TMCBLOG.com –  Ketidakhadiran Nama Andrea Dovizioso sebagai Entry List pembalap pemanen sementara MotoGP 2021 dari MotoGP jelas mengakhiri sebuah era generasi pembalap pembalap hebat yang sudah bertarung bersama sejak awal abad di kelas 125cc . Beberapa pebalap paling luar biasa dalam era tersebut selain Dovi antara lain adalah Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Ketika Dovi naik ke kelas Primer MotoGP, sudah ada sosok lain yang memilik Talenta Sangat Luar Biasa seperti Valentino Rossi dan kemudian disusul Marc Márquez  di 2013 sebagai Pembalap eraa setelah Dovi. Namun ternyata Bukan Marquez dan Rossi yang merupakan saingan paling berbakat yang diaku Oleh Dovizioso.

Pembalap asal Forlì itu sempat menjadi Runner-up di MotoGP hingga tiga kali berturut turt, finis runner-up dunia di belakang Márquez dari 2017 hingga 2019. Terlepas dari bakat bakap Pembalap asal Spanyol yang tidak diragukan lagi itu dan tanpa ada maksud merendahkan Pembalap Lain, Dovi menyoroti Casey Stoner Sebagai saingan paling berbakat Bagi dirinya

“Dia adalah yang paling berbakat sejauh ini,” kata Dovizioso dalam sebuah wawancara dengan DAZN. “Tapi di luar bakat, ada beberapa Karakter Unik mengenai talentanya. Anda tidak bisa mengatakan bahwa Valentino tidak berbakat, tetapi dia ( Vale ) memiliki metode dan dia mencapai hasil. Di sisi lain, Casey di saat pertama ia langsung menunjukan . .  bam! Dan merupakan hal terburuk bagi saingannya untuk mengalahkannya. Sepanjang karirnya dia melakukannya seperti itu, dia sangat pandai dalam hal itu. Jadi selain bakat itu, begitulah cara dia memanfaatkannya. “

” ( Sebenarnya) Tidak adil untuk memilih siapa pun yang lebih banyak dari yang lain, karena mereka telah menjadi juara dengan cara yang berbeda dan dengan karakteristik yang berbeda. Meskipun ada beberapa yang menuai hasil yang lebih baik daripada yang lain, mereka semua sangat penting, saya telah banyak mempelajarinya, kami telah banyak berjuang.

Sangat menarik dan sangat sulit untuk bersaing dengan mereka. Kita berbicara tentang nama-nama penting tidak hanya karena mereka telah bertarung di depan, tetapi karena dalam 10 atau 15 tahun terakhir levelnya sangat tinggi. Saya tidak mengatakan bahwa sebelumnya atau sekarang ini rendah, tetapi konsentrasi bakat adalah sesuatu yang luar biasa. “

Dovi juga menunjukkan apa yang membedakan Marquez dari Stoner. “Sulit untuk mengatakan bahwa ada pembalap dengan lebih berbakat daripada Marc. Segala sesuatu yang telah dia capai telah dilakukan dengan cara yang memiliki basis, ( dan hal) itu akan mengarah pada mengatakan bahwa Casey memiliki sedikit lebih banyak bakat, tetapi Jujur, sulit bagi saya untuk mengatakannya seperti itu.

Untuk alasan yang berbeda, dia menjalani kehidupan yang berbeda dari Casey. Dia tidak pernah mengalami kesalahpahaman atau situasi di mana Casey merasa tidak nyaman dan cukup banyak bicara. Di tingkat lingkungan, semuanya menjadi jauh lebih mudah, santai, tenang. Dan memang begitu alasan mengapa dia ( Marc )  memenangkan begitu banyak kejuaraan dan akan memiliki karier yang sangat panjang, “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

      • dua motor terhebat beda pabrikan tapi kasusnya beda

        saat di ducati, mesin ducati paling kencang

        saat di honda mesin honda paling kencang

        gak ada yg spesial

        dan cuma dapet juara 2 kali

        sementara lorenzo, pake mesin paling lemot dapet 3 kali
        marquez pake mesin paling celeng, dapet 6 kali
        rossi, sama pake paket terkencang dapet 7 kali

        cuma bedanya stoner dianggap bisa nabokin rossi yg masih bugar, padahal skill rossi ya gitu gitu aja

        intinya, stoner terlalu di overkan sama orang orang,

        kalo balap sekarang, ya mungkin nasibnya kena bully sama quartararo, alex rins, joan mir

        intinya stoner emang gak kenceng kenceng amat kalo dapet motor cacat.

        Guest
        • @yakult, intinya pendapat para pembalap motogp yang pernah bersaing dengan stoner, termasuk rossalinda dan bahkan pendapat tes rider dukate seperti Pirroo lebih dipercaya ketimbang pendapat penonton motogp paling awam pengetahuannya seperti anda yang menilai kehebatan pembalap cuma dari jumlah gelar juara dunia.

          Cobalah anda cari tahu lagi, kenapa selalu stoner stoner dan stoner yang selalu disebut sebut pembalap dengan talenta dan bakat luar biasa.

