TMCBLOG.com – Sudah seperti ‘urband legend’ jika kita melihat Statistik 20 Tahun terakhir MotoGP / GP500 bahwa siapapun yang pasca Menjadi Juara dunia lalu memasang Nomor Start 1 yang sebenarnya merupakan hak pembalap Tersebut maka di tahun berikutnya ia tidak bisa mengulang prestasi tersebut ( menjadi Juara dunia lagi ) . .

Jika Kita Flashback di jaman era awal motoGP yakni hampir dua puluh tahun yang lalu . . . atau Jika kita potong rata 20 Tahun terakhir Hanya tujuh pebalap yang memenangkan gelar kelas utama dan faktanya dengan dua nama saja Rossi dan Marc Márquez keduanya telah menguasai 65% di antaranya. Yang menarik adalah Marc Marquez mengikuti tren yang ditetapkan oleh Valentino Rossi yang selalu terus menggunakan #46 dengan terus menggunakan Nomor start #93.

Joan Mir adalah pembalap terakhir Jelang 2021 yang dinyatakan sebagai juara Dunia MotoGP , tetapi dia belum mengatakan apakah dia akan mengubah #36-nya dan menggantikan dengan No #1, seperti yang diinginkan Suzuki. Pembalap MotoGP terakhir yang Menggunakan No#1 sebagai No Start adalah adalah Casey Stoner pada tahun 2012. Dan seperti Juga apa yang ia lakukan Di 2008, Stoner gagal mengulang Prestasinya sebagai petahana pada kedua kesempatan itu di tahun setelahnya

Setelah pertama kali Jorge Lorenzo diproklamasikan sebagai juara MotoGP 2010, dia mengubah #99 menjadi #1 pada 2011, tetapi dia juga tidak dapat mengulang kembali catatan Juara Dunia tersebut di tahun dimana ia menggunaan Nomor tersebut. Dalam dua kesempatan berikutnya dia mempertahankan nomor biasanya (99). Nicky Hayden menggunakan Nomor Start ini di Front Cowl Motor baru RC212V 2007 dan Gagal mengulang prestasi yang ia peroleh di 2006 ketika terakhir kali menggunakan RC211V

Untuk menemukan pembalap terakhir yang Menggunakan Nomotr start #1 dan berhasil mengulangi Prestasinya sebagai Juara dunia di Musim beriktnya kita harus kembali ke tahun 1998, ketika Mick Doohan merebut gelar 500cc kelima berturut-turut. Setahun kemudian (1999) segalanya tidak berjalan baik untuknya dan di grand prix ketiga dia menderita cedera yang mengakhiri karir balapnya.

Sejak Era Doohan itu, Kita hanya sempat melihat 6 kali musim di mana ada satu Motor yang membawa Nomor start #1 di grid GP500/MotoGP Yakni Alex Criville #1 2000, Kenny Roberst Jr #1 2001, Nicky Hayden #1 2007, Casey Stoner #1 2008, Jorge Lorenzo #1 2011, Casey Stoner #1 2012 , dan secara statistik mereka semua bernasib sama dimana tidak bisa mengulang kembali Prestasi. Akankah Joan Mir berani dan bisa mencoba mendobrak Mindset ini  di 2021 ?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

38 COMMENTS

  1. Kalau lihat peta persaingan musim 2021, Joan Mir bisa jadi bakal “dipaksa” Suzuki buat pakai nomor start #1 … toh di 2021 banyak pebalap yg pindah pabrikan dan team balap yg biasanya memerlukan adaptasi, dan sang alien #93 belum jelas kapan comeback nya

    So prediksi sotoy ane, Joan Mir bakal pakai nomor #1 dan bisa mempertahankan mahkota juaranya

    Guest
    • you know what?.. setiap yg pake nomer satu, maka di lintasan semua kompetitor akan secara sekuat tenaga mengalahkan si nomer satu, dan si nomer satu biasanya akan grogi..
      so kita lihat saja, akankah Mir demam panggung atau tidak..
      sebab semua mata kompetitor saat ini akan mengincar untuk mengalahkan si “…NOMER SATU”
      can’t wait to see what will happen in the next season!..

      selamat tahun baru buat semua nya..!! semoga kesuksesan menyertai kita semua..

      Guest
  2. Kalo ane jadi Mir, setuju pake nomor 1. Ane anggap itu sebagai penghargaan tertinggi buat seluruh kru tim, alias tim terbaik no. 1 di dunia.

    Guest
  3. Sebenarnya mau pake nomor 1 atau brapalah ngak ngaruh.. mereka ngak bisa mendulang kemenangan berturut² tak lain dan tak bukan karena tekanan mental dari dalam sirkuit dan luar sirkuit..

    Guest
  4. Kalo marquez mau pasti bisa membalikkan fakta kalo nomor 1 bisa jadi jurdun berturut2 begitu juga mir nantinya jika…, mereka gak jurdun di musim berikutnya ya antara gak konsistensinya atau tim lawan yg sudah berkembang lebih baik bukan karena apa2

    Guest
  5. Gak pake nomer 1 pun orang udah tau siapa Rossi atau Marquez, ibarat Tyson Jordan Messi Ronaldo Aa Beckham dan sederet lejen lain, kharisma lejen itu melekat tanpa perlu poles poles media

    Guest
  6. Males bikin cetakan baru buat merchandise nya,abis itu kalo ga bisa pertahankan gelar cetakan no.1 nya ga kepake lagi

    Fulus,fulus,fulus,fulus

    Guest
  7. nomor start sekarang udah jadi semacam branding, inisial atau nomor “paten” seorang rider,
    Dengan hanya melihat suatu nomor aja kita udah ngeh siapa rider yg dimaksud

    DP aja yg dulu “paling” doyan gonta-ganti nomor start (sempat pake nomor 2 dan 3) akhirnya balik lagi ke nomor “asal”nya yg 26 itu

    mungkin nomor start 1 itu udah jadi nomor “paten” nya si Doohan hehe

    Guest
  8. Sebaiknya pake no 1 untuk menghargai Suzuki yg sudah menunggu selama 20thn baru bisa jurdun lagi..toh hanya sekali belum tentu tahun depan dapat jurdun kembali dan mungkin harus menunggu 20thn lagi

    Guest
  9. 1. Marques 2019 champ (93) 2020 fail (93)
    2. Lorenzo 2015 champ (99) 2016 fail (99)
    3. Stoner 2011 champ (27) 2012 fail (27)
    4. Vale 2009 champ (46) 2010 fail (46)

    ENI QUESYEN?

    Guest
    • Itu ukuran bra,bangbang!

      Eh kenapa gw nyautnya langsung itu ya?,dan pas gw search ternyata bener lagi 😂😂

      Keseringan bergaul sama man of culture ya gini nih 😂

      Guest
  10. Dipake aja ga apa2, toh kemungkinan mempertahankan gelar juara lumayan kecil. Nothing to lose saja, stay calm. Tantangan dari AM dan Morbi, dan mungkin Taro.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.