TMCBLOG.com – Setelah semua sesi Latihan bebas dari tiga kelas Grand Prix Selesai pada hari Jumat kemarin, Kelas Kadet Red bull MotoGP Rookies Cup dimulai dimana salah satunya hadir pembalap Indonesia Mario Suryo Aji yang diakhir pekan lalu sempat Menorehkan hal yang membanggakan setelah finish Podium 2 di race pertama Valencia 1 . .

Seperti Biasa Setiap Sesi RBRC adaah hal yang sangat ketat Holgado yang berusia 15 tahun memuncaki Timesheet dan ketika rekan senegaranya, Acosta yang berusia 16 tahun, berusaha untuk mengejar laptime ini, ia mengalami Crash dan Langsung Tersingkir tersingkir di sesi tersebut walapupun pada Hot-lap pertamanya sebelum cukup untuk mengamankan Acosta di posisi ke-2 di grid. Sementara itu pemenang Sabtu pekan lalu, David Salvador yang berusia 16 tahun, melengkapi barisan depan Spanyol.

Posisi Di Time sheet Buat Mario Suryo Aji sendiri ketika tmcblog pantengin sambil melakukan Debrief pembalap motoGP Via Zoom, Posisinya naik dan turun antara 6,7 dan 8 pada sesi Kualifikasi ini, namun di akhir akhir sesi ia berhasil push lebih dan mengakhiri Sesi Kualifikasi di Posisi Grid 5 dengan Catatan waktu hanya lebih lambat 0,601 detik dari Holgado dan tentunya Jadi pembalap Non-Spanyol tercepat di RBRC Valencia 2 ini . . He Is in Another Level !

Mario Aji : “Saya cukup senang karena di awal sesi saya tidak mendapatkan ( catatan )waktu yang baik,” jelas pembalap Indonesia yang berusia 16 tahun ini. “Saya menjadi lebih cepat tetapi ada banyak pembalap di luar sana yang tidak melaju kencang dan saya pikir suhu ban mulai turun tapi saya berhasil. Kami mencoba beberapa pengaturan berbeda hari ini, saya belum yakin itu sempurna tetapi saya akan mencoba dan naik podium besok.”

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

64 COMMENTS

  1. emg beda mentality yg udah ditempa di luar negeri dibandingkan yg di dalam negeri, mudah2an Mario Aji ttp konsisten,

    Guest
  2. Penasaran siapa yg bakal isi slot honda team asia tahun depan apakah mario atau gilang..

    Jika andi gilang tidak dapat team untuk tahun depan sangat di sayangkan karna makin hari makin nyetel dan mulai kompetitif walau hanya fight di 20 besar.
    Mengigat jika harus memulai dari awal lagi pasti bakal sulit untuk adaptasi di kelas moto2..

    Jika harus memilih lebih baik mario tetap di cev/rbrc daripada harus mengorbankan andi gilang yg sudah mulai kompetitif walau belum di zona poin.

    Dimek mau hujan atau kering hasilnya sama saja tahun lalu pelan sedangkan rata2 pembalap asean terkenal dengan pawang hujan

    Guest
  3. Seharusnya jika jeli yamaha indonesia sudah membawa aldi satya ke ap250 dan tahun depan ke wss300 tapi lagi lagi dan lagi demi marketing aldi di suruh naik bebek padahal menurut saya aldi ini talenta terbaik yg di miliki yamaha indo bahkan skill galang kalah jauh dengan aldi

    Guest
    • ATC aja udah masuk list pebalap, tetiba ghoib gak hadir di starting grid…

      suseh dah pabrikan BAPER, HELPER, WAFER

      Guest
    • Pas pertama tim road race trijaya pindah dari yamama ke hodna dan didalamnya ada aldi. Aldi udah masuk radar AHRT buat dinaikin, tp baru 1th naik hodna. Entah karena keluarganya punya kontrak sama yamama atau gimana, aldi dipaksa pindah sama orang tuanya ke tim yamama ditahun berikutnya. Dan yak jadi kaya sekarang ini dah.

      Guest
  4. Joan mir juara rbrc , Mario jangan pindah ke moto3 dulu deh kalo blm bisa contender disini, tp dah bagus bgt lo bisa top 5 ditahun ke 2 ya? Tp wallahualam kalo ke moto3 langsung jg lebih baik

    Guest
  5. Ngakak lihat Mario rambutnya di cat begitu, kayak anak SD-SMP yang ngecat rambut karena libur sekolah semenjak covid19😂
    Mukanya remaja banget sih, jadi aneh lihatnya.

    Guest
  6. Semoga Mario tahun depan masih stay di RBRC dan CEV
    Biar setidaknya merasakan fighting buat championship, atau minimal 3 besar championship.

    Guest
  7. Sayang Billy masih cedera kayaknya. Padahal jagoan saya selain Mario ya Billy. Mereka rider non eropa paling cemerlang.

    Guest
  8. Harus dirawat dan full support buat pembalap ini. Skill, determinasi dan semangatnya luar biasa. Lebih cocok wakilin indonesia di moto2 👍

    Guest
  9. Nanya wak apa semua pembalap itu harus pandai berbahasa inggris?? Klu ada rider berprestasi bagus tp kgk bisa bahasa inggris bgaimana itu wak? 🙏

    Guest
    • Bukan harus tapi wajib sob. Soalnya kalo udh masuk event internasional komunikasi itu penting, dan bahasa yg digunakan ya english. Kalo ada rider prestasi bagus tapi english nya gak fluent , paling di ikutin kursus sama timnya atau sama akademi yg menaunginya. Ianone, Simoncelli, bastianini dulu termasuk rider yg english nya ancur.

      Guest
    • Komunikasi dgn mekaniknya akan kesusahan,kayak “bagian depan lendutan suspensinya kurang keras nih,buat belok limbung”, kecuali kalo mekanik dan kru-nya dr negara yg sama sih gak masalah,tapi kan gak akan selamanya dapat pekerja yg dr negara yg sama,motornya aja mayoritas dr pabrikan Jepang dan pasti ada teknisi Jepang yg minta feedback dr pembalap,lha kalo gak tau bahasa inggris komunikasi pake bahasa qalbu?

      Guest
  10. Dik Mario aji, kalah menang sampean tetep takdukung.
    Kerja keras, semangat, tawakal, dan sikap tawadhu mu itu mestinya jadi contoh buat adik-adikmu kelak.
    Selain ikut bangga dg Mario aji, sy jg salut sm orgtuanya, bs mendidik seorang anak ut bekerja keras, meraih prestasi namun tetap rendah hati.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.