TMCBLOG.com – Motor apa yang akan dipakai Oleh Franco Morbidelli Di Musim MotoGP 2021 adalah salah satu yang sempat jadi bahan Pertanyaan saat Yamaha Petronas SRT mengumumkan Bahwa Pembalap Italia berdarah Brazil ini akan menjadi tandem Valentino Rossi di Musim 2021. Saat itu Lin Jarvis mengatakan bahwa Rencananya memang Franco akan tetap menggunakan Motor Model tersebut dengan alasan Logistik. Semalam Franco Kembali mengkonfirmasi kepada Jurnalis bahwa secara umum rencana tersebut Belum berubah Yakni Ia akan pakai Mesin Yamaha M1 spec A . . Yakni Yamaha M1 evolusi terakhir Musim 2019 ( Valencia 2019 )  . .

Patut di garis bawahi dulu, yang dimaksud dengan Memakai mesin 2019 bukan artinya mesin bekas. Melainkan Mesin baru yang baru dibuat dan dirakit namun desain modelnya adalah Model Mesin 2019. Secara umum berita ini dapat ditanggapi dalam dua ekspresi  . . . berita Baik atau berita Buruk  . .

Berita Buruk Yang bisa di cerna adalah secara umum Frankie kembali tidak akan bisa memberikan andil dan berpartisipasi 100% dalam Proses Riset ebrjalan ‘Motor 2021’ karena Motornya beda sendiri bila dibandingkan dengan Motor Valentino Rossi, Quartararo dan Vinales. Makin banyak pembalap yang menggunakan Motor dengan Current Spec akan meng-akselerasi Riset dan memperbanyak data Karena ini bagaikan Laboratorium berjalan.

Frankie Nggak bisa sembarangan ‘nyontek’ setup Team Matenya dan Sebaliknya . . . Dan hal ini terjadi Di tahun ini . . Dimana Ketika Fabio Quartararo Stuggle sementara Morbidelli Fine Fine saja, Pembalap Asal Perancis tidak bisa serta merta menggunakan setup Morbidelli ke Motornya . . Mo’ Pake setup Vinales dan Rossi . . sama sama struggle . . jadi deh sempat Hopeless.

Berita baiknya adalah. Jika dilihat dari jalannya MotoGP 2020 sampai seri ke 13 ini. Yamaha M1 2019 terlihat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan perubahan baik misalnya perubahan karakter sirkuit, Karakter grip sirkuit atau yang paling ekstrim seperti hadirnya Perubahan Cuaca dibandingkan Yamaha M1 2020. Sinyal Paling Mudah adalah, Saat berada di Yamaha M1 2019, ganti ban baru saja Pembalap seperti Morbidelli dan Quartararo bisa langsung memberikkan perubahan yang sangat signifikan dalam hal laptime . . tapi di Yamaha M1 2020 itu beda.

Fabio Quartararo sendiri dengan yamaha M1 2020 mengaku bahwa di Valencia 2 ia melakukan perubahaan yang sangat ekstrim di setup Motornya. Patut dicatat dipastikan yang dimaksud Fabio dengan perubahan ekstrik Bukanlah perubahan Di jeroan mesin terlebih lagi perubahan klep misalnya . . Perubahan ekstrim bisa dilakukan dengan cara merubah porsi distribusi Bobot, Merubah posisi Mounting mesin, suspensi , letak Pivot dari swing arm . . yang pasti diperbolehkan Oleh regulasi dan Nggak Butuh izin atau bahkan sampai ngumbar Blue Print segala Ke MSMA . .

Saking ekstrimnya perubahan yang dilakukan oleh Quartararo ia sampai berkata bahwa Apa yang telah ia dan team yang dipimpin Oleh crew Chief Diego Gubellini di Valencia 2 Itu Lebih besar dibandingkan apa yang secara akumulatif ia ubah sepanjang Jerez 1 sampai Valencia 1 . . edan Nggak Tuh ?   “Kami membuat perubahan besar karena menurut kami itu akan berhasil. Tetapi setiap kali kami memiliki masalah yang sama, Setiap kali saya push dan mencoba beradaptasi dengan motor, ( yang dirasa )sama aja.

