TMCBLOG.com – Slipstreaming memang biasa dilakukan Oleh pembalap saat berada di jalur lurus ( straight). Setiap kendaraan yang sedang melaju lurus akan meninggalkan satu ‘ ruangΒ  Vakum sebagian’ persis di belakangnya yang memiliki friksi (gesekan) udara yang cukup rendah. ‘ruang hampa sebagian’ yang tercipta setelah kendaraan yang bergerak, sering digunakan oleh kendaraan lain dalam perlombaan untuk membantu menyalip. Karena Hambatan udaranya kecil, maka kendaraan yang sedang menguntit ini punya potensi topspeed lebih besar dari Pembalap yang diikutinya minimal di setengah jalur slipstreaming terakhir.

Namun begitu, MotoGP ini merupakan Motor Prototipe yang memiliki knalpot tipe Freeflow baik 1 knalopt maupun sepasang. Udara yang keluar dari Knalpot saat ngebut di Straight tentulah panas dan akan ada efeknya ke Pembalap yang sedang slipstreaming dibelakangnya . . Hal ini mengemka setelah PitLane Reporter MotoGP Simon Craffar menceritakan insightnya hasil nguping ke salah satu team MotoGP pada hari pertama #Qatartest

” Buat yang suka Hal teknis Mungkin menyukai hal ini, Selama bertahun tahun saya mendengar bahwa Honda memiliki semacam alarm agar pembalap mengetahui apakah tekanan dan temperatur dari ban sedang naik. Hal ini telah menjadi masalah selama ini dan merusak banyak pembalap

Karena ketika sedang melakukan slipstreaming dan berada di belakang pembalap lain maka temperatur (ban) akan tinggi dan tekanan akan tinggi ( Karena terkena efek pembuangan knalpot pembalap di depannya ). Ini akan menyebabkan Contact Path akan semakin kecil dan akan bisa menyebabkan kehilangan Grip ban. Mereka melakukan penguncian pengereman ban depan dan akan kehilangan ( Grip) ban depan.

So, saya sempat menguping pembicaraan teknisi elektronik dari tech3 ke Petrucci bahwa tombol indikator ini akan memberitahukanmu bahwa tekanan (ban) sedang naik, menjauhlah dari jalur (slipstreaming) . . .”Β  Jujur tmcblog baru mendengar mengenai hal yang cukup menarik ini . . . Dan kami pikir hal ini secara umum akan diperbolehkan Oleh race Director MotoGP karena bukan sebagai alat Elektronik pengaktuasi satu gerakan tertentu yang bisa memberikan keuntungan sendiri, hanyalah sebuah sensor dan sebuah indikator berupa lampu . . namun tetap harus dilaporkan dan dihomologasi-kan terlebih dahulu kepada Technical Director MotoGP tentunya.

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

19 COMMENTS

  1. bahaya.. insiden Zarco vs Morbidelli di GP Austria jg ada kaitannya dgn slip stream bukannya..

    Guest
    • Bukan krn slipstream nya..insiden terjadi kan pas Zarco nyalip Franky pas mau masuk tikungan trus tiba2 Zarco melambat dpn Franky yg baru di salip…

      persis kyk emak-emak nyalip trus abis itu malah berhenti di depan..ketubruk deh

      Guest
      • Itulah resiko late braking saat ada motor lain di depan kita…!!!
        Harus lebih waspada… karena kita tidak tahu secara pasti kapan/ bagaimana/ dimana titik pengereman pembalap yg ada di depan kita.

        Jangan seperti perilaku sopir bus atau sopir angkutan yg ngebut dengan cara nempel/ slipstreaming di belakang kendaraan lain. Berbahaya dan membahayakan.

        Saya sendiri pernah mengalami di serempet mobil angkutan yg ngotot nempel/ slipstreaming di belakang saya, padahal saya sudah sangat kencang dan hati-hati saat mau mengerem di tikungan dengan selalu melihat / mengawasi kaca spion.

        Skill dan nyali saja tidak cukup, harus perhitungan juga.
        Dan ingat juga, yg berhitung bukan kita saja, lawan kita juga melakukan perhitungan juga…

        Guest
  2. “….bahwa tombol ini akan memberitahukan mu bahwa tekanan (ban) sedang naik, menjauhlah dari jalur (slipstreaming) . . .”
    ________
    Ini maksudnya: segera salip, ganti racing line (which is turbulensi besar), atau mundur alon2, Wak?

    Guest
  3. Harusnya knalpot yg atas dipaskan ke arah air ram lawan biar yg slipstream malah dapat udara buangan yg panas dan malah masuk ke ruang bakar,alhasil makin overheat mesinnya πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • Mungkin salah satunya diriset seperti itu . . dicari rata rata ketinggian inlet RAM AIR lalu dibuat ketinggian knalpot segitu, ” biar rasahhh” kata mereka πŸ˜€

      Administrator
      • Dapat dilihat detail yg diperhatikan olah honda.
        Mungkin sudah dipahami banyak team,hanya saja belum dirasakan effek berlarut2nya bagi motor.

        Guest
  4. nah kalau ternyata bisa sampai mendapatkan peringatan temperatur dan tekanan ban di dapat dari suhu lintasan atau efek dari pengereman wah bisa2 alat sensornya berfungsi ganda

    Guest
  5. Wah… dari honda ya yg pertama bikin…?
    Ya.. baguslah.. biar ga keliatan yg baru2 selalu dr ducati.. biar ga dibilang ducati mulu yg jd trendsetter..

    Mungkin pabrikan lain ada juga ntar…

    Guest

Leave a Reply to Ordinary Rider Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.