Tmcblog.com – Dalam Press releasenya, Honda Global hanya menyatakan bahwa kontrak HRC dan Takaaki Nakagami merupakan Kontrak Multi- Tahun tanpa penjelasan apa maksudnya. Namun saat Media Debrief khusus via zoom meeting antara pembalap jepang itu dengan media termasuk tmcblog taka menyebutkan ‘ another 2 years ‘ bisa jadi dua tahun ( artinya sampai akhir musim 2022 ) lah yang merupakan interpretasi terbaik dari kalimat ‘ multi year contract ‘ .. selain itu juga taka menyebutkan motor apa yang ia akan gunakan di musim 2021

Menurut Taka yang secara umum melakukan sendiri dan mandiri negosiasi dengan HRC , Musim 2021 nanti Honda ( HRC) yang pada dasarnya memiliki kontrak langsung dengan ke empat pembalap akan mensupport ke empatnya ( Marc Marquez, Pol Espargaro, Alex Marquez dan Takaaki Nakagami ) menggunakan motor keluaran terbaru, dalam artinya Motor 2021 yang tentunya menurut regulasi khusus Covid 19 ini akan dibangun berdasarkan mesin RC213V 2020 ini.

Buat tmcblog hal ini jelas menarik dan logis, dengan hilangnya Cal Crutchlow, maka secara umum sepertinya HRC menilai bahwa Takaaki Nakagami adalah pembalap yang paling senior setelah Marc Marquez dan tentunya dapat membantu lebih banyak pegembangan motor ini. Juga Karena dengan lebih banyak data tentunya ini merupakan seperti laboratorium berjalan buat HRC yang tentunya bisa mengakselerasi development.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

70 COMMENTS

    • Yakin? Setelah TN30 dan AM73 bisa mengoptimalkan RC213V yang sekarang, sapa yg bisa jamin kalo engineer HRC g akan dengan pedenya ngomong “I’ve told you, our bike were fine. Now put your helmet on and shows us what we paid you for…”

      Guest
    • bikin opini sendiri ya?

      sudah tertulis jelas kontrak langsung HRC masih juga bilang beda servis. Kamu punya anak kandung 4 orang, dua orang kamu titip sama tetangga, apa kamu memperlakukannya beda? Semua anak-anakmu kalo minta ini minta itu pasti sama kamu, bukan sama tetanggamu. Paling yang beda soal waktu dan kebutuhan. Kalo menurutmu anak yang kamu titipkan itu belum perlu dikasih sepatu karena belum butuh. Pasti kamu tunda.

      LCR itu lebih tepat disebut tim factory 2 daripada tim satelite

      Guest
        • Benar, karena semua kontrak pembalapnya, kontrak pabrikan langsung. Bukan ditangan pramac dan tech3.

          Guest
      • Enaknya Lucio…pembalap sdh d bayar pabrikan,motor di sediakan….sponsor ngalir….sungguh beda sm vr,demi belain slot kursi project Moto3 smpe bubar,pdahal kompetitif

        Guest
      • Part update iru disesuaikan kebutuhan pembalap. Pernah dijelaskan oleh MM sendiri, bahksn CC35 lebih duluan dapat upadate terbaru karena CC35 ingin mencoba duluan. Di tim pramac juga begitu, kalo gak salah miller duluan yang nyobain holeshot.

        Jadi soal update part, itu soal kebutuhan

        Guest
      • Benar disitulah minornya, lucio hanya bisa pasrah…CC35 yg paling kesal. Katena mekaniknya yang bisa bikin dia kompetitip, dipindahkan suruh ngawal AM73

        Guest
    • Kenyataannya memang dengan absennya Marquez HRC mulai sadar dan pake feedback pembalap HRC lain walopun belum sampe taraf ganti rangka, tapi 2020 HRC fokus di rideability ga kaya 2019 yg cuma fokus power delivery karena Marquez masih sering menang dan keluhan Lorenzo cuma dianggap faktor encok. Hasilnya ketauan, akhir2 ini Alex Marquez tiba2 lebih hebat dari Binder maupun Oliveira yg pernah papan atas bahkan juara seri.

