TMCBLOG.com – Sebenarnya tema dari artikel kali ini sudah TMCBlog share duluan di Twitter beberapa jam yang lalu. Jadi di dunia balap seperti MotoGP sudah biasa ada kontrak pendahuluan antara pembalap dan pabrikan yang bahkan dilakukan pada tahun-tahun jauh sebelum pembalap tersebut naik ke MotoGP. Marc Marquez sudah mengantongi kontrak dengan HRC untuk Repsol Honda di 2011, 2 tahun sebelum waktu resmi pembalap tersebut ngaspal di kelas tertinggi tersebut.

Untold Story : Alzamora awalnya Ingin Marc Marquez naik MotoGP mulai 2012

Adalah Livio Suppo yang sempat membocorkan fakta-fakta di belakang layar ini yang menyatakan bahwa sebenarnya HRC telah mengikat kontrak dengan Marc Marquez di musim 2011 tepatnya sebelum gelaran seri MotoGP Malaysia 2011 dimana kala itu Marc Marquez masih berjibaku di tahun pertamanya kelas Moto2 melawan Stefan Bradl dan mengalami cidera di daerah matanya pasca crash.

Jadi ini tuh semacam kontrak pembicaraan pendahuluan yang berisi berbagai macam klausul biasannya untuk membawa pembalap ke satu kelas yang diinginkan kelak. Kontrak semacam ini jarang sekali menyembul ke permukaan, untuk soal Marc ini saja baru sekitar 9 tahun setelah kejadian . . Itu pun karena Suppo mau mau angkat bicara, kalau nggak kayaknya kisah ini yang hanya menjadi bagian dari sejarah yang hanya diketahui orang dalam management Marc dan HRC saja.

Dan memang Marc Marquez adalah sebuah contoh dimana kontrak pendahuluan berjalan cukup mulus dan sukses keterusan sampai bisa membawa pembalap tersebut masuk ke jenjang kelas tertinggi MotoGP. Namun begitu ada cerita kontrak atau perjanjian pendahuluan yang tidak sukses berjalan sampai keterusan membawa pembalap yang diinginkan naik ke kelas MotoGP seperti yang diinginkan pabrikan. Di Artikel kali ini TMCBlog akan bawa sobat sekalian tentang dua kisah mengenai pra-kontrak ini.

Kisah pertama adalah kisah antara Joan Mir dan HRC hal ini dikisahkan Manuel Pecino kepada TMCBlog langsung. Manuel berkata bahwa Joan Mir setelah menjadi juara Moto3 di tahun 2017 pindah ke Moto2 dan ia digadang gadangkan menjadi salah satu kandidat terkuat juara Moto2 selanjutnya. Namun problem internal dari tim (Marc VDS) kala itu membuat hasil balap yang dicapai Mir di 2018 di bawah ekspektasi. Nah menurut Manuel, setelah Joan Mir menjuarai Moto3, Honda telah memperoleh kesepakatan pendahuluan dengan Joan Mir dimana saat itu ia berusia 19 Tahun.

Namun menurut cerita Manuel kepada TMCBlog, setelah hasil hasil kurang memuaskan Mir di debut kelas Moto2 nya kala itu (Mir finish P11 di Qatar, P7 di Argentina dan P4 di CoTA) membuat Honda (HRC) mulai ragu untuk melakukan eksekusi final pre-contract tersebut. Dan yang terjadi selanjutnya adalah, Davide Brivio mendeteksi potensi dari Joan Mir. Dan pada gelaran ke 4 MotoGP di Jerez pada tahun 2018 ia melakukan meeting dengan Joan dimana Davide mengatakan bahwa Ia ingin Joan tumbuh bersama Suzuki dan ingin Joan menjadi Riders Genuine Suzuki.

