TMCBLOG.com – Yamaha Indonesia mengajak para jurnalis media dan TMCblog untuk menjajal All New Aerox 155 Y-Connect yang baru saja di luncurkan awal bulan ini. Pada event media experience yang dilaksanakan kemarin, hari Selasa tanggal 10 November 2020, para awak media tidak hanya sekedar turing namun juga diberikan 2 tantangan bersama New Aerox 155. Tantangan pertama adalah Eco Riding Competition yakni media tester mencoba seberapa irit konsumsi bahan bakar New Aerox dan juga Time Trial yang di adakan di sirkuit Sentul Karting di Bogor.

Eco Riding Competition New Aerox 155

Untuk tantangan pertama ini, kami mencoba untuk mengendarai New Aerox 155 dan mendapatkan konsumsi bahan bakar yang rendah. Bertolak dari titik start di Yamaha DDS Jakarta di Cempaka Putih, Jakarta Pusat menuju Sentul Karting di Bogor, Jawa Barat memang cukup tricky nih sob. Mengingat kami semua start pada jam 9 pagi dimana kondisi jalanan Jakarta sedang ‘lucu-lucunya’ alias padat dan ramai. Saya (Nugi) mendapatkan unit New Aerox 155 standar (tanpa rem ABS, sokbreker tanpa sub-tank) warna Grey metallic. Sebelum perjalanan dimulai, semua harus pairing aplikasi Yamaha Y-Connect ke unit motor masing-masing. Nah dari sinilah aplikasi Y-Connect merekam perjalanan kami tersebut, seberapa halus bukaan gas dan juga seberapa besar konsumsi bahan bakar dihitung oleh aplikasi tersebut.

Pada awalnya saya pribadi gak terlalu niat bawa Aerox ini seirit mungkin. Alasan pertama, tangan kanan punya latar belakang buruk kalau urusan eco riding. Lalu alasan keduanya, saya merasa ini kesempatan bagus untuk menguji secara real fuel consumption New Aerox. Kondisi jalan yang padat, ketemu banyak titik macet dan cuaca yang sudah mulai panas saya pikir sangat mewakili kondisi berkendara yang sering di temui teman-teman pembaca sekalian. Lagipula kalau riding motor terlalu pelan malah bawaannya sering mengantuk nih sob.

Sejak perjalanan dimulai, ketemu beberapa titik macet di beberapa pasar dan lampu merah, akhirnya media peserta tiba juga di Sentul Karting satu persatu. Gak disangka banget hasil konsumsi bahan bakar yang TMCBlog raih pada layar MID Aerox sebesar 52,4 Km/liter dibawa berkendara dari Jakarta ke Sentul dengan jarak tempuh sekitar 52 Km. Kaget sih, secara gak sangka Aerox bisa seirit itu di tangan Saya. Mungkin kalau Mas Taufik yang ngetest sih wajar dapet angka segitu. Tetapi sedikit berbeda angka yang ditunjukkan pada aplikasi Y-Connect dimana tertera 52,3 Km/Liter dan saya pun meraih point 1088 (confirmed dari team Yamaha Indonesia).

Atas hasil tersebut, TMCBlog menduduki posisi ke-3 (dapat 16 poin klasemen) dalam tantangan Eco Riding bersama new Aerox 155 ini. Juaranya yakni tim OtoRider.com yang jokinya adalah jurnalis senior mas Manut Girindra yang berhasil mencatatkan 1107 point dengan hasil konsumsi BBm 53,2 Km/liter, lalu di urutan kedua ada tim Otospirit.com bersama jokinya Denny Sadewa.

Time Trial New Aerox 155

Giliran sesi Time Trial nih. Diadakan di dalam sirkuit Sentul Karting, peserta dilepas 3 orang sekaligus dan masih memakai unit motor yang sama dengan motor yang kami bawa riding dari Yamaha DDS Jakarta. Kondisi motor yang benar-benar standar membuat kami harus mengerti batasannya saat digeber di dalam track, sebelum masuk ke lintasan kami semua diberi sedikit arahan dari Galang Hendra Pratama. Semacam coaching clinic singkat gitu deh sob.

