TMCBLOG.com – Selain Karel Abraham, Esteve ‘Tito’ Rabat memang dikenal di kalangan paddock MotoGP sebelumnya sebagai pembalap yang mengeluarkan uang (membayar) untuk bisa memperoleh seat balap di MotoGP. Dan di akhir 2020, ketika nama Luca Marini santer akan masuk dengan back-up VR46-SKY ke MotoGP, muncul banyak spekulasi tentang proses perpisahan yang tidak mulus antara Rabat dengan manajemen Avintia Racing setelah dalam beberapa seri Rabat urung berbicara kepada media. Apa benar begitu ?

Mengenai hal ini Rabat memberikan penjelasan mengenai kabar berita akhir-akhir ini, melalui corong microfon AS, “Pada awalnya saya tidak menerimanya, tetapi waktu saya di MotoGP sudah berakhir, bukan periode yang paling membahagiakan dalam hidup saya. Selama dua tahun terakhir, saya mengalami masa-masa sulit. Saya suka balapan dan saya ingin bersenang-senang mengendarai sepeda motor yang memiliki kecepatan, tenaga kuda besar, dan dapat mencapai 300 (km/jam) dan menuntut untuk bekerja keras ”.

Di awal-awal status Rabat masih belum jelas apakah pensiun ataukah membalap dengan Ducati WSBK karena semenjak awal Ducati sudah speak-up bahwa mereka telah menyiapkan satu tempat di WSBK jika Rabat berkenan.

“Saya berbicara dengan Ciabatti dan Dall’Igna dan saya pikir proyek ini memiliki value. Saya pergi menemui tim (Barni Racing) di Italia dan saya merasakan sensasi yang luar biasa, sedikit mengingatkan saya pada saat-saat di tim Marc VDS. Seluruh tim datang menemui saya beberapa minggu lalu dan saya kembali dari Italia dengan senyuman di wajah saya. Mereka memberi saya Panigale 1100, ini bukan motor yang akan dipakai di WSBK, bukan pula Superleggera, tapi saya bisa berlatih dengannya di sirkuit. Saya akan melakukan beberapa lap di Almeria dan Cartagena dan mungkin di Portimao. Mungkin akan ada pembalap MotoGP lainnya juga, Martin, mungkin Mir”.

Tidak digaji namun Tidak Juga Bayar Buat Balap !

Ada hal yang mengelitik ketika Tito menjelaskan apa sebenarnya tujuannya masih terus ingin membalap walaupun di WSBK bersama Barni Racing Ducati: “Saya membalap dengan tujuan untuk menikmati. Saya perlu menikmati. Saya tidak akan membayar apa pun untuk membalap, tetapi saya juga tidak akan mendapatkan apa pun (tidak digaji). Yang saya inginkan hanyalah sepeda motor untuk bisa menunjukkan potensi saya dan berjuang untuk naik podium, memenangkan balapan, berada di depan dan memiliki semangat.

Saya ingin memiliki ilusi berlatih keras, merawat diri sendiri, merasakan sepeda motor dan balapan. Saya telah berbicara sangat jelas dengan mereka, dan mereka mengatakan kepada saya bahwa pada prinsipnya saya akan memiliki sepeda motor untuk berada di depan. Kita lihat saja nanti. Saya tidak terlalu berharap, karena di Honda mereka mengatakan kepada saya bahwa saya akan memiliki motor Márquez dan di Ducati dari Dovizioso, tetapi kemudian sepeda motor, peralatan dan material akan rusak (tidak sesuai dengan kenyataan) .”

Pada akhir interview, Tito Rabat menjelaskan mengenai apa yang ia sukai dari WSBK saat ini. Jawabannya adalah karena konsep tiga balapan dalam satu akhir pekan (2 race dan 1 Superpole Race) sehingga ia bisa banyak belajar. Rabat juga melihat bahwa di WSBK sesuatunya lebih alami dan lebih sedikit intrik dan politiknya. Dan untuk yang terakhir ini TMCBlog yakin ia membandingkan dengan MotoGP . . Kamu setuju nggak dengan opini Rabat ini sob?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

46 COMMENTS

  1. Sultan mah bebas. Duit ga berseri. Orang biasa kerja biat cari duit. Doi kerja buat kesenangan doang. Duit udah banyak bingung mau diapain tuh duit. Wkwkwkwkw

    Kalo ga bayar kan si Tito udah bayar kursi buat tahun 2021 di Avintia kan makanya udah ga perku bayar kursi Barni gitu kali ya. Ga digaji juga karna seharusnya dia bayar.

    Guest
  2. Race for fun check
    Real Sultan memang beda
    Gak kebayang deh berapa kekayaan yang dimiliki

    Tapi apa semua dari bapacknya ya ?
    Atau Tito punya bisnis sendiri ?

