TMCBLOG.com – Alex Rins memenangkan balapan MotoGP Aragon 2020 dari posisi ke-10 di grid. Menurut Dr. Martin Raines, Balapan MotoGP kering total terakhir yang dimenangkan oleh pembalap yang start di grid start ke-10 atau lebih rendah adalah MotoGP TT Belanda pada tahun 2007 yang dimenangkan oleh Valentino Rossi yang saat itu Start dari urutan ke-11 di grid.  Ada hal yang menarik dari Top2 Finisher race motoGP Aragon 2020 yakni keduanya yakni Alex Rins dan Alex Marquez sama sama memiliki rasio Progress yang mirip di mana Rins start Posisi 10 finish Posisi 1 dan Alex Marquez start dari posisi 11 dan finish di Posisi 2 . . yap sama sama memiliki progress kenaikan 9 posisi. Kemenangan Alex Rins di Aragon ini menorehkan beberapa catatan menarik yakni hadirnya Pabrikan ke 4 Yang memenangkan Race Kelas MotoGP di Musim 2020 ini. Alex Rins sendiri menjadi Pembalap berbeda yang ke 8 yang bisa menjuarai race Kelas Primer MotoGP 2020, dan yang cukup menarik pasca Dua Seri back To Back awal ( Jerez 1-2 ) kita mendapati 8 pembalap berbeda Mulai dari Binder di Brno, Dovi di Austria 1, Oliveira di Austria 2, Morbidelli di Misano1, Vinales di Misano 2, fabio di Catalunya 1, Petrucci di Le mans dan Rins di Aragon 1.

Secara umum Selain kasus dimana Ia tidak finish di Misano 1, Buat Fabio Quartararo race di Aragon 1 ini adalah race Paling Buruk dari segi performa dimana Ia start dari posisi pertama namun harus finish di Posisi 18. Dan GP Aragon juga merupakan Posisi finish paling buruk buat Fabio setelah sebelumnya finish posisi 13 di Styrian GP. Takaaki Nakagami kembali menjadi pembalap Paling Konsisten dalam hal finish di posisi Top 10 di 10 seri balap berturut turut yang telah dijalani. Sebuah Prestasi yang seharusnya diganjar HRC dengan memberikannya Motor Factory Di 2021 nanti bersama Alex marquez yang prestasinya cukup mencuat di dua Race Terakhir.

Pasca race Aragon 1 ini, Joan Mir gantian memimpin Championship dengan selisih 6 point dengan Fabio Quartararo Yang sementara berada di posisi ke dua.  Maverick Vinales mengancam dari posisi tiga dengan Jarak 12 Point begitu Juga Andrea Dovizioso yang masih terbuka peluangnya Mengejar Titel gelar Juara dunia bersama Ducati di 2020 ini dengan hanya berjarak 15 Point ke Mir.

Nakagami adalah pembalap Honda terdekat yang memiliki Potensi Juga menjadi Juara dunia 2020 ini dengan jarak 29 point dari Mir. Sementara dengan total 100 Point maksimal di empat gelaran terakhir ke depan, maka pada dasarnya saat ini 18 Pembalap masih punya peluang jadi Juara dunia MotoGP 2020 mulai dari Joan Mir sampai Cal Crutchlow. Jadi pada dasarnya dinamika apapun dalam list championship masih sangat bisa terjadi sampai seri terakhir di Portimao di akhir musim nanti.

Dengan faktanya Yamaha Tercepat ( Morbidelli ) berhasil finish Posisi 6 (13 point) sementara Ducati tercepat – Dovizioso – hanya meraih 9 point ini membuat Ducati kembali tercecer sedikit menjauh dari Yamaha Pada  jarak klasemen manufaktur ke pimpinan klasemen Yamaha dari awalnya 19 point pasca Le mans ke 23 point. Sementara itu Suzuki Ecstar masih memimpin championship team baru setelah Overtake Petronas SRT dengan jarak selisih cukup tipis yakni 4 point.

Alex Marquez, Man Of The Race versi tmcblog di Aragon 1 ini menyamakan Point dengan raihan Brad Binder di Klasemen rookie of the Year. Binder Masih memimpin klasemen ini karena ia pernah Juara seri sementara Alex marquez sementara ini belum menjuarai Seri MotoGP di 2020.

