TMCBLOG.com – Sebat sekalian, All New Honda PCX 160 ( Nama resminya ” PCX ” saja tanpa embel-embel 160 ) resmi dirilis di Indonesia. Akhirnnya Penantian market Sepeda Motor Indonesia terhadap Sosok Skuter Maksi berkubikasi Medium sebagai Update Mutakhir dari PCX Series terjawab hari ini 5 februari 2020. Via sebuah Prosesi Launching Virtual, Astra Honda Motor memperkenalkan All New Honda PCX 160 MY2021. AHM memasarkan All New Honda PCX 160 MY2021 dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Mulai Rp 30.350.000,- untuk tipe CBS , Rp 33.950.000,- untuk tipe ABS , dan Rp 43.550.000,- untuk tipe e:HEV.

Sebagai perbandingan, Harga Harga PCX 150 yang lalu adalah CBS 29,8 juta Rupiah | ABS 32,8 juta Rupiah | Hybrid 42,3 Juta rupiah . . yaaa klop sama tebakan tmcblog, harganya terkoreksi sedikit walaupun NJKB lebih rendah  . . Menurut Keiichi Yasuda, President Director AHM, PCX hadir pertama kali pada 2009, PCX sudah terjual 2 juta unit di seluruh dunia. “Skutik premium ini semakin dicintai. Dengan kualitas berkendara tinggi, nyaman dan elegan. Perubahan yang dialami All New PCX terbilang total, mulai dari desain, fitur, hingga mesin yang digunakan,”

All New Honda PCX160 didesain Oleh Honda didasarkan pada desain PCX 150 versi sebelumnya dengan strong point pada kehadiran performa berkendara yang lebih bertenaga dan nyaman dengan memperluas kapasitas mesin hingga 156cc. Menurut Honda, All New Honda PCX160 adalah skuter yang menyediakan banyak ruang dan kepuasan dalam berbagai situasi berkendara, mulai dari mengemudi di dalam kota hingga bepergian melalui jalan raya sampai melakukan turing ke luar kota.

Mesin dari PCX160  adalah sama sekali Mesin Baru dan ini adalah mesin dengan kapasitas terbesar yang pernah benamkan di keluarga PCX sampai saat ini. Honda menyebutnya sebagai Mesin eSP+ . Menggunakan Mesin SOHC berpendingin Cairan dengan Dimensi Bore x Stroke : 60,0×55,5 mm yang dikombinasi dengan Rasio Kompresi yang cukup tinggi Yakni 12:1 dan penggunaan 4 Klep.

Mesin New PCX 160 menghasilkan Power Maksimum 16 hp di 8.500 rpm dengan Torsi Maksimum 15 N.m @ 6.500 rpm . Angka angka jelas Power di crankshaft mengalami peningkatan dibandingkan Versi PCX150 sebelumnya yang mesinnya hanya menghasikan Power Maksimum 14,48 hp  dan torsi Maksimum 13,2 N.m. Sebagai catatan, Mesin baru ini dimounting ke sasis yang secara umum juga berbeda ( Sasis baru)  dibandingkan dengan PCX 150 sebelumnya.

Selain menaikan Kubikasi mesin, Honda Juga melakukan beberapa Perubahan di sisi teknis untuk Dapur Pacu PCX160 ini seperti perluasan Jalur Input udara dari air cleaner ke pipa hisap, dan memperbesar diameter throttle body demi meningkatnya efisiensi Udara yang masuk ke ruang bakar.

Selain itu, Honda Juga mengoptimalkan desain pipa yang menghubungkan ruang ekspansi di dalam knalpot. Honda mendesain struktur lebih lurus untuk mengurangi hambatan gas buang, mengoptimalkan penempatan katalisator, dan meningkatkan kinerja pemurnian gas buang. Hal ini menghasilkan pengendaraan yang bertenaga dan tetap ramah lingkungan

Bodywork dan ‘tongkrongan’ PCX 160 masih bisa dikatakan sejenis dengan PCX versi sebelumnya yakni Sebuah desain yang dinamakan Honda sebagai Comfort Saloon Scooter. Pada PCX 160 Honda telah mengupgrade beberapa fitur, seperti kotak bagasi dengan kapasitas yang lebih besar dan dilengkapi dengan kehadiran soket Power dengan tipe USB yang nyaman untuk mengisi daya terminal daya untuk gawai seluler sebagai perlengkapan standar untuk kedua tipenya.