“Biasanya saat kami seperti ini, kami dapat memasang ban baru dan semuanya baik-baik saja karena Anda dapat menemukan cengkeraman belakang lagi. Tapi akhir pekan ini kita semua (pebalap Yamaha), selain Franco (Morbidelli) dengan motor (spek 2019) yang berbeda, mengalami hal ini

“Biasanya kualifikasi adalah poin terkuat saya – saya bisa memasang ban baru dan mengeksporasi sampai Limit, tapi hari ini kita hanya (Bisa eksplore  sampai) 0,7 dari batas. Masalahnya adalah saya terlalu dekat dengan batas, dan saya tidak bisa mengalir. Saya kaku di atas sepeda, dan itu berarti saya sudah di batas. “

Semalam tmcblog sempat mendiskusikan secara singkat mengenai apa yang jadi perkiraan masalaah yamaha di Valencia 2 dan Juga Masalah Up and down di sepanjang 13 seri MotoGP 2020 di siaran Kualifikasi bersama Angie. Perkiraan Kami adalah Dikarenakan memang perubahan yang dilakukan Yamaha di 2020 ini sudah sedemikian signifikan untuk menggapai beberapa hal yang kalah di Musim musim sebelumnya seperti Top-end Power ( Baca Top Speed, akselerasi ). Dan Perkiraan kami adalah Resep baru yang diberikan kepada Yamaha M1 2020 ini sedikit banyak mengganggu Keseimbangan dari strong Point Natural Yamaha M1 terdahulu.

Fabio Sendiri mengatakan bahwa masalah dia di Valencia ada di Trail Braking dan Corner Speed. lahhh ini kan kekuatan Yamaha dan kekuatan mesin Inline CP4 semenjak jaman awal M1 dibuat Untuk Valentino Rossi jauh ke tahun 2004? Kalau Strong Point ini fading, tentu sulit Kiranya Untuk bisa menunjukan Kekuatan kepada Lawan.

Suzuki Bisa jadi cermin, bertapa mereka tidak tergiur untuk serta mereta melakukan perubahan radikal yang mengarah ke Top end Power. Mereka Pernah terjebak di 2017 dengan membuat Enteng Crank-mass dan kemudian mengambil pelajaran dari tahun tersebut. Secara umum GSX-RR 2020 bukan lah Motor Khusus Kualifikasi, mereka bukan Motor Time Attack, namun soal race Pace, GSX-RR bisa diandalkan. Tmcblog masih belum tahu apakah dengan perubahan Non engine di 2021 masalah balancing antara top end Power dengan karakter alami CP4 ini bisa diperbaiki dan dikembalikan ke habitatnya dengan basis Mesin 2020 yang sudah ada . . namun secara umum sampai saat ini Mesin 2019 sepertinya masih lebih baik dan lebih adaptif . . . silahkan share opinimu sob . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

119 COMMENTS

    • itulah kenapa Tech 3 dulu merasa Zona Nyaman dengan tanpa yg dibilang Lab berjalan

      sepertinya Petronas SRT ini akan zona nyaman juga…

      Guest
    • Klep aman ?
      Nah kalau kasus mogoknya motor morbidelli di jerez kemarin gara-gara apa tuh wak ?
      Kan selama ini yg diberitain klep rusak buat m1 2020 doang, klo yg morbidelli jerez kemarin kenapa ya..
      Sensor doang ? Atau klep juga ? Ato kepanasan doang ?

