TMCBLOG.com – Ada sedikit perbedaaan diksi antara opini yang diutarakan Oleh Valentino Rossi, pembalap paling banyak makan asam-garam di atas Yamaha M1 dan Fabio Quartararo yang baru memasuki tahun kedua Menggunakan Yamaha M1 saat mengungkapkan Kekurangan dari Yamaha M1 2020.

Fabio Quartararo “Motornya benar-benar berbeda dengan tahun lalu dan saya tidak pernah merasa motor ini milik saya, Bahkan ketika kami mencapai balapan hebat, saya tidak pernah merasa Motor 2020 sebagus  yang saya lakukan tahun lalu 2019; itulah perasaan saya. Ada yang kurang, jadi kami tidak nyaman menaikinya “

Valentino Rossi : “( Awalnya) Kami memiliki banyak harapan untuk M1 2020 tetapi kenyataannya kami tidak membuat langkah besar, M1 2020 tidak terlalu berbeda dan ini bukanlah langkah maju yang jelas. Selain itu, jika Anda melihat performa Morbidelli, dia mengalami musim yang fantastis dan memenangkan dua balapan dengan motor tua. “

Diksi yang digunakan keduanya Fabio yang memang sejatinya Baru merasakan Dua Versi M1 mengatakan Ada banyak perbedaaan, sementara Rossi yang boleh dikatakan mengenal hampir semua Versi dari M1 mengatakan dengan Frase yang lebih butuh penafsiran mendalam bahwa Tidak ada perubahan Maju dari M1 Di tahun ini dibandingkan versi tahun lalu . . alias sama sama memiliki Masalah.

Valentino Rossi mengatakan masalah dari Yamaha M1 ada di Traksi ( grip) Ban. Walaupun pada dasarnya Michelin tahun ini dibuat dengan update pengembangan yang  lebih ‘ menguntungkan ‘ mesin inline 4 ketimbang mesin V4 dengan cara membuat Kompon Karet di bagian side wall dari ban lebih lunak dan lebih ngegrip ketimbang Versi tahun lalu, Valentino Rossi mengatakan Bahwa masalah M1 tetaplah pada grip walaupun memang harus lebih dilihat lagi kedalam akar masalahnya . . apakah Crank inersia, setup sasis, suspensi, Swingarm, namun tentunya kalau di dalam mesin tidak bisa di bongkar.

Ok Cukup dulu sampai disini . . jadi sebenarnya akar masalah dari Internal Yamaha khususnya Depertemen Pengembangan mesin Inline CP4 ini ada Di mana ?

Masih Ingat Artikel Akar masalah yamaha M1 Double header Jerez ? Kami – tmcblog rasa akar masalaah masih tidak jauh merujuk dari apa yang telah kami tuliskan di sana . . . Yap di awali dari Permintaan Masao Furusawa kepada seorang engineer muda kala itu yang bernama Kouichi Tsuji. Furusawa memintanya ” Saya butuh kamu disini, saya butuh kamu untuk mendesain sebuah Mesin yang merupakan ‘ Mark 2 ‘ nya MotoGP ! “ dan setelah itu Salah satu yang diajukan Tsuji san adalah desain Mesin 4 silinder Crossplane Crankshaft. Dalam perjalanannya 2004 Mesin CP4 ini masih menggunakan 5 valve persilinder sampai akhirnnya disederhanakan sedikit menjadi 4 valve per silinder. Dan pada dasarnya basis desain dan basis konsep 2004 -2005 dari yamaha M1 ini lah yang masih digunakan Oleh Yamaha M1 sampai Musim MotoGP 2020 ini dan bahkan 2021 nanti. Dan yang harus dan Patut kita semua camkan adalah  . . Karakter alami dari Mesin Motor ini seperti juga Karakter CP lainnya tidak pernah menghasilkan Power dengan angka yang Biadab . . adalah Ngimpi di siang bolong mesin CP4 bisa mencapai performa top Speed yang menyamai Mesin V4 Desmodromicnya Ducati . .

Bahkan sampai saat ini Pun Pabrikan kedua yang menggunakan mesin CP4 ini yakni Suzuki Pun tidak pernah memiliki Performa Speed dan akselerasi yang sangat Biadab Untuk The Blue Rocketnya Suzuki GSX-RR . . Karakter Yamaha M1 semenjak awal pasca Valentino Rossi Pindah dari Honda Bukan di Area itu . .  Sangat sangat Jarang Kita memperoleh berita bahwa yamaha M1 memecahkan rekor Top Speed. Kekuatan Yamaha M1 selalu berada di karakternya yang seimbang – dengan sasis netral dan Delivery Power yang yang smooth – yang menjadikan motor ini kekuatan terkuat di MotoGP selama satu dekade atau lebih Karena mereka cepat di Bagian bagian lain selain Straight.

Mesin CP4 ini memiliki karakter Akselerasi bagus. Di Mugello Yamaha M1 selalu kalah 10 km/jam di Long straight, namun mereka bisa lebih cepat dari motor motor lain di Spot spot Short Straight dan membuat secara Keseluruhan Yamaha Bisa lebih cepat dari Motor lain . .  Dan Tsuji-San saat itu ada di Box Yamaha Saat itu selama hampir lebih dari 15 tahun.

Secara Umum Motor yang kencang adalah Logis Bisa berpotensi bermasalah dengan Reliabilitas atau keandalan. Motor yang lebih Pelan Biasannya dan logikanya lebih bagus Reliabilitasnya, Namun yang terjadi Di akhir 2020 ini Yamaha Koq aneh, tetap Bukan Jadi motor yang terkencang, Namun Reliabilitasnya malah dipertanyakan . . Buktinya banyak, permasalahan Over heat Di Jerez sampai terakhir yang kabarnya malah bikin Valentino Rossi tersenyum adalah Ketika Yamaha M1nya mati mendadak karena permasalah elektronik saat race Valencia 1 . . . Ini Brand Jepang atau Brand Itali, Koq masalah di elektronik ?

Imho, menurut kami Saat ini adalah sesuatu yang urgent Yamaha Butuh Orang yang mengerti Karakter dan Soul sebenarnya dari mesin CP di Box  . . Tsuji-san memang Bukan ‘bapak Crosplane Crankshaft’ , namun dia secara umum adalah salah satu yang tersisa dari Insinyur pendesainnya kala itu dan secara umum ialah yang mengawal mengawal CP4 M1 saat Furusawa-san tidak ada lagi di Box . . Dan tanpa mengecilkan Peranan sosok sosok Telenta muda seperti Takahiro Sumi, Setelah 2016 Praktis, secara umum sepertinya tidak ada Orang yang benar benar mengerti secara sangat sangat mendalam karakter dari mesin CP4 ini. . . . Dan bahkan Jika Sobat sekalian ngeh Di Box Suzuki Ecstar saat ini paling tidak ada Sosok Spanyol Italia yang walaupun Bukan engineer namun, mengikuti sejak awal dan Mengerti banget Karakter Mesin CP4 ini sehingga Mungkin Ia sangat tahu pendekatan apa yang harus dilakukan ke mesin CP4 ” Blue Rocket ” yang terbukti Punya Potensi Bagus Jika Arah pengembangannya Benar . . . Di adalah Davide Brivio

Davide Brivio

So menurut tmcblog, Mungkin ada bijaknya Yamaha Melihat secara menyeluruh penyebab dari segala macam permasalah di tahun 2020 ini dan berusaha Untuk mengembalikan Karakter Murni Mesin CP4 Versi Iwata . .