Setelah pembicaraan itu, Mir diceritakan langsung berkata kepada managernya “Tanda tangani kontrak dengan Suzuki!” Namun bagaimana dengan (pre-contract) Honda? “Tanda tangani kontrak dengan Suzuki, apakah saya sudah jelas?” Manuel meneruskan infonya ke TMCBlog bahwa padahal saat itu Joan Mir sendiri belum mengetahui seperti apa sodoran menarik yang akan diberikan Ducati yang dikisahkan kala itu juga tengah membidiknya. Jadi, itu lah kisah pertama. Lalu bagaimana kisah yang kedua?

Pada kisah kedua yang mau TMCBlog share eksklusif ke teman-teman sekalian adalah kisah gagal bergabungnya Jorge Martin dengan KTM MotoGP. Berada di team dengan bendera KTM yang kuat pada tahun Moto2 2019 dan 2020 sebenarnya semua orang awalnya sudah mulai memperkirakan bahwa Martin akan menapaki step MotoGP-nya dengan KTM juga. Namun ternyata Jorge Martin di pertengahan musim 2020 malah bergabung dengan Ducati. Ini gimana ceritanya kegagalannya?

Kisah Jorge Martin KTM MotoGP ini dimulai dari tahun 2019 di mana Jorge Martin diinfokan telah menandatangani semacam kontrak pendahuluan bersama KTM untuk naik ke kelas MotoGP pada 2021 yang menjadi bagian dari kontrak Martin di Moto2 kala itu. Tapi ada klausul dalam kontrak yang menuliskan bahwa perjanjian pre-contract MotoGP Jorge – KTM ini bisa diabaikan (digagalkan) jika KTM tidak masuk dalam Top-10 tabel kejuaraan dunia pada akhir Juni.

Ketika musim baru dimulai pada Juli, manajer Jorge Martin Albert Valera bersikeras pada klausul ini. Direktur KTM Motorsport Pit Beirer sebenarnya enggan merilis bakat luar biasa dan juara dunia Moto3 2018 ini. Sementara klausul MotoGP adalah bagian dari kontrak Moto2 dengan Jorge Martin, jelas Pit Beirer.

โ€œHal Itu (pre-contract) tidak baru ditandatangani musim semi ini (2020). Kontrak Moto2-nya termasuk perjanjian MotoGP yang mengikat ini. Memang benar bahwa kami tidak berada di sepuluh besar pada saat itu pada akhir Juni. Tapi kami juga tidak berada di luar sepuluh besar, karena tidak ada balapan sama sekali sampai akhir Juni !

Kami tidak menyangka kejuaraan dunia 2020 belum akan dimulai hingga pertengahan Juli karena Covid dan oleh karena itu (klausul tersebut) disepakati dalam kontrak pendahuluan dimana pada akhir Juni sebagai tanggal yang menentukan posisi KTM dalam kejuaraan dunia. Sayangnya pembalap dan manajer tidak mempercayai kami. Itulah mengapa mereka mengambil opsi keluar via pintu darurat. “

Yap jadi begitu ceritanya sob. Cerita yang menjadi bumbu-bumbu dinamika karir dibalik layar dari hadirnya seorang Joan Mir sebagai pembalap juara dunia bersama Suzuki dan berlabuhnya Jorge Martin ke Ducati alih-alih dengan KTM. Kebetulan juga keduanya sama-sama berinisial JM. Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan . . Selamat berakhir pekan . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

    • Menurut saya sih engga salah pilih juga kok Mir saat itu menerima pinangan Davide Brivio.

      Karena kalo masih ngarepin pre-kontrak HRC. Hmm.. waktu 2018 kelar aja lebih milih Hohe, itupun 2 tahun. Mau naik kelas tahun berapa Mir? (Kalo nungguin yg gak pasti)
      Udah gitu saingan berdarah spain juga banyak. Yg jelas kalo HRC udah flirting agak susah juga nolaknya. Gajinya diatas UMR soalnya ๐Ÿ˜…

      Guest
      • Fabio quartararo blum terikat kontrak dgn hrc untuk klas motigp. Dan saat debutny d moto3 yg d kontrak hrc sbnar tidak jlek2 amat dia masih bisa podium sesekali. Hanya saja fq20 tidak sabaran dan memilih pindah ke leopard krna pd saat itu leopard juara dunia lewat denny kent ehh mlah redup dia dstu. Klah sama rekan setim ny joan mir yg notabeneny masih rookie

