TMCBLOG.com – Sesi FP3 MotoGP Emilia Romagna Yang diadakan dalam keadaan Cerah dan Dry hadir sebagai penentuan terakhir 10 Pembalap pertama yang memperoleh Tiket ke Q2 dimana untuk sementara Brad Binder Memimpin Time sheet dengan 1:31,628. Rekor Laptime Sirkuit Misano sebelum race weekend Emilia Romagna adalah di angka 1:31,411 atas nama Maverick Vinales yang di torehkan Sepekan yang lalu di Sesi Kualifikasi Misano pertama. 15 menit pertama Pol espargaro pimpin time sheet dengan laptime 1:32,047.

Oh Ya ada yang baru di werpak Dovizioso yakni ia mengganti tulisan ” Undaunted ” di bagian Bokong werpak menjadi ” Unemployed ” Sampai Menit ke 25 baru Bagnaia di Posisi 10 pada posisi top 10 yang mengupdate Leptimenya dibandingkan sesi FP1-FP2.

Menit ke 33 Nakagami naik ke atas dengan 1:31,753 diikuti Mir dan Dovi. Menit 35 Bagnaia torehkan 1:31,127. Rekor Laptime Misano pekan lalu hanya bertahan 6 hari 20 jam dan Pecah oleh pecco dengan ban Hard – Soft.

Morbidelli torehkan 1:31,502, naik ke posisi dua sementara di sisa 5 menit terakhir sesi FP3. Oliveira dan Bagnaia Crash. Dan akhirnnya Bagnaia Menjadi yang tercepat di sesi FP3 MotoGP Emilia Romagna _ Misano 2020 diikuti Vinales dan Quartararo

10 pembalap  tercepat Akumulasi FP1-FP3 yang memperoleh tiket ke Q2 MotoGP Emilia Romagna Misano adalah : bagnaia, Vinales, Quartararo, Morbidelli, Mir, Binder, Nakagami, Rossi, Pol espargaro dam Petrucci.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

78 COMMENTS

  1. Barusan nonton ngeliat Miguel crashed saat P3 kok marsal duluan nolong motor ya daripada rider. Udah sering liat dari TV selalu motornya yang ditolong duluan. Apa kah SOPnya seperti itu ya?

    Yang nemenin Pecco itu selalu sodaranya make baju team terus setiap di paddock, apakah sodara cewenya itu asisten Pecco ya? Gw kira sekedar nemenin doang tapi kayanya asisten juga deh.

    Guest
    • Saat terjadi crash tim marshal sudah siap dengan bekalnya masing²…
      Yg menolong rider siap dng tandu sedangkan yg mengamankan kendaraan siap salah satunya dng APAR…
      Saat berlari kira² duluan mana😄😄

      Guest
    • Marshall bagi tugas, kebanyakan adalah yg tugasnya mengamankan sirkuit secepatnya, biasanya motor yg bahaya buat pembalap lain. Kalo pembalapnya kan pasti bisa gerak, pun yg punya tugas ngangkat pembalap kalo jatuh parah adalah marshall khusus medis. Itu jg jobnya cuma bawain tandu. Kasus crash maut biasanya nunggu dokter dulu baru berani pindahin pembalap dari gravel ke ambulans.

      Guest
  2. dear mas taufik,
    mau nanya nih kenapa sih para mantan juara kelas moto2 pada kesulitan pas naik ke motogp misalkan kaya t.rabbat dan alex marquez,apakah krn perbedaan cc mesin yang lumayan jauh makanya mereka2 pada kesusahan dalam beradaptasi dengan motor motogp atau ada faktor lain????
    mohon bantu dijelasnkan dong mas taufik.
    terima kasih banyak……

    Guest
  3. Repsol Honda sudah sering diingatkan dan bahkan dibully oleh netijen Indonesia supaya tidak selalu mengandalkan Marques tapi g pernah didengar. Akibatnya ya ini, musim ini bukan sesuatu yg mengagetkan sih melihat Repsol terpuruk,sudah diprediksi oleh netijen indonesia

    Guest
    • Yang dicari jurdun ato kompetitif untuk semua rider? ha er ce membuktikan dengan 4 pebalap jurdun selama dua dekade yg berarti motor mereka adalah winning bike. Selama even motogepe juga yang pertama ha er ce dengan pebalap satelit juara seri.

      Guest
    • fix skarang bukti yg jurdun faktor Markueznya sih…

      Ha er ce kelihatan papan bawah tanpa Markues…(+sejarah buruk tim)
      dulu netijen Indonesia udah pernah prediksi ketika Marques dikakangi kontrak,(raut muka markues juga gak begitu bagus+melihat kontrak adiknya di cut sebelum balapan)
      pernah netizen prediksi jika Marques Cidera ??? nasibnya gmna skarang kejadian…
      nah perlunya jurdun motor kompetitif semua rider pernah dilakuin Yamaha pada saat itu

      Guest
      • singkron sih, makanya bilang faktor Marques (pembalap lebih menonjol) dan rekrut teknisi Electronic marelli (second cover marq )

        siapa yg menanam dia akan menuai
        itulah guna motor kompetitf buat semua rider, klop dgn apa yg dilakukan ha er ce buat motor all rider use dgn rekrut lorenzo (pembalap butter hammer), cruclow dll upaya ha er ce untuk all rider use..(sudah terlihat namun gagal)

        Guest
    • Bukannya ga mw denger tp emg itu jalan yg diambil, mereka sadar betul dg resiko yg ada. Bbrp taun resiko itu dpt diminimalisir krn cedera mm93 ga tlalu parah dan tjd d tengah ato d akhir kompetisi tp taun ini resiko akhirnya ga bisa dibendung.