Taufik of BuitenZorg |@tmcblog

336 COMMENTS

    • naaah bener kan, kesuksesan instant yang di idam idamkan salah satu rider yamaha dengan menendang brivio malah jadi ambyar…

      kasian yamaha, kalo yamaha gini trus, bakal out dari moto gp, jualan seret, terus bangkrut otomatis buzzer”nya kayak mijone dkk gak bakal meramaikan lagi komentar “berkelas dan menginspirasi” di kolom komen 🙁

      tetap kawal klep ghaib

      Guest
      • IIRC, Brivio keluar dari Yamaha karena menjadi manajer Rossi. Dan saat itu di Yamaha sendiri masing-masing pembalap punya team manager masing-masing.

        Guest
        • yap… bgtu jg ktka suzuki menggaet brivio mmang sdh tidak bekerja di yamaha ketika itu rossi balik dari ducati ke yamaha

          Guest
      • Ditinggal furusawa..gada peningkatan..manajemen amburadul….
        Ibaratnya anggota tim udah macan..tapi gada pemimpinnya lebih sangar dr macan….ya morat marit…
        Tsuji iya orang pintar…bisa buat mesin..
        Tp kemampuan kepemimpinannya..?

        Guest
      • Terlalu berharap pada fenomena duo yamaha factory 2021 Vinales dan Quartararo.
        Jujur,dua nama itu punya miss prestasi yg bisa menjadi acuan dan jaminan.
        Sebut vale pedrosa dan stoner yg punya karakter kuat dan bisa handle masalah pada motor yg normal ataupun yg ga normal/pada saat motor ga 100% bagus.
        Nah 2 orang ini menurut TMC mana yg punya kelebihan itu,???
        Mana yg siap menerima tekanan dan survive di saat seperti itu.
        Menurut saya ga keduanya.
        Lebih istimewa morbidelli menurut saya

        Guest
        • Sebenarnya aku masih 100% yakin arah pengembangan tahun 2020 ini bukan berdasarkan Vinales, karena meski dia memberi masukan, tapi Yamaha masih lebih mendengarkan Rossi. Bukan masalah apa2 tapi arah pengembangan yamaha tahun ini menurut Rossi gak terlalu beda dengan tahun lalu, yang dalam artian, berarti Rossi lebih tahu mana yang berbeda besar, dan mana yang gak berbeda. Sedangkan jika kita mau flashback ke tahun 2016, saat Vinales di Suzuki, oke memang dia menang 1 kali dan podium 4 kali, tapi selain itu dia finish jauh lebih kompetitif dibanding 2015, dan bisa dibilang selalu finish di jangkauan 10 besar, bahkan beberapa di 5 besar. Dan perlu diingat di 2016, Suzuki sepertinya memang fokus arah pengembangan ke dia, dan terbukti berubah jauh prestasi suzuki di 2016 ketimbang di 2015. Nah, ini yang menarik di 2021 nanti bagaimana? apakah Yamaha masih mendengarkan masukan Rossi atau malah fokus ke pengembangan 2 pembalap factory 2021? Aku juga yakin riding style Taro dan Vinales gak beda jauh.

          Guest
      • dari dulu tim biru emang kurang bisa diajak kompetisi..hanya fanboe akut yg ngomongnya bisa menuhi kolom komentar…..

        Guest
    • ternyata Davide Brivio ex manajer yamaha motoGP 😅👌 memang lulusan yamaha rata2 prestasinya cemerlang seperti Zarco, Lorenzo, Davide Brivio, siapa lagi nih? 😁

      Guest
      • Nangis apa gimana pak pada keluar dari yamaha terus bisa berprestasi di tempat lain? Masa lalu ya masa lalu. Lorenzo juga gede di Aprilia juga ga cuma di Yamaha lho.

        Guest
        • apakah Lorenzo langsung kenceng di yamaha? 😆 tetep butuh waktu sampe 2010 baru bisa jurdun 😆

          Guest
      • memang luar biasa Davide Bravo manajemen timnya, Alex Rins dan Joan Mir bisa keduanya kompetitif. gak kaya kunyit, nunggu “ace” ridernya klepek2 baru yg lain boleh kompetitif 😅

        Guest
      • memang luar biasa Davide Bravo manajemen timnya, Aleks Rins dan Joan Mir bisa keduanya kompetitif. gak kaya kunyit, nunggu “ace” ridernya klepek2 baru yg lain boleh kompetitif 😅

        Guest
      • Bukan lulusan
        Tp orang yg d sia2kan yamaha cenderung cemerlang karirnya setelah pindah pabrikan
        Mirisnya orang yg paling penting d yamaha justru miris prestasinya

        Guest
        • @waqit makanya bro mari kita vote bung qwandar supaya pabrikan tersebut makin maju,jangan sia² kan pengalaman beliau yg sudah super beyond expert dipermesinan dunia balap

          Guest
  1. maaf wak, saya menafsirkan (salah satu) arah dari tulisan ini penggantian lin jarvis kah?

    belum pernah dengar orang ini bener2 solutif dari segala masalah m1 selama ini. yang keinget banget malah ‘i’m on vacation’

    Guest
    • saya nggak peduli ada Lin, Maregalli atau bahkan Takeo Yokoyama masuk .. yang penting bring back CP4 engineer

      Administrator
      • tapi orang2 rata2 nyalahin Lin Jarvis wak 😆😆😆 die mah ngerti mesin juga gak dalem banget, emang netijen terutama Beha kerjaannya 😆😆

        Guest
      • dari dulu tim biru emang kurang bisa diajak kompetisi..hanya fanboe akut yg ngomongnya bisa menuhi kolom komentar….. wak haji kok marah2… apakah semakin biru nih

        Guest
      • Ngemeng ngemeng soal masalah
        Mengatasi masalah adalah bagian dari kejuaraan motogp. Siapa yg paling cepat bisa mengatasi masalah dia lah yg jadi Juaranya motogp…
        Karena masalah diciptakan sendiri di awal musim,
        So… Kalau kalah jangan beralasan karena sedang masalah. Dari tahun 2013 kemana aja??? Emang pabrikan lain tidak ada masalah???
        Jadi orang yg solutip

        Guest
  2. motor yamaha mentok pengembangan sepertinya, bingung mau dikulik mananya
    Karna motor lain yang V engin bisa dibawa halus saat nikung mkanya serasa inline gapunya kelebihan,

    Guest
    • kalo yg gw liat V4 kunyit powernya cuma sepantaran I4 juki/yam, tetep aja dilibas sama V4 asli 🤭🤭🤭 umpamanya Dohc rasa Sohc, V4 rasa I4 4, power memble kenceng di tikungan 😆 IMO

      Guest
        • lah Desmo gak ada beban tambahan buat muter camshaft extra buat nutup klep? mau liat V4 pneumatic bringas? tinggal liat KTM RC16

          Guest
      • v4 mendekati i4? , wkwkwk, ngakak bet dah ah, rcv terbukti bbrp musim terakhir pd bbrp tempat bs ngimbangin & overtake desmo gp. inline 4 dari 2015 sampe skrg dah berapa kali juara dunia? ,suka kocak logika lu dah wkwk,.handling kali yg mirip klo sm i4 mah, jauh lebih mending drpd pabrikan blu yg dari 2017 sampe skrg masalah grip ban belakang aja gakelar kelar wkwkwkw

        Guest
    • Tapi nyatanya V4 kunyit juara dunia 2002, 2003, 2006, 2011, 2013, 2014, 2016, 2017,2018, dan 2019. Sedangkan yg katanya “V4 asli” cuma 2007 selebihnya khususon ilal runner up ditangan Doviwidodo. Masih kalah dg CP4 Yamaha yg juara 2004, 2005, 2008, 2009, 2010, 2012, 2015.