Di Klasifikasi Pembalap team Independent terbaik, Takaaki Nakagami memangkas jarak Ke Fabio Quartararo yang masih memimpin Klasemen ini. Taka memangkas 11 Point dari awalnya berjarak 34 point pasca Le mans ke 23 Point saat ini.

Sementara itu Petronas yamaha SRT menjauh 3 point dari Kejaran Pramac Racing pada Klasemen Team Independent ( Satelit ) terbaik sementara Msuim 2020 ini.  4 Seri terakhir ke depan akan menuajikan tantangannya akan sangat beragam, dari race counter clock-wise track Aragon 2 yang dipastikan akan full Data, Valencia yang punya potensi race dalam keadaan track dingin di musim gugur Eropa sampai pada kondisi track ‘roller coaster’ Algarve-Portimao yang minim data sebagai event finale .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

 

 

182 COMMENTS

    • Berat…
      Taka kudu sapu bersih #1 n berharap 4 rider teratas finish luar dr podium
      Sementara taka sendiri masih kesulitan untuk sekedar podium
      Tp never say never juga sih

      Guest
    • kalo mau kejar, minimal 2 kali juara seri dan beberapa jali podium utk 4 race kedepan

      Dukung suzuki ecstar juara musim ini

      Guest
  1. Rider yang adaptasi paling jos yang megang kunci jurdun atau memenangkan race di portimao..
    Jadi portimao itu karakter untuk mesin v4 atau i4? Ga pernah nonton wsbk soalnya. Kenapa ga estoril aja yang balik?

    Guest
  2. masih nunggu ulasan apa yg sebenarnya terjadi dengan Cikitaro.. pole sitter finish P18 adalah fenomena langka..

    Guest
    • Seharusnya ikuti triknya Vale dan Lorenzo…kalo ga menjatuhkan diri ya balik ke pit trus ngomel bla bla bla nyalahin yang bisa disalahin….entah itu mesin, ban, dll…

      Jadi aman, ga akan dibully oleh banyak orang…

      Guest
      • Kayaknya “ilmu” itu tidak diwariskan oleh mbah Ocii, atau memang quatararo yang gak punya mental seperti itu, lambat ya lambat, koreksi apa yang salah, perbaiki utk kedepannya, gak banyak alasan dan main drama

        Guest
    • Aaah anda trlalu sensitif😀😀…..nunggu analisa cacing tawurannya wak…kepo sm am73,riding stylenya halus bngt khas inlen enjin pdhl dia bwa msin prontok tulang

      Guest
    • Ini yg qw bingung.. koq bisa lepas dan masuk tim lain…
      Yg masuk jack miller, morbidelli..

      Terutama Joan MIR…
      Memang..
      LCR 1 jepang, 1 pengembang…
      Repsol 1 Juara, 1 bemper..

      Talenta muda masuk mana?

      Guest
  3. TN 30 konsisten finish & selalu dapet point
    AM 73 konsisten finish walau 2x 0 point

    AD 04 th ini susah banget dapet podium,apa timnya kurang maksimal ngedukung karena ini th terakhir bersama ducati ? 🤔
    JL waktu di ducati yg udah mulai kompetitif juga tau2 performa jadi turun setelah ngumumin pindah ke honda 🤔

    Guest
    • Ducati sulit maju karena timnya budeg. Bisa lihat video unseen motogp Austria di akun yt motogp pas Dovi menang bagaimana perlakuan Ducati kepada Dovi.

      Sepenglihatan saya, Dovi pada video itu seperti mengeluhkan sesuatu pada motornya. namun langsung di bantah oleh seseorang dari timnya dengan mengatakan “kamu berbohong”. abis itu Dovi udah males nanggepin lagi.

      Guest
  4. Suzuki ni pemberitaan anyep wak..sekalinya race gp kesetanan..mesin gk loyo di putaran bawah dan atas bejaban lawan v engine.. adakah teknologi rahasia suzuki ini wak yg bisa dibocorin dimari..spyshoot nya jg paling minim ni suzuki..wadidaw lah

    Guest
    • frame nya bagus oom, tambah mesin lebih powerful dibanding inline sebelah, sebelah kalah speed corner dan aksel

      keuntungan konsesi beberapa musim lalu, dimanfaatkan baik sama mereka plus manajemen mr. Brivio

      Guest
      • Yup… Keliatan Suzuki bisa di tekuk lebih dalam daripada Yamaha, terbukti oleh Mir 1 tikungan 2 pembalap Petronas Yamaha dilibass. Pas Mir buka gas udah langsung bye…

        Guest
        • lurusan juga hayooo aj pdhal lawannya kunyit…apa kunyit tenaganya dikurangin jadi lbh jinak yah…

          Guest
        • @akbar
          iyah kaya tahun 2016 apa 2017 yah yang lemot…lack of speed kalo kata wak haji,,, ampe sempet diasapin ama m1 JL…. kemaren aja, tenaganya kaya so so ama rins…

          mang rins kenceng sih kalo bawa motor….

