TMCBLOG.com – Walaupun tentu keputusan akhir bahwa Marc Marquez akan bisa Menjalani Debut kembali di MotoGP setelah hampir 9 bulan absen adalah Para Dokter GrandPrix yang akan memeriksanya di awal race weekend, namun secara umum Repsol Honda dan Marc Sendiri sudah memutuskan bahwa Sang #93 akan hadir di Portimao. Namun Banyak yang mempercayai bahwa Marc akan menghadapi banyak sekali perbedaan atmosfir paddock saat ia kembali nanti. Dimulai tentunya dari perbedaan team mate di mana saat ini ia akan bertandem dengan Pol Espargaro. banyak yang bilang, Kompetitor terdekat mu adalah team matemu sendiri. Pol adalah Seseorang dari masa Lalu Marc Marquez yang memang sempat menjadi team mate di masa Race Pra – Grand prix maupun Kompetitor head to head di kelas GrandPrix awal GP125 dan Moto2 . . Selain Pol, apa lagi yang akan ia Hadapi . .?

Yang kedua menurut kami adalah Sepeda Motornya itu sendiri. Adalah benar Mesin RC213V 2021 adalah mesin 2020 yang banyak diyakini memang mesin yang awalnya Dibuat menggunakan referensi marc Marquez karena memang Secara umum Sampai 2019 Marc adalah Juara. Dan dari tahun ke tahun referensi Honda memang merupakan Rider Terkuat. Namun Setup elektronik, Sasis, swingarm, suspensi, detail aero yang saat ini digunakan diyakini telah mengalami perkembangan yang sejalan dengan perkembangan Development 9 Bulan terakhir yang artinya Riset tanpa Marc.

Mungkin saja semua variabel di atas saat ini banyak andil karakter Alex marquez, Takaaki Nakagami serta tentunya Stefan Bradl. Namun Marc Marquez semenjak tahun pertamanya di MotoGP sampai tiap tahun berikutnya merupakan tipikal Pembalap yang adaptif terhadap perubahan. Sehingga banyak yang meyakini Marc akan punya mentalitas tersendiri dalam menghadapi tekanan perubahan situasi teknis seperti perubahan Karakter Motor.

Lalu yang berikutnya tentu adalah perubahan suasana. Secara umum Marc hanya satu dua Seri Saja di tahun 2020 yang lalu, ia tidak banyak merasakan First hand mengenai seperti apa bentuk tekanan race di waktu yang ketat dan dimampatkan Plus tanpa penonton sekali pun seperti tahun lalu. Memang benar melihat tribun kosong tanpa kehadiran orang adalah sesuatu yang diakui sulit untuk dibiasakan Oleh para pembalap, namun diperkirakan memang akan ada sinyal bahwa sedikit demi sedikit penonton akan kembali ke trek, mungkin di akhir Musim, Jika Protokol Kesehatan memungkinkan.

Tantangan selanjutnya diyakini bahwa Marc Akan menghadapi Bukan hanya Yamaha dan Ducati tahun 2021 ini. Ada Suzuki, Aprilia dan tentunya KTM. Selain kekuatan factory yang punya sumberdaya dan kecepatan dalam upgrade serta part development  . . Singkat kata Marc Juga akan menghadapi team team satelit yang nggak kalah sangar !

Yes Marc Marquez akan menghadapi fakta bahwa saat ini disinyalir struktur satelit MotoGP telah mencapai titik kematangannya. Musim 2020 lalu Petronas SRT Berbicara banyak, Di dua race pembuka Musim 2021 Giliran Pramac Ducati yang berbicara banyak. Sepertinya ebnar, Tidak ada lagi perbedaan besar team Satelit dengan team ofisial. Faktanya mungkin pada  tiga tahun lalu Kita hanya lihat 4L alias Loe lagi loe lagi di barisan depan berjuang untuk kemenangan, Namun pada tahun 2020 total 10 pembalap berbeda menang dalam musim sprint yang bertensi tinggi. Artinya Pekerjaan Rumah Marc untuk mengerti karakter lawan Bukan hanya 3-4 pembalap, namun ada banyak sekali sekarang . .

Fakta Selanjutnya yang harus Marc Marquez hadapi di portimao adalah ada beberapa pembalap yang sama sekali Total Zero dalam data Basenya untuk dimanfaatkannya sebagai basis data strategi berkompetisi. Bukan hanya seorang Fabio Quartararo, ia akan berhadapan dengan lebih banyak Pembalap pembalap Milenial yang tentunya memiliki pendekatan Unik dan Nggak text book lagi . . . paling tidak ada  Jorge Martin, Bastianini dan Tentunya Luca Marini dimana ketiganya dilengkap motor yang paling tidak punya satu Titik potensi yang nilainya di atas Honda RC213V . . . Top Speed Desmosedici. Sebagai tambahan bahwa Marc Sekarang berhadapan dengan banyak pembalap yang tidak merasa takut kepadanya, paling tidak itu dikatakan Pembalap yang lebih senior dari Marc.

