TMCBLOG.com – Siapapun yang melihat 3 Seri pertama MotoGP 2021 akan menemukan Mentalitas Fabio Quartararo yang terlihat dari Mimiknya yang lebih tenang dan kalem dalam menghadapi sesuatu. Namun diluar Itu Yamaha M1 Khususnya yang diasuk di team pabrikan, terlihat memang lebih terlihat stabil di ketiga race perdana. Dengan ketenangan dan Ketstabilan ini membuat Quartararo dan team Bisa berfikir lebih metodik dalam menghadapi race weekend. Salah satunya bisa kita lihat di race weekend Portimao dimana Quartararo bisa memulai Riset ban semenjak FP2 . .

Yes di FP2 Fabio dan team seperti mengkombinasi Informasi yang mereka dapatkan dari race Portimao 2020 yang lalu dengan Setup Qatar. Secara umum setup teknis dari Yamaha M1 yang dipakai di Portimao memiliki basis setup yang sama dengan M1 yang mereka Pakai di Losail Qatar dua Pekan sebelumnya.

Dan jelas ini adalah pembuktian bahwa Yamaha M1 Jauh lebih balance di Sirkuit Sirkuit Khas eropa yang umumnya Lebih klasik, Grip Lebih rendah dari Losail, serta memiliki lebar badan trek yang lebih kecil sehingga mempersulit Motor motor bermesin Inline 4 untuk memilih Line racing semau mereka ketika menghadapi tikungan. Portimao adalah sinyal awal, Jika sukses di sini, maka Potensi di Sirkuit eropa lainnya terbuka buat Yamaha.

Dalam kesempatan Press Converence Pasca race, tmcblog bertanya kepada Fabio Quartararo langsung dengan pertanyaan ‘ apakah kemenangan di Portimao merupakan sinyal bahwa yamaha M1 akan bagus juga di sirkuit sirkuit eropa lainnya ?’  . . dan Fabio Menjawab : ” Ya, sejujurnya saya merasa seperti 2019. Motornya bekerja dengan sangat baik dan saya memiliki yang sama  seperti Motor Qatar. Kami tidak menyentuh sama sekali motornya. Kami tiba di sini, motornya sama persis dengan Qatar, (hanya) mengubah beberapa hal.”

Tapi kami tidak pernah bertanya pada diri sendiri ‘haruskah kami mencoba hal baru ?’. Dan 2019 tuh seperti ini dan Anda bisa lihat perbedaan antara Qatar dan di sini, jalurnya sama sekali berbeda. Jadi itu berarti motornya berjalan sangat baik dan saya cukup yakin motornya akan bekerja bagus di semua trek tahun ini. Mungkin kami akan temui kesulitan, tapi saya pikir motornya akan berjalan dengan baik di semua trek.”

Selain Motornya yang Dirasa lebih baik dan Lebih balance dibandingkan 2020 yang lalu, Fabio Quartararo Juga mengaku bahwa ia belajar Banyak dari 2020 termasuk menangani tekanan ketika sedang memimpin Championship.  “Ketika Anda memenangkan dua balapan pertama berturut-turut dengan keunggulan empat detik, Anda merasa itu akan dimulai dan akan terus berlanjut,” jelas Quartararo.

“Tapi pembalap lain bekerja sangat keras untuk mengalahkan Anda, untuk mengambil tempat itu. Dan sebenarnya sekarang saya hanya memikirkan balapan demi balapan. Di Jerez (tahun lalu) saya seperti ‘wow, kami yang pertama di kejuaraan’ . “Saya tidak pernah berada di posisi itu dan aneh bagi saya. Jadi, itulah mengapa saat ini saya bahkan tidak melihat List Championship “

“Saya hanya memikirkan balapan berikutnya, dan bahkan selama pramusim saya bekerja cukup baik dengan psikolog saya dan saya merasa semua latihan yang dia berikan kepada saya bagus untuk membuat saya tetap tenang.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

63 COMMENTS

  1. terlalu cepat mengambil kesimpulan, jika tengah musim nanti M1 gak bermasalah, baru bisa dikatakan demikian

    Guest
      • “Keyakinan” itu karena adanya “Ketidaktahuan dengan Pasti”
        A. K. A masa depan yg blur, out of knowledge. Sehingga dibutuhkan “Keyakinan” tsb

        Guest
        • Dalam kondisi diatas semua orang bilang super, fantastic, cool dll, ada kalanya saat dibawah semua orang bilang cemen, lemah mental, dll.. intinya roda berputar. Legend VR46 pernah cemen ga mau nerusin balapan karena sudah ketinggalan, super MM93 pernah galau, semua pembalap di seruduk. Demikian juga sebaliknya. Kita hargai apapun komentar mereka sepanjang tidak melanggar aturan.

          Guest
      • Buat juara beberapa seri lagi gw yakin bisa nih bocah sanggup, tpi klo untuk urusan jurdun 2021??? maaf masih ragu bngt, taro bukan the next stoner

        Ada sedikit masalah aja melempem hasilnya mirip JL, taro the next JL yg harus selalu punya kondisi perpect

        Secara mental ama skill jauh dibawah stoner ama Mm93

        Guest
        • Dan seperti biasa, para pembaca berkomentar seperti lebih tau segalanya daripada pembalap dan tim itu sendiri.

