TMCBLOG.com – Maverick Vinales memasuki Musim ke 5 nya bersama Factory Yamaha. Dan selama empat Musim sebelumnya, Posisi terbaik maverick di akhir musim adalah di posisi 3 pada tahun 2018 dan 2019. Sementara raihan tahun 2020 sendiri boleh dibilang merupakan Raihan Paling rendah selama dirinya empat tahun pertama berkarir di Yamaha yakni di posisi 6 . . Tahun ini Maverick Vinales berharap kombinasi Yamaha dan dirinya bisa lebih konsisten di banyak Trek, Mack Yakin bahwa Jika Yamaha M1 bisa lebih konsisten, maka Hasil podium dan bukan tidak mungkin titel kejuaraan dapat diraih.

Team manager Massimo Maregalli pernah mengatakan saat perilisan team akhir pekan lalu bahwa ia melihat ada semacam ‘ api ‘ dalam pancaran Mata Maverick Vinales. Maio menggunakan kosa kata api dalam menggambarkan semangat dan keinginan untuk menang. Namun Maio Juga Bilang bahwa ‘ Api ‘ Itu Mudah Padam ” . . Sepeda motor tentunya merupakan aspek yang esensial baginya ( Vinales) . Karena jika dia melihat bahwa dia tidak bisa mengendarai motor seperti yang dia inginkan, maka dia cepat kehilangan kepercayaan.  ” Hmm, Secara umum memang terdengar seperti yang pernah terjadi pada Jorge Lorenzo nih . . namun bedanya Jorge sudah beberapa kali Juara dunia di kelas Primer, sementara MV12 belum sekalipun.

Menanggapi kebutuhan Maverick yang menginginkan Yamaha M1 yang lebih stabil di musim 2021 ini beserta beberapa permintaan lain, Lin Jarvis selaku Managing Director dari Yamaha Motor Racing sekaligus Principal dari Tim mengangap bahwa pada dasarnya sampai saat ini Yamaha sudah banyak ‘ menurut ‘ apa kemauan dari Maverick Vinales. Namun Lin Juga tak menyangkal bahwa selain Ketidak konsistenan dari dalam diri Vinales sendiri  ada banyak perubahan akibat hal hal Yang tidak diinginkan terjadi sehingga merubah Atmosfer team Khususnya di Box Maverick.

“Bukan itu masalahnya. Misalnya, dulu Maverick kerja bersama Ramon Forcada. Setelah beberapa lama, dia mendapatkan kepala kru baru dengan Esteban Garcia. Kami juga membuat beberapa perubahan lain di dalam kotak. Karena tim terus berubah dan selalu beradaptasi. “

Maverick bisa menjadi sangat kuat, kami tahu itu, tapi dia tidak selalu konsisten. Pada akhirnya, banyak orang yang mampu memenangkan balapan. Dan semua orang mencoba mendapatkan gelar itu. Tapi itu tidak mudah, Anda harus terus beradaptasi dan berubah, ”

” Tahun lalu kami mengalami masalah pertama pada balapan pertama di Jerez: Teknisi Öhlins kami, yang merupakan bagian paling penting dari tim – Patrick Primmer – harus pensiun – karena Corona. Karena dia tidak bisa meninggalkan Australia. Kami kemudian membawa teknisi Öhlins baru.

Di musim berikutnya, salah satu insinyur balap utama Maverick, Nakayama, pensiun. Jadi kami harus menyesuaikan sistem di dalam kotak lagi. Ini evolusi yang konstan, bukan hanya hitam dan putih. Jika Anda mengerjakan A, B, dan C, hasilnya belum tentu D. Tidak seperti itu. Kami harus beradaptasi setiap tahun dan mencoba menyelesaikan masalah. Pengemudi juga berubah. “

“Kami melihat lebih dekat pada banyak detail tahun ini. Kami telah menganalisis musim tahun lalu dengan lebih baik dan memahami di mana kelemahan kami dan di mana kami harus berbuat lebih banyak, Kami akan mengubah sistem dukungan untuk Maverick pada tingkat teknis sehingga kami dapat lebih mendukungnya dan menyusun rencana yang lebih baik untuk balapan akhir pekan.

Ini bukanlah hal baru, tetapi semua detail penting jika Anda ingin menang. Saya yakin Maverick memiliki potensi yang sama hari ini seperti saat dia bergabung dengan kami. Tetapi kami belum dapat menerapkannya di kedua sisi. ” Secara umum Lin sepertinya memberikan pesan bahwa selain effort yang telah dan akan dilakukan oleh factory, yamaha Butuh effort lain dari Sisi Maverick Vinales untuk bisa lebih baik di Musim 2021 ini.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

40 COMMENTS

  1. Jujur, kayaknya lebih baik maverick tidak dipertahankan sih.. digantiin morbidelli atau pembalap lain yg sifat dan mental nya lebih baik.

    Guest
  2. Orang ini emg ngeselin sih, fp bagus, test bagus, tp tiap start suka grogi, & klo duel agak memble dibanding Fq & Fm

    Guest
  3. Akankah seperti pedrosa yang tak kunjung juara dunia motogp sampai akhir karirnya. Dan selalu kalah dari team mate nya sendiri. Atau akan jadi seperti max biaggi yang sudah pindah pabrikan tetap tidak bisa juara dunia motogp juga.

    Guest
  4. klo soal api sih saya rasa semua pembalap punya itu, kecuali sultan yang anggap motogp cuman sunmori. it just not good enough

    Guest
  5. Kalo motornya ga kunjung seperti kemauannya palingan motornya dibuang dan mogok balap,kayak motor Parris Hilton

    Guest
  6. Maverick ada di era Marquez, itu mustahil kecuali seperti 2020, dan kesempatan itu justru diambil Mir.

    Kalo mau kalahkan Marquez, setidaknya Maverick harus punya motor lebih kencang, Desmosedici, atau paling kencang di tikungan, GSX-RR.

    Kalo masih naik M1, agak repot Om.

    Guest
  7. entah knpa yamaha tdak sdar2 dengan pembalap yg satu ini,,,tringat waktu kjdian duel dngan MM di philip island tanpa kontak nyungsep dngn sndrinya,,

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.