TMCBLOG.com – Tahukah Kamu kalau Saat pertama Kali Petronas Yamaha SRT dibentuk Jorge Lorenzo adalah Calon Kuat Pembalap Utama di Team ini ? Yes paling tidak itu yang dikatakan Ramon Forcada yang notabenenya pernah menangani Jorge. Dalam podcast Radio Ocotillo Focada berkata ” Dua tahun lalu, ketika orang mulai berbicara tentang tim Petronas, secara teori yang pertama adalah Jorge Lorenzo tetapi dia tidak tertarik, kedua adalah Dani Pedrosa dimana Itu ( negosiasi) hampir selesai, saya berbicara dengannya dan itu ( Deal ) hampir ditutup, tetapi pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak balapan lagi, dan dalam semua pendekatan ini Frankie ( Morbidelli ) selalu nomor dua “.

Ketika Pedrosa juga menolak tawaran tim Malaysia, Morbidelli menjadi ujung tombaknya dan ini memaksa Razlan Razali untuk mengubah rencananya dan mendapatkan pebalap Moto2 muda: “Ketika Dani memutuskan untuk tidak balapan dan hanya ada sedikit yang tersisa, Karena ada perubahan teoritis peran, dan Frankie menjadi nomor satu dan mereka menandatangani Fabio [Quartararo]

Tahun itu (2019) kami memiliki dua Motor yang identik, tetapi dengan evolusi yang berbeda.Satu-satunya perbedaan adalah, berdasarkan kontrak, anggaran, dan ekspektasi yang dibuat oleh pengendara, diputuskan bahwa Frankie akan memiliki sepeda motor terbaik tahun tersebut (2019) dengan evolusi, dan itu Fabio akan memiliki motor yang sama dengan Frankie tetapi tanpa evolusi. “

Tahun pertama Morbidelli sebagai pebalap tim Petronas sangat berbeda dengan Quartararo. Morbidelli finish Musim di posisi 10 tanpa podium, tanpa Pole Possition sementara Quartararo di Tahun 2019 itu finish 7 kali di posisi podium dengan 6 raihan Pole Possition dan mengakhiri Musim 2019 di posisi 5 . . apa yang terjadi di Musim pertama ini ?

“Apa yang terjadi? Morbidelli berasal dari team satelit  Honda, dengan beberapa sifatnya, ia sangat terbiasa mengendarai sepeda motor yang sama sekali berbeda dari Yamaha. Bersamaan dengan ini adalah fakta bahwa Fabio hadir ke MotoGP dengan kosong tanpa terpengaruh pengalaman membalap di Motor lain, dia melakukannya dengan sangat baik, tahun yang luar biasa. “ kata Forcada, menyoroti perubahan mentalitas yang diberikan Morbidelli 2019 dan 2020

Mengubah topik pembicaraan, Forcada berbicara tentang kontroversi yang telah lama berlarut-larut oleh Yamaha terkait dengan masalah yang dihadirkan M1 di trek dengan sedikit grip  “(sebenarnya) Ini tidak hanya terjadi dengan M1, hal ini terjadi dengan semua sepeda motor saat grip tidak ada. Prioritas sedikit berubah, pengendara mulai menjadi lebih penting, karena kapasitas dan Variasi setup elektronik yang Anda miliki tidak mampu menyelesaikan masalah. Yang dengannya pembalap harus mulai lebih dominan ambil peranan, mulai bermain dengan tangannya, sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan belakangan ini. ” Yap dia sekali lagi menegaskan bahwa pebalaplah yang membuat perbedaan dalam situasi seperti ini

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

 

18 COMMENTS

    • Nah kan, mbah ramon aja bilang klo motor udah max g bs d apa2in lagi ya giliran pembalapnya yg ambil peran, adaptasi dan memaksimalkan motornya.
      Bukan malah ngambek dan minta semua keinginan d turutin, kayak knalpot cabang 4 d iris miring kayak cabe krinting… Hehehe

      Guest
    • Iyalah karena mesin inline cocok dengan ban belakang michelin tahun ini. Istilah ban ghoib hanya muncul kalo michelin cocok sama mesin V, khususnya marquez.

      Guest
    • Pertama ternyata skill dan kedua mentalitas. Kecuali aprilia semua motor 2020 pernah masuk podium,jadi benar team mekanik sudah sangat maksimal dan membuat motor yg sudah sempurna,namun apa daya jika sosok manusia dibelakang setang ternyata tak memiliki etos yg besar untuk beradaptasi dan mental yg lemah untuk bertahan di situasi buruk.

      The man behinde the gun and the man behinde the handlegrip too.hehe

      Guest
  1. Ngakak liat foto terbaru Lorenzo lagi sun bathing atau apapun itu

    Makin gembul njirr 😂😂😂

    Padahal Pedrosa,stoner aja badannya masih terjaga,mungkin tipe badan paduka yg makan dikit langsung melar 😁

    Guest
    • Stoner setelah pensiun dan sampai sekarang masih suka punya kesibukan yg berbau fisik kaya mancing, motocross .dll, kalo Pedrosa setelah pensiun dia langsung dapet kesibukan ngetes KTM RC16 yg bikin fisiknya masih terjaga.
      Sedangkan Lorenzo setelah pensiun langsung liburan, rebahan dan pesta-pesta, hampir ga pernah dia nunjukin dia lagi latihan fisik

      Guest
  2. – Prioritas sedikit berubah, pengendara mulai menjadi lebih penting, karena kapasitas dan Variasi setup elektronik yang Anda miliki tidak mampu menyelesaikan masalah. Yang dengannya pembalap harus mulai lebih dominan ambil peranan, mulai bermain dengan tangannya, sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan belakangan ini.-

    Apa ini artinya pembalap yg tidak bergantung dgn elektronik yang bisa bersaing?

    Guest
  3. Kisah klasik sekali dr tahun kapan ngeluh kurang grip, sampai michellin bikin ban yang lebih ngegrip pun masih bilang kurang grip, apa pengembangan M1 yang salah???

    Guest
  4. diluar segala macam permasalahan di yamaha terlalu “cengengnya” pembalap merekalah yg jadi permasalah paling besar terutama vinales banyak banget ngeluhnya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.