TMCBLOG.com – Apapun Rumor dan spekulasi yang berkembang mengenai 2021, Repsol Honda dan Dovozioso, yang paling jelas diantaranya adalah Andrea Dovizioso akan menjadlani Tahun absen dari Menajdi pembalap tetap MotoGP di 2021 nanti, Namun Begitu, speedweek baru baru ini saja menginventarisasi beberapa angka dan rekor Mengesankan dari Karir 19 tahun GrandPrix Dovizioso yang akan sulit disamakan ataupun dipecahkan . .

Semenjak mengendarai Ducati,  Andrea Dovizioso memang menajdi salah satu pembalap yang menjadi Highlite jika membahas soal Top Speed Motogp. Ia adalahmemegang rekor kecepatan tertinggi kelas premier pada 356,7 km / jam – diukur di Mugello pada 2019 – Namun selain itu, Statistik juga mengungkap data data lain yang menarik tentang karier pria 34 tahun asal Forlì tersebut.

Dovi sampai race terakhir Portimao 2020 telah melakukan Laku 327 event start Grand Prix, yang setara dengan 34,2 persen dari semua total jumlah 956 start race Kejuaraan dunia Dunia yang telah berlangsung sejak 1949. Namun jika kamu menganggap angka itu sudah keren, siap siap untuk mengetahui Hal yang lebih istimewa dari itu dimana Sejak debutnya di Kejuaraan Dunia sebagai pembalap reguler pada tahun 2002, pembalap Italia itu tidak pernah melewatkan satu balapan pun!

di GP Catalunya 2019 ia mencapai tonggak milestone 300 Grand Prix tanpa jeda, dan pada akhir musim 2020 di Portimão ia memperluas seri menjadi 326 Grand Prix. Rekor yang sulit dipecahkan yang bahkan Oleh Pembalap sekaliber Valentino Rossi sendiri yang berusia 41 tahun tidak akan bisa bisa disamai atau didekatkan setelah Vale hanya bisa menorehkan  230 balapan berturut-turut tanpa jeda.

Dovi yang juga merupakan Juara Dunia 125cc dari tahun 2004 juga masih menorehkan catatan jeda “periode kemenangan” terlama ketiga sepanjang masa: dengan 16 tahun dan 120 hari berada di antara kemenangan pertamanya dan, terakhir untuk saat ini. – antara GP Afrika Selatan tahun 2004 di dalam 125 cc dan kemenangannya pada 16 Agustus 2020 di Spielberg Red Bull Ring. Hanya Valentino Rossi (20 tahun dan 311 hari) dan Loris Capirossi (17 tahun dan 49 hari) yang mengungguli Dovi dalam kategori ini.

Sebaliknya, 11 tahun dan 21 hari berada di antara kemenangan kelas MotoGP pertama Dovizioso di Donington pada 2009 dan kemenangan Austria-nya pada 2020 – itu adalah rentang waktu terpanjang keempat setelah Rossi (16 tahun dan 351 hari), Alex Barros (11 tahun dan 204 hari) dan Dani Pedrosa (11 tahun 182 hari) dikategori statistik Yang sama

Andrea Dovizioso mencetak 284 poin dalam karirnya di Piala Dunia, dia memenangkan 24 Grand Prix dan naik podium 103 kali  dan ini menempatkannya di tempat ke-10 dalam daftar terbaik sepanjang masa, tepat di belakang Max Biaggi (111 tempat podium). Runner-up MotoGP pada 2017, 2018 dan 2019 ini berkompetisi dalam balapan kejuaraan dunia di semua kelas di 29 trek berbeda dan menang di 16 balapan di antaranya. Dia paling sukses di Donington dan Spielberg, masing-masing dengan tiga kemenangan GP.

Dovi meraih 14 dari 15 kemenangan MotoGP untuk Ducati, ditambah 40 dari 62 podium di kelas utama. Ini membuatnya menjadi pembalap MotoGP tersukses kedua untuk pabrikan dari Borgo Panigale – hanya dikalahkan oleh Casey Stoner.

13 COMMENTS

      • Sebutkan seluruh juara ke 2 jaman Marquez.. ok bisa
        sebutkan seluruh juara ke 2 jaman Rossi.. ok bisa
        sebutkan seluruh juara ke 2 jaman Doohan.. siapa ya?
        sebutkan seluruh juara ke 2 jaman Agostini… mana gw tau?

        Bahkan juara dunia yg cuma 1 kali, pun akan dilupa..

        Guest
    • Dovi meraih 14 dari 15 kemenangan MotoGP untuk Ducati, ditambah 40 dari 62 podium di kelas utama

      Yg ini juga maksudnya gimana kang?

      Guest
  1. 326 Grand Prix. Rekor yang sulit dipecahkan yang bahkan Oleh Pembalap sekaliber Valentino Rossi sendiri yang berusia 41 tahun tidak akan bisa bisa disamai atau didekatkan setelah Vale hanya bisa menorehkan 230 balapan berturut-turut tanpa jeda.

    another legend …
    Meskipun blum sempat jurdun

    Guest
  2. Ngoahahaha…
    Penghiburan ala kaum kutang (baca: beha) saat sembahan nya eja..eh pensiun dini
    #jendela_kumenangis

    Guest
  3. Kalo diingat ingat,bener juga ya
    Dia kayaknya gak pernah cedera ‘berat’ yg sampe harus absen beberapa seri
    Bahkan abis cedera setelah balap trail kemarin pun tanpa absen

    Respect undaunted 👏

    Guest
  4. Jagoin dia waktu kelas 125, mr. Konsisten. Dari kelas 125, pembawaannya tenang. Walo gak secemerlang pedrosa,lorenzo,stoner

    Guest
    • Itu yg bikin dia terlihat alakadarnya, selevel sama Mattia Pas ini ato Hector Barbera, bedanya dia lebih beruntung karena agak muda makanya dapet promosi ke motogp. Kalo ngomongin jaman dia di gp125 dan gp250, dibanding sesama juara dunia kelas capung masih kalah agresif sama Luthi, Bautista, Simoncelli, dan tentunya Lorenzo dan Pedrosa. Ya memang udah bawaan dan cara balap dia begitu, makanya baru kompetitif saat Ducati mulai jinak, bukan buas macam warisan Stoner ato ga buas dan susah belok warisan Rossi.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.