TMCBLOG.com – Para Pembalap Kejuaraan kadet MotoGP Red Bull Rookies Cup Musim 2021 Mulai melakukan test Pra Musim mereka di Sirkuit Autodromo Internacional Algarve ( Portimao ). Di antara 26 Pembalap Muda yang turut ikut serta di Test ini ahdirsalah satu Pembalap Muda Indonesia Mario Suryo Aji. Seperti yang sudah kita bahas berulang kali di artikel artikel terdahulu, mario menjadi Pembalap Binaan Astra Honda racing team yang ‘ disekolahkan’ di Berbagai Balapan Penjenjangan Internasional Termasuk salah satunya RBRC walaupun notabenennya Tidak menggunakan Motor Brand Honda di sini melainkan KTM RC250R.

Secara umum Mario Tidak lagi Rookie di Kejuaraan RBRC ini, Boleh dibilang seharusnya ia sudah mulai mengenal karakter Motor motor full Prototipe di kelas ter-ringan di Grand Prix ini Karena ini adalah Musim ke-3nya. Dan Pada test Hari pertama di Portimao Kemarin pada dasarnya setiap pembalap memperoleh 6 sesi test dimana pada setiap sesinya mereka bisa menorehkan 10 sampai 11 Lap.

Dan tmcblog melihat bahwa Laptime yang dibukukan Oleh pembalap Indonesia, Mario Aji ini lumaayan Istimewa saat test Untuk ukuran Pembalap Asia lainnya seperti Sho Nishimura dan Tatchakorn Buasri. . Di Sesi pertama ia berada di Posisi ke dua dengan Jarak 0,1 detik dari Marcos Uriarte. Di sesi Kedua Mario sempat turun ke Posisi tiga. Di sesi ke tiga, Mario turun ke posisi 9. Pada sesi ke empat Kembali Mario Naik ke posisi tiga dengan Jarak 0,261 detik dari Uriarte.

Pada sesi ke Lima mario Turun ke posisi 12 dan akhirnya di sesi terakhir atau sesi ke enam mario berhasil bukukan laptime 1:51,556 dan berhasil menjadi Pembalap kedua tercepat setelah Daniel Holgado dan berjarak hanya 0,152 detik. K

arena Sesi ke 6 boleh dibilang merupakan sesi tercepat, Maka secara akumulasi 1 hari di Hari pertama pengetesan, Mario menjadi yang tercepat kedua . . Test RBRC sendiri masih akan dilakukan dua hari lagi tanggal 10 dan 11 April 2021 dan akan melakukan race perdana di 17-18 April berbarengan dengan Gelaran Grand Prix.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

22 COMMENTS

  1. Tahun depan harus ikut moto3 nih.. Masa ga ada pembalap indo satupun dimandalika.. Ayo BUMN indonesia, kalian harus sponsori pembalap tanah air

    Guest
    • Berandai2 Mario Juara RBRC 2021 trs dapet kontrak di Ajo Redbull moto3 🤣 tapi Astra mana mau nglepasin

      Guest
      • @Om Inafntri, masalah nya bukan di HRC, tetapi AHM nya mau kasih atau gak? sebab MSA ada di RBRC dan CEV pake uang penjualan AHM, yg notabene dari sisi marketing dibutuhkan AHM. Jadi gak gampang, walaupun saya juga berharap bahwa talent milik Indonesia adalah milik bangsa, bukan milik pabrik..
        semoga saja….

        Guest
      • @Odinx di luar sana pembalap tu swasta ato independen ga ada malah yg punya bangsa/negara, justru malah bagus kalo di pegang swasta ga ada intervensi dri mana pun, merdeka

        Guest
  2. Musim ini target mario udah tinggi, mengingat udah musim ke-3 nya, jadi minimal udah harus rutin podium IMO

    Guest
  3. Lawan berat cuma dari spanyol tapi yg aneh brapa tahun ini di cev dan rbrc rider itali pada melempem..

    Malaysia punya azman di cev kelahiran 2021 dan di janjikan slot moto3 sama razlan jika tembus 10 besar sedangkan buasri seumuran azman sepertinya bakal di dorong masuk moto3 sama honda thailand jika punya performa bagus mengingat pembalap thai belum ada yg sehebat chantra ataupun menyaingi buasri secara skill.

    Sejak bergulirnya atc baru nishimura rider jepang yg melempem di cev dan rbrc padahal seumuran ogura sedangkan rider non jepang chantra,mario dan duo oncu yg lumayan konsisten di 10 besar cev.
    Pertanyaannya ada apa dgn lulusan atc non jepang selain nama di atas pas terjun di eropa pada melempem.
    Menurut saya 2018 angkatan atc terbaik dari indonesia tapi sayangnya adenanta pas habis cidera jadi kurang agresif sama halnya dgn yuki kunii habis cidera wildcard di moto3 brno langsung melempem sampai sekarang.
    Dari sini keliatan pembalap hebat itu bakal makin agresif jika habis cidera bukannya melempem alias nyali ciut.

    Jujur seandainya gilang di kasih kesempatan di moto3 sejak 2018 atau 2019 pasti bakal keliatan hasilnya tahun ini walau cuma di zona poin bukannya di bolak balik arrc moto2,moto3 karna banyak pembalap moto3 yg juara dunia atau papan atas butuh 3-5 tahun untuk nyetel di moto3.jadi jangan sampai hal ini terulang di masa depan untuk mario dan adik2nya

    Guest
    • Ya,dan sepertinya KTM rc250r nya ada perkembangan sesuatu,sampe Acosta yg start dr pitlane aja bisa menang(selain kemampuan rider-nya yg superior)

      Guest
  4. Joss gandos,title contender nih, perkembangan laptimenya fantastis bisa ngikutin yg tercepat

    Van eerde udah ga ikut rbrc?

    Guest
  5. Saya dukung sekolah di aki aki…toh kalo underperform bakalan balik ke kandang semula. Buat antisisapi kalo perform, siapin aja klausul kalo sampe tembus motogp wajib balik ke HTA.

    Guest
  6. yang penting bisa prestasi dulu, asah mental, sering podium atau klasemen akhir ora isin isini lah, lihat contoh pembalap malaysia, thailand di cev ato moto3 terburu buru dinaikim kelas, akhirnya keteteran,

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.