Davide Brivio

TMCBLOG.com – Di musim MotoGP 2020 yang ketat ini, Sampai seri Barcelona GP Suzuki masih menjadi salah satu merek yang belum Juga meraih kemenangan. Tapi itu bukan sesuatu yang membuat mereka khawatir, karena dengan konsistensi performa kedua motor GSX-RR mereka yang selalu siap berjuang untuk Podium di setiap race, dipercaya kemenangan pertama musim ini akan segera jatuh ke tangan pabrikan Hamamatsu ini.

Bahkan sosok Joan Mir dinominasikan sebagai salah satu favorit besar alias kandidat untuk memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP tahun ini yang akan fight bersama dengan Fabio Quartararo, Pimpinan Championship saat ini dimana darinya Mir hanya terpaut delapan poin setelah Balapan Intens di Barcelona.

Team manager Suzuki Ecstar, Davide Brivio mengatakan kepada La Gazzetta dello Sport “Kami ingin membuat tim yang kuat, dengan pembalap yang tumbuh bersama kami dan itulah yang terjadi. Pada 2019 kami memenangkan dua balapan dan sekarang kami tahu bahwa kami masih berjuang untuk naik podium ”

“Saya tidak tahu apakah kami memiliki motor terbaik, tapi yang kami miliki sekarang ini adalah paket yang seimbang. Hal positifnya adalah ekspektasi dalam diri Suzuki meningkat. Suzuki (Jepang) memberi selamat kepada kami dan meminta yang lebih tinggi dari ini  ”.

Sangat dipercaya Bahwa salah satu cara untuk mengakselerasi riset pembangunan Motor yang lebih baik adalah memiliki banyak Data. Data ini bisa diperoleh Baik dari Pengetesan Oleh test Rider, maupun melalui Laboratorium berjalan yakni rider Permanennya itu sendiri. Dan Untuk hal kedua jelas dibutuhkan Bantuan data dari team satelit.

Sekarang, langkah selanjutnya adalah tim satelit Suzuki di MotoGP dan banyak rumor yang bertaruh pada perubahan tim Petronas dari Yamaha ke Suzuki Mulai Musim 2022. Kenapa Petronas? ada beberapa rumor Paddock yang menyatakan bahwa ada ketidak-puasan Petronas SRT ke Yamaha perihal masuknya Vale di 2021 yang menurut mereka mengubah banyak soal Platform tim yang awalnya dicanangkan sebagai ‘ Junior team’ , Sebagai ‘feeder’ pembalap muda Buat team factory Yamaha. Mengenai hal ini Davide angkat bicara

“Kami ingin membuat tim satelit untuk dapatkan lebih banyak informasi untuk mengembangkan sepeda. Saya pikir tahun 2022 ideal karena semua kontrak akan habis, kita sedang membicarakannya, tetapi saya tidak ingin menciptakan ilusi palsu, ”

Dan mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan di team satelit, semua orang melirik Nama Andrea Dovizioso yang sementara ini belum memiliki kepastian tempat berlabuh di 2021. Mengenai Dovi, Davide Mengakui ada pembicaraan dengan Pembalap italia tersebut ” “Kami telah berbicara dengan Dovizioso, tetapi kami tidak memiliki banyak ruang. Kami bisa menawarinya posisi sebagai test driver, tapi kami memiliki Guintoli dan kami senang dengannya, ”

yap terlihat bahwa Davide telah mulai melakukan Pembicaraan awal dengan ebberapa Fihak mengenai Rencana team satelit suzuki 2022. Dan Bisa jadi Petronas SRT adalah salah satu yang diajak bicara. Namun tentu Sepertinya Davide ngerti ini sensitif karena banyak bersinggungan dengan banyak fihak termasuk dengan Pembalap yang ia kenal sangat dekat saat awal di Yamaha . . he won’t added any Fuel

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

59 COMMENTS

      • Om Soundtrack, ide ya bisa dtg darimana aja lah..hrus tanya dlu enginer suzuki, yg jelas GSXRR dibangun bener2 dr kertas kosong, smua dari nol.