      Guest
    • sepertinya memang harus berbenah
      salahnya jolor pawang M1 dibiarin lepas
      bahkan VR#46 penasehat M1 juga mau dilepas
      sangat2 salah …

      malah nyimpen pembalap kurang mental
      macam vina dan taro secara pengalaman
      masih mentah … tambah ambyarr saja .

      potensi mesin jerezz 1 sangat ganas
      tinggal ditingkatin durabilitasnya saja

      Guest
      • Setuju mbah… Menurutku bukan hanya di mesin saja, tapi koordinasi antar semua lini harus di bangun lebih bagus, nah kalo kalo gitu bisa menjadi tim yang kompak dan kuat

        Guest
        • Bisa jadi team engineering Yamaha jadi gak tentu arah akibat masukan para pembalapnya yang gak ngerti karakter M1

          Guest
      • jolor bukan dilepas.. tp sengaja melepaskan diri, trlihat dri muka jolor yg ngerasa M1 ga maju2 develop nya..
        dya kurang puas, makanya ngelepasin diri buat pindah ke mesin yg lbh ganas..
        ehh gataunya jolor malah cidera biasa kendaliin kuda poni malah mainan kuda jingkrak.. trakhir mainan kuda lumping smpe protol smua tulang2

        Guest
  3. Ralat wak.. kayaknya brivio org itali deh..
    Maklum dia 20th di yamaha jdi secara gk langsung pasti tau lah project cp4

    Guest
    • Davide nama Italia banget. Makanya gw mikir Duketek mungkin melirik Brivio ke Duketek.
      Pembalap murah calon jurdun? Ya cuma di Sijuki.

      Guest
      • Yups dia emg org italia keknya,2010 abis ngundurin dri dri yamaha jg cm ngelola merchandisenya vr46,bru deh akhir 2013 dikontak2 sama suzuki buat project comebacknya ke motogp.. sebenernya udh dri th kemarin suzuki nie lebih superior dibanding yamaha, jurnalis2 luar jg bilang gt kq.. cma fby garis keras dsni aj yg masih menghibur diri.. sama ketolong paruh kedua yamaha emg kelihatan kenceng dibanding suzuki.. IMO

        Guest
      • fabio tahun kemaren pake M1 2019 spec B wak…
        jadi g’ tau M1 2019 spec A kayak apa…
        tahun ini langsung pakek spec 2020

        Guest
    • mau gimana lagi, lulusan Yam rata2 memang hebat2, maklum lulusan tim berprestasi, walaupun sekarang tim lain yang menikmati hasilnya 😆

      Guest
      • Yowis bung qwandar anda urus aja berkas² buat ngelamar disana siapa tau anda beruntung jadi petinggi disitu,yamahaa lagi darurat butuh orang seperti anda bung qwandar

        Guest
        • Kalo dia masuk Daftar enginer Y.tahun depan kapasitas mesinnya jadi 1.055 CC VVA wkwkwk.
          Demi ngimbangin kecepatan mesin pabrikan lain

          Guest
        • Asal situ tahu saja, bait itu cuma bisa dikata bait ketika situ sarkas dan orang gak nangkap sarkas yang situ buat. Itulah yang namanya bait.

          Kalau yang situ lakuin, itu namanya micu emosi orang dengan ucapan gak berdasar, aka trolling.

          Bedakan, saya sekedar meluruskan. Itupun kalau bisa.

          Guest
        • @ebul
          wkwkw ga bakalan bisa jawab kalo di jelasin gituan bro,orang macam tu udah susah di ajak bicara,tipikal kalo salah lupa ingatan,hapus akun dll
          cirikhas komentator IG

          Guest
        • wkwkw gw tinggal nulis fakta yang nyinggung perasaan Beha. beha kan 🙈🙊🙉 kalau panas langsung ngatain lonte macem gilmojip 😂😂😂 kelas preman

          Guest
  4. Terlalu banyak mengeluh pembalapnya soale thn kemaren juga selalu bilang ban kurang ngegrip trus musim ini sama micelin sdh dibuatkan ban yg sangat ngegrip sampai mesin v4 gak berdaya terhadap ban baru tapi pembalap yam ha masih bilang kurang ngegrip

    Guest
  5. Maaf korek sedikit wak enjiner muda itu bernama qwandar aka mentega bukan tsuji-san😂😂😂 soalnya dia bela yamaha mati²an ampe urat lehernya mlotot😁😂😆

    Guest
    • Siapa tuh mentega gan, apakah dia yg pernah menjadi seorang petinggi negri ya…
      Emang keliatan benget urat lehernya ngebala yamalu. Bahkan semakin menjadi2 pasca valencia1 dimana semua rider yamalu mundur teratur ke belakang selain yg mogok mesin

      Guest
    • wkwkw ini wak beha kerjaannya nuduh2 tanpa bukti, admin juga demennya yg begini kan? 😆😆 otaknya udah mentok gak bisa debat 😆😆

      Guest
      • Emg pengangguran anak lonte itu mah gayaan nya aja ngehina org dirinya lebih hinaaaaaa busuk, nug nug sebelon ada ni si qwandar anak lonte blog aman aman aja kerna ga ada yg beneran mancing emosi org kalau elu beneran editor peduli dengan blog ini udah deh lu berangus aja semua si qwandar anak lonte ini jgn lu kasi celah lagi dulu juga ada perang fb tapi ga ada tuh yg sampe kaya qwandar ini qwandar ini udah kelewatan batas nug elu editor harus nya lu faham sebelom ada qwandar dan sesudah qwandar bagaimana blog ini jadinya

        Guest
        • nah ini nih staff senior soc med dengan gaji Rb 110 rb/bulan 🙏😄 berdecak kagum saya dengar gajinya pak klep auto prothol/mlehoy1 Rp 110 rb/bulan 😱😱😱😱

          Guest
      • lah ini ada bapak dengan gaji Rp 110rb per bulan. aku tunduk kepadamu pak gaji gede 🙏😄 semoga situ 20 tahun lagi kebeli ceber150rrr 🙏😄

        Guest
  6. Dari artikel ini saya menangkap betapa besarnya ketergantungan dengan “pawang mesin”. Gak cuma yamaha, bahkan juga suzuki.
    Apa ada tim lain yg bisa develop mesin spt sebuah sistem?
    Siapapun orang yg pegang, selama ikuti buku petunjuk, maka mesin itu akan berjalan sesuai harapan, tanpa perlu datangkan “sang pawang mesin”

    Guest
      • HRC mah luar biasa
        Serasa seluruh lini punya perannya masing2 dalam lingkup MotoGP
        Mereka berani total merubah Rotating Crankshaft jadi Back Rotating

        Mengorbankan beberapa race ehh jurdun
        Kalo disimpulkan apakah mesin V4 ini lebih fleksibel ? Kalo melihat keberhasilan Honda merombak ekstrim mesin RC213V di 2016 ?

        Sedangkan Yamaha udah masuk tahun ke 5 semenjak Lorenzo menang tetap berkutat di permasalahan yang itu itu saja ?
        Perlu perombakkan total untuk mesin bahkan tim

        Dan sekarang mengambil pembalap muda yang kurang memiliki kemampuan mengerti mesin karena tiap kali bermasalah jawabnya “i dont know” entah kalo Morbidelli sih

        Rasanya kalo Lorenzo pergi Rossi juga sudah enggan, wah bakal jadi apa nih Yamaha ?

        Cmiiw

        Guest
    • Rasanya Ndak bisa boss. Karena MotoGP itu prototipe. Jadi mesin seringkali detailnya SPT yg sudah di bukukan.
      Dan karena prototipe di ke;as tertinggi & sangat kompetitif, perbedaan 1% bisa berdampak besar….
      Dan biasanya project leadernya pasti orang2 yg terlibat di projects sebelumnya.
      Walo mungkin saja terjadi seperti yg boss sampaikan….

      Guest
    • Jawabannya bisa, tapi masalahnya mesin tidak seperti sistem karena ada yang namanya pembekuan mesin, kalau sistem gagal atau ada error maka bisa pakek metode lain atau bahkan buat dengan cara yg berbeda. Tapi mesin motogp yang terlanjur dibekukan harus dipakai sampai akhir musim dan juga menuntut untuk dikembangkan di sisi lain dan baru bisa buat mesin lain di akhir kejuaraan.