    Guest
  3. Runner-up Moto2 bukan prestasi om?
    Walaupun emang harus diakui nama besar kakaknya yg lebih berpengaruh.

    Sultan Karel aja ditendang Dorna demi Zarco. Biar seri Prancis rame.

    Guest
    • runner up doang,,alex marquez juara dunia aja dibully kok,,apalagi ini yg masuknya bnr bnr dipaksa krena nama abangnya

      Guest
    • Si Alex yg jurdun Moto2 aja gak di anggap Ama fans sebelah..
      Ngikutin nitizen FB mah gak ada yang pantas naik MotoGP..

      Guest
  4. MotoGP lebih alami menurut saya! Semua pembalap tercepat dan motor tercepat ada di situ semua…dari dulu!!! Siapa yang punya mental dan motor kuat pasti di depan, itu alamiah!

    Kecuali kalo masih ada pembalap yg di barisan belakang dan lama di grid(bertahun²) nah itu baru berpotilik dan intrik!

    Guest
    • ujungnya tetep cuan/ duit bro. ga murni alami juga motogp.
      dari tulisan ente di paragrap terakhir masi ada lho yang lama di grid

      Guest
    • Aleix Espargaro? Nirprestasi tapi awet? Andrea Iannone? Prestasi lumayan tapi badboy, diusir dgn skandal doping? Ato Romano Fenati? Yg hampir bunuh Manzi tapi ga dapet hukuman serius? Lah berarti motogp full of politic dong

      Guest
  5. Bapaknya geleng geleng nih pasti, “punya anak,bukannya fokus nerusin usaha keluarga malah sunmorian mulu ngabisin duit,angel temen tuturanmu”

    Sekarang walaupun gak bayar kursi tapi tetep gak dapat gaji lagi 😐

    Guest
    • Tapi semua usaha bapaknya kan cepat ato lambat dia yg urus. Istilahnya sih, masa depan udah ditangan, sekarang waktunya menikmati masa muda.

      Guest
    • Gak digaji itu dari team kayanya. Kalo dari sponsor yg nempel di wearpack dan motor kayanya sih tetep dapet, apalagi kalo dia bisa di barisan depan. masa sih sponsor ga da terima kasihnya.

      Guest
  6. Rabat adalah orang yg ada di ring 1 motogp selama belasan tahun, masa iya ga percaya sama apa yg dia ucapin di statement terakhir? Apalagi dia alami apa yg Abraham alami setahun lalu. Terlalu naif. Mayoritas mantan pembalap motogp punya pandangan itu, Stoner, Elias, Baz, Abraham, Pedrosa (tersirat), kalo jaman dulu Checa, Barros, Porto, Rolfo, de Puniet. Ga percaya? Nganggep komen gw sotoy? Ya searching aja. Kroscek sendiri itu ciri khas orang cerdas, bukan ga terima sama komen orang, dipendem, kemudian nyinyir pas ybs ga pernah komen lagi.

    Guest
  7. Ya buktikan saja dulu bisa juara seri di WSBK, karena banyak pembalap ex Grand Prix masih muda pun kepayahan lawan Rea untuk akusisi Juara dunia Sbk.

    Politik dimana pun ada, kelas tarkam pun ada! Jangan jadikan alasan untuk kekalahan saat bertanding. Namanya bisnis seperti itu jangan naif, karena MotoGP, wsbk dll itu bisnis…

    Lagipula sepertinya rabat cocoknya mungkin di inline4, mustinya ketika switch ke Sbk rabat cari motor inline4 mungkin ada Asa secercah harapan juara dunia sbk

    Guest
  8. @UdinPetot
    Alex naik kelas modal titel moto2 dan moto3 👍 si Marini naik kelas tanpa 1 titel pun cuma modal bekingan abangnya 😆 kmrn2 aku prnh bilang gitu di fanpage Fb, aslii cuy bnyk fumi yg panas dingin wkwkk pdhl fakta

    Guest
  9. Setuju aja deh biar Tito senang, dia lupa sedikit intrik dan politik sedikit pula income dan viewer, semua itu simbiosis mutualisme

    Guest
  10. gak baik ngomongin kejelekan instansi/perusahaan/almameter/entitas sebelomnya setelah berada di lingkungan yg baru.. balapan aja dulu, buktikan, balas dengan prestasi.. 😄

    Guest
  11. Pengganti rabat di MotoGP buat perwakilan NHK siapa ya?lecuona kah?
    Atau savadori walaupun kemarin udah pake KYT

    Soalnya kayaknya mereka yg paling murah buat dikontrak,hehe

    Guest
  12. Enak ya jd sultan,mau ngomong gampang,ibarat sekali ngucap bau parfumnya dimana2😣😭,jiwa misquinq terhentak, bener kata simbah sebelah orang misquin harus modal otak biar pinter dan bekerja extra keras,sultan modal nunjuk sm kipas2

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.