TMCBLOG.com – Sampai saat ini Marc Marquez adalah referensi terbaik untuk bisa memeras potensi terbaik dari Honda RC213V. Di musim 2020 yang lalu saat bersama podcast Last On The Brakes MotoGP.com – pembalap LCR Idemitsu MotoGP Takaaki Nakagami menjelaskan bahwa ia merasa menemukan semacam ‘gaya Marc’. Taka merasa bisa menghentikan motor dengan lebih baik, mudah menghentikan motor dan mudah mendapatkan lebih banyak feedback di bagian depan motor, jadi lebih mudah untuk berhenti dan berbelok. Dan ia mendapatkan perubahan perubahan itu setelah mencoba meng-emulasi apa yang dilakukan Marc Marquez di atas motor. Kepada jurnalis Jepang Akira Nishimura, Taka secara lebih detail menjelaskan seperti apa yang sedang ia coba copy mengenai gaya Marc Marquez ini.

Taka menjelaskan bagaimana data Marc Márquez menghasilkan manajemen motor yang lebih baik pada tahun 2020: “Saya menemukan cara untuk meningkatkan perilaku RC213V saat pengereman dan mengangkatnya (roda belakang) saat mengubah arah. Jelas, Marc masih yang terbaik dalam hal ini, dia melakukan segalanya dengan kecepatan dan presisi tinggi. Berkat telemetri, saya dapat memahami beberapa rahasia dan tidak hanya terkait dengan kontrol throttle. Namun, saya rasa ada banyak naluri mengemudi Márquez “ .

Menurut Takaaki, cara Marc menggunakan tubuhnya saat berkendara tidaklah sederhana: “Marc memiliki gaya berkendara yang sulit ditiru. Bukan tugas yang mudah untuk menirunya karena ia memadukan pengendalian pada throttle dengan pergerakan motornya. Aragon Grand Prix ​​I saya berhasil menjadi lebih cepat dari (pace) Márquez tahun 2019, di sisi lain, di beberapa bagian sirkuit, dia juga lebih cepat. Anda bisa melihat evolusi saya, tetapi tidak mudah untuk menirunya dan itu jelas.”

Taka pun sempat mencoba me-recap mengenai apa yang ia telah peroleh di musim 2020 terutama mengenai apa yang menyebabkan kesalahan di Aragon “Mungkin banyak yang lupa bahwa di Austria saya memiliki kesempatan besar. Di Aragon saya memiliki ritme balapan dan banyak pembalap menganggap saya sebagai favorit, namun, sulit bagi saya untuk menangani situasi tersebut, saya merasakan tekanan besar di berjam-jam sebelum start dan saya tidak bisa mengendalikan emosinya. Saya merasa bahwa inilah balapan saya dan saya akan menang. Itu seperti campuran tekanan dan motivasi. Saya kehilangan kendali … “.

Nakagami juga menjelaskan mengenai apa sebenarnya strong point dirinya di MotoGP “Tak diragukan lagi, di tikungan cepat juga karena selain lebih mengasyikkan, Saya merasa menjadi bagian sehingga saya bisa mengekspresikan semua potensi, kemampuan alami saya, dan yang ada di jenis sudut tempat perbedaan dibuat.” Akhirnya pembalap LCR Honda ini kembali menyadari bahwa ada perbedaan besar antara membaca telemetri Marc dan mengemulasinya: “Meskipun menunjukkan margin pertumbuhan saya, tidak mudah untuk melakukan apa yang dilakukan Márquez, saya pikir itu terbukti.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

27 COMMENTS

  1. Baiknya taka jangan meniru MM93 biar tidak cedera parah. Cukup balapan minta motor yang lebih ramah ke semua pembalap bahkan bikers seluruh dunia.

    Guest
  2. Amati, tiru, modifikasi
    Taka masih dilevel sebatas tiru, mungkin lho ya. Masih jauh bener. Sy masih belum menemukan rider yg membuat terobosan seperti VR, Casey, Jorge, MM. Setelah MM belum ada lagi gaya baru. Mungkin mentality sgt pengaruh besar.

    Guest
    • Baik sekali Rossi tdk meniru Stoner biar tidak cedera parah.
      Cukup balapan minta motor yang lebih ramah ke semua pembalap bahkan bikers seluruh dunia, walaupun dibayar dgn tidak pernah juara Dunia lagi…

      Guest
  3. Mas Haji… kenapa ya skrg development pembalap japan di MGP kok sepertinya mandek stag..
    Beda dg jaman Norick Abe, Kato, Ukawa dll yg sepertinya talentanya bs silih berganti…
    Padahal soal sarana disana sgt mendukung buat racing

    Guest
    • Ketertarikan anak mudanya terhadap dunia balap sepedah motor makin menurun,kata Taka sih gitu

      mungkin karena dipikir bukan karir yg menjanjikan buat mereka,belum lagi costly banget yg kadang harus keluar kocek sendiri kalo belum punya prestasi mentereng

      Guest
    • Dari hasil pengamatan pembalap sekarang bergantung kepada mentalitasnya. Andaikan mentalnya sekuat org spanyol atau itali mungkn jepang bisa bersaing berebut podium..

      Guest
    • Saya dan mbit mber saya akhirnya bisa menyatu begitu mempelajari gaya marc.. pada saat saya lagi tugdown ehh.. apes kena tilang polisi

      Guest
    • Saat naik Blade respol,saya juga paham gaya balap Marquez,,begitu saya praktekkan gaya leg wave Marquez untuk menikung alhasil saya harus sering beli sepatu baru,karena solnya sering tergerus aspal ?

      Guest
  4. Saya juga sdh bs mulai adaptasi dg gaya marc…
    Dg supra X 100cc, saya coba gasspoll tanpa traction control dan transmisi seamless aktif… sukses nubruk kijang super yg belok kanan

    Guest
  5. Ya resiko salah satu motor balap tercepat di grid di hampir semua sirkuit begitu, serba mudah dan lincah bergerak, tapi kalo ga hati hati dan ga konsentrasi penuh, bisa kebablasan atau auto susah dikendalikan

    Guest
  6. Motor RCV213 ini memang sudah kuat baik dr segi Power maupun pengereman, tp disaat yg bersamaan para kompetitor Desmo dan utamanya GSX-RR makin baik powernya dengan Speed Corner terbaik sehingga meski Marq sembuh tetap tak sekuat dulu krn Alex Rins dan Joan Mir jg sudah nyaman dengan GSX-RR.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.