      Guest
      • Kesalahan manusia yang mengendarai bukan kesalahan engineer yang menciptakan..
        Engineer menciptakan sesuai keinginan sang pengendara…

        Jadi meskipun tahun ini tidak ikut seri MotoGP tetap HRC dan Marquez adalah pemain MotoGp yang terhormat tanpa tidakan ilegal …

        Trial and Error, dan gagal, kemudian dihukum karena tindakan ilegal…dan tahun ini Yamaha MotoGp akan menorehkan sejarah tersebut..

        Guest
  7. Blue rocket : reverse cp4+vvt

    Praduga ane malah, mesin blue rocket ini sangat endurance.

    Kita tau sizuki itu durable/endurance mesin holic di masspro nya.
    Tidak mungkin dong protonya di bikin sama dengan masspro 😂😂

    Guest
    • Iya bener, msh inget bgt dulu pas new gsx r1000 rilis “used technologies used in motogp, such as VVT” , menurut update regulasi 2016 sebenerny vvt yg hidrolis & elektronik dilarang ,tp cerdikny suzuki bs bikin vvt mekanikal menggunakan bola bola yg kena gaya sentrifugal dari putaran camshaft, hats off , suzuki👍👍

      Tp reverse cp4 kyny bukan deh bro, wkwk, soalny suzuki blok mesinny memang cenderung lebih rebah drpd Y, tp arahny kedepan , bukan kebelakang.

      CoG lebih rendah, Airbox jg bs lebih plong , cerdik emang, skrg masih ada yg mau bilang juki inline kw? Wkwkwk , knalpot double barrel aja siapa yg niru…

      Guest
        • @ilmor_go memang pake reverse cp4 crankshaft bro.
          Di wak haji pernah di bahas
          Pengen liat blue rocket di mugello top speednya brpa.
          Kasian kmrn liat rins di kemplangin v4 pas trek lurus

          Guest
  8. Ikhlasin saja
    Ngamal buat yg 20 tahun puasa jurdun
    Berjuang lagi musim depan

    Nginline bersertifikat Lagi flu aja masih bisa juara seri terbanyak

    Guest
  9. Maaf korek dikit wak enjiner muda Y itu bernama qwandar aka mentega bukan tsuji-san😂😂😂 yg belain mati²an Y ampe urat lehernya mlotot😂😂😂

    Guest
  10. Masao Furusawa:”saya butuh kamu di sini, saya butuh kamu untuk mendesain sebuah mesin yg merupakan “marq 2″ motogp”
    Nah, kakek furusawa aja dah tau akan ada marq (masalah penulisan “q” dan “k” itu tergantung daerah) di motogp yg akan datang(Marq 2=marques bersaudara?)
    Eni kuesyen?

    Guest
  11. Sudah saatnya J.A.R.V.I.S diganti dengan F R.I.D.A.Y

    Kalo untuk Suzuki, saya lebih tertarik dengan orang Jepang berambut putih/kuning yang selalu berada di Paddock team saat masih pakai mesin V sampai saat ini pake mesin inline…

    Tolong sekali-kali dibahas Wak..orang Jepang berambut putih di garasi Suzuki itu…
    Apakah perannya seperti Takeo di Honda?

    Guest
  12. Emang gak kayak Takeo dulu ya?yg sebelum menjabat jadi head divisi nya dulu jadi semacam bawahannya Shuhei Nakamoto selama beberapa tahun,mungkin selama itu juga diturunkan ilmu ilmunya

    Apa Sumi langsung ujug ujug jadi kepala hanya bermodalkan teori doang?,tanpa praktek di lapangan dulu saat masih dijabat Tsuji-san

    Guest
  13. kyk kurang greget ending artikel nya wak.. hehe..

    kyknya sih gr2 pebalap ymaha sndiri yg salah arah,. dr awal2 slalu minta naikin top speed mlu.. akhrnya mlh jd kacau karakter alami dr M1 itu ndiri..

    tp itu jg mungkin d karenakan kompetitor saat itu (musim 2016-2019) honda n ducati mulai bs bejaban M1 di tikungan,. sedangkan d trek lurus M1 tetep kg bs bejaban am mesin V4 honda n ducati..

    n mungkin yg trakhr, ngga ada lord hohe yg bnr2 bs bw M1 sesuai karakter alaminya.. yaaa mirip2 rins d suzuki gt lah.. d tikungan alus bgt..

    Guest
      • Eh tapi eh Tapi wak, suzuki punya basis mesin V4 baik 1000cc jaman Rossi naik kelas motoGP sampai 800cc era stoner juara th2007. Suzuki punya Basis Mesin VVVV.. Hehehe

        Guest
      • hehe.. bs jd wak..
        insinyur yamaha mungkin bilng gni “rumput tetangga selalu nampak lbh hijau”. jd syukuri n perdayakan smaksimal mungkin aj yg kita punya..

        Guest
      • Ada kemungkinan mbah furusawa turun gunung lagi ga wak? Soalnya dlu pernah diwawancarain sm jurnalis jepang akira nishimura pasca pensiun 2011.
        Gimana klo yamaha bermasalah? furusawa:”bila yamaha memang benar² butuh bantuan, saya akan siap membantu”.

        Guest
    • Ganti konfigurasi mesin adalah salah satu solusinya

      Kata KTM, melambatkan montor yang sudah terlahir kuenceng itu lebih mudah daripada mengencangkan montor yang aslinya lambat

      Guest
    • Kemungkinan ada benernya juga..
      Musim lalu.. Honda dan ducati sangat bagus hampir di semua track.. Bahkan ducati bisa di bilang motor sempurna saat itu.. Mereka kuat di straight dan halus di tikungan.. Mungkin baik honda dan ducati saat itu masih di dukung dengan pembalap yg memang alien dan juga tanpa beban kontrak sprt yg terjadi musim ini di ducati (dovi)
      Namun dari sana yamaha melihat ini sebuah ancaman besar di musim berikutnya (2020) dan juga pembalap dari yamaha banyak yg mengeluhkan kalah d top speed.. Sehingga membuat yamaha juga berusaha untuk pengembangan kearah sana.. Namun mereka lupa karakter alami mesin cp4 ini.. Akibatnya musim ini bnr2 runyam buat yamaha.
      Sedangkan suzuki.. Mereka konsisten pengembangan dgn bagaimana membuat motor tetap balance seperti musim lali walau mungkin ada juga sedikit pengembangan.
      Dan dapat di lihat musim ini hasilnya..
      Honda tanpa mm93, ducati dgn dovi yg g lagi memiliki motovasi juara, yamaha dengan salah arah pengembangannya, beruntung suzuki dengan konsistensinya..

      Ini hanya spekulasi saya saja dengab melihat situasi yg terjjadi di gp2020.

      Guest
      • mungkin aj kan,. rolling speed kluar tikungan bgs, trek lurus kg bgtu pnjang, yaa ngacir tuh i4..
        n karakter ini yg skrng ada d suzuki. dlu yamaha dngn lord hohe jago nya..

