TMCBLOG.com – Hasil akhir Dovizioso dan Petrucci pada Musim 2020 adalah Peringkat ke 4 dan 12 dan hal ini jelas jauh di bawah ekspektasi tim factory Ducati yang dicanangkan di awal Musim 2020. Hal ini terutama Setelah Dovizioso dianggap sebagai favorit pasca 3 kali berturut turut meraih gelar runner-up di belakang Marc Márquez dalam tiga tahun terakhir. sat marc Dinyatakan Tidak fit bahkan sampai sepanjang Musim setelah crash di jerez, jalan menuju gelar dunia pertama untuk Dovizioso tampak terbuka. Tetapi dengan hanya Podium ketiga di Jerez dan kemenangan di Spielberg, impian Juara dunia masih jauh untuk Dovi.

Dalam wawancara dengan motogp.com, manajer tim Ducati – Davide Tardozzi tampak kecewa dan menjelaskan alasan buruknya performa tim Ducati di musim 2021. “Tempat keempat di Kejuaraan Dunia tidak cukup karena pembalap, motor dan tim mampu memperebutkan gelar, seperti yang telah kami lakukan selama tiga tahun terakhir. Masalah terbesar kami adalah kami tidak singkronnnya Motor ke ban belakang Michelin baru, yang membuat sulit pembalap. “

“Semua orang mengharapkan Dovi untuk memperjuangkan gelar Juara dunia, tapi dia tidak bisa menyesuaikan gaya mengemudi dengan ban belakang baru. Dia hanya bisa mengatasi masalah ini di beberapa balapan, ” kata Tardozzi

Meski kinerjanya terkadang mengecewakan, Ducati berhasil mengamankan gelar konstruktor pada 2020 dimana selain pembalap di team Pabrikan, duo Pramac Miller dan Bagnaia dan Zarco juga menghasilkan poin. Namun, Ducati pada kasus ini jelas jelas diuntungkan dari Kasus Valve Gate Yamaha, di mana kasus ini membuat poin di klasemen pabrikan Yamaha ditarik setelah diputuskan bersalah menyalahi regulasi.

Menyambut 2021 Tardozzi optimis. Tim factory di Tahun 2021 akan mengandalkan pasukan baru yang secara umum lebih muda bersama Jack Miller (25) dan Pecco Bagnaia (23). “Kami tidak memiliki peluang di kejuaraan dunia ini, yang membuat kami banyak berpikir tentang masa depan. Kami telah melakukan test dengan Michele Pirro di Misano. Kami bekerja sangat fokus untuk kembali ke puncak pada 2021. “

“Kami harus memanfaatkan kekuatan terbesar kami yakni akselerasi, untuk mengeluarkan potensi mesin dengan lebih baik. Penting juga bagi kami untuk meningkatkan kemampuan menikung Desmosedici, yang telah menjadi masalah terbesar kami dalam beberapa tahun terakhir, ”

based on MotoGP.com – Interview

31 COMMENTS

  1. Kan memang bukan sekedar isu lagi kalo ban belakang michelin tahun ini tidak ramah untuk mesin V.
    Ban belakang michelin tahun ini lebih ramah untuk mesin inline dan itu “normal”.
    Kalo ramah untuk mesin V itu namanya ban “ghoib”.
    Kan biasanya begitu, apalagi klo yg makenya marquez wkwk

    Guest
  2. Kalo pakai michelin pembalap sama timnya memang kudu extra adaptif, karena seting ban prancis ini banyak banget di setiap sirkuit, beda sama kompetitornya dulu, ga sebanyak ini jenisnya, makanya record laptime banyak yang pecah, tapi banyak juga pembalap yang jadi ga konsistem catatan waktu dan hasil balapnya

    Guest
  3. Grafis kuda hitamnya (yg katanya mengartikan keagresifan) gk ada itu kali ya tinggal kuda putih(yg katanya mengartikan ketenangan)
    Jadinya kurang nampol,
    walaupun niat awalnya biar kayak saint pegasus yg pantang menyerah untuk selamatkan athena

    Guest
  4. Haha.
    Juara dua 3kali dibilang semua gara2 marq.
    Kali ini dibilang ridernya yg ga adaptiv.
    Seolah2 ducati motor yg sampurna namun masih bilang kalah dalam hal menikung.
    Sebaiknya ducati coba cari pembalap seperti alex marquez yg banyak belajar dan adaptor sedikit2

    Guest
    • Sibuk di dunia nyata berarti. Kaya gw karna mahasiswa ga banyak kerjaan, makanya komen di mari, kalo udah sibuk udah ga Corona lagi ya gw sibuk kuliah.

      Guest
  5. Panggil JL99 maka kemampuan motor anda utk menikung pasti lebih baik. Udah ada input pembalap dari 2017 angel wes angel.. 🤦‍♀️

    Guest
  6. Mungkin Dovi masuk Honda 2021 atau pensiun selama-lamanya. Dan mungkin si bejo Savadori masuk Aprilia. Penasaran sama raihan Pol di Honda, semoga aja ada test Sepang biar bisa liat hasilnya di blig ini.

    Guest
    • Mau sperti apa ‘dalamanya’ tpi yg jelas untuk tahun depan tetap akan dgn nama tim avintia. Krna tidak ada slot untuk tim baru untuk musim depan d tim avintia motogp lh yg punya kontrak dgn dorna. Mkanya sya bilang tetap akan pkai nma tim avintia sekipun didalamny d penuhi orang2 sky vr|46 team

      Guest
  7. ban yg disalahin,gigi tonggos noh kemana?
    kalo selama ada support positif pasti ada jalan keluar,drop bukannya disupport malah bacot aja gigi tonggos,

    Guest
  8. ducati management ke pembalap mah bobrok se grid motogp.. jangan harap dah bakal jurdun, udah budeg sama masuka pembalap juga ga pernah support motivasi disaat pembalap masih berusaha adaptasi.
    w kira masuknya gigi bakal hasilin jurdun taunya sama aja.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.