        Kalo uneven firing order, itu kan teknologi yg umum, udh ada di market tinggal pake, sudah lama dipake para V engine.
        Kalo merasa itu temuan Yamaha ya patentkan dong teknologinya, ga bisa kan..krna itu bukan temuan Yamaha..yg bsia dipatentkan Yamaha cuma sebuah nama, kaya bluecore..ga lebih dari sebuah nama biar kayanya keren.

        Kalo di Suzuki ada patent namanya SR VVT, di Ducati ada Desmodromic, tim lain ga ada yg bisa pake teknologi itu, itu baru patent teknologi, bukan sekedar nama.

        Kalo crossplane itu udh kaya ibarat makanan pecel, tiap daerah bisa bkin versinya sendiri, pecel madiun, pecel blitar, pecel pasuruan, pecel jogja dll..lalu suatu daerah bkin ‘pecel’ dinamai ‘pocol’ misalnya..bisa aja dia patenkan nama ‘pocol’ tp itu ga bisa mematenkan ‘pecel’ atas nama dia.

        Guest
        • @neo
          Statement pertanyaan soundtrack ga salah, brivio pernah di yamaha 2003-2010 dan ikut ngembangin inline cp yamaha…. Dan direkrut suzuki ngembangin mesin baru inline, pastiya ilmu brivio di yamaha ditularkan ke suzi

          Guest
        • @kedapkedip
          dia hanya sebatas manager aja ga lebih. ilmu yg dia bawa dari yamaha ya bagaimana dia memanage tim sampe jadi kaya sekarang, kenyataannya GSX-RR dgn uneven firing itu dah jadi sejak 2012, sedangkan Davide Brivio baru bergabung dengan suzuki di april 2013 yg berarti sebelum mereka mundur di 2011 dari jauh hari mereka udah rancang prototype nya. klo urusan pengembangan motor mah kerjaannya Ken Kawauchi & Shinichi Sahara berdasarkan feedback pembalap dan test ridernya.

          Guest
        • @Lin Dan n @Hatmo
          Skalian pencerahan org2 biar ga terhasut batinya sma soundtrack, wkwk

          @FXR
          wellsaid bro

          @kedapkedip
          sudah dijelaskan dgn baik sma bro FXR, kamu coba sekali2 cek tugas team manager deh..dia ga ada namanya ikut2an menentukan jeroan mesin, paling banter ikutan masukan setup, itu jg kalo jago bgt managernya. Dan sudah dijelaskan sma bro FXR juga, setelah Suzuki mundur dr motogp pake V engine, projek GSXRR ini sudah dimulai..itu masih jauh dr timeline Brivio gabung Suzie.

          Guest
        • @neo
          Sekelas manager brivio yg dipercaya pabrikan pastilah tahu lebih banyak karena dia jg pegang keputusan tertinggi, segala pertimbangan pengembangan berjalan (race konsesi) thp mesin suzi sedikit banyak ada arahan2 sesuai pengalaman dia.
          Klo ikuti aturan baku tugas manager tim doang ya kaku, lebih bagus punya manager tahu segalanya
          Kasarnya pimpinan suzi japan bilang gini ,”ini loh vid kami punya tim baru mesin baru tipikal Y, lu pimpin deh tim dgn perangkat yg ada seperti lu pimpin Y dulu jd moncer”

          Guest
        • @kedapkedip
          yg megang keputusan tertinggi di tim suzuki itu Shinichi Sahara sebagai project leadernya menggantikan pemimpin sebelumnya Satoru Terada. Davide sebagai team manager hanya bertugas menjalankan tim, atur strategi, pembalap dll, itu job des nya dia. urusan teknis ada Ken Kawauchi & Shinichi Sahara sendiri yg jelas lebih paham karena dia telibat projectnya. dan lg GSX-RR itu udah beda mesin yg jeroannya juga jelas beda, set up, geometri rangka, elektronik, firing order dll dgn M1 walau sama2 inline4.