      Guest
    • Wak, kalau mesinnya mobidelli yg mati di jerez karena apa ya wak ? Klep juga atau cuma masalah kepanasan ?
      Soalnya kan selama ini infonya lebih banyak karena valve, itu juga yg dibahas cuma mesin 2020

      Guest
        • Mungkin masalahnya kurang pengalaman beradaptasi dengan motor dan dengan sirkuit menggunakan motor baru.
          Tekanan datang di musim kedua saat musim pertama begitu indah.
          Mungkin grogi bentar2 di push cetak 16 point keatas terus. Apalagi yamaha lama ga jurdun

          Guest
    • Ini hal biasa tentunya stok mesin lama masih banyak digudang, sama seperti dagangannya disini, stok 2019 belum kejual

      Guest
    • Wak, kalau mesinnya mobidelli yg mati di jerez karena apa ya wak ? Klep juga atau cuma masalah kepanasan ?
      Soalnya kan selama ini infonya lebih banyak karena valve, itu juga yg dibahas cuma mesin 2020

      *susah juga ya, ga tembus-tembus komennya

      Guest
  1. Bukan mesin bekas, mesin baru dirakit dg model lama.
    Kalau alasan logistik, sepertinya tdk jauh beda. Atau bahkan mungkin lebih “irit” jika semua mesin dibuat dengan model yg sama
    Entahlah

    Guest
    • yg bilang mesin bekas itu cuma Haters Y aja …apalagi ini ada pernyataan pembalap yg bilang perubahan edtrim ntar Haters pada bilang curang buka mesin😂

      kalau penggunaan meain dr segi team dan pembalap malah bagus kalau dirasa udah cocok dgn versi 2019 kenapa harus repot2 pakai 2020

      udah tepat…

      Guest
  2. Wak aji ngejelasin ampe detil banget proses setup motor ekstrim itu gimana. Alussss wak 😂.
    Tetep aja bebal wak susah 😝.

    Btw musim depan tim2 pabrikan ttp pake mesin 2020, jadi harusnya keadaannya sama aja kaya skrg dong.

    Guest
  3. Top – end power meningkat menghilangkan strong point CP Crankshaft…

    Jadi memang beda sekali karateristik sepeda motor dengan engine in line (Dengan CP Crankshaft sekalipun untuk mendapatkan kehalusan, juga mengejar kemampuan menggapai Top – end power seperti V engine ) dan V engine…

    Dan membuat V engine agar bisa dikendalikan dengan ridding style nya Alex Marquez Honda sedang melakukannya…

    Engine M1 MY2019 Top – end power lebih rendah dari engine M1 MY 2020…dan FB Quatarto melakukan banyak perubahan geometri untuk mengatasi Top End power…

    Jadi bila V engine bisa melakukan perbaikan dalam distribusi berat, kestabilan suspensi dalam menerima energi inertia pengeraman, memperlembut delivery Top End power dengan power train System yang lebih halus, saya rasa V engine lebih luas untuk dikembangkan…

    Over power engine bila tidak seperti tahun 2015 masih ada jalan untuk mengendalikannya..

    Guest
      • Suzuki bisa tetap mempertahankan keseimbangan antara top end power dengan geometri chassis, suspension, brake, dan system power train..

        Sehingga tidak kehilangan keunggulan alami I line engine 4 cylinder CP Crankshaft

        Guest
  4. Menurutku berita baik aja wak, kan M1 v19 & v20 semua terbukti bisa dibawa podium. Jadi tinggal gimana rider nya aja sih (yg kayanya kebanyakan drama)

    Guest
  5. Suzuki gsx saat ini memang terbaik, saat M1 ketemu balance nya bakal jadi lawan yg seimbang, kalau saja honda dgn alex nya klop bakal seru
    Udah paling baik lah morbidelli pilihannya

    Guest
  6. M1 2019 masih ada sentuhan Tsuji-san,kalo yg 2020 udah full bikinan Sumi Sumi pancen ayu….kembang deso asli Wonogiri

    Guest
  7. Nanya om : apakah bisa team factory yamaha pakai spec 2019 di season 2021. Saya rasa suzuki berkaca pada masalah ketika (CMIIW) krukas yg terlalu berat ketika versama ianone . Sehingga perubahan dari tahunke tahun suzuki gak mau perubahan extreme .

    Guest
      • Wak haji,apakah mungkin tahun depan semua pembalap Yamaha pakai engine 2019?Apakah itu diperbolehkan?Apakah ada kasus team pabrikan tapi paki mesin yg 1-2 tahu lebih tua?

