TMCBLOG.com – Sobat sekalian, seperti kita ketahui sebelumnya bahwa Yamaha sempat mengakui ada masalah di part klep (Valve) dari Yamaha M1 dan awalnya ingin mengganti part tersebut. Namun status Yamaha sebagai pabrikan non-konsesi tidak memperbolehkan mereka membuka segel mesin. Mereka harus meminta izin pabrikan lain yang tergabung dalam MSMA agar mereka diperbolehkan membuka segel mesin. Yang pasti pabrikan lain pun harus diberi penjelasan mengenai penyebab agar bisa yakin bahwa apa yang akan dilakukan Yamaha ini tidak akan mengubah performa dari Yamaha M1 menjadi lebih baik.

Namun akhirnya Yamaha mengonfirmasi bahwa mereka urung untuk menganti valve tersebut dan ini menyebabkan valve dari 17 mesin yang masih aktif (3 mesin sudah dinyatakan dibuang dari alokasi) sekarang tidak akan diganti.

Part yang ingin diganti Yamaha di M1 2020 adalah Valve ( Katup/ Klep )

Pada artikel-artikel terlebih dahulu kita sudah sama-sama menganalisa mengenai kasus ini. Mulai dari kemungkinan keengganan Yamaha untuk membuka rahasia dari Blue Print mesin mereka sehingga mereka mengurungkan pergantian klep M1.

Analisa tmcblog kenapa Yamaha berani batalkan permintaan ganti klep M1

Sampai analisa penyebab masalahnya yakni kemungkinan karena perlakuan panas yang ekstrim pada dua seri pertama Grand Prix Jerez 1 dan Jerez 2. Namun penyebab urungnya Yamaha mengganti klep belum hadir sampai dengan awal race weekend Catalunya ini dimana General Manager Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis menjelaskan secara lugas di depan Motogp.com.

“Kami mendapatkan masalah mesin dengan Maverick di FP1 Jerez. Lalu saat race dengan Valentino. Lalu di Jerez 2 kami memiliki masalah mesin dengan Franky. Jadi ini benar-benar mengejutkan bagi kami. Lalu kami menyelami dalam dalam masalah ini dan mendapatkan bahwa kami memperoleh masalah dengan beberapa valve.

Kami melayangkan permintaan untuk mengganti valve dari mesin tersebut, namun kami tidak dapat memberikan bukti kuat yang kami butuhkan untuk meyakinkan pabrikan di MSMA lain untuk memberikan kami izin.”

Pada saat yang bersamaan dengan kejadian itu kami memperoleh jawaban bukan hanya soal kelemahan dari valve, namun juga penyebab dari masalah tersebut. Jadi semenjak saat itu kami membatalkan permohonan dan kami mengarahkan ke bagaimana me-manage dan bagaimana menghindari masalah tersebut.”

Sudah tentu ada sisi mekanis dari mesin yang tidak bisa diganti (karena disegel), namun ada banyak daerah lain yang bisa terus di kembangkan apakah itu elektronik, sistem knalpot atau sistem management dari mesin. Jadi saya tidak terlalu khawatir soal mesin tahun depan (2021- yang akan sama spek dengan mesin 2020 ) dimana ini adalah basalah ‘ btch produksi’ ( dari vendor) saja. Sehingga kami yakin sekali kami tidak akan mengalami masalah serupa.”

Apakah itu akan mengompromisasi performa kami ? Ya akan ada kompromi. (namun ) Saya yakin bahwa Kami akan terus bisa jalan dan terus berperforma ke depan.”

Secara umum Lin tidak mengatakan secara detail penyebab hadirnya masalah valve hadir di M1. Namun Yamaha sudah mengonfirmasi bahwa mereka sudah yakin memperoleh jawaban dari penyebab masalah sehingga bisa dihindari pada masa masa yang akan datang.