          Guest
      • Yah kalau hayabusa masuk motogp dilibas lah, beda karakter motor drag race sama motogp. Kalau sekedar kencang doang semua pabrikan bisa, cmn ya pasti korban di cornering, handling dll. Motor balap harus menemukan titik keseimbangan torsi dan rpm, limit cepatnya maksimal berapa agar tidak kalah di speed corner.

        Guest
      • Sptnya iya.. jika melihat top speed alex yg mirip inline juga… mgkin style dia pngin mksimal di tikungan dan hrs korbankan top speed.

        Guest
    • Dah pernah dibahas wakkaji om. kekurangan / kelebihan GSX-RR. ringkasnya sih gsx agak telat dlm pemanasan ban. minusnya di awal2 susah ngacir. kudu ngejar momen jgn sampe ketinggalan di belakang. tapi positifnya mid-end race masih bisa fight. pas kemaren alex vs alex kurleb kelihatan buktinya . sisa 2 lap AM73 mau nyalip Rins hampir lowside, beruntung bisa recovery. rins juga sama2 ngepush tp seprtinya bisa save ban lebih baik drpd AM. wlpn setelah finish langsung abis bensin. cmiiw para suhu

      Guest
    • Sepakat gan .. bahkan spyshot holeshot devicenya suzuki sama sekali gak ada fotonya, gak kaya Yamaha sama Ducati yang langsung ke ekspose. Rins dari P10 langsung merangsek ke depan apa gak edan tuh?

      Guest
  5. Semoga sisa 4 race alex marquez sama joan mir kebagian p1,biar genap 10 juara seri.sebenarnya ngarep CC45 sama pol44 bisa p1,tapi kayaknya berat.

    Guest
  6. Mending itu mesin m1 dibongkar aja dari 4 rider, biar diselesaikan masalah trouble keseluruhan, jangan masalah mesin jadi bahan fans membela membabi buta
    Ini ajang internasional grandprix masa setengah setengah dalam totalitas kejuaraan, dimana tanggung jawab dengan pabrikan, team, sponsor, kejuaraan, Dorna??
    Taro start P1 finish P18, kok malah dibela masalah mesin ini itu, sapa tau ambyar skillnya ketika satu persatu di overtake lawan

    Guest
    • FQ bermasalah pada tekanan angin ban depan, track memanas tekanan angin naik…motor jadi sulit dikendalikan. Buah dr gambling pake Medium, tim gak ada data. Coz pas FP pake soft terus

      Guest
    • jadi sadarkan skill pbalap bkn segalanya, msh ada motor dan team yg sangat pengaruh, itulah yg dinmakan faktor Trisula, klo semata2 krn faktor skill pembalap MM udh dr dlu cobain KTM mungkin…

      Guest
    • Kalau disusul satu persatu..

      Semua salah mesin, motor, ban, angin, valve, kanlpot, busi..

      Udah mirip belom…

      Kurang belajar, ada 1 trik..
      langsung ambil low side men dnf kan diri..
      biar gg malu2 amat…

      Guest
    • JM36 segera aktifkan mode MM93 2016 jd akuntan. Target selalu P1 tp lihat situasi dan kondisi, terlalu berisiko P1, ya P2, P3, dst dg lihat posisi lawan2 terdekat, race tinggal seuprit, bodoh amat orang mau bilang champion tanpa juara seri. Pintar2lah pelihara keunggulan poin. Buat AM73, semoga bukan anget2 knalpot, terus berkembang, semoga kedepan bisa 1,2 sama MM93.

