TMCBLOG.com – Selama ini memang salah satu permasalahan dari Suzuki (dan juga mungkin mesin inline-4 lainnya) adalah ke-inferior-an mereka terhadap top speed yang dihamburkan oleh mesin-mesin parbikan lain yang menggunakan platform V4 seperti Ducati dan Honda. Walaupun tentu selama ini keseimbangan dari semua part jadi kunci kestabilan dari Suzuki GSX-RR sampai bisa membawa Joan Mir memenangkan gelar MotoGP 2020, namun asa terhadap peningkatan performa motor tetap jadi sesuatu yang terus diinginkan oleh para pembalapnya, ya paling tidak walaupun kalah, nggak terlalu nyesek sampai beda 10-15 km/jam githu . . Dan sepertinya keinginan dari para pembalap Suzuki mulai bisa terlihat setelah di #QatarTest 2021 ini baik Guintoli maupun Rins mencoba mesin inline 4 spek 2022 Suzuki GSX-RR.

Sylvain Guintoli mencoba mesin GSX-RR 2022 pada hari Sabtu 6 Maret 2021 sementara Alex Rins mencoba mesin 2022 pada hari Ahad 7 Maret 2021 yang lalu “Kami mencoba hal yang berbeda dan kami mencoba hal yang penting hari ini, yaitu mesin untuk tahun 2022. Dan itu hari yang baik. Saya merasa sangat mirip, hanya sedikit lebih cepat di straight dan ini cukup bagus. Itu adalah hal yang kami minta tahun lalu dan lebih banyak hal kecil yang tidak dapat saya katakan.”

Begitu Alex Rins mengatakan feel pertamanya terhadap mesin GSX-RR 2022. Kami mencoba menggali lebih dalam mengenai data performa yang dilakukan Alex Rins pada hari Ahad tersebut dan memperoleh info bahwa ia melakukan setidaknya 49 lap dengan top speed 341,7 km/jam dimana nilai ini sama seperti top speed yang ia torehkan pada hari Sabtu 6/3/2021 atau hari Kamis 10/3/2021 saat menggunakan mesin 2021. Mungkin cepat di straight yang dimaksud oleh Rins bukan top speed, mungkin akselerasi?

Oh ya ada banyak pertanyaan, memangnya boleh ngetes motor 2022 di test resmi IRTA seperti Qatar test 2021 ini? Adalah Danny Aldridge Technical Director MotoGP yang menjawab pertanyaan ini “Ya, mereka bisa melakukannya, Kami tidak memiliki kendali terhadap spek mesin yang dipakai di sini (Qatar test). Satu-satunya waktu dimana mereka harus memakai mesin resmi adalah saat race weekend GP, secara mendasar semenjak FP1.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

34 COMMENTS

  1. Berarti teknisinya cerdas menakar horse power yg dibutuhkan,ga sampe ada keluhan spinning,terlalu liar atau apapun

    Walaupun dgn mengetes mesin next year bareng2 para pesaing,mereka akan bisa menganalisis dan mengantisipasi senjata Suzuki tahun depan

    Guest
    • Dan itu yg ngak dimiliki tim garputala teknisinya nakar speed emwan yg dikeluhkan vineles dan rossi terlalu over sehingga bukan motor jadi kenceng malah spinning…

      Guest
  2. Jelas yg dimaksud ya akselerasi. Top speed inline kalau masih pake ECU purba juga gak bakal ngalahin mesin V.

    Guest
    • Betul, akselerasi penting ni..kalo top end mgkn bisa main2 di aero winglet yg kayanya GSXRR termasuk paling minimalis.

      Guest
    • Buat bocah kemaren sore coba liat statistik lagi:

      1994, Michael Doohan (Honda)
      1995, Michael Doohan (Honda)
      1996, Michael Doohan (Honda)
      1997, Michael Doohan (Honda)
      1998, Michael Doohan (Honda)
      1999, Alex Criville (Honda)
      2000, Kenny Roberts Jr. (Suzuki)
      2001, Valentino Rossi (Honda)
      2002, Valentino Rossi (Honda)
      2003, Valentino Rossi (Honda)
      2004, Valentino Rossi (Yamaha)
      2005, Valentino Rossi (Yamaha)
      2006, Nicky Hayden (Honda)
      2007, Casey Stoner (Ducati)
      2008, Valentino Rossi (Yamaha)
      2009, Valentino Rossi (Yamaha)
      2010, Jorge Lorenzo (Yamaha)
      2011 : Casey Stoner (Honda)
      2012 : Jorge Lorenzo (Yamaha)
      2013 : Marc Marquez (Honda)
      2014 : Marc Marquez (Honda)

