TMCBLOG.com – Valentino Rossi Sudah terkonfirmasi akan mengisi Line Up pembalap team Petronas Yamaha SRT Musim 2021. Ia akan membalap dengan warna Biru Toska tahun depan bersama Franco Morbidelli. Sebelum ini kita pernah mengetahui dari Mulut Wilco Zeelenberg bahwa Kontrak Valentino Rossi adalah bersama Yamaha  . . namun Seperti apa penjelasan Yamaha sendiri . . berikut ini adalah yang tmcblog sempat dengar dari Lin Jarvis Yamaha Racing managing Director saat di tanya oleh Simon Craffar pada sesi Kualifikasi 1.

” Pastinya hari ini kami telah mendapatkan tanda tangan (Kontrak) Valentino Lagi sebagai pembalap factory untuk Musim 2021. Pembalap Factory (Pabrikan ) berarti ia mendapatkan kontrak dengan Yamaha Motor Company dan ia akan memperoleh Support penuh dari kami dan memperoleh Motor Pabrikan.

Menurut saya ia tak akan menderita dari sisi ( dukungan ) teknis. Sungguh senang bahwa deal ini telah selesai dan jujur telah berlangsung selama 6 bulan. Cukup lucu karena kontraknya sendiri cukup sederhana. Untuk mencapai titik ini butuh waktu 6 bulan karena kami adalah Perusahaan Jepang namun membicarakan bersama sama dengan team dari Malaysia dan Juga Italia.

Kami tidak memperoleh hambatan berarti dalam perjalanan ini, Namun memang agak rumit, karena ia bukalah seorang ‘pembalap Normal’. Untuk ‘pembalap biasa’ kita bisa menyelesaikannya dengan cepat. Namun Untuk pembalap Seperti Valentino Rossi kita harus benar benar akurat mengenai support teknis, personel tim, semua aspek. Ini semua butuh waktu kalau mau bagus dan kami telah mencapai tujuan sehingga saya sangat senang “

Lalu ketika Lin ditanya kenapa termin Kontrak Valentino Rossi hanya 1 tahun, Manager asal Inggris ini Menjawab ” Mengenai pertanyaan ‘ kenapa satu tahun ?’ pada dasarnya ketika kita membuat sebuah kontrak, kita hanya bisa membuat kontrak terhadap sesuatu yang sangat kita yakini bisa dijalankan. Kami ( Yamaha ) tidak ( belum ) memiliki kontrak di MotoGP untuk 2022.

Setiap pabrikan menandatangani Kontrak ke Kejuaraan dengan termin selama 5 tahun, dan termin itu berakhir di 2021. Saya sendiri secara pribadi tidak memiliki keraguan bahwa Kami ( Yamaha ) akan tetap berada di sini dari 2022 sampai 2026. Namun saya (Yamaha ) Saat ini tidak memiliki kontrak. jadi saya tidak bisa memberikan garansi. Itu adalah alasan utamanya dan Juga Valentino Ingin melihat apakah ia (masih) Kompetitif tahun demi tahun. sama seperti tahun ini di mana ia ingin melihat beberapa race dahulu baru menentukan posisinya

terus terang dalam perjanjian kami sangat sangat jelas bahwa bersama sama kami memiliki niat untuk mendiskusikan semua niat perpanjangan pada pertengahan Musim mendatang. Jadi satu tahun bukan berarti ‘hanya satu tahun’. Mari Kita lihat selepas itu. “

So, jadi sudah jelas, kenapa cuma satu tahun Termin Kontrak Vale Ya sob . . . dan secara umum ada pula kemungkinan Vale akan membalap setelah 2021 . . TMCBLOG sempat menanyakan kepada Lin Jarvis beberapa Jam yang lalu mengenai kenapa Vale Hanya 1 tahun sementara Vinales dan fabio Bisa sampai 2022 padahal Konrak Yamaha dan dorna Hanya sampai 2021 ? Dan untuk hal ini Lin Menjawab

” kami tidak dapat memberikan garansi kepada valentino Rossi Jika Kami Tidak memperoleh Tim Satelit ( Kontrak Yamaha PYSRT Berakhir musim 2021 ). Kami, Yamaha tidak ragu untuk yakin memperpanjang kotrak dengan Dorna,  Namun Kami agak kesulitan mengkonfirmasi Pembalap ke-tiga karena sulit saat ini memiliki tiga pembalap dalam satu team factory. kecuali Kita telah memperoleh Tim Satelit yang Konfirm, sehingga kita tidak bisa mengkonfirmasi. Jadi ini bukan sesuatu yang negatif hanya di persoalan teknis saja. “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

35 COMMENTS

  1. Pensiun dong 2022…

    Kanker banget euy orang indonesia, kalo udah denger rossi kenapa kenapa langsung kayak tuhannya dilempari kotoran manusia…

    Toh jadi ngasih kesempatan buat rider muda juga,
    Legenda nanti pasti ada lagi, ga mungkin berhenti di rossi doang-

    Plis banget ini biar berakhir masa kankernya :(((

    Guest
    • Orang aneh, mau lanjut atau pensiun hak dia kali.
      Dia masih mau balap, ada tim yang mau ngontrak dia, sponsor juga mau.
      Memang sih, fansboy nya over kepedean.
      Tapi sama aja dengan fansboy kubu lain.