Yang namanya Time Trial pasti mencari time terbaik dari masing-masing peserta. Setiap media peserta diberikan 5 putaran termasuk 1 putaran warming-up, jadi total ada 4 putaran yang catatan waktunya dihitung secara total untuk penjurian kompetisi tersebut. Tekanan angin ban sedikit dikurangi, masuk ke track, panasin ban sedikit lalu langsung geber deh. New Aerox 155 punya bobot yang berbeda dari model pendahulunya, model terbaru ini lebih berat sekitar 6 Kg [Aerox lama versi standar 116 kg, sedangkan New Aerox Connected 122 kg / versi ABS 125 kg]. Tetapi perbedaan bobot ini dikompensasi oleh perubahan pada mesin generasi baru yang lebih powerful, memang mirip dengan New NMax tetapi New Aerox 155 punya lebih agresif di putaran bawah. Walhasil tidak terasa berat dan stang masih enteng untuk ditekuk. Mesinnya yang bertenaga juga cukup halus urusan getaran, tiap tikungan gantung gas jaga Rpm lalu siap-siap buka gas saat keluar tikungan, New Aerox ini makin nikmat ketika VVA sudah bekerja (profil kem kedua dengan lobe camshaft yang lebih gemuk).

TMCBlog merasakan handling yang baik untuk ukuran matik bongsor seperti Aerox ini. Suspensi depan dan belakang khas motor keluaran Yamaha pada umumnya yang stiff. Ketika dikendarai di jalan raya memang rasanya sedikit agak keras, ternyata handlingnya top banget untuk menopang bobot 122-125 Kg dan tetap bisa dibawa berkendara dengan lincah. New Aerox ini seakan cocok dengan sirkuit Sentul Karting yang berkarakter flowing ini, lincah dibawa meliuk-liuk kencang. Satu hal yang mungkin terasa inferior ketimbang saudara matik max series Yamaha lainnya yakni bagian pengereman. Kemarin saya coba rem depan New Aerox memang cukup pakem, beda halnya dengan rem belakang yang kurang mengigit. Entah karena unit masih sangat baru atau memang kondisi/feeling seperti itu akan terjadi untuk seterusnya.

Okay, 4 laps usdah dilewati dan hasil Time Trial diumumkan. Lagi-lagi gak berharap jadi pemenang, karena urusan kecepatan di track selalu dipegang rekan-rekan dari Otomotif dan GridOto. Eh, kok sesi Time Trial ini nama tim TMCBlog keluar di posisi 3 dengan total laptime 5:13.72 detik untuk 4 laps Sentul Karting. Dan benar saja prediksi di awal, masih lebih lambat dari Fariz Ibrahim dari tim Otomotifnet dan juga Harry Kriwil dari tim GridOto. Karena berada di posisi 3 Time Trial, lagi-lagi peroleh 16 poin klasemen. ‘Konsisten kok podium 3’ dalem hati ngebatin.

Untuk overall impresi kami terhadap New Aerox 155 Connected dalam acara Media Experience kemarin adalah puas dalam hal performa mesin dan juga handling, supremasi handling yang baik dari motor-motor khas produksi Yamaha masih ada pada New Aerox 155 Connected ini. Kemudian kami pun cukup surprise ternyata Aerox bisa irit bahan bakar, sebuah fakta yang bisa dikatakan menepis anggapan bahwa “Aerox itu boros banget”. -Nugi-

 

80 COMMENTS

  1. lebih irit dari vari* 125 saya om, yg rata2 sekitar 49 km/L itupun kondisi jalan normal dan putaran gas mode standar ( harus nahan biar ga nakal haha )

    Guest
    • kalau dilihat video nya kurang lebih ilustrasinya sama seperti yg ditest tmcblog dkk diatas

      bejek gas standar justru yg ditest tmcblog dkk jalan macet dan padat

      Guest
  2. Mantap juga bang nug, bisa meraih konsumsi bbm segitu. IIRC dengan tangan kanan sy yang ‘becek’ dan gak pernah disekolahin, aerox lama paling irit cuma bisa dapat 46km/l.

    Oh ya, ada revisi kah di shock/ban standar new aerox, kok bisa dibilang “enak dibawa nikung”? Aerox lawas dengan shock standar non-tabung (tipe S shocknya jg standar) malah kerasa limbung banget kalau dibawa selap-selip agak ekstrim menurut saya

    Guest
    • Oh ya, selama gak masuk rentang profil kem kedua (ketika vva aktif di 6000an rpm) aerox bisa banget dibawa irit. Lewat itu ya siap-siap nangis, tapi masih kebayar sih dengan powernya yang cukup enak.

      Guest
      • kalo di old nmax masih bisa berkira2 dengan adanya bar eco meter di cluster kanan spedonya. jadi masih bisa dikira2 berapa bukaan gas yg harus diputar. Dan benar, mesin 155 vva bisa irit di range kecepatan 60-70 (sebelum suara “klik” vva bekerja).

