TMCBLOG.com – Pembicaraan mengenai VTEC (Variable Valve Timing & Lift Electronic Control System) di sepeda motor Honda kembali menyeruak setelah jika kita lihat pada artikel terdahulu pada bagian silinder dari mesin Honda PCX160 terdapat tiga calon tempat mounting dan tempat poros dari sistem penggerak pin pemilih rocker arm mana yang akan bersentuhan dengan profil (lobe) dari camshaft. Terlihat memang VTEC yang akan ditampilkan oleh Honda ke depan pada produk-produk sepeda motornya akan memiliki perbedaan mekanisme dengan VTEC yang biasa kita kenal pada mobil Honda dan bahkan pada seri CB Super Four VTEC yang terkenal itu dimana sistem VTEC-nya menggunakan mekanisme aliran/tekanan hidrolis.

[ Tech talk ] Ini bukti bahwa Mesin Honda PCX160 sudah SIAP pakai VTEC

Pada sistem VTEC sampai di sistem mutakhir yang dinamakan Honda sebagai Hyper VTEC pun tetap menggunakan dengan aliran hidrolis dimana pada dasarnya yang ‘menggerakkan’ / mengaktuasi pin pengunci pemilihan rocker arm untuk ‘menowel’ profil camshaft untuk selanjutnya menggerakkan valve adalah aliran hidrolik dari tekanan oli pelumas. Sementara di sistem baru seperti yang didesain Honda pada skutik dan bahkan Superbike saat ini sepertinya berbeda.

Jika kita melihat pada beberapa file patent yang menunjukkan rencana Honda menghadirkan VTEC pada sepeda motor skutik, mereka tidak terlihat kembali menggunakan sistem hidrolis, namun menggunakan motor selenoid. Kenapa begitu? Kalau menurut TMCBlog memang sistem solenoid sebagai pengganti dorongan hidrolis ‘penonjok pin’ adalah sebuah pilihan yang strategis untuk dilakukan di motor-motor cc kecil yang butuh penghematan cost harga produksi . . Mesin

Solenoid pada desain patent motor-motor skutik Honda ini pada dasarnya bekerja berkebalikan dengan cara dinamo pembangkit listrik. Dimana pada dinamo pembangkit listrik dari gerakan menghasilkan listrik, maka pada motor solenoid arus listrik yang diberikan akan menhasikan gerakan ‘tonjokan pin’. Jika ditanya, apakah mirip dengan VVA Yamaha? Jawabannya menurut opini pribadi TMCBlog secara platform desain memang mirip.

Selain VTEC untuk skutik yang menggunakan motor solenoid. Honda akhir-akhir ini juga mendesain sistem VTEC untuk superbike yang memiliki beberapa perbedaan lagi, namun juga tidak menggunakan sistem sederhana motor solenoid. Honda menggunakan motor solenoid dan hidrolis sebagai desain sistem VTEC pada superbike dimana motor solenoid tugasnya menciptakan tekanan hidrolis dari pelumas untuk menggerakkan pin pemilih alur parit dari sistem VTEC. Memang pusing membayangkan, harus dikunyah-kunyah dari artikel sebelumnya TMCBlog mengenai VTEC Honda superbike.

Kupas Teknologi : VTEC Buat Honda CBR FireBlade . . . Beda dengan VTEC Biasa !

Kenapa untuk platform motor sport Honda medesain sistem VTEC yang berbeda dengan sistem VTEC di skutik? Yang pertama tentulah soal performa, mungkin ada hubungannya dengan Rpm mesin dimana untuk mesin yang berevolusi lebih tinggi (Superbike) butuh sistem VTEC yang lebih handal (reliable) lagi. Jika kita lihat di sistem VTEC skutik, terlihat ada dua jenis rocker arm untuk kedua jenis profil camshaft, sementara pada sistem VTEC Superbike terlihat untuk berpindah dari satu profil cam ke profil cam lain, tetap menggunakan satu rocker arm.

Honda disebut akan mendesain sistem VTEC ini untuk kem In dan Ex. Itu artinya jika pakai mesin 4 silinder segaris akan ada 16 valve yang akan diberikan layanan. Kalau pakai VTEC biasa maka kebayang ada berapa rocker arm tambahan yang dibutuhkan? Dari sini terlihat bahwa pada desain VTEC superbike lebih sedikit rocker armย tentunya akan membuat sistem mesin makin ringan tho? Dan bobot adalah salah satu variabel performa yang diperhitungkan. Baik VTEC desain baru buat skutik maupun superbike Honda seperti di atas sampai saat tulisan ini belum diwujudkan secara real.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

28 COMMENTS

    • wah make sense nih..

      agak aneh ya kalau cetakannya dibuat sekarang padahal mau dikasi di gen mendatang.

      yg lebih masuk akal, akan dipakai di motor yg pakai common part, ahaiiii… hope so.