      Guest
    • Statistik resmi, No KALENG²

      1994, Michael Doohan (Honda)
      1995, Michael Doohan (Honda)
      1996, Michael Doohan (Honda)
      1997, Michael Doohan (Honda)
      1998, Michael Doohan (Honda)
      1999, Alex Criville (Honda)
      2000, Kenny Roberts Jr. (Suzuki)
      2001, Valentino Rossi (Honda)
      2002, Valentino Rossi (Honda)
      2003, Valentino Rossi (Honda)
      2004, Valentino Rossi (Yamaha)
      2005, Valentino Rossi (Yamaha)
      2006, Nicky Hayden (Honda)
      2007, Casey Stoner (Ducati)
      2008, Valentino Rossi (Yamaha)
      2009, Valentino Rossi (Yamaha)
      2010, Jorge Lorenzo (Yamaha)
      2011 : Casey Stoner (Honda)
      2012 : Jorge Lorenzo (Yamaha)
      2013 : Marc Marquez (Honda)
      2014 : Marc Marquez (Honda)

      Guest
  3. Yang penting gak langsung di tinggal sekebon kayak sebelum musim 2020. Liat aja musim kemarin, mampu nempel Ducati dan Honda tapi gak ketinggalan jauh.

    Guest
  4. “memperoleh info bahwa ia melakukan setidaknya 49 lap dengan top speed 341,7 km/jam dimana nilai ini sama seperti top speed yang ia torehkan pada hari Sabtu 6/3/2021 atau hari Kamis 10/3/2021 saat menggunakan mesin 2021”

    topspeed 341,7kph ini kecepatan konstan selama 49 lap berturut2 wak? klo kondisinya ga dalam keadaan time attack mah cepat ini akselerasinya. mungkin ini yg merek kejar juga untuk memperbaiki sesi kualifikasi sekaligus membuat motornya ga terlalu inferior di straight. manteb dah insinyur mereka klo masalah ini bisa mereka pecahkan

    Guest
  5. Kompetitor yg lain jg sudah lebih cepat dari mereka di taun 2015, diiwata pasti sudah diuji di dyno, simulasi/pun dibandingkan secara langsung dgn mesin baru utk dicari kelemahan nya, ya gak bakal dibuang gt aja kok

    Guest
  6. koreksi kalau saya salah, 341.7 itu saat memakai 2022 tp saat pakai 2021 masih di bawah itu saat dia coba di test 1 referensi GPOne

    Guest
    • imo. speed 341,7 dengan mesin 2022 didapat lebih mudah dgn set up dasar karena memang blum final dan didapat saat tidak melakukan time attack. sedangkan dengan mesin 2021 speed segitu didapat dengan berbagai macam set up serta modifikasi tertentu tanpa melakukan time attack di lap tertentu.

      sederhananya mesin 2022 lebih konstan dapat angka tersebut lebih mudah dibanding mesin 2021 yg sudah mendapatkan set up tertentu.

      Guest
    • Oiya paham maksudnya kang … jadi yang terekam di speedtrap (tertulis di data sheet top speed motogp) 341.7 km/h itu ya mesin 2022, bukan mesin 2020 gitu kan ya …

      Guest
  7. Dan pabrikan lain saya rasa juga ada peningkatan di power speed dan akselarasi dimesin baru mereka ntar.. dan mereka jg ngak tinggal diam siapin amunisinya..

    Guest
  8. Pasti jauh lah beda power mesin 2015 ke 2020,terlalu dipaksain nanti adanya jadi meleduk karena ngak sanggup head to head dng mesin baru.. soal mesin pasti baru terus dan ada pembaruan tiap tahunnya so pasti ada peningkatan kecepatan dari tahun ketahun entah itu disektor corner or speed or akselerasi

    Guest
  9. 2015 marc amburadul, Pembalap Yamaha Konsisten bukan Main, Lorenzo masih ada, feedback ke motor kelas dewanya masih berasa, Rossi tahun terakhir kompetitifnya.

    hmmm

    Guest
    • 2016 bukannya kakek lejen masih kompetitif ya?

      Yg salah itu pengembangan M1 nya.

      2017 tuh kalo diperhatiin permulaan acakadut nya

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.