TMCBLOG.com – Akankah kembali hadir amandemen regulasi demi Dovizioso ke Repsol Honda Team? Saat ini Marc Marquez dalam keadaan recovery pasca operasi ketiganya. Lamanya waktu recovery akan sangat bergantung dari pembentukan tulang penyambung humerus yang patah. Kapan Marc akan hadir, bisa jadi paling cepat di test pra-musim Februari 2021 nanti, atau bisa jadi mulur sampai seri eropa, tak ada yang tahu dan bisa menentukan kecuali Marc Marquez sendiri yang sudah sempat mengatakan bahwa ia baru akan kembali jika kondisinya 100% pulih. Lalu siapa yang akan menggantikannya?

Jawaban pertama dan terdekat tentunya adalah menghadirkan kembali Stefan Bradl sebagai pembalap pengganti. Namun itu dia, Honda kehilangan banyak momentum pengembangan dan riset RC213V karena pada dasarnya tugas Bradl bukan itu, tugasnya adalah membantu HRC pengembangkan RC213V untuk musim musim mendatang dan butuh pembalap yang bisa fokus dalam hal tersebut.

Banyak opini dan sinyalemen yang mengarahkan kepada sang ‘Un-employed’ Andrea Dovizioso sebagai replacement rider buat Marc Marquez. Posisinya yang sedang kosong dari balapan Grand Prix dan tentunya Andrea sendiri sangat fresh akan hal tersebut. Namun banyak pertanyaan, apa yang akan terjadi jika nanti Marc Marquez pulih dimana dipastikan Dovi harus mengembalikan motor itu ke tuan sebenarnya yakni Marc. Tentu akan penuh kecanggungan dan yang terpenting akan dikemanakan Dovi setelah itu?

Tentu jawaban paling strategis adalah mengangkat Andrea Dovizioso sebagai test rider HRC. Diperkirakan Andrea juga sebenarnya tidak masalah dengan tugas tersebut, dengan catatan jelas bahwa itu bisa terjadi ‘If The Price is Right‘ antara Dovi dan HRC. Namun jika hal ini mau jauh lebih strategic lagi, Honda bisa melakukan apa yang pernah mereka lakukan dulu dengan Stoner, Dovi dan Pedrosa yakni membentuk trio pembalap dalam satu team factory Repsol Honda. Dan ide ini sempat dilontarkan di Sky sport beberapa hari yang lalu.

Wait, jikalau kita membicarakan hal ini dengan regulasi sekarang, tentulah ide ini benar benar ‘Total Bullshit ‘ alias omong kosong. Yap, karena regulasi Grand Prix pasal 1.11.10 menyebutkan bahwa setiap tim pabrikan hanya diperbolehkan maksimum menghadirkan 2 entry list (pembalap). Itu artinya ide ini hanya bisa dilakukan jika ada amandemen atau perubahan terhadap regulasi tersebut.

Jika kita flashback ke belakang ada beberapa kejadian yang dapat berlangsung disebabkan pembengkokan regulasi; debut Fabio Quartararo di Moto3 setelah kemenangan di CEV, dan debut Marc Marquez langsung ke tim factory Repsol Honda tanpa melalui tim satelit adalah dua contohnya. Memang sih jika hal itu dilakukan maka dipastikan Honda akan membayar semua kebutuhan finansial yang mereka akan tanggung dengan kehadiran satu motor factory spec di tim. Namun jelas, ini harus dipikirkan masak masak oleh regulator karena hal tersebut akan berefek domino ke depan.

Jika Honda atau pabrikan manapun mau memasukkan opsi tersebut yakni memasukkan rider factory ketiga di luar 2 pembalap permanen mereka namun tanpa membengkokan regulasi, mereka bisa membentuk satu tim baru (statusnya tim independent) dengan hanya 1 pembalap di dalamnya, namun ya tentu ini akan nambah biaya yang nggak sedikit walaupun buat pabrikan Honda tentu ini sebuah hal yang memungkinkan untuk dilakukan. Kalo menurutmu gimana sob?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

66 COMMENTS

    • Itulah Master Y, jawara tertua dari jepang di motogp, yang lain masih belajar bikin motor balap Y sudah juara duluan dengan YZR 500 dan rider legend motogp yaiu Giacomo Agostini…

      Setelah Y berhasil juara dunia motogp, pabrikan jepang lain pun ramai berguru dan meniru teknologi apa sih sehingga yzr500 bisa juara motogp dan mengalahkan mv agusta, dan dengan jiwa nasioalis serta kasihan lalu Y mempersilahkan pabrikan lain untuk menjadi murid dan berguru pada master Y

      jadi buat fans sebelah jangan terlalu over, belajar sejarah dulu 😂

      Guest
  1. nungkin bukan mengoprek regulasi ya, tp menambah butir2 yg menguatkan.. penambahan pembalap ketiga hanya bisa dibolehkan ketika terjadi situasi seperti yg dialami haerce sekarang.. tp diluar soal regulasi itu emang riskan sih, test rider cuma satu dipake buat balap, misal (amit2) Bradl cedera jg ya repot bund..