          Guest
    • jangan baper mereka tidak menyimpulkan
      mereka hanya mengungkapkan apa yg mereka rasakan saat ini …
      kalo masalah M1, pasti mereka lebih tau apa yg harus mereka benahi untuk musim ini … haha

      Guest
  2. Cukup beralasan, dibanding tahun kemarin di sirkuit Portimao
    Tapi belum cukup, buktikan di sirkuit lainnya
    Kita lihat di akhir musim ini

    Guest
  3. Begitupun menu yg di Sediakan warung ini harus di baca dan di pahami secara race by race, karena list pembalap top 5 saat ini blm terbukti konsisten sampai akir musim tahun 2020 kemarin, yg terjadi di 2 race Qatar pun demikian…Belum ada yg Konsisten baik motor maupun pembalap! Jadi mari menikmati secara race by race…

    Guest
  4. Kemarin waktu wak haji nanya saya jadi ga fokus dengar jawaban fabio karena kolom komentar jadi hype,

    Guest
  5. gak ada yg salah dari komentar Taro.. wajar, pembalap emang kudu optimis.. kalo liat dari seri pertama gw akuin Yams emang kuat, setidaknya di awal musim.. tp sptnya Mir akan bangkit di seri2 selanjutnya.. apalagi kalo MM93 udah fit biar bisa diusik2 racing line nya wkwk..

    Guest
  6. sebenernya M1 itu emang motor yg mudah
    kalo * tanpa masalah teknis …kayak 2020 kemarin … walau dilanda masalah pembalapnya pun gantian podium … boleh dikata user friendly
    kalo sudah tidak ada masalah teknis tinggal mental pembalapnya saja sih kuncinya … 😂

    Guest
    • Tahun 2020 M1 memang motor yang bagus, hanya saja yamaha mengundi motor siapa saja yang juara diatas M1, cuma sayang sang legend ga dapat undian untuk juara.

      Guest
  7. Terlihat lebih tenang sih memang,saat start sempat touching dgn Rins sampe wingletnya agak patah aja dia terlihat ga panik walaupun agak mundur posisi,berbeda dgn saat di Valencia saat melebar ritmenya malah makin berantakan sampe crash 2 kali

    Guest
  8. Masih ada 16 kali race lagi kalau 70% yamaha bisa konsisten podium hingga penghujung musim berarti masalah yg mereka alami selama ini udah clear,btw ducati,suzu jg tidak tinggal diam mengingat mereka kuat dan konsisten dibeberapa track…

    Guest
    • Dah gw jabarin komentar gw diartikel wak haji yg kemaren²,elu sendiri ngk baca atau pura² ngak liat?🤔 Oke gw jelasin lagi biar jelas,rcv masih bermasalah front end dan pengereman biang keroknya ada di ECU skrng yg kurang klop sama rcv.. dah paham lu skrng kan kondisinya?

      Guest
  9. banyak yg bilang tunggu sampai pertengahan musim atau ini belum cukup bukti kalo M1 emg bener2 udh sembuh,
    emg bener, tapi seperti yg wak haji bilang kalo ini sbg sinyal awal yg bagus buat M1 di sirkuit2 Eropa kedepannya,,
    semua itu juga ditegaskan oleh si FQ sendiri, kalo M1 Qatar dgn M1 Portimao punua basis setup yg sama yg notabene padahal kedua sirkuit itu sirkuit yg punya karakter berbeda jauh, dr grip aspal, lebar track, cuaca saat balapan, dll..

    Guest
  10. Ktika di atas angin bs sj kmu brubah mnjdi sngat kuat dn tenang….tp bisakah engkau tetap tenang ktika mslh dtang mnghampirimu…smua msih prlu pmbuktian ferguso

    Guest
  11. next race (jerez & le mans) prediksi gue masih di zona podium ni bocah, tapi ngga tau deh kalo kondisinya wet race

    Guest
    • Kalo wet race ya beda lagi om, dari tahun jebot akan selalu unpredictable tp umumnya ya ducati & suzuki yg sering jd master of rain dr jaman 4 tak pertama di motogp, honda akhir2 ini jago main ujan karna pengecualian ada MM93 aja

      Guest
  12. masih kepagian bilang begitu. dia mungkin sudah lupa musim kemaren bilang

    “Honestly, now I don’t think about Yamaha or Honda tracks.“

    balapan demi balapan berlanjut dan kenyataan pun menghantam lebih keras dari apa yg dia bayangkan, then he lost it… and Mir take the crown from behind him

    Guest
    • Musim kemarin karena banyak problem teknis yg secara tidak sengaja mempengarui mental para pembalapnya
      Sebut saja cut Rpm ..
      Memang terlalu pagi tapi dengan modal
      61 poin emang layak berbangga .

      Guest
      • Sepakat, kasus tahun lalu itu saya pikir murni kesalahan pabrikan. Bukan rider nya.