        Guest
        • boleh kalau memang itu adalah strategi . . pada dasarnya dorna Nggak peduli itu mesin 2019, 2021 atau 2045 sekalipun . . yang penting mesin yang dihomologasikan

          Administrator
      • Permisi Wak haji,numpang tanya.Komen saya (di artikel opini managemen Yamaha factory & detail urutan valve gate) setelah berhasil dipost kok (setelah itu refresh page) tiba2 hilang ya?Apakah karena terlalu panjang?Apa karena HP saya yg butut (RAM 512 MB)?Kalau karena HPnya,saya mohon maklum.Atau karena hal lain?Mohon bantuannya ya Wak haji.Terima kasih

        Guest
  8. yamaha gak jelas yak……..kadang bagus kadang jeblok
    apa masalah ecu magneti marellinya masih belom kelar….??

    Guest
  9. Tahun depan kan masih harus menggunakan klep dari vendor lama yang sudah tutup pabrik tho…

    Lha vendor baru kan yang tidak terhomologasi kan dan produknya yang jebol…

    Semoga masih banyak sisa klep dari vendor lama,,, in saja 4 × 5 × 4 = 80 pcs dan ex juga 4 × 5 × 4 = 80

    Guest
    • Vendor klep yang dihomologasikan kan wes tutup..

      Lha njajal nganggo vendor klep yang belum dihomologasikan malah hebo klep..dan adalah tindakan salah..

      Ini menggunakan BRT atau TDR kan tidak dihomologasikan itu dua pabrikan sama YFR,, tambah salah iku

      Guest
  10. Bukankah engine 2020 batch ke dua menggunakan klep dari vendor klep ori…

    Lha koq saya binggung, M1 MY 2019 engine dengan M1 MY 2020 engine itu menggunakan vendor klep kw kah saat njepluk di Jerez…

    Dan batch ke dua engine 2020 dan 2019 kembali ke klep vendor klep ori…

    Mbuh lah

    Guest
  11. Tapi ide tepat sih, dimana posisi M1 2020 keliatan kurang bertaji daripada M1 2019 punya Morbidelli, terlebih ditambah engine freeze ditengah pandemi

    Semoga yang terbaik deh buat Frankie Valli ee

    Beggin’ Beggin’ UuuUuuu~ (eh malah nyanyi saya)

    Guest
  12. New engine with old design.

    Engine ini (2019) main komponen menggunakan vendor yang sudah dihomologasikan tahun 2019…

    Menurut berita ada pabrik main komponen yang sudah tutup (atau akan tutup)..

    Dan karena sudah tutup (atau akan tutup) ini mengakibatkan skandal “Valve Gate”…

    Bagaimana bisa melanjutkan memproduksi engine jika ada pabrik main komponen yang sudah tutup, sementara untuk meminta merubah pabrik main komponen harus ada izin dari MSMA

    Guest
    • Opini jahat yaaa

      Pabrikan main komponen yang dikabarkan tutup (akan tutup) itu sebenarnya hanyalah sebuah alasan agar bisa trial and error main komponen.

      Begitu gagal, engine kirim ke markas besar, dibedah dianalisa, kemudian engine batch selanjutnya menggunakan main komponen yang sudah teruji (dari pabrik main komponen yang dikabarkan tutup – akan tutup).

      Saat akhir seri karena kehabisan millage tiga engine, minta ijin menggunakan engine yang sudah dibedah di mabes dan mengganti main komponen yang gagal dengan main komponen dari pabrik main komponen yang dikabarkan tutup – akan tutup..

      Dan terbuka lah bahwa batch pertama Engine dan batch selanjutnya engine main komponen nya ada berbeda pabrik main komponen..

      Andai main komponen tidak gagal dan lebih baik hasilnya tidak akan ada kisah diatas, dan tidak ada juga kabar bahwa ada pabrik main komponen sudah tutup – akan tutup…

      Karena tahun depan @ 4 × 5 × 4 dan @4 × 5 × 4 main komponen harus ada …

      Guest
      • Sebenarnya sudah tutup belum vendor yang dikabarkan tutup…

        Atau tahun depan buka lagi karena sudah dapat investor baru..