Dan jangan Lupa, Sampai FP1, Di Portimao Marc hanya pernah menggunakan Motor Produksi massal seperti Honda RC213V-S . . Bentuk dan beberapa karakter memang Mirirp Motornya di GP namun tetap saja Motor Produksi massal di Portimao . . Sementara pembalap lain pernah balapan disini tahun lalu dan ini membuat mereka punya basis data yang jelas untuk memulai FP1. Marc? jelas Blank base setup soal Ngegeber Motor dengan sistem valvetrain Pneumatic serta elektronik Magneti marelli yang tentunya Bukan Defaultnya Setup RC213V-S

Dan yang terakhir, Menurut tmcblog Marc Marquez akan menghadapi fakta Bahwa Ia sudah tertinggal 40 point di belakang Kompetitornya. Memang ini bukan Momentum pertamanya dalam kondisi seperti ini, namun memang logis untuk bilang sangat sulit menilai apakah Marc akan bisa langsung memiliki 100% kekuatan, 100% keberanian mengambil resiko dan 100% marc di race weekend ini. Yang pasti Potensi mengejar itu tetap ada, Marc memiliki tantangan yang sangat penting di depannya dengan total 425 poin yang masih dipertaruhkan dalam 17 Grand Prix. Mudah Mudahan tidak sampai hari Ahad 18 April jam 20 malam WIB Kita baru tahu apakah Marc Bisa kembali seperti 100% Marc yang dulu . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcbog

73 COMMENTS

  1. Dan opini saya wak saya takut,marck jg sama sprt roki yg lain atau mungkin sprti mark yg dlu saat awal mnjdi roki akan membalap dengan buas.

    Guest
  2. Yang saya khawatir: Marc yang akan kembali ke trek ini adalah Marc yang sudah pernah kehilangan “sesuatu”.
    Ingat, pesaing nya sudah semakin kuat sekarang. Mereka sudah semakin percaya diri dengan atau tanpa Marc. Artinya banyak yang akan melihat bahwa Marc sudah bukan ancaman lagi, mengingat performa Honda tahun lalu dan awal musim ini.
    Sebuah psychological disadvantage atau malah jadi tantangan?

    Guest
    • yg jelas Marc yg sekarang akan lebih hati2 dalam mengambil tindakan. Kejadian kemaren tentunya jadi pelajaran buat dia buat ga terlalu ngotot, karena balapan bukan hanya satu seri saja. Joan Mir sudah membuktikan, kalo konsistensi adalah hal yg penting.

      Guest
      • Kalo soal ngotot dan konsistensi, Marc juga sudah buktikan sendiri di 2016 kok…

        Ga perlu ngambil contoh kasus dari tahun kemarin.

        Guest
  3. Sy percaya, Marc akan ambil mentalitas rookie.. fokus berjuang di tiap race.. sirkuit demi sirkuit.. tdk terlalu memperhitungkan klasemen, adaptasi sebaik mungkin..
    Kayaknya sih gitu..

    Guest
  4. Habis di belek terus dipasangi besi di tulangnya aja pembalap masih punya nyali buat turun race. Apa lagi ini yang udah fix dagingnya. Kalau secara mental pembalap sih harusnya all out, kalau mental kita kita mungkin nyali itu udah gak kayak dulu sewaktu belum ngerasain daging robekndan tulang patah.

    Guest
    • Akan lebih alien mas, ibarat orang sering masuk penjara, akan makin lihai, kuat, smart dan lain sebagainya

      Guest
      • Bisa jadi masbro. Kami di jawa terbiasa dengan “Tan kinira” artinya di luar perhitungan kemampuan manusia. Itu artinya secara luas adalah “Jangan underestimate”, efeknya akan memghormati pihak lain

        Guest
  5. Sepertinya doi hanya akan menikmati balapan untuk awal2 seri tanpa push 100% (seperti komenx dulu) , sambil mantau perkembangan cidera. Kecuali ia benar2 comeback dgn fungsi otot 100% normal.

    Guest
  6. motogp skrg sdh ga seperti 2019 kemarin ketika marc terakhir turun full race

    skrg pembalap dan motor semakin kompetitif, klo marc tdk bisa recover performance nya musim ini bakal bener² digilas dia

    tapi sebagai penikmat motogp saya senang melihat aksi “gilas menggilas” di lintasan?, tak penting siapa yg menang sepanjang tetap disuguhkan aksi balap yg seru saya sih senang² saja

    Guest
  7. Yang pasti penyesuaian dulu dengan RC213V nya, bagi dia memungkinkan cepat adaptasi, mungkin 2 atau 3 seri udah memahami bagaimana cara menghandlenya, realistis aja, lama absen soalnya

    Guest
  8. Kalau dia masih nekat alias ngoyo dalam race weekend, resikonya adalah jatuh dan bisa jadi akan masuk meja operasi lagi. So, menurut saya lebih baik ikut race tapi jangan nge-push sampai limit motor.