      Guest
      • 2013 lah.. saya rookie saya belajar… semua lengah…

        Begitu sisa dikit dan pimpin championship.. ok kita kejar jurdun…

        Guest
  7. pengen liat dovi nampol petinggi ducati sama petrus yang kemaren cuma bisa ngekor dan terbukti di race hasilnya jeblog 1 poin

    Guest
    • yah vina minimal masih bsa nempel di 5 bear…asal konsisten aja dah cakep… taro kalo dah njeblug mentalnya jauh bngt melorotnya

      Guest
  8. 20 tahun lalu, tepatnya tahun 2000 Suzuki jurdun bareng Kenny Roberts Jr dengan motor RGV500. Akankan tahun ini kemenangan itu terulang? Angkanya cekep nih 2020.

    Guest
  9. Kalau taktik berikutnya benar, Sijuki bisa cetak sejarah double podium 3 kali dalam satu musim.
    Ayolah, podium 1-2 dalam satu pabrikan itu udah jarang loh.

    Guest
      • Piye tho….
        Sunat RPM itu adalah fakta serta alasan untuk meminimalisir faktor resiko agar motor Yamaha bisa kompetitif dan durable.

        Guest
      • yep setuju, sunat rpm ga bsa dijadikan alasan, sma sperti keputusan yahaha batal bongkar mesin didepan bnyak org, sunat rpm ya kesalahan yahaha sndiri..
        sma kyak sujuki gegara ianone, mreka salah pilih crankshaft smpe akhirnya ngebuang 1thn.. pdhal thn sebelumnya lumayan menjanjikan.

        dan pula ktanya yahaha ga sunat rpm, soal mesin gmpng jeblok ktanya gegara suhu ekstrm dan sdh diatasi di bagian yg lain, tnpa sunat2an

        Guest
  10. jadi kesimpulannya tahun ini karena tekanan yang tinggi dengan mepetnya jadwal race dll tidak ada rider yang konsisten, ada yang juara berkali-kali tapi di beberapa race tidak bagus, ada yang konsisten papan tengah, ada yang konsisten podium. siapa yang akan juara?

    Guest
    • Oh jadi ini kang konstipasi, dikit* bilang settingan, orang celaka juga setingan gitu, gak suka ya terserah sih, tapi waras dikit. Hobby banget keknya bikin teori kontrasepsi klo yam lagi apes

      Guest
  11. ngeri liat komen disebelah

    tahun kemaren MM menang 200-300 kadang…
    tahun covid yamm menang 300an
    tahun covid susiku juara nyelip hnda 400an lbh dikt…

    wak bahas taro, am, ama rins…

    ymm kenapa, pdhal dah didepan semua… awalnya sempet mikir wah naek podium semua…

    Guest
      • bukan warung sebelah saya g baca komen2nya…hahaha nyeblak doang…lbh horor

        di TMC… dari tahun 2019 ama artikel motgop aragon…
        kalo mm yg menang yah paling 200an komennya…

        tahun ini yamma menang bsa 300an
        nah kalo yg menang susiku ama herse bisa 400an..

        Guest
  12. Minggu depan kan barengan sama F1 kayaknya waktu race nya gak bisa kayak kemaren yg diundur untuk mendapat suhu yg lebih tinggi(mungkin malah dimajukan), kayaknya Yamaha dan Ducati bakal lebih jadi pesakitan, sedangkan hodna yg udah terbiasa dgn low grip mungkin hanya sedikit terkena impact

    Guest
    • Justru yamaha yg lebih bagus klo low grip tahun ini gegara ban yg baru.. lihat lemans kemarin pas cuaca cerah yamaha pada kenceng kan walaupun low grip,justru suzuki yg agk kurang,tapi ya itu penyakit yamaha klo udah mau end race pace nya turunnya jauh dibanding suzuki,makanya klo mendekati end race suzuki lebih kenceng dibanding yamaha karena bannya suzuki lebih awet CMIIW

      Guest
  13. Si Oren kok dibandingin,mereka kan cuma nyari poin yg tersisa,udah mah pembalap Ace nya masih leha leha di rumah,yg ikut cuma test rider dan anak bau kencur yg baru panas sekarang pula, jadi mereka gak berharap lebih

    Yg patut dipertanyakan,tim biru tua dan biru tosca yg awalnya menjanjikan kok makin merosot,diklasemen kalah ama pembalap biru laut yg belum pernah juara seri pula 🤦🏻‍♂️

    Guest
    • iyah kmren gw bilang kunyit dah bendera putih, anak bau kencur cmn cari data ama adaptasi… bonus kalo podium…hahaha respect gw tuh bocah skrg…

      Guest
  14. Sebenarnya posisi PF dan Kualifikasi juga penting, MM93 juga mendominasi sejak PF kalau feellnya bener2 dapat. Cmn bedanya jaramg banget risetnya beda dengan yg dipakai balapan, nah F1/4 kemarin tiba2 pakai ban medium-soft dmn dari jumat soft-soft terus. Mungkin yamaha butuh membagi peran riset ke 4 ridernya… Jadi bisa sharing data semua kombinasi ban kalau tiba2 suhu berbeda saat race.