Salah satunya mungkin percobaan menghadirkan knalpot panjang yang menurut analisa TMCBlog akan memindahkan Powerband turun ke mid-range Rpm sehingga mesin tidak dipaksakan meraung tinggi banget untuk memperoleh Peak Power. Mengenai detailnya, sudah tentu itu akan disimpan rapat-rapat sebagai Top Secret pihak pabrikan karena akan bisa jadi peluru lawan untuk menyerang di track.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

73 COMMENTS

  1. Apakah mesin 2021 juga sudah ada dan sudah disegel?
    Kalo belum berarti walaupun mesin sama tapi apa masih bisa diperbaiki kualitasnya?

    Guest
  2. Wak haji, saya ingin tanya.
    Untuk spek mesin tahun depan kan sama dengan tahun sekarang, nah ukuran arti sama disini apakah termasuk juga bahan material yang digunakan untuk membuat part?
    Semisal contoh yamaha yg saat ini bermasalah dengan klepnya, anggap saja material yang digunakan adalah titanium. Lalu untuk musim depan mereka mengganti atau hanya mencampurkan bahan titanium dengan bahan material yang lain untuk memperkuat namun dengan ukuran spek diameter valve yang sama seperti mesin tahun ini.
    Apakah itu dimungkinkan? Kalaupun tidak apakah ada cara lain bagi direktur teknis motogp untuk mendeteksi ada perubahan material dalam part2 tersebut?

    Guest
  3. ini yg gk bisa mereka pahami, dgn berbagai kelemahan pasukan yamyam bisa berkali2 podium bahkan bek tu bek. justru pabrikan yg lain kalo gk bisa jurdun sungguh terlalu ….

    Guest
  4. Penggantian klep ini apa bisa dilakukan di awal musim 2021 sebelum disegel kembali wak..mengingat mesin yang di gunakan di musim depan adalah mesin yg sama dengan 2020 ini..

    Guest
  5. “Namun akhirnya Yamaha mengonfirmasi bahwa mereka urung untuk menganti valve tersebut dan ini menyebabkan valve dari 17 mesin yang masih aktif (3 mesin sudah dinyatakan dibuang dari alokasi) sekarang tidak akan diganti.”

    17 mesin wak?

    Guest
  6. Sakti juga lu, Jupiter Z Doni Tata 2006 yg dikorek mekanik Yamaha Jepang yg kolaborasj sama Daytona Jepang aja cuma mentok 15000 doang, itu jg 1 race 1 mesin.

    Guest
  7. Menurut sy kesalahan team yamaha di jerez,sdh tahu cuaca extrem setingan mesin full rpm saat latihan sehingga buka semua mesin. Kliatan saat cuaca normal di sirkuit lain bahkan pole bisa tapi saat race rpm dikurangi lagi. So yamaha tdk dlm kondisi 100%. Kesempatan buat ducati bahkan suzuki. Namun klo pembalap yamaha bisa memainkan ritme balap sprti mir, maka salah satu pembalap yamaha berpeluang jurdun.

    Guest
    • Secara umum saat race rpm biasanya memang lebih rendah dari saat race, race pace race < singe time attack laptime

      Administrator
      • Iya bener sekali wak haji. Entahlah apa desain knalpot ini bisa mengoptimalkan top end powernya yamaha yang sebenarnya dengan limit rpm lbh rendah. Jika prediksi beberapa pengamat otomotif bener ini kesalahan tak sengaja saat jerez test,dan jika itu tak terjadi dipastikan performa yamaha sebenarnya tak jauh dari level ducati. Masalah rem mungkin ada kaitannya dengan berkurangnya engine brake karena setup knalpot barukah, maka rem lebih keras dalam bekerja pada pembalap. Tapi klo meliat gmana masalah rem juga terjadi sebelumnya pada maverick,sepertinya setup engine brake berkurang saat itu juga,rem jadi lebih lama,sering dan keras ditekan pembalap. Cuma opini luar tanpa ada teknisnya seh.

        Guest
  8. Kalo motornya tahun depan sama spt tahun skrg…ga perlu jenius untuk tau siapa yg juara thn depan..DAH PASTI MM93 JUARA DENGAN MUDAH…eni kuesiong ?