          Guest
        • Di Box Suzuki Ecstar saat ini paling tidak ada Sosok
          Spanyol Italia yang walaupun Bukan engineer namun, mengikuti sejak awal dan Mengerti banget Karakter Mesin CP4 ini sehingga Mungkin Ia sangat tahu pendekatan apa yang harus dilakukan ke mesin CP4 ” Blue Rocket ” yang terbukti Punya Potensi Bagus Jika Arah pengembangannya Benar . . . Di adalah Davide Brivio

          tmcblog

          Guest
      • Suzuki sudah menggunakan mesin DOHC inline 4 sejak tahun 1986 berkapasitas 1074cc 4-stroke di Suzuki GSX-R1100.
        Makanya rajin” membaca.

        Guest
    • rumor biar gak tenang di intern paddock team
      seperti artikel di atas feeder junior team udah jelas
      tapi dgn hadirnya Vale mengangkat levelnya jadi Senior Team tanpa melupakan Junior karena disitu ada Morbi dan pembalap lain dikelas bawah siap naik kelas…

      so betul Suzuki lagi cari2 gak logis kalau bidik petronas tapi gaet Dovi sdangkan Dovi juga cukup berumur bukan junior …

      Guest
      • dari statementnya divide brivio udah nolak dovi secara alus itu. kemungkinan manager dovi sempet bicara dengan davide mengenai kesempatannya bergabung di tim satelit suzuki.
        Sedikit ruang yg dimaksud sepertinya hanya sebatas sebagai test rider namun mereka udah punya sylvain guintoli jadi kesempatan dovi bergabung walau cuman jadi test rider juga makin tipis, ditambah filosofi suzuki yg pake pembalap muda sejalan dengan petronas jika benar jadi tim satelit suzuki ya dovi makin ga punya harapan.

        Guest
  1. nah, pysrt sebenernya terpaksa nampung #46,, karena visi nya sama soal pembalap muda,, jadi klop sudah kalau gabung suzuki imo

    biarkan #46 mewujudkan impian nya menjadikan vr46 jadi team satelit yamaha,

    win win solution

    Guest
    • Sudah kuduga sih ini solusinya… Rossi masuk tim satelit juga bukan cuma mau balap kayanya, tapi dia pengen sambil mempelajari cara kerja tim satelit dari Petronas ini buat bekal kedepannya dia bikin tim di MotoGP. Dan Datok Razlan tau Yamaha ga akan gitu aja ngelepas Rossi, karena banyak asset juga di VR46 academy. Intinya Rossi masih anak emas yamaha lah… Ini yg bikin dia gerah.

      Guest
  2. Menarik nih apa SRT keluar dr Zona Nyaman cari tantangan seperti TECH3

    kalau ke Suzuki udah nikmat bisa lah dapat sharing Inline4 Yamaha punya….

    Guest
    • Untuk apa lagi buat suzuki? Mereka udah dapet warisan ilmunya Brivio, dan skrg performa motor suzuki overall udah di atas yamaha

      Guest
  3. Brivio ini salah satu orang yg berperan penting dalam kepindahan vr ke Yamaha ya(cmiiw)
    Ehh sekarang ada main mata ke SRT
    Benar2 tukang tikung sejati,BUKAN MAIN
    hehe

    Guest
  4. Bisa jadi sih klo emang kedepannya tetep sesuai angannya dorna (1 pabrikan 1 satelite), kecuali klo vr46 team punya golden ticket buat kemana aja diluar satelit yg udh eksis sekarang ini.