        Guest
        • Masalah top speed bukan Kuntji juara dunia kan Qwandar ngomong begitu thoo saat 2016 V RCV yang lemot bisa juara dunia?
          Rossi yang minta agar M1 bisa semakin laju saat straight.. dan tahun 2019 kemarin RCV sudah bisa tidak celeng meski hanya MM pawangnya..
          Tahun ini AM bisa membawa RCV seperti In line dan dia masih pemula mengendarai RCV

          Guest
  14. Bener wak, motogp adalah ajang balap dari pabrikan motor dgn karakteristik dan idealisme masing2 yg dituangkan dalam wujud sepeda motor jd baiknya tiap pabrikan jgn ingin punya motor mirip atau menyamai milik pabrikan lain, begitu pun pembalap jgn mendorong pabrikan utk membangun motor sesuai dgn karakter riding nya apalagi jika gemar pindah2 tim balap

    Guest
  15. Lambat berevolusi gegara terlalu nyaman sama rossi dan lorenzo dan kemudian menjadi gugup dan galau dikala markes dan honda semakin klop dan mendominasi jadinya malah pengembangannya kehilangan arah

    Guest
    • habisnya oci bisa jualan, sementara Lord gak bisa jualan (ngiklan motor yg gak payu). Mereka ber 2 sama-sama bagus, tapi momen terbaik oci udh habis krna alien-alien baru bermunculan

      Guest
  16. Penafsiran ku yang orang awam ini, selepas musim 2016 yamaha butuh perombakan besar besaran dan benar minimal mengembalikan jati diri M1 yang “hilang”

    Guest
  17. masalah besar Y adalah memelihara
    taro dan vina …
    secara mental dan pengalaman masih mentah
    bahkan k2 pembalap tersebut gak ada input positif terhadap pengembangan motor

    yg sudah qatam macam jolor dan VR malah dilepas … dan itu fatal .

    mending mesin jerez 1 yg fenomenal itu untuk musim depan tinggal ditambah durabilitas
    pastinya bagus untuk kemenangan .

    dan harus cari vendor yg dipercaya
    kalo bisa cari durna baru yg fair

    begitu kira2 …

    Guest
  18. yahaha kalau mau hebat bikin mesin, buat mobil sejuta umat dulu….

    pasti ada yg bilang , yahaha ada toyota hahahaha

    mesin 150 aja beli ke minarelli

    dikembangin sendiri malah jadi vampir

    Guest
  19. Just Opini …

    Maybe Yes Maybe No…

    tp yg pasti Dagelan MotoGP zaman now diluar marques cidera dan Hondia terlihat Aslinya terseok seok itu bukan berCandaan …😂

    Guest
    • Yg pegang peranan penting bagusnya GSXRR kayaknya lebih ke Ken kawauchi dan Shinichi Sahara sih,Brivio kayanya nanganin rider,sponsor dll

      Guest
      • Betul cak, Sinichi sahara n Ken Kawauchi yg bertanggung jawab mesin BlueRocket.
        Brivio hanya me manage pebalap n staff d bwh nya.

        Guest
      • ya, minimal bisa bikin suasana team adem, gak banyak bacot, kurang ini kurang itu, si anu bilang sudah di jalan yang benar, si itu bilang kurang kenceng kalo tangki penuh, si ono bilang lagi liburan, you can bet on me, ujung ujungnya i don’t know 😂 🙏

        Guest
    • bner kata yg diatas2 ntu..
      ken kawauchi & shinichi sahara lbh mempengaruhi pengembangan gsx-rr.. klo brivio yg ngatur tim aja..

      dan spertinya 2 enginer sujuki itu lbh ngerti soal i4 cp ktimbng yahaha

      Guest
  20. Wak tolong dong gambar rossi berhenti untuk memeriksa dashboard nya dan sebelah nya ada gambar Mir raih topspeed di hilangin gak enak banget lihat nya (bagi fb ono sih) hehehhe..

    Guest
    • asli ksian sya sma si mbah, udh hidup mati ke yahaha ehh motornya kek gtu, sya lbh salut ke effortnya si mbah sih..
      coba itu timvr46 jdiin tim satelit sujuki, trs si mbah jd rider disana biar ngerasain jurdun 10 biar bsa pensiun tenang

      Guest
  21. Coba kasih ke penunggang RCV, pasti jawabannya motor gak ada masalah, cuma lemot aja 😁
    Semakin ngedrift semakin anjoy..

    Guest
  22. Yamaha percaya diri, masalah wheel spinning sudah mereka atasi, padahal yg ada adalah ban michelin yg gripnya makin bagus. Sedangkan masalah motor yamaha yg bikin wheel spinning blm terselesaikan. Jadi yg bikin yahaha tampak bagus ya performa michelin yg meningkat dlm hal grip, Motor yahaha tetep. meskipun morbid bisa berjaya sesekali, performa blue rockets yg meningkat pesat yg sama sama I4, nunjukkan yahaha jalan ditempat, klo ga dibilang makin ancur gara gara soal part subuh standar

    Guest
  23. Yang bikin heran ya durabilitasnya. Sejak jaman 2006 sih major problemnya udah keliatan. Untung ada Hohe yang bisa kasih input bagus. Tapi ya gitu, setelah itu mandeg.
    Brivio bukan engineer, jadi informasi teknis yang dia bawa ane pikir tidak menyumbang kontribusi signifikan utk GSX-RR. Kontribusi Brivio kan mengelola tim ama pembalap supaya bisa dapat hasil maksimal di atas motor Sijuki.

    Guest
    • Kalo kita ngomongin durability, yakin Suz itu one of the best, foundernya kuat di metalurgi.
      Di level motor masal terbawah aja lah ya di bengkel yg biasah korek mesin, kalo suruh bubut mesin Yam n Suz pasti sama2 keberatan.
      Utk Suz pasti bilang ga sanggup bubut material SCEM
      Utk Ym pasti bilang takut jebol kalo bubut diasil

      Filosofinya pasti ga jauh beda dr level bawah ke level atas.

      Guest
        • waduh saya gak ahli pak, makannya saya nanya sulit gak bubut material mesin H dengan block casting, dan piston casting, soalnya yg lain udah forged piston, diasil/scem block 🙏😄

          Guest
        • Kamu itu kebiasaan, diajak duel berdua ngajak org ketiga, mental pecun-dang, cucok sih kamu sma pabrikan cu-rang.

          Boleh juga ni jadi pantun wkwk

          Guest
        • waduh pak saya gak kelas lawan preman :mrgreen: jelas saya kalah, si preman sultan gajinya Rp 110rb per bulan bisa nyewa hitman 🙏😄

          Guest
        • waduh pak saya gak kelas lawan preman :mrgreen: jelas saya kalah, si preman kan gajinya Rp 110rb per bulan bisa nyewa hitman 🙏😄

          Guest
        • waduh pak saya gak kelas mampu lawan preman :mrgreen: jelas saya kalah, si preman kan gajinya Rp 110rb per bulan bisa nyewa hit man 🙏😄

          Guest
        • waduh pak saya bisa lawan preman :mrgreen: jelas saya kalah, si preman kan gajinya Rp 110rb per bulan bisa nyewa hitman 🙏😄

          Guest
      • Sama saja, scem mau di bubut juga lapisannya ilang, jebol juga.
        Diasil dibubul jebol juga, karena lapisannya ilang.
        Cuma beda tingkat kekerasan lapisan hardennya itu yang disizuki memakai metode scem, yahaha memakai diasil. Lebih keras scemnya.
        Nama lainnya tidak memakai boring besi tebal mirip boring konvensional.
        Mau scem mau diasil kalo lapisannya ilang ya jebol.

