TMCBLOG.com – Sebenarnya Dominasi dari Fabio Quartararo bisa dideteksi oleh siapa saja yang mau melihat data laptime dia semenjak FP2 sampai Sesi Warm Up. Boleh dibilang Mulai semenjak Jumat, Fabio Quartararo sudah menunjukan mentalitas yang berbeda dalam menghadapi race weekend di 2021 ini. Nggak harus jadi pengamat atau komentator hebat Untuk bisa melihat sinyal ini . . Silahkan coba gabung Data Laptime F1/4 di FP2 dan FP3 dimana Ia mencoba 25 lap ( persis sebanyak Lap saat race ) ban belakang Medium dan berhasil menorehkan laptime/ pace yang konsisten di angka 1:40-an . . itu ternyata hal ini masih sebatas sebuah awal dari proses Riset Fabio Yang Bisa dibilang pada akhirnnya menjadi referensi dari beberapa Rider lainnya . . Kita akan bahas mendalam di sesi Analisis Soal Bagaimana riset Fabio Ini, sekarang saatnya kita lihat Dinamika yang terjadi Pasca race MotoGP Portimao yang dimenangkan Oleh Fabio Quartararo tersebut.

Walaupun secara tidak langsung ada akibat dari Crashnya Johann Zarco dan Alex Rins, namun Secara umum pencapaian Francesco Bagnaia ( 12 – 2 )  dan Joan Mir ( 9 – 3 ) di race ini cukup Impresif jika mengingat keduanya start dari posisi grid yang sebenarnya tidak terlalu Bagus. Spesial mengenai Pecco bagnaia, Quartararo sendiri mengatakan bahwa kemungkinan ke depan pembalap italia ini lah yang akan menjadi Rival terberatnya di Trek Trek eropa selanjutnya.

Jelang 16 seri kedepan, Fabio Quartararo memimpin Klasemen dengan nilai total 61 Point dan Sejauh 15 Point dari kejaran Peco Bagnaia. Secara umum ini adalah capaian kembali yamaha Tiga kali berturut turut menjadi juara sesi setelah lama Puasa semenjak 2010.  Menarik melihat konsistensi Aleix Espargaro yang sampai Seri ke tiga ini masih dapat bertahan berada pada posisi top 10 Klasemen. Kedepan masih ada harapan perkembangan dari Aprilia ini terlebih jika memang Masukan dari Dovizioso menjadi resep Mujarab yang bisa mengakselerasi performa dari RSGP

Yamaha secara sempurna meraih 75 point dari 3 race pertama MotoGP 2021 dan bertengger sebagai pimpinan Klasemen manufaktur diikuti Ducati Dan Suzuki. Sementara itu walaupun Maverick Vinales hanya bisa meraih 5 Point penuh di race Portugal ini secara umum tetap membuat Monster Energi Yamaha MotoGP menjadi team dengan raihan point tertinggi di race Portugal ini dengan 30 point dan secara umum memimpin Klasemen team dengan jarak 41 Point dari kejaran Team Suzuki Ecstar.

Enea bastianini pelan pelan merangkak menguasai Kalsemen Rookie Off The tear 2021 setelah Jorge Martin Absen di race ketiga pasca Finish podium di race seri keduanya. Luca Marini memperoleh Point pertamanya di kelas MotoGP pada seri portimao ini dan begitu Juga Lorenzo Savadori menyumbangkan 2 point buat Aprilia.

Walaupun DNF dan Pulang tanpa Point, Johann Zarco masih memimpin Klasemen Pembalap Satelit terbaik sementara dengan 40 point diikuti Aleix Espargaro . . yes Aprilia walaupun strukturnya factory, namun secara team karena masih ‘ nempel ‘ dengan Gresini Racing, sehingga teamnya masih dianggap sebagai team Independent/ satelit. Begitu Pula Pramac racing, walaupun kedua pembalapnya tidak bisa menyumbangkan satupun Point pada race Portimao, mereka masih memimpin klasemen team Independent/ Satelit sampai race seri ke tiga ini.

