TMCBLOG.com – Akhirnnya Triumph Secara resmi membuka tabir Bentuk Triumph Trident 660 MY2021 secara terbuka. Dengan produk ini Triumph terlihat mencoba memperluas jangkauan Motor jenis Nakednya ke segmen Sport Classic Modern Ini adalah Trident 660 baru, sebuah Naed Bike berkapasitas menengah yang menggunakan Mesin baru tiga silinder 660cc yang telah dikembangkan secara khusus untuk Trident dengan penambahan 67 komponen baru.

Dapur Pacu dari Trident bisa menghasilkan tenaga 81 hp pada 10.250 rpm Dan yang lebih mengejutkan adalah lebih dari 90% torsi maksimum tersedia di sebagian besar rentang putaran dan mencapai maksimum 64 Nm pada 6.250 rpm. Selain itu trident 660 Juga dapat diperoleh dalam Opsi kit pembatasan SIM A2  yang membatasi tenaga maksimum hingga 47,8 hp pada 8.750 rpm dan torsi Maksimum pada angka 51 Nm pada 5.250 rpm. Setelah pemilik mendapatkan lisensi A-nya, dealer resmi mana pun dapat mengkonfigurasi ulang Trident 660 ini menjadi kekuatan penuh. Oh Ya mesin ini membutuhkan interval servis setiap 16.000 km atau satu tahun atau lebih lama 25% dan 65% lebih lama dari pesaing utama dalam kategori Medium – Big Bike

Trident 660dilengkapi gearbox enam kecepatan dengan rasio roda gigi yang dioptimalkan dan pengembangan untuk meningkatkan kemampuan dinamisnya. Kualitas ini ditingkatkan oleh kopling Assist and slipper clutch yang dioptimalkan untuk menawarkan pengoperasian yang mulus yang bertujuan untuk mengurangi kelelahan pengendara dan ideal untuk berkendara di perkotaan. Untuk pergantian gigi yang lebih mulus dan lebih sporty, katalog aksesori menyertakan yang bisa dibeli etrpisah sebagai opsi yakni Triumph Shift Assist ( Semacam QS ) yang menjanjikan perpindahan gear karena memungkinkan gigi naik dan turun tanpa melibatkan kopling.

Sasis baja tubular baru dan ergonomis yang dirancang agar sesuai dengan pengendara berpengalaman dan pemula adalah dua keunggulan lain dari Trident 660 yang berbobot 189 kg dan memiliki tinggi jok 80,5 cm ini.

Suspensi Depan USD dari  Showa dengan travel 120mm, sedangkan suspensi belakang Trident dilengkapi dengan shock belakang Showa dengan preload. Konfigurasi standar suspensi Trident diarahkan untuk pengendaraan dengan penumpang. Selain itu, tersedia juga sistem pemantauan tekanan ban (TPMS) sebagai aksesori.

Mengenai sistem pengereman Triumph Trident memilih sistem rem Nissin yang terdiri dari cakram ganda di depan dengan dimeter disk dan kaliper Axial dua piston, Sementara Untuk kaliper belakang menggunakan piston tunggal Nissin pada cakram belakang dan motor ini sudah dilengkapi ABS sebagai standar.

Pada tingkat teknologi, Trident 660 memiliki panel instrumen kompak baru yang memberikan pengendara semua informasi yang diperlukan. Layar dashboardnya bersih dan rapi berkat layar TFT Full Colour terintegrasi dengan visibilitas tinggi pada layar LCD hitam.

Panel instrumen dapat dipasangkan dengan modul aksesori konektivitas “My Triumph” untuk menampilkan navigasi simbol dan kontrol Bluetooth yang nyaman dari GoPro, telepon, dan musik menggunakan joystick di setang.

Trident baru menggabungkan dua mode  berkendara “Road” dan “Rain” . Penyetelan peta injeksi dimungkinkan oleh teknologi ride-by-wire yang memberikan respons tajam dan tepat dari throttle elektronik, sementara tenaga dari mesin 660cc 3 silinder dikelola oleh kontrol traksi yang dapat dilepas. TC ini terpasang pada kedua mode berkendara dan juga dapat dinonaktifkan secara langsung melalui panel instrumen.

Di bagian pencahayaan, Trident 660 mengguankan teknologi “full-LED” untuk semua sistem pencahayaan. Trident 660 dilengkapi lampu depan LED 7 inci yang dirancang khusus untuk model ini dan didekorasi dengan lambang Triumph. Lampu belakang juga LED dan memiliki dekorasi pelindung Triumph, serta lampu sein LED yang dapat membatalkan sendiri ( self canceling – kayak Mobil ).

Triumph Trident 660 menggunakan tangki bahan bakar 14 liter dengan desain baru yang lebih kontemporer dan bentuk pahatan Triumph yang khas di bagian lutut. Velg aluminium lima palang yang ringan menambah gaya agresif dengan desain sporty dan sentuhan akhir hitam, sementara swingarm baru Trident yang ramping dan garis belakang yang ringan dan bersih memperkuat gaya khas Trident. Dan terakhir, Trident menggunakan dudukan plat nomor gantung minimalis dengan indikator belakang yang terintegrasi. . . . hmmm Kayaknya Masuk Indonesia nih  . .

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

21 COMMENTS

    • Saya pribadi lebih suka riding posisi yang tidak terlalu tegak, sebab lebih nyaman saat dipakai touring jarak jauh

      Guest
  1. Lah g jadi pake mesin Moto2?
    Zayang zekali
    Padahal kalau ada embel-embel motoemprit, apapun pasti bakal lebih menzual
    Contoh kaya helm, helm yg bersertifikat lolos homologasi zaza harganya zadi lebih mahal, padahal sertifikat snell Zaza sudah mantep loh itu helm

    Lah ko malah bahas helem yak, ini kan artikel pit montor 😂✌

    Guest
  2. Sorry to say triumph, bahkan dengan ducati monster 796 yang release 10 tahun lalupun, design 796 masih sangat, sangat, sangat,… (to infinity) jauh lebih ganteng dan keren daripada ini kemana mana…

    Guest
  3. Yang bikin heran kok motor motor eropa disana service nya bisa sampe interval 16000 km yah, udah kaya interval mobil disini.
    Olinya apa?
    Bbm nya apa lebih bagus disana?
    Iklim juga pengaruh?

    Saya pake oli HDEO di motor aja cuma berani 6000km.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.