TMCBLOG.com – Jika Kita menggunakan Data race Portimao 2020 yang lalu, maka Kita akan mengetahui bahwa race pace itu berubah linear pada angka 1:39 koma besar di awal race sampai 1:40 koma besar di akhir race. Dan yang terlihat pada dua sesi Pertama GP Portimao ( FP1 dan FP2) adalah ternyata beberapa pembalap sudah mulai masuk ke angka Tersebut terutama di sesi dimana secara waktu memang mirip dengan waktu Saat race nanti Yakni FP2. Namun begitu secara rerata masih kurang sekitar 1 detik yang tmcblog kira akan mulai bisa dikejar pada dua sesi pada hari sabtu ini FP3 dan FP4. Secara umum bisakita Lihat Pecco bagnaia berhasil sangat cepat melibas sirkuit Roller coaster ini pada sesi hari Jumat . . . namun Jika kita mau melihat Data Pace lebih dalam, ada beberapa indikasi beberapa pembalap Yang seakan menyembunyikan ‘ pace ‘ asli mereka, salah satunya adalah fabio Quartararo.

Sebelum Kita Bicara mengenai Quartararo, mari Kita lihat dulu data rerata Pace yang dilakukan Oleh pembalap pada sesi yang secara kondisi memang mendekati Saat race (FP2). Data di atas adalah data yang dibuat leh Chris Pike, mantan Crew Chief Jonathan Rea. Memang Masih sangat Prematur untuk menilai apa yang akan terjadi di race berdasarkan data hari Jumat, namun dengan semakin ketatnya MotoGP semenjak beberapa tahun pembalap sudah sangat serius mempersiapkan beberapa hal termasuk race pace semenjak sesi hari pertama ini . .

Dan dari data di atas dengan menghilangkan beberapa latime pelan serta outlap & lap masuk ke pit . . diperoleh bahwa memang Pecco Bagnaia menjadi yang tercepat secara rata rata Laptime diikuti Johann Zarco, Fabio Quarataro, Oliveira, Vinales dan Marc Marquez . . Di antara nama Di atas, Johann Zarco adalah yang paling terlihat seperti ‘ tersembunyi kekuatannya’ .

Di Timesheet boleh urutan 8, namun secara rerata Pace dia masuk di urutan dua. Sayang hanya 4 Lap yang dihitung bersih Oleh Chris Pike Karena ada beberapa momen Laptime zarco dihapus dengan ebrbagai alasan. Namun kali ini kita Juga akan melihat dulu lebih dalam seperti apa data FP2 Fabio Quartararo yang pada Race Portimao 2020 hanya finish di Posisi 14

Jika Kita lihat pada data Analisis FP2, Fabio Quartararo berhasil mencoba ‘Simulasi race kecil ‘ Memulai dengan ban baru sampai sekitar 11 Lap dalam sekali run. Dan sepertinya Memang dengan modal setup kombinasi ban yang mendekati race day November 2020 yang lalu, Kombinasi Fabio dan M1 Berhasil melakukan banyak Koreksi terhadap beberapa kesalahan yang hadir di race tahun lalu, Ia terlihat sangat konstan dalam melakukan Simulasi tersebut.

“Bagi saya secara mental, (Portimao 2021) berbeda. Secara mental, tahun lalu saya tiba dalam suasana Moody (pasca) dua Crash di Valencia, motornya buruk, dan saya tiba di sini dengan mentalitas yang sama, dan itu salah. Lagi pula sekarang, saya baru saja hadir dari kemenangan dari Qatar. , dan saya merasa semuanya baik-baik saja.  Apa yang saya rasakan adalah, pertama-tama, secara mental saya lebih kuat dan saya merasa saya tidak banyak mengeluh “

“Dan ini membantu, saya lebih memikirkan gaya berkendara saya daripada motornya, ini hal pertama. Dan kemudian saya merasa motor itu memiliki perasaan yang sama seperti Qatar, di mana motornya berbelok sedikit lebih baik, dan itu terasa seperti sasis tahun 2019. Jadi ini adalah poin yang sangat positif dan saya merasa ini sudah menjadi langkah besar bagi kami. “ Kemenangan Di Qatar yang dibukukan dua pembalap Yamaha saat itu banyak yang merasa pada dasarnya tidak terlalu spesial Karena memang pada dasarnya Losail dengan karakter treknya yang lebar membuat M1 Mudah mencari titik pengereman dan trajektori saat menyapu tikungan yang bervariasi. Sehingga banyak banget yang bependapat bahwa Yamaha Harus banget membuktikan di Sirkuit lain terutama di sirkuit eropa yang memiliki karakter berbeda untuk mengkonfirmasi bahwa Yamaha M1 sudah berubah.