Buat Bonus saja, Top-3 dari Top Speed yang diukur di speed Trap Ujung straight Sirkuit Algarve tertinggi masih dikuasai Ducati Dimana Johann Zarco lagi lagi menrehkan Top pseed tertinggi di portimao ini saat race dengan 351,7 km/jam diikuti Duca pembalap Factorynya bagnaia dan Miller.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

58 COMMENTS

    • Ini sinyal nya. Nyamannya FQ bilang all problem solved, now we know what we ll working for the rest season. Posisi 1 dengan lowest topseed berarti y+fq itu is the fastest cornering speed with the slowest topspeed racer: slowspeed taster + cornerspeed freak!

      Guest
      • Begitulah, ketika pembalap bisa kencang di tikungan maka dia tidak perlu ngoyo saat di trek lurus.
        keuntungan nya banyak sekali kok kalau mau saya tuliskan.

        Guest
    • Top speed selisih kurang dari 10 km/jam itu tidak akan terlalu berpengaruh banyak jika panjang straight/ trek lurusnya kurang dari 1 km.
      Apalagi topspeed itu di raih menjelang akhir straight lurus, bukan saat awal memasuki trek lurus tersebut, kan…???

      Guest
  1. Mungkin juki butuh 35 lap untuk menang. Tapi rina gak pernah sabaran 😂
    Mungkin hando butuh marc saja untuk race, gak perlu pembalap lain untuk juara seri, tim dan konstruktor 😂
    Tinggal mir sama marc saja, kalo rajin cari point dan juara secara konsisten pasti dapat titel. Klo taro dan yang lain cucuk-cucukan dan tidak konsisten.

    Guest
    • Bukan ridernya yg bermasalah bro,tapi di ecu motornya yg jadi biang kerok rcv memble dari tahun kemaren,nakagami aja dah pengalaman bawa rcv ngk bisa berbuat banyak,,pedrosa jg gt sejak ecu seragam + ban micelin pedrosa jadi keteteran…mana ada rider yg sanggup menang setelah pedrosa pensiun?? Alex aja mentok runner up itupun balapan selanjutnya ancurr

      Guest
  2. Padahal kalau zarco bisa podium, mungkin ga sih wak bikin sejarah baru kalau ada 2 pembalap asal Prancis back to back podium?

    Dari FP2 memang udah keliatan pacenya FQ aduhai betul, big respect buat FQ, josssss….

    Sementara untuk perjuangan marc, krn udah bisa finish top 10 dengan kondisi yang belum fit seperti itu not a bad lah.
    Mudah-mudahan di balapan selanjutnya udah fit, jadi bisa keliatan apakah motor-motor pabrikan lain progressnya udah melesat dibanding RCV?

    Guest
    • kalo melihat progres semua motor pabrikan udah sangat bagus .. apalagi sekelas aprillia
      kalo RCV sih itu kuncinya ada di marq … jadi bukan honde nya bagus tapi marq lah yg good
      tanpa marq ya wasaalam 😂

      Guest
      • la terus rcv juara dunia sebelum era marc gimana penjelasannya? rcv motor paling banyak juara dunia iyu gimana menurut anda? atau anda baru nonton motogp pas eranya marc kali?

        Guest
    • Rcv masih berjibaku cocok²an dng electronik magneti marelli,3 rider H dibikin memble keluhan mereka sama front end dan pengereman..

      Guest
  3. Betul brooo… ! sudah 5 tahun ini Yahama jadi motor KW3, gak pernah juara dunia. Tiap awal musim saja podium, setelah itu hilang tak berbekas.

    Guest
  4. Dulu jaman moto2 ngefans sama Jarwo
    Pas jaman di tech3 tambah ngefans sama Jarwo.
    Pas di KTM empet sama kelakuannya.
    Sekarang naik pramac kok saya jadi ngefans lagi sama Jarwo hahahah
    Eeeh jatoh. Hadeehh..