    Guest
  15. Aku pikir semalem taro mau ngeprank kaya MM93 di Brno yang pura2 stragel mundur pelan2 trus diem2 masuk pit ganti motor dan akhir juwahir…
    Ehhh ga tahunya emg beneran motornya stragel…

    Guest
  16. mohon maaf nih Mengacu Comment Om Ganti Cangkir atau siapa lupa. mengenai Satellite VS Factory kayaknya lebih logis Kalo MavVinales atau Mir atau Dovi bahkan Legend yang Jurdun. kenapa? Seperti Konstipasi Darno kalo juara harus di Factory Team. ini banyak yang prediksi demikian

    Guest
    • Itu bukan konspirasi. Tim satelit tidak akan mendapat sumber daya kelas A+++. Mereka paling banter dapat yang kelas B+. Seperti itu sangat menentukan. Ya bisa disebut “bagian” dari konspirasi lah.

      Guest
  17. Andai Rins pas di Le Mans gak jatuh, poinnya bisa setara Vinales dan Dovi. Jadi punya kesempatan juga buat juara dunia.
    Sekarang pun masih punya kesempatan sih, tapi lebih cocok “kawal” Mir aja. Kalo kondisinya kayak kemarin sih boleh lah gas pol, yang penting pointnya Mir udah aman.

    Guest
  18. Menurut saya..

    HRC bisa bagus 2 seri trakhir karena merek menemukan traksi yg lebih, traksi itu yg bisa bkin gan gigit aspal, bkin pede rider menekuk lebih ke dalam. Kalo kaya kmaren bahkan bisa lebih ke dalam dari GSXRR, bahaya ini HRC, bisa langganan podium terus, dgn ‘nemu’ traksi itu mereka bisa ngakalin durability ban dgn milih compound yg lebih keras.

    Suzuki bisa bagus itu karena kombinasinya balance, sasis oke, mesin oke, weight distribution oke jadi hemat ban dgn traksi yg oke, masih kurang buat Qualifikasi, ini PR nya, tp 2020 tinggal dkit kyanya ga banyak yg bisa dilakuin. Mesin oke GSXRR di rpm bawah-atas itu juga pasti karena mreka satu2nya yg bisa pake VVT, SR VVT bisa dipake karena prinsipnya pake gaya sentrifugal/sentripetal, mekanis, patent brilian yg ga bisa dipake pabrikan lain.

    Yamaha kenapa begitu? ya itu kegagalan mreka sendiri membangun paket motor kencang dgn durability tinggi, entah gagal QC valve, atau gagal di ide metalurgi/material komponen, apapun itu, ya itu gagal..sayang bgt pdhal pembalapnya sudah jatuh bangun cari start di depan dan sudah berkali2 mengeluh performa mesin. Ya begitulah, mereka lebih suka matenin ‘sekedar nama’ daripada teknologi.

    Guest
    • Maaf GSXRR Tidak pakai alat seperti itu. Kalau di GSX 1000 Rny yg produksi massal iya pakai Teknologi itu.. durabilitas Yamaha di lap akhir sangat mengecewakan. Terlalu memaksakan power yg tinggi dan sasis yg belom balance dengan power mesin 2020 jadi banyak struggleny. Maverick Vinales baru menemukan ritme balap di 7 lap akhir dan itu tidak cukup membantu buat pasukan yamaha. Strategi ngacir di awal lap harus terbayar mahal karena daya cengkram ban Soft-Soft sudah habis. Ntah gimana ceritanya ban soft-soft duo Suzuki masih sangat bagus gripny sampe akhir lap. Medium-Softny Alex Marquez tak mampu kuat untuk memenangkan Race 1 Aragon ini.