        Guest
      • kebanyakan Motorsport cc tinggi pakeknya nikasil/SCEM, suzuki kawasaki karena daya tahannya.. untuk class cc rendah untuk 4 pabrikan jepang kyknya cuma suzuki sama Kawasaki aja yg pake, yamaha pke diacyl yg murmer dan lama kelamaan jadi vampir oli, honda pake material yg user-friendly aja gampang dibubut

        Guest
      • kebanyakan Motorsport cc tinggi pakeknya nikasil/SCEM, sijuki kawak karena daya tahannya.. untuk class cc rendah untuk 4 pabrikan jepang kyknya cuma sijuki sama Kawak aja yg pake, yamehong pke diacyl yg murmer dan lama kelamaan jadi vampir oli, hondut pake material yg user-friendly aja gampang dibubut

        Guest
      • hhhaaoooorreee…shogun FL ku kayaknya udah pake SCEM juga..
        pantesan pada ga ada bengkel yang mau bubut..
        ternyata ini alasannya…
        wkwk

        Guest
      • Neo October 7, 2020 at 23:03
        @Lin Dan n @Hatmo
        Skalian pencerahan org2 biar ga terhasut batinya sma soundtrack, wkwk

        @FXR
        wellsaid bro

        @kedapkedip
        sudah dijelaskan dgn baik sma bro FXR, kamu coba sekali2 cek tugas team manager deh..dia ga ada namanya ikut2an menentukan jeroan mesin, paling banter ikutan masukan setup, itu jg kalo jago bgt managernya. Dan sudah dijelaskan sma bro FXR juga, setelah Suzuki mundur dr motogp pake V engine, projek GSXRR ini sudah dimulai..itu masih jauh dr timeline Brivio gabung Suzie

        @neo; katanya davide gak ikut kembangin suzi lah… Kan dapat konsesi sbg newcomer
        Udah dijawab tmcblog komenmu dulu

        Guest
  24. Pesan denny sumargo ” jadilah diri sendiri jangan berusaha menjadi orang lain”
    Dan siyamaha pengen menjadi ducatie hionda yg speednya sangat gila,akhirnya apa yg dapat problem ngk bekesudahan dari 2016..😂😂😂

    Guest
  25. Suzuki bisa bagus juga berkat, Randy de puniet, dan sekarang Sylvain Guintoli… Tanpa mereka hilang arah pengembangan GSX
    ——–
    Yamaha punya??! Punya, tapi kapabilitas mereka (mungkin) tidak selevel Puniet, Guintoli… Why??? Bahasa…

    Berkali-kali muke gile komen receh gini: Gimana motornya cuy??? testrider: hmm.. Ban belakang masih geol-geol dikit cak! Sama rem masih ngeloyoorr dikit waktu mau masuk corner.. / oke diterima laporan cuy!

    Guest
  26. Yamaha perlu jelas mau dengerin pembalap yang mana, mau make referensi pembalap bau kencur yang sebelumnya pendekatan tsb udh pernah terjadi dengan vinales. Lihat sekarang? Yang ada tuh pembalap paling banyak ngeluhnya ketimbang prestasinya. Atau mau pake omongan pembalap yang paling banyak kasih gelar buat yamaha?
    Plus manfaatin juga super test rider lord jorge, inputan 2 orang (rossi+jorge) mudah2an bisa bawa m1 ke arah yg bener.

    Guest
  27. menurut ane wak tim YFR skrg ga punya rider developer yg bagus atau malah tim engineer yg bisa menerjemahkan dgn benar masukan para rider,, lihatlah bentuk M1 skrg ga karu2an, ga kaya dijaman VR dan JL jaya yg masih slim meskipun bermesin inline, diperparah dgn terlalu bergantungnya YFR dgn VR di akhir2 kariernya seperti skrg yg menghambat Yamaha mendapatkan rider2 lain yg berpotensi, Pol Espargaro lepas, Dovi lepas, JL lepas,

    Guest
  28. kalo menurut saya meski YZR-M1 dan GSX-RR meski sama2 inline tetapi performanya berbeda.

    belum nemu referensi dimana konfigurasi GSX-RR menggunakan crossplane crankshaft, kuat dugaan saya mesin suzuki GSX-RR menggunakan flatplane crankshaft.

    Guest
  29. Yang tidak diketahui adalah ghoib.
    Bagi saya kopling manual itu ghoib karena tidak tahu cara gunakan. Bisa mengoperasikan kopling tangan /manual, tapi belum paham cara kerjanya (masih ghoib). Bisa gunakan dan tahu kinerjanya tapi tidak tahu cara pembuatannya (masih ghoib)
    Makanya manusia disebut muta’alimul ghoib, yang selalu belajar hal yang ghoib/belum diketahuinya.
    That is ghoib

    Guest
  30. Setuju wak, harus ada pimpinan yang baru di kubu yamaha, yang bisa ngatur anak buahnya biar gak banyak ribut di media, apalagi sampai ikutan bikin rusuh kayak petinggi ducati,

    contohlah HRC dan Suzuki

    Guest
        • ada progress lah, motor susah di tangan anak kemarin sore, malah dia ga dianggep pantas mengendarai motor juara itu hehehhe…

          Guest
        • yg dibahas puig malah bahas progress 🤣🤣🤣 kebiasaan beha gak pernah nyambung otaknya 🙈🙊🙉

          Guest
        • lah otak mu juga ngawur, puig kan bagian dari hrc, kan mamng ada progress, bukan awal aja yang bagus trus mundur teratur, awal aja sudah curang hahahah…

          Guest
        • gak ada yg bahas progress, baca tuh si fluttershy bahas puig yg anteng 🙈🙊🙉 beha otaknya gak pernah nyambung

          Guest
  31. Yg jelas tahun ini milik suzuki bahkan bisa dikatakan juga KTM. Karena yamaha,honda dan ducati mempunyai masalahnya sendiri. Cuma ngarepnya jika suzuki jurdun,perhatikan dong pasar motor indo neh. Byk yg nunggu model baru 250cc,saluto atau burgman.

    Guest
    • jadi gini , lulusan univ tokyo
      ranking 1 . ke honda ,yg punya passion racing masuk f1 dan HRC
      2. ke suzuki ,
      3. – sampai akhir = bikin statrtup / ke kawasaki / ke toyota

      dari toyota yg kurang brillian kerjanya , gitaran, ngopi2 , jjs , komen denial di taruh di yamaha
      di yamaha di random antara motor dan musik

      mangkanya klo ga ada jeremy burgess mau jadi apa yahaha

      Guest
  32. jadi gini , lulusan univ tokyo
    ranking 1 . ke honda ,yg punya passion racing masuk f1 dan HRC
    2. ke suzuki ,
    3. – sampai akhir = bikin statrtup / ke kawasaki / ke toyota

    dari toyota yg kurang brillian kerjanya , gitaran, ngopi2 , jjs , komen denial di taruh di yamaha
    di yamaha di random antara motor dan musik

    mangkanya klo ga ada jeremy burgess mau jadi apa yahahahahahaha

    Guest
  33. Yg di butuhkan yamahan saat ini bukan lah seorang mekanik handal, tapi seorang manager tim yg bisa menyatukan & merangkul 4ridernya,

    Guest
    • betul banget, kalau melihat Davide memang merangkul semua pembalap dan anggota timnya, kalau duc/hon pembalapnya ada beban pikiran lain soalnya kalo berani2 ngeritik motor auto kick/”melempem” (lorenzo, pedrosa, Dovi, Petrux) 🙏😄

      Guest
      • waduh setidaknya rider Y gak pensiun dini, tiba2 “bermasalah”, pindah ke KTM pas pensiun, badan remuk, dsb 🙏😄

        Guest
  34. Semua ada masanya… yamaha pernah berjaya… honda pernah berjaya… skrg suzy yg berjaya…

    Sudahlah… mmg dunia itu seperti ini
    … gak ada akhirnya kompetisi itu… sampai dikau pensiun dr duniaa…

    Guest
  35. Seolah urgent, tp knp bs berlarut larut begini ya? Yamaha jg bkn organisasi kmrn sore..

    Kehadiran Lorenzo sepertinya jg tdk optimal..

    Guest
  36. dlu honda jg seringkali bermasalh mulai jaman casey yg motornya chatter bngt, mm lack of power, tapi tetep pada akhirnya bisa ada solusi…

    Guest
  37. dlu hnda jg seringkali bermasalh mulai jaman casey yg motornya chatter bngt, mm lack of power, tapi tetep pada akhirnya bisa ada solusi…

    Guest
    • Banyak bener masalahny daridulu, chatter , kurang power, delivery terlalu liar(2015), tp selalu ad solusiny ,

      Motogp buat mereka mungkin bener bener dijadiin “laboraturium berjalan” dengan makna sesungguhny wkwm

      Guest
  38. Guys dari pada pusing mikirin siapa pengganti struktur ymaha mending divote bung qwandar yg pengalamannya jangan ditanya lah dipermesinan dunia balap dia super beyond expert diblog terhormat ini

    Guest
  39. Tsuji san udah out setahun lalu 🙁
    berarti selama ini Lin Jarvis sama Arima Kousei
    eh… maksudnya takahiro sumi kurang lihai dalam mengambangkan M1 dong ?