      Guest
    • Ente benar , arah kesana memang sudah terlihat . Kenapa hnd memposisikan harga ADV diatas harga PCX , itu adalah strategi yang sudah direncanakan sedari ADV muncul 2019. Dengan hadirnya PCX 160, ADV masih berada diatas harga PCX dan mendapat tempat terhormat menggunakan VTEC ini .
      Harga tambah sedikit , manfaat tambah banyak ๐Ÿ˜€

      Guest
      • Tapi buat cost production masspro kayaknya kurang efisien,pesen part ke vendornya nanggung,terlalu dikit

        Ane rasa next adv sama aja sih ama PCX nanti

        Guest
    • 99, cb 400 (jpn)
      2002, vfr (worldwide)

      Mungkin utk sport tourer selanjutnya nnti akan make 3 stage vtec wkwk

      Guest
  1. ragu dengan kualitas nantinya kalo ngahaem yg bikin.
    secara pcx sekarang aja banyak keluhan.takutnya vtec nya ngada.
    canda ngadat๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    Guest
  2. koreksi kang. Untuk solenoid istilahnya bukan motor solenoid. Memang motor dan solenoid itu sama2 menggunakan kumparan untuk menghasilkan medan magnet, hanya saja istilahnya berbeda. Kalau motor kumparan yang menghasilkan medan magnet yang mampu menggerakkan rotor sehingga berputar dan menghasilkan gaya mekanik. Kalau solenoid kunparan yang mampu menghasilkan medan magnet dan menggerakkan “sesuatu” (belum dapat istilahnya) ke arah horisontal/vertical dan tidak berputar (sesuatunya tidak berputar)

    Solenoid dan motor memang sama2 aktuator

    Guest
    • Kompetitor kasih teknologi sebagai upaya menaikan daya jual, itulah karakter penantang..hal serupa bisa jadi dilakukan honda jika ada diposisi 2 dalam hal ms..pemguasa begitu jika blom terusik..

      Guest
  3. Buat sy yg awam, vtec jaman civic ferio yg disampaikan ke konsumen itu utk bisa irit di rpm bawah dan powerfull di rpm atas. Klo nmax ga lebih irit dr pcx, oncrank jg ga lebih besar, buat apa vva nya?

    Guest
    • kalo cc besar mungkin signifikan keliatan perbedaan non VVA/ VTEC dan VVA/VTEC
      tapi kalo cc kecil kayanya cuma beda berapa ml aja. kalo untuk konsumsi bahan bakar. tenaga pun beda cuma 0, HP di top kayanya.

      kalo cc gede bedanya mungkin bisa sampai 20HP yang mana signifikan dan bisa dapat up to 1:2 tambahan per liter yang mana signifikan juga karena sekali isi 30 liter

      Guest
    • Sebagai pemakai motor yg pakai VVA, saya kurang gitu ngerasain bedanya saat VVA nya aktif (atau feeling saya yg kurang ya) yg ada malah BBM jadi boros

      Guest
  4. Ini cuma pikiran liar saya saja,
    Sepertinya konsumen PCX 160 gen awal ini bakalan jadi “tumbal” lagi kalau kita sambungkan dengan info bahwa vtec/vva sudah disiapkan namun tidak diaplikasikan ke mesin yg sekarang. Karena seperti biasa prinsipnya kalau produk laku ya lama akan update dan kalau produk ga laku update cepat dan jadi korban konsumen yang sekarang beli.
    Aneh juga ya ga all out ini PCX.

    Guest
    • yah kalo mikirnya gini…semua orang jadi tumbal, karena next gen pasti lbh bagus…ntah secara fitur, mesin, desain….atau apa…tapi kan semua ada harga ada rupa…

      Guest
    • kalo kaya punya r15 yang model rocker arm ga bisa lah, kalo finger follower kaya zx-10r sama fireblade beda cerita, tapi kalo bucket vs rocker arm jelas bucket levelnya lebih tinggi dariapda RRA dan rocker arm kaya punya cbr dan r15 sekarang

      Guest
  5. 160 tp ternyata 156,9 … Jauh amat genepin nya … Dan ternyata next (kalo jadi) variabel valve nya pake solenoid juga … Yaudah tinggal adu fitur aja sama desain … Dan tinggal fansboy yg koar2 pd beli apa ngga … Dan untuk para sales selamat berjuang …

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.