TMCBLOG.com – Teka teki mengenai Siapa pembalap kedua yang akan menjadi team mate Tom Luthi di pertamina Mandalika SAG Moto2 team 2021 akhirnnya Terjawab setelah Salah Seorang Founder MRTI Bro febby memforward Informasi baru ke tmcblog bahwa Bo Bendsneyder lah yang akan menempati posisi Tersebut

Pembalap asal Rotterdam ini sebenarnya yang belum lama  telah menandatangani kontrak dengan Dutch EAB Racing untuk memulai musim 2021 di ajang FIM Supersport World Championship sebelum akhirnnya mendapat tawaran dari Tim Pertamina Mandalika SAG di menit-menit terakhir.

Setelah bekonsultasi yang baik dengan Ferry Schoemaker dari EAB Racing, Bendsneyder telah memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan memulai musim depan sebagai rekan setim Tom Lüthi di kelas Moto2. Hubungan Bo dengan Indonesia ? Bo Menurut info dari team adalah keturunan Indonesia dimana Kakek dari Pihak ayah Bo pindah dari Surabaya Ke Belanda di tahun 1956.

Bo Bendsneyder: “ Saya sangat senang bisa membalap untuk Tim Pertamina Mandalika SAG tahun depan! Mereka adalah tim yang telah menunjukkan hasil yang luar biasa dan saya tidak sabar untuk mempersiapkan musim bersama mereka. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada tim dan sponsor karena telah memberi saya kesempatan ini. ”

DIMAS EKKY Wild Card Moto2 juga ke Moto2 CEV

Dimas Ekky Sendiri Menurut Info dari team disiapkan Untuk rencana ikut Masuk ke CEV Moto2 Musim 2021 nanti guna persiapan ke Moto2 World Championship seperti yang di sarankan Oleh Dorna. Selain itu Juga Di Keterangan resminya Tim ini juga menyiapkan Dimas Ekky Sebagai pembalap Wild Card dan pembalap pengganti yang selalu siap Jika Tim Tugaskan kepadanya  . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

64 COMMENTS

  1. Saya kira cuma dunia politik yg suka php rakyat tapi ternyata dimek kena php mrt padahal sudah roadshow kiri kanan wkwkkwkwkwk

    Guest
  2. Abis pembalap kita paporitnya sirkuit Spanyol dimn ada pblp asli Spanyol saat balap 😄, toh kalo hasil nya baik tertulis MRTI ,semangat mase…

    Guest
  3. Ingat jadi sponsor beda dgn punya tim sendiri beda dgn honda team asia ahm jadi sponsor dgn satu slot kursi untuk pembalap indonesia.

    Mrt atau gresini sama saja dgn qatar airways yg jadi sponsor klub besar eropa

    Guest
  4. Kalo cuma embel2 darah Indonesia sih Jasper Iwema dulu jg punya, banyak sih cucu/cicit pribumi yg pilih jg org Belanda karena alasan ego di era kemerdekaan jdi pembalap terutama bocah2 kelahiran 80 keatas kebanyakan punya ikatan historis sama Indonesia kaya Barry Veneman, Rob Hartog, Bryan Schouten, Scott Deroue, Hugo van den Berg dan masih byk lagi gw lupa siapa aja. Kalo ga percaya bisa gogling nama2 yg gw sebutin, liat mukanya apa lebih bule dari anak jalanan Indonesia wkwkwk

    Gw rasa Dorna yg kasih rekomendasi ato dalam bahasa alusnya pembalap usulan sponsor ditolak dan Dorna kasih nama siapa yg layak di moto2. FYI ada juga kok dulu pembalap yg pernah ditolak Dorna padahal namanya udah ada di entry list moto2, jadi ini bukan hal baru. Alasannya? Karena performanya dirasa ga layak ada di kejuaraan dunia. Kenapa dulu ada pembalap Indo bisa masuk Gresini moto2? Simpel karena doi bisa dapet poin dan beberapa seri buktiin bahwa skill dia kepentok motor dgn kalahin Eugene Laverty atopun Russel Gomes yg pake Aprilia uzur (seumuran TZ250)