    Guest
    • berarti anda bukan fans sejati , wkwkwk 🤣
      krn fans sejati selalu ada buat sang idola di saat2 dia susah dan senang, bukan membela membabi-buta, tapi ya itu selalu ada di saat2 senang maupun susah,
      tapi iya sih, banyak org meragukan dia waktu dia tiba2 pindah dr KTM ke Ducati, krn melihat sifat dia yg seperti selalu menyalahkan motor, “sh!t chassis, sh!t power delivery” wkwkwk 🤣🤣

      Guest
  5. mmg ga cuman motornya waktu FQ di interview pun ternyata sisi psikologis dia juga berpengaruh besar terhadap hasil balapannya akhir2 ini, kegiatan pre season nya dia yg berfokus pada manajemen psikologi nya, seperti ketenangan ketika balapan, bagaimana cara menghadapi pressure di kejuaraan dan di tengah balapan, seperti dia yg ditanya bagaimana dia menghadapi pressure ketika di kintil oleh Alex Rins, dia bilang dia berusaha merubah mindset pressure yg diberikan Alex Rins sbg motivasi bukanlah sbg beban,
    Joan Mir seperti biasa, dia ga mau memikirkan championship, apalagi di seri2 awal yg kebanyakan balapan di sirkuit2 dmn Suzuki kurang begitu baik, seperti Jerez dan Le Mans, tapi dia berusaha utk paling tidak masuk podium, “same mentality as always” katanya,,

    Guest
  6. Sepertinya Ymh perlukan tim riset khusus biar start MV mulus..
    Kasian di awal awal mesti berjibaku dulu. Padahal kalau pace seperempat akhir sangat bagus.
    Andai MV ga bisa konsisten, Jalan terbaik ganti dengan FM atau pembalap muda lain saat kontrak nya habis.
    Era VR sudah selesai. Mari menutup buku..

    Guest
  7. ymha msh bnyk ujiannya, terutama saat wet race, sm track² yg power oriented..
    apalagi dgn dukati skrg, start row 4 pun bs nyodok kedepan d tikungan prtama.. plus sprtinya sudah lbh mudah dkndarai.. terbukti prforma sbalapnya cukup stabil lewat pecco bagiono dn jon zarkowi, syg kmren kena problem teknis katanya…

    Guest
    • Sirkuit Qatar dan Portimao ini sudah power oriented loh padahal… Liat tuh ducati berjaya terus jd runner up, dan yamaha yg juara…

      Guest
    • Bukan diaero wing permasalahn utamanya tapi di kontrol electronicnya kurang cocok,diqatar kan udah beberapa aero wing yg mereka coba ujung²nya pakai wing yg lama…

      Guest
  8. masih terlalu dini sih. kcuali sdh 3/4 race. kayaknya tahun ini pembalap2 yang bukan 4L akan bersaing podium

    Guest
  9. Sepertinya ini tahun nya Yamaha. Q1/4 sudah semakin matang, strategi sudah OK juga. Di awal race ada kemungkinan dia memang tidak mau di depan, supaya bisa slipstream menghemat ban. Terlepas karena dia menggunakan ban Hard.

    Guest
  10. Corner speed yahaha+Kotaro, emejing pake bingit, masuk dari dlm ketika exit corner si Kotaro tetap di racing line dalam, keren cuyy. Alex rins ngikutin sampe dlosor, rins bawa motornya selalu over limit, keren tapi ya resiko dlosornya apes brew

    Guest
  11. Intinya top speed pra corner, entry corner, exit corner, lebih vital dari top speed di straight. Apa lagi straight nya pendek.
    Btw saya ngadi ngadi

    Guest
    • kalo tidak ada masalah grip di ban, mesin inline emang ajib. Kan ngandelin grip yang bagus waktu jurus cornering.
      Laptime race bisa dipangkas banget karena di tikungan, ini motor kenceng banget. Meanwhile V4 ngabisin banyak waktu untuk nikung mengkotak wkwk

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.