TMCBLOG.com – Yamaha mungkin adalah Pabrikan yang paling banyak membawa part part baru untuk di bawa pada Pengetesan Resmi IRTA Terakhir Musim MotoGP 2020 pada selasa awal Pekan kemarin di Sirkuit Misano. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Perubahan Desain Knalpot M1 yang secara umum kembali ke Desain Awal masa masa Mesin CP4 ini hadir di 2004 yakni panjang. Lalu apa lagi ?

Yamaha Ditengarai melakukan percobaan untuk mempermudah Pengereman belakang dengan cara menambahkan satu tuas lagi di handlebar Kiri mereka. Tuas ini secara umum cara kerjanya mirip seperti Tuas Rem belakang Skuter, oleh karena itu Sering disebut ‘Scooter Rear Brake Laver’ . .

pict : Sky

Dan ini menyebabkan Handlebar kiri itu paling tidak memiliki TIGA tuas yakni : Tuas Koping, Tuas rem belakang dan Tuas Pengaktifan Shape Shifter yang dipakai untuk menurunkan Posisi dari rear-end M1 . .

Selain kedua hal yang kasat mata terlihat ini, Yamaha juga terlihat mempersilahkan pembalapnya Maverick Vinales menggunakan Swingarm baru. Sobat bisa lihat perbedaan antara swing arm baru ( bawah ) dan Swingarm Lama dari Yang dipakai Vinales di dua foto berikut iniΒ  . .

Current Vinales’s M1 2020 Swingarm Pict : Sky
New Swingarm – Misano test 2020 – Pict : Sky

Bisa sobat Lihat bahwa Swingarm yang baru terlihat lebih pejal pada Bagian Under-bracenya. Hitungannya tmcblog belum dapat, namun diperkirakan ada hubungannya entah dengan stabilitas dan Level dari grip ban belakang Yamaha M1 yang selama ini di keluhkan Maverick.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

55 COMMENTS

    • Betul kek tim orange ya
      yg di depan kok Lcr melulu ya

      Ehh tim orange yg satunya juga sama
      yg biru pernah juara juga

      Opps tim merah juga sama
      kok yg livery nya kek ultramen di depan terus

      semua pabrikan malu dong kalo gitu?
      wkwkwk
      Pemikiran Yg Aneh

      Guest
  1. tahun lalu knalpot baru dan swingarm karbon juga mulai dites di misano, tapi gak jadi dipakek, dan ini sekarang lagi lagi knalpot baru dan swingarm karbon πŸ€”

    Guest
    • Karena tahun kemaren Vinales minta M1 nya gak usah diapa-apain biar feel-nya gak berubah
      Mungkin yg sekarang feel-nya berantakan,wkwkwk

      Guest
    • “Saya cuma penonton”

      Wkwkwk tapi diartikel sebelumnya sotoy bgt nih orang, giliran komennya diluruskan dan dibully ngilang sok bijak.
      Bales dong komen diartikel sebelumnya.
      Apa bakalan ganti nick lagi nih ? Wkwk

      Guest
      • Wadidaw ya wak..misteri harumnya padock suzuki jg blm terpecahkn hingga saat ini..berkaitan performa saat race makin kenceng ajaπŸ˜…πŸ˜

        Guest
    • Kalo lihat bagaimana mreka nemuin SR VVT itu, which ane salut bgt, mreka itu mengutamakan simplisitas..simpel bgt memperhatikan natural force yg bekerja..ga repot mikirin algoritma buat bkin program VVT trigger electronic kaya pabrikan lainya (dimana akhirnya ga bisa dipake), tp bisa nemu dr memperhatikan fenomena alamiah apa yg bekerja disitu..mgkn selain engine, part lain jg mengadopsi filosofi yg sama..
      Jd meskipun sesama inline ane yakin output power n delivery beda jauh sma Yam, salah satu indikasi pas Yam coba menduplikasi knalpot dobel barel suzuki..ya mreka malah hilang arah..ga nemu yg dicari..
      Holeshot suzuki jg ane yakin kalo dibedah paling simpel..tp paling efektif.

      Guest
  2. Mengingat kang baso dan cilok Indonesia nyimpen baso di Side Bag πŸ˜… kenapa bebek Indonesia tidak mengadopsi rem belakang naek ke tangan kiri yang nganggur? Sangat berfaedah di kala harus kukurusukan melewati pelosok yang licin dan naek turun

    Guest
  3. sungguh kasihan insinyur yamaha bingung sendiri karena ngikutin dua pembalap factory mereka, yang satu feeling nya sudah tumpul dan yang satu feeling nya labil angin-anginan, namun setidaknya tampilan arm nya makin kekar dan gagah lumayan bisa mengkompensasi keburukan desain knalpotnya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.