Davide Brivio

TMCBLOG.com – Kami masih ingat banget ketika jurnalis Manuel Pecino berkata, bahwa konsep kebersamaan yang dibawa oleh team manager Davide Brivio ke Suzuki sangat menawan. Dia bilang ke jajaran management Suzuki di Hamamatsu kala itu, jika dirinya travelling pakai kelas bisnis maka semua anggota kru juga harus pakai kelas tersebut, begitu juga jika kru harus pakai kelas ekonomi, maka ia akan ikut kelas ekonomi.

Mungkin kebersamaan ini lah jadi salah satu kunci yang membuat Suzuki menuai sukses hanya dalam 6 musim dan juga kunci mengapa Joan Mir yakin bergabung dengan Suzuki Factory dan ‘memutuskan’ ditengah jalan potensinya bersama Honda tanpa meminta ke HRC dan juga sebelum berbicara ke Ducati. Sekarang hadir informasi bahwa ia punya potensi hijrah ke Renaut F1 (Alpine F1 Team).

Jurnalis Mat Oxley menuliskan bahwa perjalanan karir Davide Brivio cukup liar: memulai karir sebagai seorang jurnalis sepeda motor, lalu menjabat manajer tim indie Yamaha WSB, kemudian manajer tim pabrikan Yamaha WSB, manajer tim Yamaha MotoGP (dengan ‘membajak’ Valentino Rossi dari Honda ke Yamaha dan memenangkan gelar), sampai dengan manajer tim Suzuki MotoGP (memenangkan gelar). Sekarang, kemungkinan akan menjabat sebagai CEO tim F1 Renault.

Eskalasi cepat dari berita ini diyakini sudah hadir dalam bentuk sinyal pada beberapa hari terakhir, dimana promotor MotoGP Carmelo Ezpeleta sempat menginformasikan bahwa akan ada pergantian manajemen pagi sebelum konfirmasi resmi diharapkan dalam beberapa hari mendatang.

Sampai saat ini belum jelas siapa yang akan menggantikan Brivio dalam organisasi Suzuki factory, dengan kurangnya kandidat yang menonjol dan memiliki konduite serta kapabilitas sehebat Davide Brivio dalam struktur tim saat ini . Siapa dong kira-kira penggantinya? Livio Suppo? BTW, kami setuju sama jurnalis Simon Patterson bahwa berita ini hadir bukan hanya sebagai kerugian besar bagi Suzuki tetapi juga bagi seluruh paddock MotoGP karena Davide Brivio ini sejatinya adalah sosok dalam paddock yang satu ini kaya akan pengalaman.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

53 COMMENTS

  1. Lho lho..petir di siang bolong ini..gawat ini buat Suz, pabrikan humble btuh org humble kaya Brivio..
    Tega juga ni F1, udh jadi balapan ga menarik juga pake bajak2 orang..

    Guest
  2. Apakah Renault dan Suzuki ada keterkaitan kontrak ?
    Semoga jangan deh
    Suzuki baru saja menemukan pace dengan pola Manajemen ala Brivio

    Bisa2 suasana tidak bisa sekondusif lagi sepeninggal Brivio
    Setuju sama komentator di atas
    Mending Lin Jarvis aja 😃

    Guest
    • Simple aja sih kontrak Davide paling udah abis dan selain tawaran perpanjang kontrak Suzuki, ternyata ada tawaran Renault yg tau sendiri berapa budget F1, pasti nominalnya menggiurkan.

      Guest
  3. Ambil bekas hodna Redbull F1 aja yg mau keluar dr kejuaraan

    Saling Balas balasan nyomot manajer

    Eh tapi Redbull kan masih ikut yak,hodna nya aja yg keluar,hehe

    Guest
  4. Huge respect buat Davide Brivio dan semoga sukses dengan tantangan barunya di team F1. Buat Suzuki “Livio Suppo” boljug tuh, asal jangan Lin Jarvis yg editansil deh 😛

    Guest
  5. Balikin Paul Denning, cuma sayangnya Paul dan anak buahnya yg mayoritas mantan jajaran Rizka Suzuki skrg ada di tim Paul di wsbk (Pata Yamaha). Kayanya kalo mau ide gila, rekrut king Kenny aja toh ybs ada rencana bangun tim motogp lagi cuma kalo direkrut Suzuki opa Kenny ntar ga jadi bikin motor sendiri.

    Guest
  6. Produk F1 memang revolusioner di motogp (shuei nakamoto ,massimo rivola) … Semoga om Davide brivio membawa kesuksesan dengan pengalaman motogp ke arena F1

    Guest
  7. Davide de Brivio be like; mending pindah sekarang, menurut feeling gw Suzuki akan berat mempertahankan juara dunia pada kategori pembalap..
    tp ini baru akan ‘dibajak’ kan? tp jika benar selamat buat Davide Brivio.. biar bagaimanapun ini langkah maju buat karirnya..

    Guest
  8. dulu paul dening lmyan sukses dgn rizla suzuki,,,tp utk mmbawa suzuki juara bertahan agak kurang kuat
    livio suppo jg sdh pengalaman,tp yang suzuki perlukan itu manajer yang tepat bs mmpertahankan pilosofi kkeluargaan sebagai mna brivio tlh tanamkan.dan seharusnya penggantinya bs dapat meningkatkan kualitas tim lbih dari yang brivio lakukan.tim yang rendah hati serta kondusif dlm tbuh tim termasuk para ridernya.
    tugas beratnya lg,cita2 tim satelit jg harus bs berjalan sesuai rencana.apa yang brivio inginkan jgn sampai mntah lagi krn pergantian mnajer.
    buat saya sebagai pecinta motogp g ada pengaruh apa2,, tetapi sgt gndok luar biasa.
    dlu ketika vinales sbgai rider suzuki pindah brivio yang manajernya sgt terpukul akan kepergiannya..skr,ehhh blh brivio sendiri yang pergi.sprtinya para petinggi suzuki lupa dan terlena akan kesuksesan juara dunia.ketika masa kontrak brivio habis,tidak ada antisipasi dr tahun kmrn2.
    klo sdh begini puyeng lagi buat restruktur..
    buat teman2 silahkan ajukan nama2 yang pantas mengisi jabatan manajer suzuki ecstar dan siapa tau didengar sm petinggi suzuki dsna.
    berita ini mmang blm fix tp saya yakini ini 90% akurat.. yang 10% semoga dia tetap bertahan dengan segala dedikasinya

    Guest
  9. Walah, kebijakan menggunakan pembalap muda penuh potensi apakah akan tetap jalan? Ritme dua pembalapnya sudah bagus lho padahal.

    Guest
  10. saya pikir uang bukan tujuan utama, timingnya juga pas sih, berhasil mengantarkan suzuki juara dunia. tentunya brivio berharap dapau mengulangi suksesnya di F1. manajer spesialis juara dunia di dua cabang olahraga. bagaimana brivio bisa menolak tantangan ini.

    Guest
  11. Brivio ke f1 , eh tau tau binnoto ke motogp🤭
    Hadirlah nanti the great masterplan² seperti the great ferrari masterplan yg gagal total

    Guest
    • Yahh mana kuat duitnya??

      Ross Brawn saja bisa beli tim F1 Honda, tanpa embel2 sponsor di body mobil pada awalnya cuma tulisan BrawnGP doang
      dan jurdun di tahun debutnya

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.