    Guest
    • Yang selama 10 tahun terakhir kesulitan juara,sampai 2020 menghalalkan segala cara 😅😅, eh tetep gak juara juga 🤭🤭

      Guest
    • Yang mau utak atik regulasi itu siapa? Belum tentu juga kan? Itu hanya opini dari media karena situasi dan kondisi tim RHT. Biasakan membaca dulu, baru komen

      Guest
  2. Apa Dovizioso bisa langsung klik dgn mesin penghancur tulang,hingga dibelain sampe segitunya?worthed kah?

    Ane rasa policio aja udah cukup untuk podium beberapa kali,dgn catatan relakan jg gelar 2021 untuk skenario terburuk

    Guest
    • Nah ini…
      Sebenernya apa sih yg dicari rht dr dovi (kalo emang bener)
      Sepandangan ane rht hanya butuh rider pengganti sementara
      Rht gak butuh rider untuk bersaing didepan atw rider yang nantinya bisa diminta inputan untuk pengembangan, hanya pengganti sementara
      Disisi lain dovi menginginkan lebih, dia menginginkan motor di musim selanjutnya
      N dovi tau dia punya nilai plus krn dia pernah menggunakan rcv, walau rcvnya juga sudah beda
      Disini ada permainan strategi kuat2an tawar menawar
      Saat ini justru rht masih upper hand,
      Krn jika marc absen katakanlah 1/3 musim, mereka bisa pakai bradl, n bradl fokus penggembangan rcv my 2022
      Tp jika nanti ada indikasi penyembuhan marc berjalan lambat n bisa memakan waktu 1/2 musim atw lebih atw bahkan pensiun dini tentu akan mengubah keadaan n posisi dovi jadi unggul
      Jadi sampai ada kabar ttg marc, rht akan lebih banyak menunggu
      (Mungkin ini juga alasan knp hrc saat ini lebih banyak diam)
      Untuk dovi, belajar dr kasus kontraknya dgn duc ati, gercep dikit lah, gpp pasca marc comeback jadi test rider, abis itu elus2 gresini agar jadi satelit ke 2 nya honda atw gak masuk wsbk
      Itu kalo masih ingin balapan

      Guest
  3. Bautista siap tuh dipanggil rht untuk gantiin marc selama.recovery,dovi mah kagak jelas gini ngasih jawaban ambigu gt.. entahlah kalau dovi berubah pikiran lagi wong waktu masih ada buat mikir²..

    Guest
  4. Setuju nih saya ama pendapat anda,haerse pokus aja dlu ke 3 pembalap mereka,dan sekalian panggil bautista yg jelas siap bantu rht kapan aja kata doi,dovi masih gaje,ngasih jawaban belum jelas..

    Guest
  5. Dorna perlu pembalap italy yg bisa bersaing dgn spanyol. Dan itu salah satunya ada di dovi.

    Dan dorna berkepentingan di case ini.

    Guest
    • Morbideli: “am i a joke to you?”
      (walaupun half Brazilian)

      Di beberapa trek peko Bagianya jg bertaji,
      justru malah pembalap Inggris yg punah dr MotoGP padahal masih ada GP silverstone

      Guest
  6. Mungkin solusi terbaiknya seperti pas jarwo menggantikan TN30 yang cidera pada 3 seri sisa…
    Untuk menggantikan posisi MM93 yang lagi recovery, bisa saja dopi menggantikan posisinya, berapa seripun nantinya berlaga..
    Trus kalo MM93 sudah 100% pulih dan siap berlaga, mau ga mau dopi pun harus stop…
    Kan emg pilihan awal dopi juga mau vakum ditahun 2021 terlepas dari cidera MM93 yang ternyata lama proses penyembuhannya…
    Dengan begitu tidak ada regulasi yang dilanggar atau dibelokkan karena status dopi saat ini unemployeed….