        Atau semua ini berita Hoak dari YFR

        Guest
    • Nah loh, gimana tuh pake klep yg mana..
      Ga jadi tutup kali yak besok tahun depan 🙊

      Klo nakagami gimana wak ? Pake 2019 atau 2020 juga ?

      Guest
        • Kata sejarah RC 164 in line 4 cylinder four stroke dikalahkan dominasinya oleh Yamaha V engine twin two stroke RD56..
          Dan tahun 1963 sd 1965 Honda in line 4 cylinder ini babak belur…

          Tahun 1966, RC 166 in line 6 cylinder four stroke menggunakan air cooler dan engine oil cooler.. over bore piston, DOHC tanpa cam Chain, menggunakan Cam shaft train gear…

          Tahun 1967 dikeluarkan regulasi pembatasan jumlah cylinder, untuk membatasi pabrikan yang kuat finansial…

          3RC166 dibangun dari hasil keuntungan penjualan Honda Cup C50 tahun 1960 an yang booming.

          Kuat finansial juga alasan unified ECU…

          Karena internal combustion engine sebenarnya sudah tidak memungkinkan lagi ada revolusioner main component ..

          Tetapi Electronic Control Unit bisa sangat jauuh dikembangkan, sensor, actuator, hard ware processor, RAM, ROM dan soft ware bisa sangat sangat jauh berkembang bila memiliki finansial yang kuat..

          No

          Guest
  13. Mungkin buat pertimbangan pengembangan diseason selanjutnya dengan cara membandingkan my 2019 dengan my 2020 dan 21 diambil mana yg terbaik

    Guest
  14. Durability adalah masalah Yamaha era modern (baca : injeksi). Bukan cuma mesin M1 motogp, dimarih aja Mio gen YMJet-FI bisa dibilang gagal karena durabilitasnya (motor ngebul, ilang kompresi, dll) sampe akhirnya diganti total sama mesin gen blue core (dengan embel2 naik Cc jadi 125).

    Bicara fakta aja. Ada yg salah dengan cara Yamaha mendevelop mesin. Design OK, mesin masih jadi tanda tanya.

    Gak ush mikir jurdun, mikir aja dulu gmn caranya mesin bs durable alias gak mleduk waktu digeber.

    Guest
    • Jadi teringat masalah SCEM, Diasil dan common material..

      Suzuki GT100 dua tak kata mbahku dulu piston tidak bisa over size, baru paham kenapa tidak bisa over size, ternyata SCEM..

      Common material, S90 bapakku dulu karena pernah kehabisan oli maka harus Oversize 50, itupun setelah 7 tahun digunakan bapak (second hand)…

      Jadi masalah durabilty ini adalah masalah kematangan metalurgi, dan maha karya RC 166 itu sungguh metalurgi yang sangat canggih di era 1960 an..

      Sehingga metalurgi bukanlah sesuatu yang mahal dari Satu Hati

      Guest
    • bener mesin jadul oke daya tahannya…

      ada apa dengan yamaha….
      dr desain pun makin kesini makin jeblok…
      nmax sama aerox aja ga berani ubah desain yg lama….

      r25 pun begitu..model bukan semakin bagus mlh jd culun..
      r15 juga makin kalah penjualan dibanding cbr dan gsx….
      vixion apalagi..buritan belakang jd ga gagah…
      fix hanya tinggal nmax dan aerox yg jd tulang punggung

      etdah butuh desainer orang2 indonesia inimah….

      Guest
    • bukan itu masalahnya
      YMJet FI itu pengembangan berlanjut dr tuntutan era Injeksi Yamaha terus berinovasi meningkatkan performa dengan bahan bakar yg irit seperti YMJet FI
      jadilah blue Core jadi Teknologi YMjet FI salah satu Evolusi injekksi ter irit dan canggih seperti teknologi yg dibenamkan ada di otomotif kendaran besar

      dengan filosofi Bertenaga namun juga Irit bahan bakar Mesin adem dengan bore stroke tidak memaksakan mesin …

      Guest
      • Ymjet fi itu saat putaran bawah suntikan injeksinya dibikin kecil biar keiritannya mengungguli pgmfi tapi bikin tenaga jadi gak keluar sepenuhnya (baca:ngempos)
        Tapi kalo udah nyampe putaran atas baru suntikan injeksinya diperbesar kaya kencing kuda alhasil tenaga kerasa kaya langsung keluar semua tapi hasilnya akan lebih boros

        Guest
        • Fuel consumption dan power..