        Ketika nasi udah jadi bubur, buburnya juga udah diaduk-aduk. Ya rider gak bisa apa-apa. Cuma bisa nerima paket motor yg terpaksa dibatasi RPM nya, belum lagi masalah umur mesin dll.

        Guest
  13. Dari musim lalu sebetulnya Yamaha udah keliatan progressnya dengan beberapa pembelapnya.

    Ga kaget melihat FQ di musim ini lebih PD krn udah ada data-data dr musim lalu + dukungan langsung dari pabrikan.

    Musim ini keliatan lebih menarik karena hampir semua pabrikan kasih kejutan! Termasuk comeback nya Marc dan Aprillia bisa konsisten di top 10, menarik banget!

    KTM? Hemmm……..

    Guest
  14. M1 taun kemarin gak podium ya… Dan hanya bisa finish 14 dengan 1 rider???
    Jadi dia F1/4 gk pakai basic settingan M1 th 2019 punya FM yg podium tahun lalu, atau jangan2 FBY taklid satu ini bener2 gak tau data Sebenarnya…???

    Guest
  15. Tahun lalu, Morbido dengan spek jadul aja bisa podium 2 kok di sini. Harusnya bukan kejutan kalau M1 bisa podium lagi.

    Guest
  16. Kita lihat saja pemirsah, ketika rider M1 lainnya kembali tampil konsisten dan berhasil finish didepan F1/4 beberapa seri kedepan,
    Apakah mental & ucapan y tetap seperti ini atau balik lagi seperti musim 2020..
    Justru Yang paling menggelitik saat kalimatnya “Saya senang bisa berhasil finish didepan rekan 1 Teamnya”, artinya target F1/4 masih gamang.. kurang lebih seperti itu saat F1/4 kuasai podium race 2 Qatar.

    Guest
  17. timingnya kurang pas, wak haji bertanya ketika motornya bekerja baik dan quartararo mendapatkan hasil baik, jelas pasti akan menunjukan mimik ekspresi kalem dan tenang.
    cobalah bertanya ketika motornya ada masalah dan hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan (tidak sesuai sesi kualifikasi), baru bisa kita lihat adakah peningkatan mentalitas antara new quartararo 2021 dengan quartararo musim lalu.

    Guest
    • Ciki Taro sekarang keliatan lebih tenang kok.
      Waktu diwawancarai Simon Crafar ekspresinya biasa aja, gak meledak-ledak seperti tahun sebelumnya. Dulu waktu dapet pole position aja sampe lepas visor helmya saking senengnya

      Guest
  18. MV out dari Ymh.
    FM duet lagi dengan FQ di Factory. PYSRT jika masih pakai Ymh ambil pembalap Moto2 aja. Biarkan mereka menikmati status Rookie tanpa target tertentu.

    Guest
  19. M1 biasanya cupu di Qatar, taun ini malah menang 2 kali. Memang benar, tanpa M1 lebih baik sudah mulai terlihat.

    Guest
  20. Menurut saya sih kalo dibanding ama 2020 ada variabel klep nya disana secara spesifik. Karena masalah klep, segalanya jadi berubah, mulai dari umur mesin yg ketuaan, pembatasan RPM, sampe masalah durability, dst.

    Tapi dengan kondisi seperti sekarang, mesin secara keseluruhan juga lebih balance dibanding tahun lalu.

    Guest
    • Dan lihat musimnya . kemaren kalo ndak salah musim dingin di portimao. Sekarang musim panas di potimao kemaren

      Guest
  21. Hahaaa… Lucu fby taklid counter balik taklid… Giliran diLiatin fakta tuh m1 2019 Morbi di th 2020 disirkuit yg sama dia mampu counter dan finish ke 2, bahkan sempat dog fight ditikungan vs Jack M.. Malah bilang M1 cuman finish p14, kalau sikis y F1/4 finish p14 it’s ok, tapi kalau M1 di tahun kemarin disirkuit yg sama hanya mampu di P14 itu Lucu… Dan yamaha memakai data set up M1 morbi buat acuan y itu tidak bisa dipungkiri oleh F 1/4 sendiri bahwa basis M1 2019 adalah yg terbaik…

    Guest
  22. Bukannya new M1 sih .. Tapi lebih ke new fabio .. Mentalnya lebih terlihat berbeda dg tahun lalu cak .. *salut #tetapNyalakanNyali #12ins #m1r

    Guest
  23. Taun ini apa yg dilakukan dorna sempurna buat yamaha, dua sirkuit pertama di kalender motogp yg lebih bekarakter maunya yanaha, racemotogp dilakukan setelah moto3 kalo sebelumnya moto3 moto2 kemudian baru race motogp dimana karkas ban dunlop sangat mempengaruhi permukaan track, dan ban belakang baru miselin yg lebih ngegrip..
    Cuma opini aja…

    Guest
  24. Klo musim kemarin pembalap suzuki macam mir dan rins hanya mengandalkan kondisi ban saja dan menyerang di akhir balapan

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.