      Guest
      • Belum tentu juga om, tahun kemarin malah si CC bisa juara kan apalagi rajin di depan juga doi..
        kalau th ini mungkin karena memang ga ada MM aja, toh klo misal ada MM dan misal ttep dominan bakal masih dikatain juga kan klo HRC ga dengerin kata pembalapnya yg lain.
        Padahal dulu si JL mau minta apa juga dikasih kan, karna emang ga cocok aja sama style nya

        Guest
      • Belum tentu juga om, tahun kemarin malah si CC bisa podium kan apalagi rajin di depan juga doi.. TN juga rajin 10 besar
        kalau th ini mungkin karena memang ga ada MM aja & beda pendekatan ridernya, toh klo misal ada MM dan misal ttep dominan bakal masih dikatain juga kan klo HRC ga dengerin kata pembalapnya yg lain.
        Padahal dulu si JL mau minta apa juga dikasih kan, karna emang ga cocok aja sama style nya

        Oiya itu motor yg dipake th ini sama si AM & TN model year nya beda kan ?

        Guest
        • Kalo CC35 beda lagi, jangan lupa dia cedera parah dari awal musim. Dan mekanik handalnya di pindahkan HRC untuk ngawal AM73. Terlihat hasil kerja mereka kan? AM73 meningkat pesat progressnya. CC35 juga udah mulai dibarisan depan, dan sudah mulai punya kesempatan podium lagi

          Guest
    • Bagus taka n am73 bisa langsung buktikan hasil nya…ga sperti awal musim tahun ini yg sy kira ban baru hanya cocok buat ymh

      Guest
  1. pertanyaannya Cal kemana? jadi assisten Lucio kah? atau Developer RVF1000R V4?
    atau ke Moto-E?

    NB: sekali2 bolehlah bikin Podcast bareng Niki Kovaci. hehehe (yang ini bercanda)

    Guest
  2. Lho Taka gak punya manajer kayak Zarco ya?
    Tapi pinter juga ya bisa nego HRC dgn kontrak multi tahun plus motor tahun yg sama,selain karena prestasinya tahun ini yg bagus juga sebagai senjata negosiasinya yg paling penting

    Guest
  3. Nakagami ini angin segar untuk pembalap jepun setelah Shinya Nakano. Apalagi dia pake Hondut. Nakano aja belum pernah mencapai prestasi tampil konsisten finish 5 besar dalam tiga balapan beturut2 lho. Apalagi dia sekarang pakenya ReCikVi MY Celeng (2019).

    Guest
  4. mungkin musim ini bkal jdi musim terburuk honda slma d motogp, tapi ada keuntungan dibalik absennya marc marquez dan d gantikan oleh stefan bradl ykni hrc memiliki waktu yg sangat banyak untuk mengetest motor via stefan bradl. Sprti yg kita tahu bahwa jumlah sesi test resmi dan test privat sangat d batasi khususny pabrikan non konsesi sprti honda dan pembekuan pengembangan mesin tahun depan (tetap pkai basis musim ini)… sya rasa honda punya keuntungan dsini. Yh bisa d sebut berkah dibalik musibah

    Guest
    • Naaah ini saya setubuh banget…
      Selalu ada hikmah dibalik musibah..
      Bener pendapat sampeyan, dengan terus SB membalap, sama aja dengan melakukan tes sambil jalan, karena tahun deoan jyga masih menggunakan basic mesin yang sama dan jumlah tes dikurangi…
      Jadi tahun depan seandainya MM93 sudah siap turun lagi, mesin bener2 siap siap juga…
      Aneh juga tadi sih kenapa pake SB terus2an, kok ga pake AB yang jauh lebih bagus, ternyata HRC punya agenda tersendiri, malah boleh dibilang HRC mencuri start untuk musim 2021…