    Guest
    • @ganti cangkir serius tu?berarti emang bener tu rider dulu skill nya lumayan tapi kepentok motornya emang tuir,hmm berarti skill termasuk pas gak parah2 amat

      Guest
      • @Namec Kalo liat fakta, iya. Karena DonTat baru beberapa kali pegang TZ250 aja udah bejaban di papan bawah, bukan asal finish di belakang. Dan kenyataannya adalah seburuk apapun DonTatdi GP250, dia masih satu2nya pencetak poin di GP. Padahal hasil karbitan baru lulus ARRC dikasih TZ125 1,5 taun kemudian dipaksa naik TZ250, tau sendiri kan motor 2 tak cem mana, bukan begitu bung MukGil?

        Guest
    • Wkwkwk,orang Suriname diklaim jadi orang kita juga bisa,padahal palingan cuma generasi kakek nenek mereka yg berhubungan dgn kerabat yg di Indonesia,abis itu generasi selanjutnya udah putus pohon silsilahnya karena ga kontak kontakan 😁😁

      Guest
      • @Eekum Siapa bilang generasi setelahnya gak kontak2an? Sampai saat ini kami masih saling sapa dan bertukar kabar dengan saudara2 se-Jawa yang di Suriname dan juga yang sudah pindah ke Belanda.

        Editor
    • @GanCang Ya karena nama yang diusulkan sponsor nihil poin pada tahun pertamanya di kejuaraan dunia, tambah lagi di tahun pandemi ini nama yang diajukan oleh sponsor tim tersebut tidak melakukan aktivitas balapan.
      Fix! Om Darso ini insider! No debat!

      Editor
  5. asal jangan jadi kayak Sepang Racing Team aja, di Malaysia skrg terpisah jadi dua kubu, antara pro keputusan datuk Razlan yg mendepak Khairul Idham Phawi dgn yg kontra akan keputusan tsb,, krn bagaimanapun di website resmi SRT ada tulisan seperti ini “Sepang Racing Team exists to showcase Malaysian talent and potential on a world stage and is supported in this objective by title partner, PETRONAS, who bring their expertise, passion and prowess to the track.”

    Guest
  6. Yang penting bukan dimek saja.
    Tapi penggantinya si Bo ini masih bagus Andi Gilang sih.
    Berhubung Andi Gilang didikan AHM mungkin blm bisa lepas ke team lain

    Guest
  7. sejauh ini sudah langkah yang tepat, bikin sirkuit, bikin team dengan bawa nama indonesia

    abis ini tinggal didik pembalap dari indonesia aja

    Guest
  8. Saya melihatnya Pihak tim di Indonesia tidak punya Koneksi Solid ke DORNA. Saya yakin kalo mereka ngomognya ke dorna maka bargaining possitionnya Kuat karena Dorna adalah perusahaan Bisnis. mereka akan lihat alasan2 bisnis termasuk Market indonesia yang bejibun itu.
    kalo Komunikasinya hanya dengan IRTA saya pikir akan sulit meletakkan Posisi tawar. irta itu urusannya lebih ke kepentingan team dan pembalap . . dan Jangan jangan itu pun melalui ‘perantara’ ?? entahlah
    namun saya yakin seharusnya ” kecolongan ‘ ini bisa jadi pembelajaran terbaik biar nggak ‘ hijau hijau ‘ amat sama urusan beginian . . . taun depan cabut aja Itu Pertamina, saya Yakin Puyeng mereka !!