        Guest
  3. Kualitas pengereman tromolnya masih belum diperbaiki sejak gen pertama, wajib pasang RDB aftermarket sih ini kalo punya Aerox

    Guest
  4. Itu mah on spedomter. ada rekayasa di system yamaha.

    gak logis motor 155cc, motor berat ban gambot bisa 52+km/l, yamaha lexi cc 125cc aja rata cm di 48km/l, vario 125 50km/l.
    sumber: detik oto, grid oto.
    masa iya motor cc 125 kalah irit sama cc 155, ban gambot motor berat.
    jangan bohongi public.

    Guest
  5. Irit kok,, saya biasa PP jarak total kurang lebih 120 kilo dg medan naik turun bukit,,, ngisi 30rb, nympe di rmh msh ada sisa tp kadang strip udah kedip2 minta di isi.
    Aerox old

    Guest
  6. Sumpah dah…tuh gambar yg paling atas..mirip bngt ma pakrio 125 gen pertama!! 😲😲😲 Ini sih…ekorrr…biawak…

    Guest
  7. Event nya Eco competion tp di jalanan gak Eco Riding mantab betul masih bisa dapat di atas 50 km / liter udah terlihat video lainya gak pelan pelan amat apalagi jalanan padat macet macetan ria…apalagi kalau beneran di test jalan dibatasi 30- 40 km/jam

    Yamaha Biasanya Hasil Realnya lebih irit dr pada yg ditunjukan Spedometer

    Motor Yamaha irit irit bbm..mantab joss

    Guest
  8. kadang heran liat takeran orang2 bisa pada diatas 1:40 apalagi tembus 1:50an
    juara tangannya deh

    ane seumur2 cuma bisa 1:38 an motor apapun itu. mau dicoba berbagai macam gaya, pelan, bejek, tetep aja seirit2nya itu 1:38.

    rata2 1:30 lah tapi durasi vs jarak tempuh nya 1 jam cuma bisa 10km an wkwkwkwkwk
    jadi bisa dibilang 1 liter itu 3 jam durasi berkendara

    kalo yang 1:52 = benar2 1 jam jadi iritan mana ya
    kemacetan nya juara

    Guest
    • harus bisa ngerasaain beban mesin pak, kalau di mobil ada sensor Engine Load (MAP). makin kecil beban mesin otomatis BSFC (brake specific fuel consumption) lebih rendah

      Guest
  9. Pernah aerox lama 1:48 tp vva nya cuma nyala beberapa kali.
    Suspensi stiff, bilang aja keras wkwkwk
    Sok depannya ambles begitu kena polisi tidur kadang jeduk.
    Btw soket horor 12 nya udah dibenerin yak wak ?
    Musuh besar aerox selain horor 12, baut baut pulleynya yg lemah gampang rusak. Apalagi pulley depan πŸ˜‚kekencengan dol, kurang kenceng cvt buyar πŸ˜‚

    Guest
    • Asal jangka 2,3bulan ga abis si gamasalah om, toh sudah wktunya ganti, BTW selama saya pakai vario ko ga ada gejala boros oli ya

      Guest
      • yang bikin oli boros cuma 1, gara2 ganti oli baut buangannya slek dratnya pas ngencengin. dijamin sebagus apapun motor pasti bocor

        Guest
  10. aerox lama dah pernah punya 2x, konsumsi bbm dalam kota pake pertalite rata2 1/38 – 1/40, nmax sedikit lebih irit, mesin 155 VVA paling irit malah Vixion R, bisa 1/44 pertalite utk pemakaian dalam kota

    Guest
  11. Wah kok irit yaa harus coba sendiri ane irit cuman bawa supra sama beat bawa cb old boros oya mio m3 juga irit hampir2 mirip beat

    Guest
  12. Mas. Sekedar saran. Jgn percaya dg hsl pengukuran average fuel di motor yamaha. Karena simpangannya jauh. Lexi saya saya ukur 1 liter bensin cm 35-37 km real. Di speedometer tertera 51,4km average/liter. Mending pakai metode lama wak haji. Kosongin, isi 1 liter trs buat jalan smp hbs.. thanks.

    Guest
  13. bakal ada versi “how far you can go with 1 liter petrol” kayak biasanya kah wak atau hanya ini saja ? soalnya lebih percaya metodenya wak haji yang biasanya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.