      Guest
    • rear wheel steering kayanya cuma salah satu cara mengendarai V4, tp ga semua slide rear wheel bro..Adik Marquez ini yg kmaren gak, Bagnaia di Duc juga lebih sering enggak..jadi ada semacem kompromi yg ketemu disetingan mreka jd bisa ride like I4, CMIIW

      Guest
    • Lha..udh dikomen kok ga masuk..
      Rear wheel steering alias sliding2 ban belakang buat belokin banteng v4 kayanya cuma salah satu cara riding mesin buas, kalo kita lihat Bagnaia di Duc seringan ga slide, Adek Marquez juga kemaren ga perlu slide..kayanya ada bberapa org yg nemuin kompromi setingan dan riding style jd bisa riding V4 like riding I4, CMIIW

      Guest
    • Sijuki yg kurang cuma 1 aja sponsor gede macam Red bull,atau galiacia estrella,ini tim bener2 jadi lawan serius buat pabrikan lain.. sijuki Red bull juga keren tuh,atau macam marc vds,galicia estrella sijuki

      Guest
    • ralat bang, sujuki ga pke variabel valve ato apalah itu jenisnya..
      sdh dibahas di warung sini bbrpa thn lalu soal kemungkinan sujuki pke itu, tpi nyatanya ga..
      mnrt sya sujuki nemu racikan yg lbh balance krna mesin lbh agak tiduran ktmbng yahaha walo sama2 i4

      Guest
      • Masa bro? kalo di brosur soal SE VVT itu dijelasin dikembangkan di motogp sih, cekidot:

        The Suzuki Racing VVT (SR-VVT), developed in MotoGP competition on the GSX-RR is unlike complicated systems used by other manufacturers, the SR-VVT system is simpler, more compact, and lighter.

        Dan karena GSXRR dan GSXR coba se-inline mungkin teknologinya (alasan juga knpa Suz motogp berubah dr V engine ke Inline karena pgn GSXR lebih berkembang dpt turunan dr motogp), sekarang malah ada kebingungan antara pertahankan pake srvvt atau ide baru GSXR pake VVT umum yg di trigger dr elektronik, biar lebih kompetitif di balap superbike.

        Guest
        • walo dikembangin dri situ tp ttep ga dipke itu srVVT, coz aktifin nya perlu rpm tinggi (pke gya sentrifgl), jd trkesan agak membingungkan.
          makanya paten vvt juki trbaru 2019, vvt nya lbh ke ‘tradisional’ pke hidrolis ala vtec honda..
          nah sedang di gp sistem vvt hidrolis dilarang..
          nah sistem sentrifugal agak bkin bingung, mkanya gjdi dipke..
          andai dipke tim lain sdh bkin vvt mreka sndri..

          Guest
        • Bukan gitu sih cara berfikir Suzuki @bro verver, kalo mereka bilang dr motogp brarti dipake tu, Suz ga jualan gimmick.
          Dan sistemnya itu simpel, ga bingungin kok, dan ga btuh RPM tinggi (setinggi apa sih?) itu kan bisa diatur dr massa bola yg harus terkena F sentripetal, simpel dan alami, I still do believe they use and perfecting this..tunggu yak nnti kalo sempet googling research dlu.

          @FBS bantu share datanya bro kalo nemu

          Guest
  19. Ah wak, kayaknya kalimat ini “Dengan faktanya Yamaha Tercepat ( Morbidelli ) berhasil finish Posisi 6 (13 point)” sedikit keliru wak, 13 point itu vinales di pos 4

    Guest
  20. yach intinya AM sudah bisa belokkin motor perontok tulang, yg mana Hohe sampe rontok tulanngya belum bisa belokin tuh motor dgn cepat

    Guest
    • Belum bisa nyimpulin banyak
      Tp menurut ane, a.marquez otaknya masih fresh
      Belum punya mindset tertentu untuk rcv
      Sehingga bisa lebih menyesuaikan diri
      Jolor adalah seorang jurdu kelas motogp
      Dia lebih punya banyak tuntutan untuk membuat motor yang sesuai dgn keinginannya drpd menyesuaikan diri
      Tentunya ini diluar faktor kondisi jolor sendiri

      Guest
  21. masalah di yahaha yg dikeluhin rosi thn 2017 itu sya rasa masih ada.. dan pas mreka kontrak vina yg lbh bsa ngepush, seolah masalh itu hilang, tp mnurut rosi yg lbh pengalaman masih ada..