    Guest
  40. Menirut VR46 masalahnya traksi ban nya kutang lengket ya Wak?
    Mungkin karena torsinya besar ngejar akselerasi itu mesin, ngorbanin top speednya. Sepertinya musti revolusi deh, gak cuma part per part

    Guest
  41. Cukup-cukup masalah yg dibahas diartikel wak haji ini diserahkan ke bung qwandar beliau sudah sangat super beyond expert dalam menangani masalah internal ditim pabrikan yg prestisius.. oke?

    Guest
  42. Solusinya sedehana bro,tinggal rekrut orang seperti bung pengamaat dan bung qwandar ahli perbandulan dan klep dijamin makin maju ymha

    Guest
    • Kuntjinya adalah ledakan Maximum 10° setelah TMA langkah pembakaran…
      Gasoline engine bila ledakan terakhir atau pembakaran serentak terjadi di 10° setelah TMA tekanan hasil pembakaran yang menjadi Force /M paling besar karena lengan poros engkol pada 10° setelah TMA dalam posisi offset piston yang tepat adalah paling ideal… Seperti saat kita membuka baut roda Truck dengan kunci roda dan pipa pada posisi lengan tertentu kita mendapatkan tenaga terkuat dan kenyamanan dalam mengayun pipa..
      Dan mesin CP bila diorientasikan seperti itu hasilnya yaah over torque berbeda dengan V engine karena posisi piston terhadap crankshaft sudah bersudut dan salah satu piston yang satu crank pin journal pasti sedang bukan langkah tenaga….

      Guest
  43. Bukanya magnet pirreli dr italia wak? Peranti electronik saat ini. Ane berpikir. Sebener nya yg bikin tenggelem ya bahwa team yamama ga secepat itu beradaptasi. Si mbah sendiri sampe bilang bahwa sijuki lebih pintar dr yamama saat ini.

    Ga cuma yamam kan yg punya masalah tentang ini. Hodna 2016. Si juki jaman ian. Bedanya yg lain ada perubahan yamama sama. Dan selalu di situ masalahnya. Dan taun ini puncak nya. Selain ga berubah masalah nya tambah teliability nya kurang.(jd inget mclaren di tinggal hodna di F1) pas pake renault masih suka masalah. Cmiiw

    Guest
    • Mungkin juga kejadian mirip tapai sedikit berbeda McLaren punya masalah engine dengan Honda karena karena mereka kekeuh maksain mesin harus ikuti size zero concept chassis-nya mereka. nah pas Honda pindah ke Torro Rosso dan Redbull, mereka (TR & RB) bilang ke Honda untuk buat mesin terbaik mereka nanti chassis akan mengikuti desain mesin, lihat hasilnya sekarang lumayan bagus.

      Selama ini Yamaha punya masalah elektronik, mungkin juga mereka harus mendesain motor yang mengikuti desain elektronik MM? Mungkin..?

      Intinya Yamaha harus merubah konsep desain mereka.

      Guest
  44. Mengenaskan ,disaat KTM ,APRILIA berjibaku dengan konsep mereka dan selalu tertinggal tetapi tetap menjunjung tinggi sportifitas eh yamaha nge-cheat tp msh tetap di belakang
    Same on U

    Guest
  45. sy pikir mah konsistensi dr yahama….klo ga ada kjadian mleduk atw skandal pasti adem meski tu motor ga hebat top speed…suzuki mnang konsisten aja,ibarat ny manager ny hebat tau harus gmna…wak yamaha klo sy dengerin kok mirip honda atw ducati ya suara knalpot ny…klo suzuki beda sndiri,jngn 2 pake bigbeng mngkin ya

    Guest
  46. Rekap Juara seri 2020 sampai Valencia 1 :
    Yamaha = 6
    Suzuki = 2
    Ducati = 2
    KTM = 2
    Honda = X
    Aprilia = X

    Dibalik motor yang bagus ada “man” dengan skillnya.
    Ducati dan Yamaha paling semangat membunuh Honda-nya Marq. Karena beban itulah yang tidak ada di Suzuki menjadikan mereka pelan pelan aja tapi pasti. Begitu pun dengan KTM yang awalnya tidak dianggap bisa bersaing tahun ini.
    Arah Yamaha harus diluruskan oleh manajeman pusat, karena semua problem sudah ketahuan, tinggal eksekusi untuk tahun depan.
    2020 Mir akan Jurdun dan itu sangat pas.

    Guest
  47. udh paling bener, kasih motor seliar mungkin cari rider “pemerkosa” motor

    gw rasa inline belum tamat, tapi coba kembali ke jaman2 eksperimental seperti dulu

    Guest
  48. Tahun ini ada engineer magneti marelli dari Ducati yg gabung.
    Harusnya sih bisa pecahkan kendala electronik tahun lalu yg emang lumayan krusial.
    Ternyata, pendekatan ke M1 emang super beda kayaknya.
    Motor unik banget ya.
    Gatau kalo di MotoGP beda ya,tapi di superbike dulu Ben spies bilang YZF R1 tu gila banget.
    Km bisa ambil racing line manapun sambil gantung RPM dan motor ini masih di track.
    Sayang di MotoGP karakter Ban beda banget ama di superbike dan jangan harap pengembangan motor produksi masal yg netral berlaku di MotoGP.
    They built a bike only for ace rider

    Guest
  49. Atau bs pakai pendekatan ala Suzuki. Bkin chassis yg bs sinkron sama ban dulu. baru naikin power perlahan. Tapi kayaknya power CP4 Suzuki dan Yamaha 11-12 sama Suzuki, tapi yang bkin beda chasis Suzuki kayaknya g bkin stress ban berlebih jd bs d ajak fight d akhir2 lap

    Guest
    • di jalur lurus sujuki bsa bersaing sma v4 bro..
      berati sujuki pnya simpenan tenaga yg bisa dikulik dri mesinnya, cma mreka tahan krna filosofi ‘balance’ ntu..
      klo mreka blm nemu sasis yg mumpuni buat handle power, maka tenaga mesin di tahan.. ktimbng dilurus joss pas ditikungan main prosotan

      Guest
      • kayaknya bs bersaingnya ketika setengah atau 3/4 balapan. ketika semua ban sdh mulai turun performanya. jadi ya itu td kuncinya, bkin chassis yg bkin awet ban

        Guest
  50. sudah dibilang sma rosi sejak 2017.. coz rosi udah kek ‘penunggu’ kubu yahaha.. dya bilang klo ada masalah di motor yg blm kelar sejak saat itu

    Guest
  51. Warning banget buat Yamaha. kalau dalam 2 tahun (2021-2022) performanya tidak jelas, sponsor2 juga bs ragu thadap Yamaha. ujung2nya Yamaha balapan tanpa sponsor besar. dtambah lagi Rossi kan sdh g d factory team

    Guest
  52. mungkin di yahaha kebnyakan cmpurtangan enginer yg ngedesain mesin, jd ga fokus gtu..
    liat sujuki pas gp500 thn 70, cma modal 4 enginer, 2mesin, 2sasis..
    alhasil lebih fokus bsa jurdun konstruktor 7x berturut2

    Guest
  53. Jujur saya kasian sama qwandar, Y bermasalah dan curang, dia yang repot habis habisan seorang diri ngebully pabrikan lain khususnya H. Sakit hatinya luar biasa.

