TMCBLOG.com – Dalam penjelasannya dalam media scrum via Zoom dengan media termasuk TMCBlog pasca perilisan team Monster Energy Yamaha MotoGP, Direktur Yamaha Racing Lin Jarvis mengumumkan bahwa Yamaha Racing pada dasarnya sedang melakukan pembicaraan dengan dua team mengenai status team satelit Yamaha pasca 2021. Lin tidak menyebutkan siapa saja stakeholder yang sedang berunding dengan Yamaha tersebut, namun diperkirakan VR46 adalah nama kedua selain petahana Petronas SRT.

Yamaha tidak hanya menghadirkan tim pabrikan baru MotoGP kemarin, kontrak lima tahun baru dengan promotor Kejuaraan Dunia Dorna juga resmi dikonfirmasi. Petronas SRT pun secara umum sudah mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh tanda tangan Dorna untuk menjadi team independent dari 2022 sampai 2026. Namun secara umum Petronas sendiri sepertinya masih menimbang nimbang beberapa hal.

Lin berkata “Memang benar kami memiliki kontrak tiga tahun dengan Petronas yang akan habis pada akhir tahun ini. Pada minggu sebelumnya juga diumumkan bahwa IRTA, Dorna dan tim independen telah mencapai kesepakatan kembali. Seperti pabrikan, mereka juga menandatangani kontrak untuk lima tahun ke depan. Jadi tahun ini biasanya akan menjadi waktu untuk bernegosiasi ulang dengan tim pelanggan – dan tidak hanya untuk Yamaha.

Aprilia tampaknya memulai dengan tim pabrikan. Lalu Suzuki – apakah mereka akan melengkapi tim satelit atau tidak? Dan akankah Ducati mempertahankan dua tim pelanggan atau hanya satu? Apa yang akan dilakukan Yamaha dan Honda? Saat ini, KTM adalah pabrikan yang terlihat jelas, dengan komitmen yang kuat untuk Tech3.”

Mengenai posisi awal di Yamaha, Lin Jarvis berkata: “Tim Petronas Yamaha performanya sangat baik sejak kami mulai bekerja dengan mereka. Di tahun kedua mereka memenangkan enam balapan dan pembalap mereka berada di urutan kedua di Kejuaraan Dunia. Jadi tidak ada keraguan tentang kemampuan dan kapasitasnya sebagai sebuah tim.”

Namun Selain PYSRT, Jarvis, juga tidak memungkiri bahwa pintu juga masih terbuka untuk team lain dan kemungkinan salah satunya adalah pasukan Valentino Rossi yang tahun ini mulai ‘belajar’ balap di kelas MotoGP via satu kaki di Avintia Esponsorama Ducati.  “Akankah VR46 bergabung atau tidak? Sejauh yang saya tahu, mereka memiliki opsi yang akan berakhir pada tanggal tertentu. Dan mereka memikirkannya dengan serius.”

Yap benar, yang dimaksud Lin adalah, VR46 punya juga kans untuk melakukan ‘Tukar Guling’ lebih serius dengan Avintia Racing yang diperkirakan memang tidak memperpanjang kontrak mereka di kelas primer MotoGP pasca 2021. Namun apakah VR46 nanti akan ke Yamaha atau akan terus dijagai oleh Ducati, masih belum ketahuan nih.

“Yamaha akan berbicara dengan kandidat yang tersedia. Ini berarti Petronas pasti akan ada di sana dan, jika mereka bergabung, VR46 juga – karena hubungan jangka panjang kami dengan perusahaan dan Valentino. Kami belum memulainya, tidak ada negosiasi yang dibahas saat ini, tetapi tidak ada keraguan tentang itu (akan di umumnkan) pada bulan April dan Mei (2021).”

Yes, penting untuk menentukan posisi Petronas SRT maupun VR46 sebelum pertengahan musim karena jelas butuh persiapan segala hal untuk mempersiapkan diri lebih jauh menghadapi musim 2022. Terlebih lagi seperti kita ketahui bahwa mulai 2022 pabrikan kembali diperbolehkan membangun mesin-mesin baru mereka yang secara regulasi berkaitan Covid-19 dibekukan untuk tahun 2021 ini. Jika saja keputusan ini digantung terlalu lama, maka akan berpotensi mengganggu timeline persiapan logistik pihak penyuplai mesin untuk tahun 2022 yang akan datang.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

19 COMMENTS

  1. Mendingan YFR buat lelang terbuka aja..
    Ntar ada berita:

    “[BREAKING] Guegerrrr, Cak…!!! AHRT apply ke YFR jadi Tim Satelit MotoGP…???”

    Pas dibaca, rupanya As*p Hendr* Racing Team…🤪

    Guest
  2. Ojo ngono tha… Namanya juga orang usaha, apapun biar rating naik. Karena persaingan dumay sekarang sangat sengit. Tp salut buat mas taufiq yg bisa lebih bijak menyikapi trend judul2 bombastis dengan tetap pada koridor yg sopan

    Guest
    • usaha sih boleh om, tapi kalo bikin artikel judulnya terlalu lebay. Apalagi isi kolom komentarnya cuma penuh perang antar fanboy.

      Guest
    • Jujur aja traffic disitu lebih ramai justru karena itu, tau lah kebanyakan orang Indonesia suka sama judul berita yg heboh dan agak berbau clickbaity, buktinya lihat aja turbin nyus dkk. Wkwkwk

      Guest
  3. VR46 dengan backup-an dari SKY dan withU, seharusnya sih dana nya lumayan. Tapi Rossi terang-terangan menyebut permasalahan dana di tim nya.

    Dan memang keliatan masih jauh lebih ‘sultan’ Petro sih.

    Tinggal milih aja apa Y mau milih team dengan tingkat profesionalitas dan dana yang tinggi (Petron), atau masih tetap bersikukuh untuk mempertahankan hubungan jangka panjang dengan Rossi via VR46 (tapi tentunya akan ada semacam subsidi ke team VR46) 😐

    Guest
  4. Berat.. ini bukan cuma masalah itung-itungan kancing. Tapi juga pemberian suatu solusi “menyederhanakan sesuatu yang rumit bin jlimet” yang resepnya hanya bisa didapat dari tukang gorengan sebelah.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.