    Administrator
    • Ga ada yg kecolongan wak, itu udah murni dari komite, ga bisa seenaknya pake unsur politis ato bisnis mau koneksi ke Dorna sesolid beton sekalipun, kalopun mau pake jalur itu harus ada syarat mutlak yaitu PRESTASI. Contoh Zarco yg sampe dicariin tempat di Avintia, kalo Zarco jurukunci mana mau Dorna susah2 toh udah ada Quartararo. Simpelnya, sponsor salah bawa pembalap. Coba kalo yg dibawa MURNI pembalap baru, ato kalo nama lama ya yg pernah dapet poin, ato pernah start dari row kedua moto2, ato bahkan pernah menang wss300, itu baru BARGAINING POINT dan komite ga mungkin nolak. Ini saya lampirkan salah satu contoh kasus, di komen atas saya ga sebut pembalapnya tapi biar clear bisa disimak apa yg terjadi sama JESKO RAFFIN dan apa usaha dia biar bisa balik ke moto2 lagi. Semoga komen ini muncul.

      https://www.motorcyclesports.net/others/international/speed-international/jesko-raffin-returns-moto2-european-championship/

      Guest
      • kalau soal ditolaknya pembalap, itu memang sudah final . . Maksudku apa Iya pembalap Indonesia stocknya cuma itu? kombinasi antara mepetnya waktu dan kurang solidnya komunikasi

        Administrator
    • Harus belajar dr American racing,Joe Robert lepas ganti orang Amerika lagi, Walaupun teammatenya tetap orang spanyol,,mungkin orang mereka lebih bisa bargaining

      Yaah penggantinya Joe juga bukan orang kaleng kaleng sih,punya prestasi

      Guest
      • Tetap adalah sisi politis dan bisnisnya meski ga dominan, sultan abraham jg ga punya prestasi mencolok buat dapat slot motogp. Yahh mirip2 dimas lah, posisi tawar sebagai sponsor yg lemah 😂

        Guest
  9. Sebenarnya andi gilang yg di ambil bukannya malah turun ke moto3,,sayang pengalaman setahun di moto2 dan sudah mulai nyetel malah di suruh ngulang lagi jika 2022 slot hta di ambil mario dan gilang ke mrt moto2.

    Dimek mau di taruh di cev dgn umur 29 tahun depan apalagi cev moto2 nanti 2022 baru pakai mesin persis dgn moto2.daripada mubazir lebih baik dimek di over ke wss600 berhubung mrt tdk berafiliasi dgn YRI atau AHM sehingga membuka peluang pembalap muda kita ke wsbk tanpa terikat pabrikan (YRI)

    Guest
  10. Ga masalah sih, ga pake rider indo. Kalo saya sih ga butuh tau juga bo itu keturunan indo ato bukan. Udah mending fokeus aja dulu ngebangun tim.
    Dan yang paling penting terbuka lah wahai MRTI, pencitraan mulu dah perasaan. Dan alasan yang dilempar ke publik hampir selalu ga masuk akal.

    Guest
  11. Betul wak sag lagi kesulitan dana,,bisa2 bubar tapi di tolong dorna lewat mrt.

    Uang rakyat di hambur cuma buat orang liar untuk apa

    Guest
  12. Memang blm saatnya dimek masuk ke Moto2 lagi, tapi kesempatan itu msh ada kita dukung saja team ini bisa bersaing dan kedepanya ada pembalap asal indonesia

    Guest
  13. Nah, gitu kan enak pembalapnya lumayan semua.
    Akhir musim ini bensneyder ini lumayan lo bisa masuk ke 10 besar.
    Kalau gini kan bisa lebih sering kesorot kamera motornya, gak cuma pas ndlosor doang kesorot kameranya.
    Dari awal emang saya lebih suka pake pembalap yang udah terbukti mampu kejar poin. Bukan masalah gak nasionalis, cuma realistis aja pembalap indo sekarang belum mumpuni buat ke moto2 dunia. Mending kembangin dulu di ajang lain, misal bisa konsisten 5 besar di CEV saya rasa sudah sangat layak masuk moto2 buat bersaing konsisten dapat poin.

    Guest
    • Soalnya kebanyakan sembalap indo sukanya ‘instan’ . Ga punya trackrecord di Moto3 ,eehh langsung nyemplung di Moto2. Kan ‘ngampas’ jadinya.

      Guest
  14. Harus diakui mau seburuk apapun attitudenya di masa lalu, kenyataannya memang cuma dia yg punya nilai tawar tertinggi, kalo ga mau ditolak karena alasan under perform.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.