    Guest
  7. Ajak aja pabrikan lain ikut setuju.
    Menguntungkan juga kan.
    Ducs: miler, peco, zarco
    Yams: vina, taro, morbi
    Masing2 punya 3 top rider juga kan.

    Guest
    • membelokkan regulasi tidak sama dengan melanggar regulasi seperti kasus valve gate. Lagian juga karena situasi dan kondisi. Lagian pabrikan yang lain waktu itu juga tidak keberatan, disetujui oleh semua pabrikan. Disini keliatan kalo komen ddy hanya komen sampah yang isinya justru mempermalukan pabrikan junjungannya sendiri.

      Kaca sekarang memang mahal😂

      Guest
  8. emg tricky banget sih,, masalahnya Dovi ini di pertimbangkan hanya krn Marc lagi cidera, jadi apakah worth it untuk merubah/melobi regulasi yg sudah ada plus biaya yg dikeluarkan demi seorang Dovi dan mengacaukan line up Honda yg sudah ada ?
    kalo saya lebih prefer Pol jadi solo rider aja untuk sementara, toh performa dia di KTM udah terbukti kalo dia juga seorang fighter,,
    dan kalo emg Dovi jadi masuk Repsol Honda kemungkinan besar HRC udah menyerah dgn status Marc alias mereka udah pesimis dgn performa Marc kedepannya minimal 1 musim kedepan,, jadi di pilih lah Dovi untuk jaga2.
    dan untuk Dovi sendiri apa dia mau hanya sekedar dijadikan pembalap pengganti ? paling banter pun dia bakal di kontrak 2 musim kalo emg Repsol jadi pake 3 rider, dan untuk test rider sendiri apa HRC sdg membutuhkannya ? bagaiman dgn Stefan Bradl ?
    atau malah HRC membuat satu tim lagi hanya demi menjaga Dovi ?

    Guest
  9. Honda ikut kejuaraan bukan untuk point konstruktor, tapi juara dunia.. Yg lain hanya bonus…dan dovi jelas hanya pilihan satu2 yg tersisa untuk mengamankan peluang itu…berat untuk marq dpt juara di 2021, lorenzo ud lama ga balapan, rekrut dani lagi ga bisa karena ud prpanjang dgn ktm..pol belum truji (belum prnah juara 1 dan pake rcv)alex masih labil, dan taka mentalnya masih kurang… cari pembalap moto2 slain juara dan runnerup… Itu jelas konyol…

    Guest
  10. Wah kalo rider nganggur ntar ditinggalin tuh sama pacaranya. Kan tuh cewe ga setia. Waktu pacaran sama West aja selingkuh dengn Dovi karna lebih tajir dan lebih terkenal. Tipe cewe kaya gini kalo ada cowo yg lebih dari cowonya skrg bisa selingkuh tuh, apalagi ada uang abang sayang ga ada uang abang kutendang. Wkwkwkwk

    Guest
  11. @galuh

    setuju cuy
    harus di maksimalkan pembalap yg ada aja dulu, lebih rasional dari amandemen
    perkembangan Alex n Taka juga dh cukup bagus kok, pol juga kelihatannya bisa nyetel di pertengahan musim di bandingkan dovi yg seperti kehilangan arah (opini saya)
    tinggal terus di poles dan di arahkan yg bener
    kalau mang nanti jadi motor yg bener2 berbeda di karenakan riding style masing-masing tapi hasilnya bagus, itu juga butuh duit banyakan untuk mendevelop hal tersebut
    di bandingkan dengan amandemen

    kecuali target mereka yaitu untuk menjuarai juara pabrikan dan tim, atau agar sponsor lebih terlihat di depan kamera y ok aja sih, atau jadi wing man salah satu rider juga gpp

    kalau saya jadi manajer HRC dan emang murni ingin juara tahun ini, ngapain juga amandemen peraturan yg jelas butuh uang banyak di saat pandemi gini + juga rider-nya Dovi yg kurang bersinar akhir akhir ini, dan belum tentu juga langsung nyetel

    kalau emang Stoner ujug2 sehat dan siap, mungkin lebih masuk akal dari pada Ambil Dovi

    cmiiw y

    Guest
  12. @galuh

    setuju cuy
    harus di maksimalkan pembalap yg ada aja dulu, lebih rasional dari amandemen
    perkembangan Alex n Taka juga dh cukup bagus kok, pol juga kelihatannya bisa nyetel di pertengahan musim di bandingkan dovi yg seperti kehilangan arah (opini saya)
    tinggal terus di poles dan di arahkan yg bener
    kalau mang nanti jadi motor yg bener2 berbeda di karenakan riding style masing-masing tapi hasilnya bagus, itu juga butuh duit banyakan untuk mendevelop hal tersebut
    di bandingkan dengan amandemen