        Guest
  1. Terlepas dari Juara Dunia di musim spesial dan pendapat yang bersifat menjatuhkan
    Mir memang pantas menerimanya, Mungkin Suzuki tidak se-sultan HRC, tapi dedikasi mereka dan tangan dingin petinggi Suzuki, akhirnya bisa menggapai mimpinya dengan pembalap yang memang diharapkan menjadi Genuine Rider

    Semoga tahun depan Suzuki mampu bersaing di barisan depan
    Dan persaingan makin seru dengan kembalinya Marc

    Guest
  2. jadi apakah pre-contract ini semacam booking fee ? jadi apakah rider yg terikat pre-contract ini diberikan semacam gaji atau uang juga dr tim yg booking dia ??

    Guest
  3. Kita penonton suka sekali menikmati balapan, siapa yang menang dan juara,bagaimana mereka menang di lintasan itu yang akan diingat.
    Topik diluar itu bodo amat.

    Guest
  4. Dan KTM malah tokcer musim ini. Nah loh. Semoga karir Martin di Pramac oke, kalau hasil dia gak bagus di Pramac nilai jualnya jadi jelek nanti kalau mau pindah pabrikan

    Guest
    • Tdk semuanya… liat Lorenzo Dellaporta.. jurdun moto3.. thn ini msih ngampass.. dblkg andi.. spt kesusahan dgn moto2.

      Guest
      • Sabar coy, statusnya masih rookie di moto2 itu dallaporta. Bastianini aja tahun kemarin dibelakang mulu, lah tahun ini juara dunia

        Guest
  5. utk kontrak mengontrak / bursa transfer pembalap harus diatur waktunya kyk bursa transfer pemain bola, misal negosiasi kontrak pembalap di 4-5 race terakhir sampe ditutup sebelum test resmi pra musim, jangan diawal musim n pertengahan musim berjalan

    Guest
  6. Suasana kekeluargaan yg di sampaikan Davide Brivio lah yg mengubah keputusan Mir utk yakin gabung dengan Suzuki … Pilihan yang tepat …..

    Guest
  7. Suzuki dalam hal ini dapat “buangan” dari HRC dan awalnya Mir juga setengah terpaksa harus tanda tangan kontrak dengan Suzuki

    Guest
    • Setengah terpaksa gimana? Kah dia sendiri yang sampai dua kali bilang ke manajernya buat tanda tangan kontrak Suzuki.

      Guest
    • kenapa terpaksa?kan masih ada opsi lain yaitu Ducati

      kalo terpaksa itu hanya satu satunya,tidak ada pilihan lain itu namanya terpaksa

      Guest
  8. Komen melenceng, kalau Rins bisa konsisten, saya liat lebih punya kans untuk jd Lawan Marc. Mir taun ini blm, entah tahun depan.

    Soalnya Rins lebih kenceng si.

    Guest
  9. Jadi ingat kata wayang Jawa, doi bilang dia berterikasih udah dipecat Ducati karna KTM sekarang motor yang hebat. Mungkin kalo Jorge Margetin tau KTM udah bagusan motornya ga bakal masuk Pramac deh. Tapi sudah terlambat.

    Guest
  10. Padahal dulu sempet banyak usulan kalo kontrak pembalap di motogp dibuat kaya pemain bola model transfer window gitu diakhir musim ketika musim balap berakhir. Gara gara banyak pembalap dan pabrikan memutuskan kontrak dipertengahan musim, banyak yg protes karena sangat mengganggu psikologis pembalap. Eh ini malah udah start di awal duluan wkwk

    Guest
  11. terjawab sudah tanda tanya saya selama ini, ternnyata martin yang emoh di katiyem…cuan memang beda. buat katiyem jangan sampe terulang ke raul fernandes yah…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.