          Guest
        • yah rcv1000 ditangan stoner aja bsa lbh cepat 3detik ditangannya dibandingkan pembalap lain…inget gak kasus tsb yg beberapa team merasa terkecoh…

          Guest
  1. Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.
    Saingan Penjegal Dovi Jurdun.
    Selama ada Dani Pedrosa, Dovi susah JurDun di 125cc, baru JurDun pas Pedro naek ke 250cc.
    selama ada Lorenzo-Stoner, Dovi susah JurDun 250cc

    Guest
  2. Saya paham kenapa Dovi sulit untuk mengonfirmasinya.

    Karena Marc sebetulnya melakukan hal yg sama dgn Casey, dimana ‘bam!’ ia melakukannya juga saat pertama kali mengendarai RCV di 2013.
    Dia rookie dan gak tau banyak mengenai motor yg akan dikendarainya saat itu, tapi 2013 adalah musim yg ternyata manis buatnya.

    Simpel sekali yg mengganjal hanya karena Casey melakukannya di Dukati dan Hodna. Hal yg tidak Marc lakukan di karirnya.

    seandainya Marc juga melakukan hal yg sama dgn Casey (motor berbeda), tentu Dovi akan bilang bahwa mereka berdua setara dalam hal talent.

    Guest
    • Pribadi saya yakin kalau mm93 pindah k ducati.. Mm93 juga bisa juara dunia..
      Karena selain motor yg sudah bagus, mm93 juga pembalap terkuat terpintar di era sekarang..

      Guest
        • Ngomongin marc seperti ngomongin lionel messi atau pele. Bukan seperti seorang CR7, Maradona atau Ibrahimovic. Mana yg lebih bagus semua champion, tergantung sudut pandang. Klo CS27 mirip siapa ya…

          Guest
  3. Pembalap yang paling terkena dampak ketika stoner pindah respol hodna.
    Padahal dulu dovi jadi anak emas hodna non spanyol. Pembalap kedua terlama hodna yak kalo gak salah setelah pedrosa. Tapi hasilnya gak sesuai harapan hodna, sampe hodna ngontrak stoner dan memutus panceklik jurdun hodna bersama respol selama 5 tahun.

    Guest
  4. Yaelahh pembalap sekelas Marquez & Rossi juga gak terlalu butuh pengakuan dari pembalap yg selalu gagal meraih satupun gelar di motogp kaya elu zong, bahkan ketika sang alfa absen balapan masih gagal juga 🤣

    Guest
  5. Bedanya Marquez difasilitasi paspor Spanyol sementara Stoner harus sering merasakan dianaktirikan/nomorduakan. Coba sebut 1 musim aja kapan Marquez harus struggle, sejak 125cc dia udah dapet sponsor gede, sampe di moto2 dibikinin tim, di motogp dirubahin regulasi. Stoner? Jadi anak tiri Puig, sempet terlempar ke KTM yg motornya bau kencur, pas saingan sama Pedrosa di gp250 dia cuma dapet spek satelit, naik motogp pun hampir masuk pabrikan Yamaha malah ditolak sama pembalap utamanya, akhirnya masuk Pons Racing, eh Pons malah mundur dari motogp, dalam hitungan hari Cecchinello selamatin dia dan bikin tim, itu jg cuma kebagian RC211V spek 2004 ato 2005 awal, sementara tim satelit lain dapet 2005 akhirakhir buat pembalap kedua dan pembalap satelit pertama dapet my 2006.

    Guest
    • Kadang lucu sih sering liat pernyataan kaya gini. Si a enak orang spanyol bla bla, wah pembalap motogp isinya spanyol semua.
      Padahal itu semua adalah buah dari kerja keras repsol yang jor joran mendukung bakat bakat balap dari negara mereka yg duitnya gak sedikit.
      Kalo ada pembalap austria yang berbakat juga pasti bakalan mati matian didanai terus sama redbull.
      Coba sebutin sponsor dari italia yang berani jor joran kaya repsol ?
      Makanya wajar kalo saat ini pembalap spanyol lebih dominan dari italia.
      Lagian sama juga kaya rossi pas naik ke motogp dibikinin tim dan difasilitasi sama nastro azzuro.
      Tapi ko gak ada yg bilang enak yak karena rossi berktp italia.

      Guest
      • Gini lho bosque, kalau bicara secara objektif, motoGP ini lebih mirip kejurnas Spanyol drpd world GP Championship. Dominan spanyol, dan kalaupun ada sembalap dari negara lain ya karena syarat tidak resmi dari Dorna. Contoh : Inggris dan Australia harus ada wakilnya tuh.
        Terus liat juga sejarahnya, sebelum dipegang DORNA. Konteks di komennya kan fakta kalau Stoner memang harus struggle too much utk jadi jurdun motoGP. Malah dari kelas capung cuma jadi contender. Sama kyk Jarwo juga gitu.