    Guest
  22. Rider ducato yg paling ngepush hasilnya crash,

    Aragon 2 kyknya bakal menyajikan race beda dr aragon 1
    susah dipredikso

    Guest
  23. Btw.. kayaknya AM73 dikasih mtr 93,
    atau ada sesuatu yg baru dimtrnya
    mungkin semacam “Steering Assists” biar
    gk liar. Aneh & mendadak jd rider papan atas.

    Guest
    • Sudah buka blog wak haji kok komennya gini kayak di yutub.

      Ngapain juga alex pake motor markes. Spek mesin aja sama. Ngopy settingan markes juga gak mungkin plek 100%, alex lebih tinggi daripada markes. Dan gaya balap alex lebih smooth daripada markes.

      Guest
    • Kalo solusi “instan” semacam itu ada,kenapa baru sekarang?kenapa gak dari GP Jerez 2? untuk meneruskan supremasi kakaknya

      Ya karena motor itu sebenarnya bukan motor yg buruk,hanya saja butuh waktu lebih lama untuk mengenal karakternya,disaat Lorenzo udah lempar handuk,Alex Marquez masih tetap berjuang walaupun dari belakang dan dicemooh banyak orang

      Guest
      • Pfft..kondom tangki nya aja baru datang 1.5,apa itu namanya di nomor 1 kan disana?
        Sedangkan di honnda minta bentuk tangki apa aja cepet jadi bahkan sampe diajak ke Jepang langsung buat fitting motornya

        Guest
    • kumpulin data dulu baru komen, kayaknya alex punya setup nya sendiri, kalo di perhatiin kemarin riding style alex ma marc lumayan beda, jadi hampir gak mungkin settingan ECU mereka sama,
      trus knapa alex tiba tiba bisa jadi rider papan atas, secara dia juara dunia moto2, jadi pasti skill
      ada cuma butuh adaptasi aja

      Guest
  24. RCV motor yang perlu di mengerti. sekalinya thu caranya y cepet juga jg cornering bisa melebihi melebihi mesin inline .

    Guest
    • Saat fp alex kayaknya hampir stabil di 1:48 – 1:49 kecil. Sedangkan kualifikasi belum bisa cepat.

      Saat race berkali kali alex main di 1:48 sedangkan yg di depan 1:49.

      Kalau cornering kayaknya style nya alex lebih halus daripada markes yg menyudut.

      Guest
  25. Semalem lihat AM73 back to back P2 ga begitu heran sih…
    Justru yang mengejutkan bagiku gaya membawa RCV AM bener2 beda dari MM93 yang kita tahu hanya dia yang bisa jinakin RCV…
    Cara bawa AM justru lebih smooth dalam melibas tikungan, ga ngesot2 kayak MM93..
    Bahkan lebih smooth dari duo suzuki yang pake motor inline…
    Kalo AM bisa konsisten seperti itu riding style nya, bisa2 kedepannya hanya ada Marques bersaudara dipodium..
    Mengkhawatirkan sih karena pastinya akan ada yang bilang balapan membosankan…

    Guest
  26. Yg unik pas di parc ferme,si nakagami liatin motor suzuki terus,serius bgt pula 😀
    mungkin kalo musim depan pas suzuki ada tim satelite bisa tarik si nakagami buat ngisi seatnya,penasaran juga kalo pake motor “nyaman” spt apa hasilnya hehe

    Guest
  27. Bagaimana kabar Andi Izdihar? Kayanya tahun depan udah nggak di Moto2 Asia lagi ya?
    Lihat di twitter Simon Patterson kemungkinan dia diganti oleh Ai Ogura. Best of luck aja buat Andi Izdihar. padahal performanya terlihat sedikit lebih baik dari DE20 kalau dibandingkan dengan teammatenya Chantra. Sayang sponsor hanya menyanggupi kontrak satu tahun saja sepertinya.

    Beda nasib sama kasma daniel yang rumornya sudah kontrak 3 tahun sama OneXOX

    Guest
  28. Nug nug hayukkk dong bukak bukak an itu qwandar sape kalo gue maj udah faham, mesti booming tu lele abu abu kalau lu bongkar kesamaan ip nya 😅

    Guest
  29. lu knapa cah
    komen sendiri jawab sendiri.
    kliatan banget komen lu gak mutu
    jdi orng2 pada malas buat replay

    Guest
  30. Kesuksesan AM73 belum bisa disimpulkan bahwa AM73 sudah menemukan feelnya, alasanya : 1. di Le Mans trek wet, 2. di Aragon itu sikuit samping rumahnya AM73.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.