TMCBLOGcom – Panel lampu berteknologi tinggi akan diwajibkan ada di semua sirkuit yang menyelenggarakan acara di Kejuaraan Dunia Formula Satu FIA & Kejuaraan Dunia MotoGP FIM mulai 2022, dan Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA, FIM WorldSBK, dan FIM EWC mulai 2023, sebagai bagian dari keselamatan baru kemitraan antara Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Panel lampu dapat dioperasikan oleh race control atau trackside oleh marshall dan digunakan untuk menampilkan informasi penting kepada Pembalap peserta balap termasuk informasi bendera, status cuaca, dan jika mobil pengaman atau saat Virtual safety car sedang dikerahkan.

Saat ini di F1, promotor kejuaraan F1 bertanggung jawab untuk menghadirkan Panel lampu berteknologi tinggi ke setiap balapan, tetapi masih belum bersifat menyeluruh karena masih didapati praktik dimana F1 kemudian menghapus keharusan menghadirkan Panel lampu berteknologi tinggi untuk balapan berikutnya, yang berarti bahwa acara lain di sirkuit tersebut tidak memiliki akses ke teknologi keselamatan ini.

Setiap sirkuit FIA Grade 1 di kalender F1 perlu memasang panel lampu homologasi spesifikasi T1, yang telah lulus Standar FIA 3504-2019 terbaru. Sementara Setiap sirkuit FIM di MotoGP, World Superbike, dan kalender Endurance perlu memasang panel lampu dengan homologasi spek T1 atau T2.

Panel-panel ini menjalani pengujian ketat oleh laboratorium Institut Metrologi Federal di Swiss, di mana mereka diperiksa dalam sejumlah kondisi termasuk hujan dan sinar matahari langsung. Perusahaan Inggris EM Motorsport saat ini adalah satu-satunya pabrikan yang telah lulus tes FIA sebagai produksen panel lampu T1 dan T2, dengan beberapa pabrikan lain saat ini sedang dalam proses homologasi produk mereka. Perusahaan Spanyol Pixelcom telah lulus tes FIA T2 dan saat ini menjadi satu-satunya penyedia panel T3 homologasi FIA.

based in FIM – FIA Info

 

30 COMMENTS

    • ya kan biar memenuhi syarat bro, gak konslet sewaktu kena hujan, cahaya biar tetep jelas waktu cuaca buruk dan juga pas kena sinar matahari.

      btw, di sini dulu juga lebay, helm harus standard SNI, dulu temen yang pakai helm standard DOT malah kena tilang, kan ngeselin 😂

      Guest
      • Seriusan ?
        Padahal DOT udah Standart Internasional gak sih ?
        Taunya SNI aja tp gak ada keinginan untuk tahu Standart diatas SNI

        Ya sama lah kayak knalpot Racing
        Taunya berisik tp gak mau telaah berapa Desibelnya

        Guest
        • SNI itu sertifikasi tertinggi, DOT ECE sama Snell kalah semua klo disini, yg penting ada emboss SNI nya, kalah dah helm shoei agv dll sama helm harga cepekan 😂🤣

          Guest
        • Padahal jaman sekarang ada alat pengukur desibel, dan knalpot sekarang malah pada pake db killer dan ada yg teknologi 3 suara, tapi tetep aja, bentuk berubah auto tilang 🤣

          Guest
        • yoi, dulu kan mpe masuk berita klo yang arai, nolan, dkk pada kena tilang karena ga ada sni. sampe² pemerintah bilang klo perusahaan besar (merk terkenal tadi) harus bikin emboss sni klo mau jualan disini. temen ada mau import helm xlite (klo ga salah) sampe ditahan di cukai karena ga terdaftar di sni, trus dibalikin katanya.

          Guest
        • Bunyi undang2nya aja begini bro

          Bunyi Pasal 285 Ayat (1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

          Jadi knalpot after market diartikan sama petugas di lapangan itu tidak laik jalan hehe..

          Guest
    • kalau ga ada standar nanti kualitasnya gimana bro. apalagi untuk urusan keselamatan.
      ga bole terlalu silau, ga bole redup, tahan cuaca, tetap jelas walau hujan, dimensi, dll

      mau jual gorengan aja juga kudu ada standar. bukan standar samping y wkwkwkwk
      emang mau beli gorengan besar kecil? dapet 10 pcs bayar 10rb eh yang 7 kecil2 ga sama ukurannya, ga enak kan? tu cuma hal receh loh

      Guest
    • dikit”di bilang lebay…
      makanya belajar,banyak baca juga mengapa suatu hal kecil jika di skala professional kudu ada standarnya

      Guest
  1. makin sering motor/rider yang crash ketinggalan di tengah track. resiko ditabrak rider lain. kalau dah gini dual yellow flag terasa gak cukup

    Guest
  2. Kayaknya bakal ditembok2 Paddock juga kayak Paddock MIE Moriwaki WSBK yg sekatltemboknya diganti LED semua,jadi tulisan sponsornya bisa bergerak dan lebih atraktif mengundang mata buat melihat

    Tp tagihan listrik membengkak kali 😅

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.