Jawaban Pengembang PCX Mengenai Desain dan Fitur Honda PCX 160 4 Katup

Honda PCX160 menghadirkan Desain velg alumuniumnya berdesain baru dengan bagian depan diameter 14 inci (lebar tapak 2,75 inchi) dan belakang diameter 13 inci (lebar 3,50 inchi). Desain palangnya yang baru yakni palang lima Y yang diklaim honda dapat menciptakan kesan mewah dan keringanan handling, serta mengoptimalkan keseimbangan kekakuan dari velg.

Ukuran ban pun baru dan berbeda bila dibandingkan dengan PCX150 dimana ukuran ban depan 110 / 70-14 dan ban belakang 130 / 70-13. Kombinasi ukuran ini menurut honda dapat mengekspresikan tampilan tangguh dan memiliki tapak yang tebal. Lebar dan volume udara yang melimpah berkontribusi pada kinerja handling yang linier dan pengendaraan yang nyaman. Ban belakang yang memiliki volume lebih besar sekarang bisa berfungsi untuk menyerap guncangan dan menambah fungsi suspensi selain dari hadirnya dua shock belakang.

Selain menambah Travel dari shock belakang sebanyak 10 mm, Diameter kawat pegas Shock belakang pun bertambah lebar dan mengadopsi wadah resin di dalam pegas. Kedua update ini meningkatkan ketahanan terhadap debu dan menambah kekuatan dari suspensi belakang.

Dahboardnya Digital LCD dengan desain yang sama sekali baru dengan informasi yang lebih lengkap. Pada dashboardnya yang berdesain Baru, hadir pula lampu peringatan penurunan voltase baterai. Lampu peringatan level tegangan baterai rendah menyala ketika tegangan baterai yang ditentukan turun saat mesin dihidupkan, dan ini jelas berguna untuk mengenali bahwa baterai sudah rusak/ mati.

Di PCX160 ini Juga Honda membenamkan Traction Control Yang dinamakan HSTC (Honda Selectable Torque Control) . Menurut Honda HSTC akan memberikan rasa aman di permukaan jalan yang Mudah memberikan potensi Ban terutama ban belakang untuk Slip. HSTC menghitung rasio selip roda belakang Dengan membandingkan speed yang diukur pada sensor kecepatan roda roda depan dan belakang.

Untuk Pasar Indonesia, All New Honda PCX 160 dipasarkan dengan 3 tipe yaitu CBS, ABS, dan e:HEV.

Untuk PCX 160 tipe CBS hadir 4 pilihan warna : Wonderful White, Majestic Matte Red, Glorious Matte Black, dan Marvelous Matte Gray.

Sedangkan untuk PCX 160 tipe ABS, terdapat juga 4 pilihan warna Wonderful White, Majestic Matte Red, Briliant Black, dan Royal Matte Blue.

Perbedaan mencolok Tipe CBS dan  ABS Juga terdapat pada piihan jok two-tone serta emblem PCX dengan warna tembaga pada tipe ABS. Untuk tipe PCX e: HEV terdapat hanya satu warna pilihan yakni warna Horizon White, yang juga memiliki jok two-tone dengan sentuhan warna biru pada emblem PCX

Honda PCX 160 : kenapa Naik ke 160cc, kenapa 4 Klep, kenapa ukuran bannya belang, kenapa ABS satu channel ?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

121 COMMENTS

    • Hoo sama…

      Besok R25 pake Borenya PCX ini jadi berapa dah wkwk.

      312cc njer bawahnya nampol sangat atasnya sama wae wkwk 😝

      Guest
        • Itu strokenya naik 11.1mm loh ?

          Gmn ngitungnya bisa dapet 250cc ? Wkkw

          Kalau Pistonya R25 boreXstrokenya kan 60.0mmx44.1mm 2 piston

          Jadinya kalau satu piston cuman 124.9cc

          Kan ada rumus2nya.. karakter R25 kalau di pake piston PCX kan jadi beda… upper stroke 11.0mm

          Tapi keseluruhan total masih overbore 😊😂

          Guest
    • Sama apa udah punya pengatur tensioner hidrolik kayak yg punya jepang kemarin ? Kayaknya itu fitur mesin yg menarik setelah 4v nya

      Guest
      • Dari video lek iwb, usb tipe a alias usb biasa.

        Iya tensioner pake tambahan sistem hidrolik. Malah ada jalur oil jet piston buat membantu pendingian mesin.