    Saya malah respek sama perjuanganya membela Y😁

    Guest
  54. kalo soal mesin blue rocket sepertinya ken kawauchi yang paling bertanggung jawab. dan arah pengembangan GSX-RR terarah ada timeline-nya, step by step menyeluruh di segala aspek. ken kawauchi juga bilang “Always we say that the most important thing is the balance of the bike,” says Kawauchi. “If we only increase horsepower it’s not ideal and if we only improve turning it’s not ideal. The most important thing is that we extended the bike’s ability in all areas from 2019 to 2020.”

    Guest
  55. Di Box Suzuki Ecstar saat ini paling tidak ada Sosok
    Spanyol Italia yang walaupun Bukan engineer namun, mengikuti sejak awal dan Mengerti banget Karakter Mesin CP4 ini sehingga Mungkin Ia sangat tahu pendekatan apa yang harus dilakukan ke mesin CP4 ” Blue Rocket ” yang terbukti Punya Potensi Bagus Jika Arah pengembangannya Benar . . . Di adalah Davide Brivio

    Gw pernah disuruh belajar tentang managemen tim sm komentator disini karna gw komen bahwa Brivio berpengalaman tentang mesin CP M1 dan dibawa pengetahuannya tsb ke suzuki

    sampai gw dikasih timeline perjalanan awal brivio dari yamaha ke suzuki dibanding dengan masuknya suzuki lagi

    gw lupa komentator tsb

    Guest
    • poin nya komentator tsb menyangkal Brivio ikut andil atau tahu tentang CP M1 sbg manager team suzi karena bukan enjiner…… dan dijelaskan tugas2 manajer tim

      hahahaha….. semoga dibaca beliau

      Guest
  56. Saya bantu proofread yah om.

    “Motornya benar-benar berbeda dengan tahun lalu dan saya tidak pernah merasa motor ini milik saya. Bahkan, ketika kami melalui balapan hebat, saya tidak pernah merasa motor 2020 sebagus versi tahun lalu. Itulah perasaan saya, ada yang kurang jadi kami tidak nyaman menaikinya “ pungkas Fabio Quartararo.

    “( Awalnya) kami memiliki banyak harapan untuk M1 2020, namun kenyataannya kami tidak membuat langkah besar. M1 2020 tidak terlalu berbeda dan ini bukanlah langkah maju yang jelas. Selain itu, jika Anda melihat performa Morbidelli, dia mengalami musim yang fantastis dan memenangkan dua balapan dengan motor tua. “ ucap Valentino Rossi.

    Diksi yang digunakan keduanya
    Fabio yang sejatinya baru merasakan dua versi M1 mengatakan ada banyak perbedaaan antara M1 versi tahun ini dengan tahun sebelumnya. Sementara Rossi, yang bisa dikatakan mengenal hampir semua versi dari M1 menyatakan bahwa tidak ada kemajuan dari M1 versi tahun ini dibandingkan sebelumnya, alias sama sama memiliki masalah.

    Valentino Rossi mengatakan masalah dari Yamaha M1 ada di traksi ( grip) ban, walaupun pada dasarnya Michelin tahun ini dibuat dengan update pengembangan yang lebih ‘ menguntungkan ‘ mesin inline 4 ketimbang mesin V4 dengan menggunakan kompon karet yang lebih lunak di bagian side wall dari ban ketimbang versi tahun lalu. Valentino Rossi mengatakan masalah M1 tetaplah pada grip walaupun memang harus dilihat lebih dalam ke akar permasalahannya , apakah itu crank inertia, setup sasis, suspensi, atau swingarm. Namun, hal tersebut tentunya tidak dapat direalisaksikan karena kondisi mesin yang tersegel
    Jadi, sebenarnya akar masalah dari internal Yamaha khususnya departemen pengembangan mesin inline CP4 ini ada di mana?

    Masih ingat artikel akar masalah Yamaha M1 double header Jerez ? TMCblog rasa, akar permasalahan masih tidak jauh dari apa yang dituliskan sebelumnya. Yap, diawali dari permintaan Masao Furusawa kepada seorang engineer muda kala itu, yang bernama Kouichi Tsuji, Furusawa memintanya untuk mendesain sebuah mesin baru untuk balap MotoGP. Kala itu, Tsuji turut mengajukan desain mesin 4 silider Crossplane Crankshaft. Di awal pembuatannya, mesin tersebut menggunakan 5 klep persilinder, namun seiring perjalanannya disederhanakan menjadi 4 klep saja persilinder. Hingga hari ini, desain terakhir tersebut lah yang digunakan oleh Yamaha hingga musim GP 2020 ini dan 2021 nantinya. Satu hal yang harus kita ketahui, karakter mesin 4 silinder segaris maupun Crossplane Crankshaft adalah belum pernah menghasilkan tenaga dengan angka yang besar. Akan menjadi mimpi di siang bolong bila mengharapkan mesin CP4 memiliki top speed yang menyamai mesin V4 Desmodromic-nya Ducati.

    Hal ini turut diperkuat dengan performa dari pabrikan Suzuki yang juga menggunakan mesin CP4. Performa dan akselerasi The Blue Rocket-nya Suzuki, GSX-RR, pun tidak sebesar motor Ducati. Karakter Yamaha M1, semenjak awal kedatangan Valentino Rossi, bukan di area itu. Sangat jarang sekali kita melihat motor Yamaha M1 memecahkan rekor Top Speed, baik ketika latihan, kualifikasi maupun balapan. Kekuatan Yamaha M1 berada di karakternya yang seimbang, dengan sasis netral dan Delivery Power yang yang smooth, yang menjadikan motor ini cepat di tikungan.

    Mesin CP4 ini memiliki karakter akselerasi yang baik. Di Mugello, Yamaha M1 selalu lebih lambat 10 km/jam di long straight, namun mereka bisa lebih cepat dari motor motor lain di titik short straight yang membuatnya lebih cepat dari motor lain. Pada saat itu, Tsuji-San ada di box Yamaha selama hampir 15 tahun.

    Secara umum, logis apabila motor kencang bermasalah dengan reliabilitasnya. Namun, hal yang aneh justru menimpa Yamaha di akhir musim 2020 ini. Dengan karakteristik tenaga mesin menengah, permasalahan mesin yang mereka alami cukup banyak dan bertubi tubi. Buktinya, permasalahan overheat di Jerez hingga yang paling anyar ketika M1 membuat Valentino Rossi tersenyum karena mendadak mati ketika balapan sedang berlangsung dikarenakan permasalahan elektronik ketika race Valencia 1. Brand Jepang atau brand Itali, kok bermasalah di elektronik?

    IMHO, saat ini sangat krusial untuk Yamaha. Mereka membutuhkan orang yang mengerti karakter dan soul dari mesin CP di box. Tsuji-san memang bukan ”bapak Crossplane Crankshaft”, namun secara umum dia adalah salah satu yang tersisa dari insinyur pendesain mesin tersebut dan yang mengawal M1 CP4 saat Furusawa-san tidak lagi di box. Tanpa mengecilkan peranan sosok talenta muda, seperti Takahiro Sumi, setelah 2016 tidak ada orang yang benar benar mengerti secara mendalam karakter dari mesin CP4 ini. Bahkan, jika sobat sekalian ngeh, di box Suzuki Ecstar saat ini setidaknya ada sosok Italia, yang walaupun bukan engineer, namun mengikuti sejak awal dan mengerti banget karakter mesin CP4 ini. Hingga ia sangat tahu bahwa performa mesin CP4 ini memiliki potensi yang bagus jika arah pengembangannya benar. Sosok itu adalah Davide Brivio

    So, menurut TMCblog, ada baiknya Yamaha melihat secara menyeluruh penyebab dari segala permasalahan di tahun 2020 ini dan berusaha untuk mengembalikan karakter murni mesin CP4 versi Iwata.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.