. Saya ga setuju pake komunikasi ala F1 ini. Lebih baik perbanyak indikator warning di sirkuit. Misalnya pake lampu led di setiap tikungan untuk kasih tau yellow flag, red flag dll.

    Kalau perlu di beberapa spot straight dipasang led besar untuk warning, misal di straight misano. Jadi warningnya berupa tampilan warna sesuai bendera race + nomor rider misal si rider melakukan kesalahan.

    Atau kalo lebih oke, tiap motor pasang HUD yg bisa keliatan di bagian transparan fairing. Macam pesawat tempur gitu. Jadi si rider pas nunduk di straight bisa baca ada notice dari rd

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.