TMCBLOG.com – Juara dunia MotoGP 2020 kategori pembalap sudah dikukuhkan pada GP Valencia 2 dimana Joan Mir akhirnya didaulat menjadi juara dunia MotoGP 2020. Team terbaik pun sudah dipastikan milik Suzuki Ecstar. Sementara tim Independent (satelit) terbaik 2020 sudah pula jelas diraih Petronas Yamaha SRT. Ini artinya MotoGP seri finale di Portugal 2020 akan jadi medan perang, akan jadi Kurusetra terakhir penentu gelar yang cukup bergengsi yakni pabrikan atau manufaktur terbaik 2020.

Secara umum jelang race weekend terakhir di Portimao, Portugal 2020 hanya tinggal menyisakan 3 pabrikan yang bersaing menjadi pabrikan terbaik di MotoGP 2020. Yakni Suzuki, Ducati dan Yamaha. Suzuki dan Ducati sama sama mengoleksi 201 point. Suzuki berada di tempat teratas karena lebih banyak menghasilkan podium 2 yakni sebanyak empat kali dibandingkan Ducati yang baru tiga kali menghasilkan Podium 2. Dan point yang diperoleh pabrikan adalah point dari pembalap terbaik yang finish dalam satu race. Yamaha berada di posisi ke tiga dengan jarak 13 point dari Suzuki dan Ducati.

Jika Suzuki merebut gelar juara konstruktor (pabrikan terbaik), hal ini akan menjadi yang pertama kalinya buat mereka di kelas premier sejak 1982, pertama kali di kelas MotoGP dan kesempatan untuk meraih Triple Crown. Jika Ducati merebut gelar juara konstruktor  di 2020 ini akan jadi kedua kalinya di kelas premier setelah zaman Casey Stoner di 2007, dan jika Yamaha yang merebut gelar juara konstruktor untuk ke-6 kalinya di era MotoGP 4 tak.

Selain itu, menjelang GP Portimao akan ada hal menarik lain, yaitu tak satu pun dari pembalap Honda yang memenangkan setidaknya satu dari 13 balapan pertama dari total 14 seri MotoGP musim 2020 ini. Ini adalah pertama kalinya tidak ada pebalap Honda yang memenangkan setidaknya satu dari sepuluh (atau lebih) balapan pembuka musim kelas utama sejak Honda kembali ke kelas utama balap Grand Prix pada tahun 1982. Honda telah menjadi juara dunia konstruktor terbanyak yakni 12 kali di era MotoGP semenjak 2002.

Jelang GP Portugal, Brad Binder masih memimpin pertarungan untuk Rookie of the Year dengan jumlah 87 poin. Ia berada di atas Alex Marquez (67 poin – berbeda 20 point) dan dapat memenangkan pertarungan jika dia finish dalam 10 besar atau jika dia finis 11 atau lebih rendah dan Alex Marquez tidak menang race.

Taufik of BuitenZorg | tmcblog

45 COMMENTS

    • Efeknya jadi ga ada tajinya.

      Data klasemen tak bisa berbohong sih.

      Menarik untuk disimak tahun depan dari tim H adalah :
      • Efek cedera thd riding style & poin Marc
      • Sepak terjang Pol di atas RCV
      • Hasil adaptasi Alex
      • Konsistensi Taka (?)

      Guest
    • Itu akibat karena hanya mengandalkan satu ridernya. Ketika rider utamanya absen, maka tak berdaya dan menjadi saingan Aprilia.

      Guest
        • Sejak 2013, 2014, 2016, 2017, 2018 dan 2019 …

          Tahun 2020 ini HRC dapat cobaan dan akan membuat HRC menemukan solusi dari filosofi jalan sulit yang mereka selalu pilih..setelah perseteruan dengan pembalap yang meningkatkan Yamaha..

          Guest
  1. wah sayap terkelam nih tahun ini setelah beberapa tahun, s terbaik tahun ini setelah beberapa tahun…. garpu no komen ntar pasti rame juga… duc2 apaan yah taun ini, terkelam dalam paddock apa…

    fair lah y and h pernah terbaik dimasanya…d,,, hanya era cs27

    Guest
    • gak sedih mbah, biasa aja…namanya juga kompetisi kadang kalah kadang menang…hehehe, malahan seru kalo ada siklus berputar…

      Guest
    • Mengembangkan motor menuruti skill alien,,, ada Untung ruginya…

      Tapi pasti akan ada solusinya,, apalagi tahun depan Pol Espargaro ke HRC… Pol Espargaro yang bisa mengendalikan KTM racikan Dani Pedrosa,, bukan tidak susah HRC mengeringkan RC213V dengan basic data 26 buat Pol…

      Guest
    • iyah agak greget juga, coba, andai, misal, kalau saja…. JL gak pensi…walaupun g jurdu setidaknya bsa juara seri….gokil ah juara seri 3 warna…

      Guest
  2. Gile yamano yang dari awal sudah meyakinkan borong podium, kontruksi, klasmen, piala, mendali… Akhir musim sirna… Direbus Suzuki (mir)

    Guest
    • pffftt… menghibur diri karena sudah sirna sejak awal musim, akhirnya ngetek Joan Mir, eh ternyata Mir jadiin mbah lejen role model

      Joan Mir ngetek ke musuh bebuyutanya kaum beha 🤣🤣🤣

      Guest
  3. yamaha sedang apes. tapi jgn lupa rht juga sedang apes krn cedera mm. kemungkinan 2021 peta persaingan masih akan mirip 2020 dmn team2 underdog yg bersaing

    Guest
    • Percuma mundur satu langkah, saya sih lebih condong setuju ama kakek lejen. Morbi dan team nya lebih membuat perbedaan dibanding motornya.

      Alias motornya ora jauh beda.

      Guest
      • Dari dulu rossi gitu. Klau meraih hasil bagus bilang riderny yg jadi pmbeda bukan motorny klau raih hasil buruk nyalahin motorlh pmblap lain dll… bhkan ketika dulu dia ngeyel gak mau masuk pit ktika flag to flag race pdhal tim udah barkali2 nyuruh masuk pit lewat pit board tpu tetap tidak mau dan berujung zonk ehh yg d salahin pit board ny kan dan dri situ juga awal munculny pesan notifikasi ke dashboard motor pmbLap

        Guest
  4. Kalo misteri data sedikit gini motor paling allround lah yg harusnya di atas..tuning tipis2 aja udah paling balance hajar baik turun kontur Portimao, let’s go…
    1. Rins
    2. Mir
    3. Binder/Miller

    Guest
  5. Rugi juga ya kalo pengembangan honda itu MM sentris dari artikel diatas jelas sekali tanpa MM honda sangat terpuruk.
    Yang dikhawatirkan tidak selamanya MM bisa fit terus dalam membela honda.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.