TMCBLOG.com – Valentino Rossi akan jadi pembalap Paling Senior di grid MotoGP 2021 nanti. Fakta ini semakin di Highlite ketika Satu persatu Pembalap 1 generasi dibawah valentino Rossi Mulai bertumbangan dan Tidak hadir kembali di grid Start MotoGP 2021, Sebut saja Mulai Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan terakhir Andrea Dovizioso. Boleh dibilang generasi terdekat yang mengikuti Granprix full dari kelas ‘Capung’ GP125/ Moto3 saat ini salah satunya Adalah Aleix Espargaro yang lahir tahun 1989.

Mengenai kenyataan ini, beberapa hari yang lalu Saat Latihan Di tavulia, vale Bicara Kepada Para wartawan “Saya lebih tua dari Dovizioso, Pedrosa dan Jorge. Mereka adalah generasi muda setelah saya. Tapi setiap orang punya cerita sendiri, motivasi dan gairah mereka sendiri. Usia hanyalah salah satu faktor, satu faktor dari hal hal berbeda (lainnya) yang mempengaruhi.”

Ada satu fenomena tersendiri, Rossi Sendiri yang melakukan Debut Grand prix kelas 125 cc di tahun 1996 dan akan menjalani Musim MotoGP 2021 pada usia 42 tahun akan memiliki 8 Pembalap Kompetitor Muda Yang Bahkan belum lahir saat Ia menjalani Tahun debut balapnya itu (31 maret ’96 – Syah Alam malaysia )  Ke 8 pembalap tersebut adalah : Alex Marquez (23 April 96), Pecco Bagnaia, Joan Mir, Fabio Quartararo, Iker Lecuona, Luca marini, Enea Bastianini,  dan Jorge Martin

Walaupun Beberapa orang dari Dalam paddock seperti misalnya terakhir Fausto Gresini menyatakan agak sedih melihat legenda hidup dan pembalap hebat sebesar Valentino Rossi seperti kesulitan di Grid Balap, terlempar dari posisi top 10 dan sebagainya – Namun Vale terlihat masih cukup memiliki optimisme jelang Musim MotoGP 2021 bersama Petronas Yamaha SRT

“Saya senang bisa balapan tahun depan dan saya berharap bisa kompetitif. Itu selalu sulit karena para pebalap muda semakin kuat. Itu tantangan besar, tapi saya akan mencobanya,” ujarnya tentang petualangan barunya bersama Petronas Yamaha. New team dan Bukan team factory diharapkan Rossi tidak terlalu Crowd sehingga ia bisa lebih konsentrasi di Race weekend ketimbang Riset Riset dan development seperti layaknya pembalap Di team factory.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

26 COMMENTS

  1. Ngeliat Rossi balapan sekarang ibarat ngeliat Freddie Spencer balap di jaman 990-800. Kebayang kan kaya apa tuanya.

    Guest
  2. Fokus riset berkembang biak aja mbah ros.biar bisa menghasilkan bibit bibit yg unggul.
    Tapi saya saya salut sama mbah ini.umur 42 masih berani geber motor motogp.

    Guest
  3. New team dan Bukan team factory diharapkan Rossi tidak terlalu Crowd sehingga ia bisa lebih konsentrasi di Race weekend ketimbang Riset Riset dan development seperti layaknya pembalap Di team factory

    Kita mencoba sedikit berandai andai seperti tahun tahun sebelumnya. Oke rossi fokus mempersiapkan motornya untuk race weekend.
    Nah ketika nanti motor yamaha kembali tidak kompetitif.
    Akan kah keluar kata kata mutiara ?
    Ahh yamaha gak dengerin masukan rossi sih

    Guest
  4. Gw acungi jempol semangatnya yg ga pernah padam buat balapan tp disatu sisi merugikan generasi penerus krn slotnya diambil sang lejen ini.

    Guest
  5. Bukan pembalap lain yang lebij kuat mbah,panjenengan aja yang semakin lemah krn usia, bani andai bilang andai umur sama langganan 1,2 lah ente mbah

    Guest
  6. Satu yang harus diapresiasi adalah kecintaan dan passion nya terhadap dunia balap. Tanpa menampik bahwa hasil tahun 2020 sangat buruk buat The Doctor, tapi rasa cinta dan passion ini banyak menginspirasi saya pribadi. Mungkin banyak pembalap muda yang lebih cepat, dan mungkin banyak pembalap baru yang akan muncul di masa depan yang bisa melebihi record the Doctor, tapi buat saya pribadi yang mengikuti beliau dari 2007, dimana saat itu orang sering bilang: Ayo nonton Rossi, ROssi poisi ke berapa? dll. Tapi sebuah milestone dan pencapaian sendiri untuk seorang atlit, apalagi di usia sekarang, geber motor 1.000cc di atas 300km/jam, salut!!!

    Guest
  7. Semangat mbah, ini bukan masalah menang atau kalah yg jadi motivasi si mbah tapi dia emang suka balap dia mencintai pekerjaannya apapun hasilnya, jadi ambisinya bukan lagi mengejar gelar ke 10 tapi mencoba menikmati hidup versi si mbah.

    FYI, saya fans motogp sejak kecil siapapun sembalapnya sabodo teuing

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.