    Guest
  5. Apapun itu sekarang Suzuki sedang proses menjadi tim yang paling kuat,,,harus perlu tim pendukung untuk pengembangan dan memantapkan posisi

    Guest
  6. Yamaha akan mati-matian pertahankan Rosi dengan cari menjadikan VR46 tim satelitnya dengan mendepak petronas.karena rosi masih jadi tim marketingnya yamaha.

    Guest
    • Nah ini sepemikiran…. Pengaruh Rossi masih besar dari segi bisnis buat Yamaha. Jadi ga bakal gitu aja mereka ngelepas Rossi (VR46 Academy) ke Suzuki. Naro Rossi di satelit juga kaya cuma buat sementara aja nunggu 2022.

      Guest
  7. gokil juga bos razlan kalo itu bener. bukannya ketiban durian runtuh karena dapat icon of icon motogp di tim nya tapi malah ga puas .

    coba liat di docuseries motogp yutub soal pysrt. manteb jaya leadershipnya.
    iron man competitor bro…

    Guest
  8. krn mister brivio ini jg dkt dgn mbah rossi, mncullah isu tim vr|46 motogp satelit suzuki… tp kabarnya sih si mbah sdh mulai spik spik sama yamaha…

    Guest
  9. Untuk mewadahi rider2 muda. Brarti Petronas sama Suzuki memang punya satu visi. Seandainya bani Petronas memang jd sponsor suzuki thun 2022, semoga dngn ini suzuki juga bisa mewadahi rider2 muda bukan hanya rider dari eropa saja tapi juga rider kawasan asia tenggara.

    Guest
  10. Kalo susi factory nya pake daun muda, apa gak lebih baik susi satelit paka daun tua, biar balance dalam gathering data nya…

    Guest
  11. Klo bikin team butuh dana “katanya” €15 per musim+suntikan dr dorna, apakah itu termasuk biaya transport? Utk biaya pengembangan seprtinya diluar dr itu dan bagaimana dgn team satelit akomodasinya dan cost apakah sama ?

    Guest
  12. 2022 kayanya jadi nih Petronas Suzuki SRT..

    Kalo Sky VR46 bisa masuk dengan “tendang” Avintia atau jadi tim tambahan pake “kebijakan khusus Dorna demi Rossi”..

    Dan mengingat eratnya hubungan Rossi-Yamaha, gak akan terkejut kalo nanti ada team Sky Yamaha VR46..

    Sementara Avintia tetap sama Ducati, mengingat Aprilia kayanya belum mungkin buat 2 team..

    Guest
  13. Kalo ngelihat proses Pembuangan Vale Ke Petronas memang Terkesan “dipaksakan” jadi Ya kemungkinan Ketidakpuasan Petronas Sbg Sebuah Tim satelit memang ada . Layaknya Tech3 yg bertahun2 Pake Motor tua .

    Guest
  14. bravia : sudah banyak sponsor yang mau menjadi tim satelit untuk 2022, bahkan kemaren ada pembicaraan sama petronas

    hamamatsu : bodo amat

    Guest
  15. Sky VR jadi satelit yamaha, petronas masuk satelit suzuki. yg jadi pertanyaan tingga kuat/tidaknya Sky kl sbg sponsor tunggal

    Guest
  16. Sbg sesama Jepang, pendekatan/strategi nya beda ya dng Honda & Yamaha. Kelihatan sekali saat wajah crew disorot kamera seolah nothing to lose. Ini mmg karakter yg di Hamamatsu atau kelebihan Bravio dng perannya? Krn hasilnya cukup terlihat, GSX-RR lbh berkembang dibanding RCV (Marquez-sentris) dan M1 (kendala a, b, c, dst)

    Guest
  17. Di crash.net nambah isu baru, pembalap moto2 D’Giantonnio 2021 dikontrak Gresini moto2 dan ditahun keduanya (2022) dijanjikan seat motogp bersama Gresini. Dan ternyata katanya D’Gig sempet juga ngobrol sma Suzuki, seperti halnya juga Gresini sudah penjajakan sma Suzuki.
    Semakin menarik.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.