      Mau dibilang 🤡 dia badut yang masih diperhitungkan. Bagaimana dengan badut² yang sering di belakang terus itu? 10 besar aja susah, apalagi menang?
      Kok tidak dinyinyirin?

      Guest
    • Dilihat dari sisi manapun, Rossi memang bukanlah masa depan. Baik bagi Yahama, terlebih lagi bagi tim satelitnya.

      Yg saya soroti, sebegitu kuatnya nama besar Rossi sampe semua ini bisa terjadi. Legend lain belum tentu bisa.

      Cocok sih ama yel motor YIMM : “…yg lain ga bisa ngikutin!” 😀

      Guest
  2. Bisa kemungkinan SRT pindah suzuki, pasti razan bakal evaluasi bener2 3 taun sama yamaha dengan dinamikanya, sepertinya SRT kurang suka hal2 superbody, terkait ini suzuki terlihat “lebih profesional” .
    Silly season yang menarik

    Guest
    • Ngarep apa yaa, salah satu opini yang eskalasi yang masuk akal aja sihh..
      Karna ambisi SRT gede modal sponsor mereka cukup kuat (avintia, LCR, tech3), belom lagi di 2020 pabrikan teken kontrak dan satelit bisa pindah ke pabrikan baru, dengan performa honda yang sekarang gak menutup kemungkinan LCR hengkang dari honda, semua bisa terjadi bro, gak ada urusan ngarep, kalo bahas gini mah gaperlu libatin harapan ato faktor emosional suka ngefans gak butuh bro, ginian mah hitungan untung rugi strategi sama bisnis, nonton GP mu terlalu terbawa suasana haru dan emosional

      Guest
    • Nah sepemikiran nih, bisa jd SRT pindah ke suzuki, terus skyvr46 ngisi slot di satelit yamaha. Logis karena memang tim rossi dgn yamaha itu erat, kalo silogisme skyvr46 + suzuki yg sempet dibicarakan netizen kayaknya kurang menjurus 😁

      Guest
    • tul, tengok buanyak sekali di sana penngguna LC135 atau Y15ZR, bahkan racing parts buat dua type motor itu bertaburan banyak pilihannya

      Guest
  3. Yup …….siap siap klw bisa ada sponsor lain menggantikan oetronas yg blagu ……….. petronas jd satelit Szuki knapa tidak , tohmotor jg bjaban kadang lbh ok tp tdk dgn penonton fansboy szuki di malay yg kabur tunggang panggung …. bisa snasib dgn bajaj yg balik via katiem di indonesia

    Guest
    • Mengawali karir di Nastro Azurro berakhir di Petronas Yamaha maksudnya?
      Diawali dan di akhiri tim satelit bisa jadi epic retirement buat the goat, apalagi kalo nanti di seri terakhir yamaha bikin livery spesial kuning2 pasti keren 😂

      Guest
  4. Cukup lucu karena kontraknya sendiri cukup sederhana

    Kirain beneran sederhana, dibaca sampe akhir artikel malah rumit 🤣

    Guest
  5. saya rasa pensiun adalah jalan yg bijak

    memang dia masih kompetitif utk podium tapi ingat usia bor, 1 slot kursi itu berharga

    mgkn dgn 1 slot yg ditinggalkan bisa di isi dgn pembalap baru yg lebih kompetitif utk merebut gelar

    Guest
    • mungkin si mbah masih berharap dgn 1 tahunnya nanti luca marinir bisa menggantikan kursinya di yahaha. #mungkinloyaa

      Guest
  6. Berat juga ya Yahama musti ngontrak 3 pembalap.. Sementara Sizuki dan Keytiem bisa kompetitif dgn pebalap-pebalap yg lebih “murah”.

    Guest
  7. Saya percaya tahun 2022 ada SKY racing 46 Team di level teratas MotoGP dan kemungkinan besar bersama Y sedang Petronas bisa jadi ke Suauzki yg katanya punya rencana bikin tim sattilete. Bagaimanapun jugaa Dorna butuh rossi walau dia ngak membalap lagi tapi Tim Sky Racing 46 team bisa jadi buat melepas rindu penggemar Rossi

    Guest
  8. Klu rossi pingin perpanjang kontrak tahun 2022/berikutnya, petronas blm tentu mau pakai rossi lagi. Ini bisa jadi perpisahan petronas sama yamaha dan vr46 tim masuk buat gantiin.
    Atau emang vr46 tim udh di plot buat masuk tim satelit yamaha 2022.
    Mantap!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.