          Cukup 110 CC Revo AT vs 113.7 CC Lexam…

          Dua yang gagal di pasar Indonesia…

          Secara theori Volume Cylinder lebih besar jumlah udara yang dihisap akan lebih besar, dan tentu saja bahan bakar lebih besar agar campuran udara dan bahan bakar sempurna…
          Nah berapa PS lebih kuat dengan volume lebih besar 3.7 CC, apakah berbanding lurus dengan penggunaan bahan bakar yang 3.7 CC ÷ 18 ?

          Guest
  15. Logistik spare part?
    Semakin jelas bahwa skandal Valve Gate itu adalah kesengajaan…

    Memang adalah top secret untuk nama perusahaan Vendor sparepart engine motor MotoGP… jadi karena ini bisa saja digunakan untuk “hoak” bahwa satu Vendor sparepart Engine motor MotoGP tutup..agar bisa digunakan alasan merubah vendor spare part Engine Motor MotoGp baik secara legal ataupun ilegal…

    Guest
  16. Sutradaranya di ajak makan malem dong!!

    Masa kalah sama Suzuki, diem-diem memenangkan hati sutradaranya…???

    jangan koar-koar Skenario-skenario aja…

    Guest
  17. Kang ngomongin homologasi mesin, apa iya material enggine juga ikut di homologasi. Misa tahun 2021 nanti tetap menggunakan tahun 2020, material mesin bisa diganti misa yang lebih bagus atau memiliki bobot lebih ringan atau berat dengan korideor arsitektur mesin yang sama?

    Guest
      • Lagi dan lagi penggiringan opini..padahal sudah disentil pemilik warung..tp ya maklum sih..kapal karam ya begitu paniknya..

        Guest
        • Di buang dari alokasi karena sudah mencapai batas millage…

          Atau sudah mencapai batas jumlah bahan bakar yang dirubah menjadi energi mekanis, sehingga internal komponen Internal Combustion Engine sudah mendekati fatigue material…

          Guest
  18. Ketika stock spare parts tidak cukup untuk membangun 15 engine M1 Engine MY 2020
    Dan 5 engine M1 Engine NY2019…

    Diganti dengan sparepart darimana dan bagaimana caranya,, tumbuhlah potensi kecurangan…

    Guest
  19. Sekedar saran..,kyknya utkk mesin dioprek kiranya boleh dilakukan hanya 1x saja sepanjang musim berjalan utk menciptakan persaingan yg lebih seru..,kan kasihan jg manakala ada tim yg salah menentukan kebijakan development…,1 musim penuh dia akan menderita

    Guest
    • Shuhei nakamoto tertawa baca komenmu..
      Shuhei nakamoto pernah usul ke dorna/fim untuk adanya update mesin 1X,tp ya gitu kubu ono seolah gk pernah kena masalah mesin di tengah musim..baru sekarang mereka merasakan gimana rasanya ada problem di mesin..dan sesuai komentar petinggi kubu ono,semua ada akhir(dan betul,masing masing pabrikan non konsensi sudah mengalami problem mesin,dan yg terakhir kubu ono..