      Guest
    • [email protected] Bukan gagal bro, masalahnya hrc mengikuti arah marc, dengan mengikuti arah marc pasti akan berlawanan dengan arahan crutchlow dan lorenzo, udah pernah baca belum bro pernyataan Takeo sendiri di blog ini bahwa rcv katanya tidak akan pernah dibuat mudah. Artinya Takeo bisa ngomong seperti itu karena memang arah pengembangannya nurutin marc.

      Guest
    • Jadi gini, agar juara maka motor harus lebih hebat daripada kompetitor, itu dari sisi motornya. Nahh bila lebih hebat maka artinya tenaga lebih kuat, kecepatan lebih tinggi, dst yang membuat motor lebih brutal & liar, seperti banteng mengamuk lah kira2. Itulah tugas engineer Honda. Karenanya, tidak semua rider bisa menaklukkan keganasan motor tsb, hanya bbrp org yang bisa di eranya, dan ketika bisa maka dia jadi legend, mulai Doohan, Rossi, Stoner, Marquez, merekalah alien2 yg sanggup menguasai motor ganas. Bahkan Puig pun gak sanggup, pun Criville, Okada, Biaggi, Pedrosa, Cruchlow, dll. Mereka bilang Honda motor hebat & motor juara, tapi sangat melelahkan untuk menguasainya. Dari 4 alien tsb, hanya Rossi yg mampu “selamat” dari cedera aneh2 & parah2 (hingga masih mampu kompetitif membalap sampai saat ini umurnya 41 tahun!!) karena hanya Rossi yang minta agar Honda secara teknis di”jinak”kan pengendaliannya & itu tidak dipenuhi oleh tim HRC, walhasil jadi salah satu penyebab Rossi hengkang dari HRC, krn salah satu pandangan Rossi adalah “rider”lah yg membuat motornya juara, bukan motor itu sendiri. 😁 Bener juga sih.. Ah pokoknya kita penonton menikmati sajalah..

      Guest
  4. Wkwkwkwk unemployed. Kalo sampe jurdun trus suit dia dibagian bokong ditulis unemployed, bakal jado viral. Seorang jurdun pengangguran ga banget deh. Itu kode keras buat team biar narik dia.

    Guest
  5. Wkwkwk,harusnya Redbull nimpalin yg biasanya tulisan di visor ‘give you wings’,diganti jadi ‘give you job’

    Tapi mau ditempatin dimana🤔,pilot helikopter mau?

    Guest
    • ntah kenapa Redbull cocoknya sama KTM

      ya kalik Yamaha sekali kali di tempelin Redbull …menarik ME&RB jd sponsor Yamaha tapi dilain kejuaraan
      kalau di wsbk Toprak helmya sponsor Redbull..

      Guest
  6. Sudah kuduga, hari jumat VR dan MV “main main”, ga peduli time attack. Karena mereka berdua mencari setting untuk balap. NV & VR andai ga salah pilih ban, bisa podium. Atau bahkan mengulang jerez Ymh 123.

    Guest
  7. Saat terjadi crash tim marshal sudah siap dengan bekalnya masing²…
    Yg menolong rider siap dng tandu sedangkan yg mengamankan kendaraan siap salah satunya dng APAR…
    Saat berlari kira² duluan mana😄😄

    Guest
  8. Wak Haji, Kalo misal dibuatin analis setup marc marquez, yg ditiru sama nakagami apa ya, bradl bilang marc Bagian belakang lebih rendah dan bagian Depan lebih tinggi, apa yg biasa main motocross bisa naklukin RCV. Karena di moto2 pun setup marc juga sama…. Di 2013 setup nya punya casey stoner, apa di 2014 sudah setup marc seperti moto2. syukron wa Haji.

    Guest
    • Itu memang sudah diseting honda begitu kali agar motornya jauh dari kata understeer,, begitupun sasisnya juga akan dibuat seperti itu, jadi walau rider honda lain meminta depan lebih rendah maka kemungkinan besar honda belum siap memberikan karena sasisnya sudah terlanjur dibuat menyesuaikan gaya marc..

      Guest
      • iya bisa jadi juga bro edanth, jadi berpikir juga dengan bagian belakang lebih rendah jika low side, akan lebih mudah membantu motor jadi cepat tegak kembali… Mungkin kali ya, kalo rider Asli di sirkuit mungkin lebih tahu. Trims

        Guest
    • Iya cOgnya emang beda kalau rcv dengan m1. Kontrol rcv ada dibagian belakang sedangkan kontrol m1 ada di depan.

      Mudah dipahaminya beban rcv lebih ke belakang sedangkan beban motor m1 ada sedikit ke depan, poin kekuatan rcv untuk hard brake juga karena depan lebih tinggi jadi tumpuan mengeremnya juga lebih kuat dengan shockbreaker yang lebih panjang itu, tapi untuk menghandle rcv model seperti ini minimal gaya balapnya harus mirip dengan marc. Tapi kesulitan rcv jika dipakai rider umum adalah kesulitan saat memasuki tikungan(seperti keluhan crutchlow dan lorenzo serta pedrosa) sedangkan di pertengahan tikungan dan keluar tikungan rcv sudah top, tapi dengan memasuki tikungan yang sulit itu lap time rcv jadi ikut menurun.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.