    kecuali target mereka yaitu untuk menjuarai juara pabrikan dan tim, atau agar sponsor lebih terlihat di depan kamera y ok aja sih, atau jadi wing man salah satu rider juga gpp

    kalau saya jadi manajer HRC dan emang murni ingin juara tahun ini, ngapain juga amandemen peraturan yg jelas butuh uang banyak di saat pandemi gini + juga rider-nya Dovi yg kurang bersinar akhir akhir ini, dan belum tentu juga langsung nyetel

    kalau emang Stoner ujug2 sehat dan siap, mungkin lebih masuk akal dari pada Ambil Dovi

    Guest
  13. Really? Dovi?orang yg paling suffering dgn kompon ban belakang Michelin yg baru
    Meskipun yaaa,masih belum tahu kalo dgn tunggangan yg berbeda

    Guest
  14. Cuek aja turunin 3 pembalap, tinggal jawab “oh maaf kami salah memahami regulasi”, paling pengurangan point pabrikan!

    Guest
  15. smooth nya AM73 itu cuma di visual, kalau kata AM sendiri berdasarkan data telemetri sebetulnya gaya bawanya sama aja.

    Guest
  16. @Jarmoo
    yang tidak bisa buat Hodna
    1. mencari sponsor Sultan macem Petronas buat Satelite
    2. nyediain 4 motor Factory full Support macem KTM
    3. Mengalahkan Dominasi Fer & Merc di F1
    4. bertaji di MX2

    Guest
      • @Frankon Kalo banyak menang memang karena kolaborasi performa mesin dan rider. Bukan banyak menang karena ngoprek regulasi. Gak logis dan gak ada buktinya. 🤣🤣🤣
        Cuma dalam memuluskan skenario jangka panjangnya, Repsol Honda secara fakta modif regulasi. Contohnya seperti yang kita tau soal “Rookie Rules” yang langsung dihapus mulai 2013 sehingga Marc bisa langsung masuk tim pabrikan di tahun pertama naik kelas.

        Jangan ngerasa seneng ente ngeliat ane nulis komentar yg nyenggol Honda 🤭

        Editor
    • Hanya pabrikan Sultan yg paham cari celah, klo bukan sultan jangan coba-coba.. nanti kayak kasus pabrikan sebelah 😅😅

      Guest
  17. klo memang punya dana kenapa tidak dikontrak saja dovi utk setahun sebagai test rider tapi “permanen turun balapan” selama marc tidak bisa, setelah marc bisa yo wes marc yg turun.. musim depannya habis kontrak jga kan bebas mw kemana tu dovi

    Guest
  18. Kejauhan kalo sampe modif regulasi jadi 3 motor.
    Actualnya aja ada 2 motor kunyit, yg satu (kemungkinan) gak ada ridernya, butuh pengganti.
    Bradl? Gak lah, hasilnya gak akan jauh dari 2020, kunyit butuh rider yg bisa di posisi 10 besar, ini soal pride dan tanggung jawab kpd sponsor.
    Ambil dari moto2? Mrk kan udah ada kontrak line up utk 2021.

    Ya emang pilihan terbaik tetep dovi dg status nya hanya sbg pengganti, soal kontrak kan bisa diatur, per setengah musim lah kalau memang 1 musim kebanyakan.

    Guest
  19. Si dovi makin sini makin belagu, pdhal skill nya ga terlalu wah juga, makanya sekarang dia blm dapet seat d motogp
    Perform dia skrg keliatan turun tapi masih pake pikir2 tawaran, pdhal daripada nganggur mending gass aja ga usah banyak cingcong

    Guest
    • Bener. Apalagi si puig yg katanya bisa ngeliat potensi dari skill pembalap, sepertinya gk akan dia memperjuangkan mati matian buat dapetin badut yg zong dari rookie yg selama 4 musim karirnya di honda cuma menang 1x dan apalagi di musim terakhirnya di motogp lebih banyak sunmori nya daripada fight di barisan depan

      Guest
  20. RHT tetap butuh pembalap pengganti MM, untuk point tim. Kalo point konstruktor, memang bisa dibantu oleh AM dan Taka. Tapi untuk point tim, mereka tidak bisa nyumbang. Sementara pol belum ketahuan nanti kinerjanya gimana. Pilihan paling logis jelas dovi bagi rht, karena dovi pernah di rht

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.