      Guest
    • udh ketauan koq, dari recovery marc yang tidak diburu2 oleh hahrese. Artinya hahrese lebih fokus utk musim 2021 tapi musim ini tetap berjalan dan menghasilkan motor yg jauh lebih friendly-user

      Guest
  5. Nakagami udah pernah dberi hrc kesempatan buat nyoba rc213v my2020 ketika sesi test resmi yg klau gak slah di misano.. taka memuji rcv my2020 dan bilang scra garis besar lebih baik dri motorny yg model 2019 dan d buktikan juga oleh catatan waktunya dan klau gak salah juga disitulh ada minor update terhadap rc213v my2020 khususny tungganggan alex marquez. Dri situ juga udah ketebak sih klau nakagami bkal pkai motor yg sma dgn tim pabrikan thun depan

    Guest
  6. Rc213v ini memang saya akui motor terkuat dalam hal late braking semotogp,, alex rins saja sempat mengeluh untuk motor gsx rr nya untuk suruh ningkatin kekuatan pengeramannya. Kalau m1 di ajak late braking sering mbagel/atau ngunci motornya walau bisa di ajak late braking pun gak se late rc213v dan terlihat hanya vinalez dan quartararo yang lumayan jago late braking dengan m1 dibanding pembalap yamaha lainnya, karena emang sudah terbukti late braking akan menambah lap time dari motor,
    bahkan di tayangan tv pun terlihat sangat jelas bahwa rider yang di belakang rider yang late braking akan sangat susah menyalipnya…..

    Guest
  7. Sepertinya rcv2021 lebih “jinak” dengan banyaknya masukan dan saran dari riders lainnya tanpa masukan dari MM akibat cindera dan absennya MM yang lama …dan telah di buktikan dengan TN yang terus konsisten, AM yang mulai nyatu dengan rcv

    Guest
    • Jangan lupa juga, mekanik yang mengawal AM73 itu diambil dari mekaniknya CC35. Jadi itu semua berkat kerjasama tim

      Guest
  8. Ntar juga kala MM sudah main, dia bakal minta ini minta itu lagi, ujung ujungnya juga “merusak” apa yg sudah dikembangkan Alex,Taka dan bradl, ujung ujungnya marq sentris lagi

    Guest
  9. Enaknya Lucio…pembalap sdh d bayar pabrikan,motor di sediakan….sponsor ngalir….sungguh beda sm vr,demi belain slot kursi project Moto3 smpe bubar,pdahal kompetitif

    Guest
  10. Situasi yang berulang taun 2021, HRC pernah lakukan strategi semua rider HRC pakai engine yang sama di taun 2016, sepertinya akan ada arah pengembangan baru yang lebih balance..
    Mungkin HRC sadar dengan gak ada marc tapi sepertinya performanya gak akan seekstrim 2016 yang bener2 low power dan low akselerasi, lebih banyak develop dibasis set up, permainan sasis, suspensi, dan elektronik, dan ketika regulasi 2022 release HRC bakal develop engine terbaru, seperti kasus 2006 dimana ada upgrade dari RC211V sebelom taun 2007 beralih ke RC212V

    Guest
  11. emang kudu gitu Tak, bisa belakang dr Suzuki Tak, mereka cuma 2 motor berani ladeni H = 4 pembalap, Duc = 6 pembalap, Y = 4 pembalap dan KT*= 4 pembalap.
    Hemat tp menang itu keren.

    Guest
  12. Sebelum Suzuki meningkat pesat semua tim bersaingnya : Y, H dan Duc eh begitu Suzuki superior semua Tim ngelirik ke Suzuki (khawatir dgn Suzuki). hahai memang Suzuki nih.

    Guest
  13. Petronas itu beda, judulnya saja tim.satelite. Tapi kontrak pembalap mereka gaji sendiri bukan dari Y dan motornya mereka bayar ke yamaha dan ikut kebijakan yamaha, walau aku yakin petronas pasti mampu bayar untuk spek A semua pembalapnya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.