        Guest
      • @EPBEES Thanx bosque udah bantu jelasin maksud komen gw. Ini yg gw suka kalo gw komen, pasti ada aja yg ke trigger padahal belom paham betul maksud gw, ya mungkin karena gw terlalu to the point dan ga terlalu jago ngejelasin wkwkwk monmaap

        Guest
    • Intinya begini: Marq sudah dapat high level privilege sejak dini. Udah gitu aja. Lebih berbakat mana? Ya opini masing-masing.

      Guest
      • @fadz
        how ignorant? can’t believe this kind of people still exist! ini bukan seperti situasi “mana yang lebih dulu ada, ayam atau telor?”, pada akhirnya, semua keringat, potensi dan prestasi kamu akan terbayar, emang ada sponsor yang tidak berhitung? lantas ujug-ujug keluar uang besar dan dukungan mati-matian untuk talent yang abu-abu? oh come on!

        bukti prestasi dulu baru ganjaran reward, kerja dulu baru dibayar akhir bulan!!!

        Guest
  6. Berbakat disisi pertama kali pegang motor maupun disirkuit yg pertama kali jelas casey ga ada lawan. Sekali putaran langsung cetak waktu terbaik. Bagi Casey ga butuh banyak putaran buat cetak fastest lap bahkan disirkuit yg belum dikenal pun. Sy pribadi tanpa melihat sisi gelar juara dunia, cenderung ke Casey ketimbang Marquez. Alasannya sederhana, selain hal diatas, data casey saat jadi test rider HRC ga kepake sm Marquez, soalnya ga manusiawi laptime nya.

    Guest
  7. Jarang sih Dovi battle Head to Head dgn Rossi…namun Dovi anggap level Rossi diatasnya
    begitupun dgn stoner yg notabene pernah satu tim
    kalau dengan Marq udah sering Dovi head to head dan menganggap seolah woalah gitu aja Marq…namun ya itu keberuntungan Dovi masih sedikit apalagi untuk jurdun…

    Guest
    • Ente nonton yg 4 tahun terakhir aja kali
      Dovi sering head to head sama vale
      Debut di kelas motogp aja langsung head to head sama vale

      Guest
  8. VR hebat dalam memberikan output kepada mekanik untuk masukan pengembanan ( di eranya dulu ketika masih young dan dengan Jeremy Burgess, serta ada pawang M1 )

    Sekarang masanya udah senja, sudah tak sesinsitif dulu meskipun outputnya masih cukup realistis, tp untuk fight oke lah untuk perebutan posisi top 10
    Usia tidak bisa berbohong, tapi tetap terbaik di eranya terlepas kontroversinya

    Marc rider tipe adaptif, amazing skill
    Namun, terkadang overpower dan merugikan dirinya sendiri
    Tetapi, prinsipnya memang prinsip pembalap No pain no gain

    Stoner kalaupun dia masih membalap di era sekarang
    Saya sih yakin dia bakal bisa merecoki podium karena dengan tanpa elektronik saja sudah sangar apalagi dengan elektronik

    Ibaratnya memamg tenaga motor meningkat, tetapi lebih “tame” karena adanya elektronik
    Apalagi kembali ke Ducati atau Honda notabene motor kentjang

    Tetapi, memang diminta untuk pensiun mungkin untuk menyelematkan dirinya dari sakit kronisnya
    Cmiiw

    Guest
  9. Stoner: Skill A, Bakat dan Talenta A, Adaptasi A, Mentalitas C, Social Attitude C, Drive/Passion/Dorongan diri sendiri untuk selalu menang C

    Marquez : Skill A, Bakat dan Talenta A, Adaptasi A, Mentalitas A, Social Attitude B, Drive/Passion/Dorongan diri sendiri untuk selalu menang A

    Guest
  10. Dovi sudah sering mengalahkan MM, dan menjadi penantang utama MM.
    Jaman masih ada Stoner, Dovi hanya pembalap medioker, susah untuk bersaing atau mendekati Stoner.
    Saingan utama Stoner adalah Pedrosa, Rossi, Lorenzo yang semuanya masih dalam masa keemasan.

    Guest
    • Dovi penantang Marc di era Ecu dan Software sudah seragam.
      Kalau masih ecu dan software in house, gak ada apa2nya si dovi.
      .
      Dan perlu diingat, dovi bisa ngerecokin Marc di sirkuit yang emang ‘bersahabat’ buat desmo, di sirkuit lain engap2an bos.

      Guest
  11. Naik desmobandeng superslide,naik Erceleng superslide, no doubt, paling keren bakatnya. Bukan paling hebat lo ya,karena ada faktor mentalitas dll

    Guest
    • Setuju ama dovi klo stoner ini pebalap paling berbakat hnya saja bakat aja tidak cukup untuk datangkan sebuah gelar yg bnyak, harus dikelilingi orang2 yg cakap di bidangnya jg jngn biarkan dewi fortuna selingkuh ama mas lucky, ingat Sukses membutuhkan latihan, disiplin dan kerja keras.

      Guest
  12. Jelas Stoner lah. Motor tanpa mapping ECU aja bisa dibawa fastest lap ngalahin tes rider kok, dengan lap yang lebih dikit pula.
    Stoner, the real (still) conqueror of Duketek jaman masih kayak babi liar.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.