        Guest
  1. ingat ni motor kompresi 12….bagi kaum fan boy yg ga mampu beli bbm oktan tinggi mending beli mbit saja…

    Guest
  2. Ini baru all new. Jelas lbh worth ini ketimbang cbr150 nya. Totalitasnya dpet, kena upgrade mesin dan sasis. Matic aja overbore, masa sport fairingnya overstroke 😣

    Guest
  3. Wak, itu kan harusnya pake pertamak tubro, kalo pake pertamak biasa gmn wak? Sy punya pengalaman pribadi adv sy pake pertalait, justru suara mesin lbh halus, tp ya gas mentok ga nyampe 100 beda kalo pake pertamak mesin jd kasar gt tarikan sampe 108 wak. Jd efek kalo turun ron itu apa aja wak?

    Guest
  4. SUANGAR BROW PCX ADA YANG 2 KLEP SAMA 4 KLEP KAYAK N MAX,😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆 LAWAKAN TERKEREN,tinggal nunggu versi v tec macam vva

    Guest
  5. Overbore 4 klep tanpa variabel Valve,mirip motogp , cbr malu melihat ini 😅 serasa dibuat ngebut , minat mesinnya aja , nunggu nempel di vario 😀

    Guest
  6. @wakhaji

    bikin analisa cbr150 vs pcx160 donk…

    apakah pasar sport150 udah jenuh, apakah sudah menguasai pasar, atau ada alasan lain…kok kesannya loss baee….

    beda di pcx lebih niat dan allout…walapun belom all aout bngt…masih ada senjata yg disimpan…

    Guest
  7. Wadaw oeg jadi pingin tuker tambah sama pcx saya dirumah, yang ini rasa forza nya kentel banget oeg 😬😬
    Wasyem

    Guest
  8. Semoga bisa mendorong harga saham ASII yg beberapa hari ini koreksi.
    Beli dong netizen biar saya senang kipas kipas rupiah 😜

    Guest
  9. Mengecilkan diameter roda untuk mengejar travel suspensi menurut saya kok agak aneh ya, kalau lihat trend teknologi MTB sekarang justru memperbesar diameter roda dan pakai travel pendek untuk menghandel ketidakrataan permukaan jalan. MTB dengan roda 26 inch pakai travel 180mm sementara yang pakai roda 29 inch bisa pakai travel 160mm dan tetap lebih handal menghadapi permukaan jalan yg tidak rata.

    Rolling resistance roda dg diameter lebih besar akan lebih kecil daripada roda dg diameter yg lebih kecil.

    Guest
    • Emangnya pcx diperuntukan untuk jalanan rusak bro? Kalau mau pakai motor buat jalanan rusak atau kriting beli klx, crf, atau wr lahh..

      Guest
      • Bukan masalah untuk traba atau bukan Mas, yang saya maksud adalah mengapa Honda mengecilkan diameter untuk mendapatkan travel yang lebih panjang?

        Kira² menurut Mas, fungsi dari memanjangkan travel suspensi untukk apa? Secara logika, memanjangkan travel suspensi tujuannya untuk menambah kemampuan suspensi untuk meredam permukaan jalan yang tidak rata.
        Saya cuma membandingkan metoda yang ditempuh untuk menambah kemampuan meredam permukaan jalan yang tidak rata ini berlawanan dengan metoda yg ditempuh oleh MTB, di MTB untuk mencapai tujuan yang sama cara yg dilakukan adalah menambah diameter roda dan memangkas travel suspensi.

        Diameter roda yg lebih besar lebih efektif mengatasi gundukan² kecil dengan travel yg tidak harus panjang, travel suspensi panjang lebih efektif untuk meredam guncangan akibat drop atau poldur besar.

        Btw, insinyur Honda yg bikin ini tentunya sama² lulusan teknik mesin sama dengan saya, pastinya mereka punya pertimbangan lain, semisal efektivitas pemanfaatan space, atau pertimbangan lainnya.

        Saya kira ini bukan debat maki²an ya, saya cuma membandingkan metoda yg diambil.

        Guest
    • bukannya rolling resistance diameter lebih besar justru malah lebih besar juga ya?
      coba perhatiin luas permukaan bidang yang napak deh.

      soal travel, ya bener donk travelnya panjangin supaya bisa ngayun makin banyak… cuman klo diperhatiin posisi biasa aja itu jok belakang uda rata.. gimana tar klo suspensi nekan sampe mentok? joknya miring ke belakang donk?

      Guest
    • Mungkin ban blakang dibikin kecil mengejar akselerasi, karena dlm mtb ban 26 dan 29 akselerasi kuat di 26 tapi dlm maintain speed enak di 29, cocok buat karakter stop and go diperkotaan. atau bisa jg ngikutin trend mtb skrng pake ban rims besar didepan, ban kecil dibelakang atau biasa disebut mullet

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.