    Guest
  9. Harusnya ducati jurdun,kalo gak puarah buanget dah parah2. .. . . .mesin terbaik terkencang dengan rider spesialis Runner up 3 tahun terakhir

    Guest
  10. Mungkin yg cacat produksi cuma sebagian,kayak produksi di jam atau hari apa yg kebetulan dipake Maverick,Rossi,dan morbideli di Jerez itu
    Tapi untuk tindakan preventing milih penyesuaian mesin doang dibanding minta ganti klep semua

    Guest
    • Katanya batch tertentu, arti satu batch kan dia gk ada beda antara satu produk dgn produk lain, kalo semua klep yg dipakai dlm semua mesin dalam produksi 1 batch ya alamat gk bisa maksimal semua tuh mesin, kalau beda batch ya bisa saja performa klepnya bisa beda

      Guest
  11. 2 race awal ketauan lah itu ngumbar power, mau pake filosofi “kasih kami motor kencang, lainya urusan pembalap!” ternyata ga bisa di situ, di tambah kompon ban baru, ada kompromi yg berubah di setup motor…pasti pembalap merasakan “enak nih motor” tapi part lain tidak bgitu responya (rem, engine brake, suspensi dll), mungkin pengembangan model terbuka macam ini jadi titik lemahnya, ga ada yg bisa adjusment dari pabrikan kemana setup dasar motor di buat, karena tangan kanan setiap pembalap beda sidik jarinya, sekalipun saudara kandung!!!

    Guest
  12. Memang sussaaah bener y ngakui kalo diri ini lg salah, lemah, pas lg ga fit. Paling weenak kalo ngeles nyari kesalahan orang lain. Caranya?? Gampang,, klo lidah dan mulut ga berani tatao muka, pake jempol ama telunjuk buat menyelamatkan diri sendiri.
    Hadu.. Ngemeng epe c ngelantur aja. Kaca mana kaca..??

    Guest
  13. Sambil Riset Mengatasi over power dan Over torsi keluar tikungan yg berakibat Spin ban dan mengatasi masalah godek godek di pengereman

    Guest
  14. Desain knalpot memang mengikuti mesin dulu, dari diameter valve, angle valve timing, volume cilinder, pressure wave, nanti dihitung dengan persamaan tertentu barulah ketemu konstruksi knalpot yang ideal.

    Melihat permasalahan m1 yang berbasis di klep ini memang mengarah ke desain knalpot ulang untuk mengurangi panas atau beban kinerja dari valve,

    Guest
  15. Iya ini kesempatan dukati buat jurdun, soalnya kemarin2 mereka runner up terus, klo buat tim ymh ya gk lah, mereka gk niat jurdun wkwk

    Guest
  16. @admin, aku mengajukan claim nih,…
    Kriteria ngarungin komen tuh seperti apa yah?

    Khusus artikel ini sampai gak tahan ngikuti alur komen yang udah gak jelas (mau mual rasanya). Terpaksa aku ngetag nih (a.k.a = d*v* / Mbah d*rm*).

    Sebenarnya, wajar n sah-sah aja sih, mau nyiyir mau kontra ya silahkan aja, tapi berbasis nalar yg bener lah….. siapa tahu kasih fakta yg sahih….
    Tapi kali ini aku baca komentar diatas udah gak bisa diterima nalar. Basis ngomongnya adalah hate-thinking.
    Aku ambil contoh beberapa redaksional (berbasis hate-thinking) :
    Dulu, :
    Motor hdn ~ mesin perontok tulang.
    (Setelah gak laku) dinaikan level nya :
    Mm cidera dianggap gaji buta.
    (Nah barusan diatas), tema ymh gak bisa ambil kesempatan emas tahun ini, tetap aja mempermasalah kubu Honda “kok juara Moto2 gak bisa kencang?? (padahal rookie).”

    Maaf admin, curhat nih….
    Wk wk wk

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.