    Guest
  9. gw yakin motornya akan berubah sgt jauh dr terakhir kali doi kendarai, setelah itu Marc harus kembali ke titik nol dalam hal atmosfir paddock, balapan, serta mentalitas yg tentu berbeda, banyak hal yg akan dihadapi Marc demi kembali ke titik puncaknya,

    Guest
  10. mesin msh sama dengan wktu dkndarai markez, sasis, aero, elektronik, bebas pilih yg mn, tentunya settingan tinggal copy paste preferensi markez.. di jerez dulu dia solid, mrangsek dr blkang, cm syg yg dia kejar wktu itu adalah yamaha.. yah smga gk dendam sm ymaha ?

    Guest
    • Gak ada hubungannya yg dikejar yamaha kek, ducati kek. Faktanya di jerez 2020 race pace paling mengerikan itu marc bukan fabio. Its fact

      Guest
  11. Masuk kategori bruntung ini marc jg faktor usia masih muda + penangan teknologi kedokteran udah canggih,beda dng doohan yg memaksa pensiun dini karena kakinya sangat parah waktu itu kondisinya dan teknologi kala itu belum secanggih sekarang..

    Guest
    • Doohan lumayan lama bos. Terpelanting di Laguna Seca aja sekitaran thn 1993. Dan sudah cukup puas pensiun thn 1999 diusia 34 tahun dengan gelar backtoback sebanyak 5 kali. Selesai ya udah. Udah tercapai Jurdunya bahkan sampe 5 kali.
      Cuma kasus Doohan lain dengan Marq. Malfungsi kaki kanannya untuk injek rem masih bisa dioper ke tangan kiri. La Marq tangan kanan buat Rem depan ini yg susah. Mau dioper kemana?

      Guest
  12. Jika melihat Mir menyalip Rosi ti tikungan dan Rossi raja tikungan masih kalah nikung sama Mir tentu itu adalah Fakta, tantangan berikutnya bagaimana Ducati yg meluncur bak roket jg tak berkutih oleh Vinales dan Fabio Q di Qatar, jadi Marq saya rasa sudah mulai ada kompetitor yang setara dgnnya, Juara Dunia? tentu masih berpeluang yg muda.

    Guest
  13. Berkaa dr JL99, Marq dulu juga sulit melawan JL99, tp setelah JL99 Crash dan cidera parah baru Marq mampu mengatasi JL99 krn JL99 andrenalin menurun, Klo VR46 itu Faktor Usia (hukum alam)

    Guest
  14. Marc Marquez = penuh kejutan !!!

    Siapa yg sangka Marc akan jadi Juara Dunia di thn pertama ? Rookie bertarung dgn Alien (VR46, JL99,DP26) ? Dan menang pakai RC213V yg inferior dibanding M1 saat itu ?

    Rekor demi rekor termuda dipatahkan.

    2015 kebanyakan crash jadi dia atur sendiri siapa Juara Dunia pilihannya.

    2016 – 2019 coba, siapa rookie yg bisa saingi Marc ?

    Puncaknya 2019, 1 Throne (Tahta), 3 Crowns (Mahkota). 1 pembalap, 3 Mahkota, anggap aja JL99 gak banyak berkontribusi point, cuman Marc yg begini. Makanya 2020 absen, gaji full krn kontribusi Marc yg sangat besar.

    Di belakang Marc juga ada Tim Super di bawah komando Santi Hernandez.

    Jadi kejutan apalagi setelah liburan 1 thn itu Marc ?

    Mari bung rebut kembali Juara Dunianya !!!

    Guest
    • Setujuu. Marc di 2019 menunjukkan who is the boss in MotoGp. Lorenzo sbg team matenya cm dianggap kyk org sunmori doang, yg berjuang mati2an poin cm marc sendiri. Dan dia berhasil mengalahkan semuanya dengan dirinya sendiri.

      Guest
  15. Ingat test Jerez hari ini sampe 14 April, Wak ,kalau Marc ga ikut baru boleh bilang fp1 Marc baru Pake rc213v.tapi kalau ikut test Jerez brarti Marc SDH Pake rc213v seblm fp1 portimao

    Guest
    • Setuju. Resiko tulang patah akan lebih rentan dibanding yg belum pernah patah. Apalagi di lokasi yg menerima beban lebih besar.

      Guest
  16. Darah muda di Motogp skrg serem.
    Pasukan brani ngeyel, lu nutup gua seruduk. Wkwkk.
    Tensinya skrg lebih tinggi. Sambil maki maki dikecepatan 245 km/jam udah biasa.
    Bener bener deh Clash of the Titan.

    Guest
  17. Yg jelas setelah melewati garis finish ada turunan tajam sebelum R1. Itu rasanya anjim banget…very hardbraking make tension on my right hand.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.