Dan Portimao dengan segala perubahan elevasi, lebar trek dan tentunya cuaca merupakan pintu pertama menuju konfirmasi bahwa pada dasarnya Yamaha M1 2021 yang menggunakan Sasis yang di desain berbasis Motor 2019 memiliki setup dasar yang bagus sehingga jika dibawa ke Sirkuit sikuit yang berbeda tinggal melakukan ‘finishing Touch’ yang tentu masih butuh dilakukan berdasarkan Karakter detail dari Sirkuitnya itu sendiri. Ditambah lagi Mood dan Mentalitas dari Fabio Memang sedang bagus. Selain Fabio Quartararo, beberapa pembalap lain yang kami lihat juga sudah mulai melakukan test awal endurance dengan melakukan simulasi run kecil adalah Joan Mir, Alex Rins, Johann Zarco, Vinales dan Morbidelli.

atau Jika Kita Mau sedikit melihat dimana peta Kekuatan masing masing pembalap, bisa lihat di Gambar atas sob terlihat memang secara umum di FP2 penguasa masing masing sektor adalah Pecco Bagnaia Yang menguasai dua sektor awal serta Fabio Quartararo yang menguasai dua sektor akhir  dari sirkuit Portimao ini . . . Perjalanan Masih panjang . . namun yang terpenting adalah, apakah Portimao bisa jadi Momen konfirmasi bahwa Yamaha M1 telah banyak membaik dan Memiliki base Setup yang  lebih baik dibadingkan tahun lalu? . . Kita Cek nanti di FP3 dan FP4 sob  . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

36 COMMENTS

  1. Ya,,,yamaha factory sudah berubah,,,fabio dan maverick sedang bagus mental dan moodnya,,motornya juga sedikit bnyk improve dr tahun lalu,,,
    Yg jadi tanda tanya ada apa dgn yamaha SRT ,,klw memang rossi sudah jelek,,kenapa morbidelli ikut2an jelek ya??

    Guest
    • Ho’oh
      Saya yakin kita semua tau banget dia sbg akamsi punya potensi yang tinggi sbg juara. Tahun lalu aja flawless victory kok.

      Tapi sepertinya luput dari analisa karena sejauh ini terkesan biasa-biasa saja, bisa jadi juga mmg karena doi menyembunyikan kartu as.

      Saya rasa akan ada kejutan dari dokter gigi.

      Guest
  2. Semoga nantinya ada motor warna oranye di antara mereka yg disebut di atas tidak merubah mental mereka di lintasan race day nanti sepanjang 20an lap, karena sudah terlalu lama mereka tidak melihatnya…hehe, oh iya juga pembuktian ketika orangnya ada bersama mereka di lintasan apakah benar skrng semua org sudah tidak “takut” lagi, Ken kemarin pas bicara ketika orgnya ga ada di lintasan..gitu aja lah menikmati sisa race di 2021 ini, berharap Doi hadir ya untuk memberikan warna lebih lengkap lagi…kerasa sih energi yg berbeda ketika doi hadir di Paddock dan lintasan…

    Guest
  3. Saya rasa yamaha M1 musim lalu terutama pabrikan adalah sudah bagus,kesalahan adalah cuaca ektrem jerez karena skejul berubah yang bikin kacau setup dan mekanik buka mesin terlalu banyak tanpa sadar utk menurunkan rpm dijerez kala itu. So this year gonna be ducati vs yamaha.

    Guest
  4. Pertarungan sejati tetap yanaha vs honda, ducati itu ditakdirkan sebagai penggembira. Puluhan tahun ikut balapan ga pernah juara, kecuali pas dipegang stoner.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.