      Guest
      • @mys
        keren ya para enginner H, dari sejak mbah Soichiro sampai penerus2nya selevel top tier era om Nakamoto, kalau yang namanya “Mesin” selalu revolusioner dan visioner…
        udah bakal tau homologasi 5 mesin per musim + engine freeze bakal bawa petaka…
        emang kebetulan 2015, H dulu yg ngrasain…. berikutnya S – Y

        Guest
  20. Asik sekarang ngatain gak ada otak dan goblok bisa lolos 😁

    Hayo lah wak bersihin blognya jadi kaya dulu lagi yang mana komentarnya enak dan asik buat diskusi. Walaupun ada komen perang sales hanya kata kata candaan yg keluar, gak kaya sekarang kata binatang dan menyerang personal. Sayang artikelnya bagus tapi dirusak sama komentarnya 🙏

    Salam ganti oli, stang oblak dan busi patah

    Guest
  21. Iya bener sekali ulasannya wak. Bahkan kalau bisa baiknya keempat pembalap yamaha balik gunakan mesin 2019. Sambil buat mesin buat 2022. Hal yang sama kayaknya berlaku untuk honda. Mesin 2019 nya lebih balance dari 2020 dalam hal yang dialami oleh M1. (Perubahan cuaca juga ban).

    Guest
  22. Sepertinya filosofi yamaha CP4 jaman rossi dlu skrg berada di suzuki…
    Bukan mtor yg jago time attack tp motor yg jago saat race… ingat gak waktu seorang valentino rossi di juluki Mr Sunday… yg bgtu kuat saat race walaupun start dr grid temgah….

    Guest
    • Mungkin sekilas seperti itu, tapi kalo diperhatikan erkembangannya yang stagnan, dimana para kompetitor melaju sangat jauh, sementara pabrikan ini justru masih lambat perkembangannya, terlepas dari ada pembatasan teknologi oleh promotor ya.
      Sebagai contoh waktu peralihan ban, komputer mesin, regulasi, dll, dimana pabrikan yang bisa menyesuaikan dengan cepat itulah yang bisa juara, itupun dengan berbagai masalah yang ada sebenarnya, dan tentu saja faktor pembalap yang sesuai dengan motornya.
      Contoh detail lain soal akselerasi keluar tikungan, ini faktor yang sangat mandatori di balapan, disaat pabrikan lain sudah mendekati kecepatan di tikungan, bahkan ada yang lebih tinggi, pabrikan ini sangat sulit menjaga keseimbangan traksi ke aspal, sehingga sangat berpengaruh dengan akselerasi awal dan top speed, jadi seperti harus merubah sedikit mindset dalam pengembangan motor, mungkin dari segi sasis no problemo, namun disektor lain yang harus ditingkatkan secara signifikan, misal di soal mesin dan manajemennya

      Guest
  23. Makanya tu hidup jgn tukang fitness gue blon kawin njing, hahahah elu aja ngejembreng keturunan keluarga lonte lu udah deh banyakan bacod ga resep kopdar hayukkkk lebih asyik kan face to face lu bole maki gue depan muka gue tariqueeeee sissss

    Guest
  24. Ijin Wak Haji, kalau dibaca artikel Wak Haji diatas, maka bisa diartikan bahwa akar masalah M1 2020 adalah di mesin, sedangkan regulasi tidak boleh mengutak-atik jeroan mesin maka tentunya seberapapun usaha perbaikan disektor lainnya maka tidak akan bisa menghilangkan masalah utama sehingga menurutku problem tahun ini akan terbawa ditahun depan, jadi menurutku dari pada repot membenahi M1 2020 mendingan tim dan pembalap mengoptimalkan yang sudah ada dan pabrikan development untuk spek 2022 dengan memperhatikan kondisi tahun 2020 kebelakang
    Maaf ane bukan FBY tapi cuma pemerhati engineering aja

    Guest
  25. Tidak semua Part sukucadang dibuat oleh pabrikan, coba telusuri vendor mana aja yang jadi mitra.
    contoh sederhana Seperti Bearing, kalau tidak Koyo ya NTN
    Ring Piston biasanya ambil dari RN
    yang paling jelas ya OLI, karena tercantum dibalik kemasan darimana oli tersebut dikeluarkan, Oli Honda kebanyakan pakai Idemitsu, kalau Yamaha Eneos, Kawasaki Shell.

    kalau tau asal muasal Vendor yang mengeluarkan sukucadang pasti lebih murah ambil dari merek Vendor, daripada ambil yang sudah dikemas oleh pabrikan masing masing kendaraan.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.