TMCBLOG.com – Maverick Vinales terdeteksi sempat menutup akun Twitter-nya yang dibuat pada tahun 2010 dan mencapai 370.467 pengikut. Vinales dan timnya menyelesaikan Grand Prix MotoGP Portimao 2021 dengan sangat jengkel. Pembalap Yamaha itu melewati garis finis di posisi sebelas setelah balapan yang sangat sulit yang diawali start dari baris keempat grid.

Menurut pemberitaan Motorsport spanyol yang ditulis German Gracia, Akar dari buruknya akhir pekan Vinales dan team ini datang dari keputusan Race direction yang membatalkan laptime Maverick pada akhir akhir sesi kualifikasi Q2, yang diduga karena melebihi batas lintasan. Padahal menurut fihak Maverick time pada lap tersebut sangat memungkinkannya untuk memulai dari barisan depan dan melipatgandakan peluangnya untuk finis di podium.

Penentuan Track Limit MotoGP 2021 menggunakan sensor tekanan dan Makin Ketat !

Regulasi lama dari ‘ melebihi batas lintasan’ adalah Via visual dilakukan oleh race direction terhadap posisi ban. Namun, tahun ini MotoGP telah menerapkan sistem elektronik yang jauh lebih presisi dan ketat untuk menentukan apakah seorang pebalap keluar jalur atau tidak yakni menggunakan sensor yang diposisikan pada batas lintasan sehingga sedikit bagian pun dari ban yang injak sensor tersebut mengakibatkan laptime dibatalkan

Dan Kontroversi muncul pada hari Minggu, ketika kepala teknis Maverick, Esteban García, meyakinkan publik di televisi, ketika dia berada di grid start, bahwa Maverick pada dasarnya tidak tersandung sistem elektronik dan Esteban mengatakan bahwa itu adalah keputusan yang dilakukan secara Visual dengan mata oleh RD. Tensi tinggi ini sempat lebih berkobar ketika Via sebuah stasiun Radio diberitakan Vinales sempat mengancam meninggalkan Kejuaraan MotoGP

Namun Vinales sendiri yang sempat membantah rumor hengkang dari motogp ini “Saya tidak akan mengeluh kepada Dorna karena kita semua harus berterima kasih kepada mereka atas apa yang mereka lakukan pada kejuaraan. Bahwa saya akan pensiun? Hahaha, saya tidak akan pergi dari sini sampai saya menang. Dan tidak ada alasan, saya selalu mengatakan kebenaran setiap saat. ”

“Tapi jika Anda mengira saya orang yang buruk, sempurna! Dan jika seseorang lebih pantas mendapatkan motor saya untuk membawanya, saya sendiri tidak masalah. Saya tahu ke mana saya akan pergi.

“Dan jika seseorang ingin mengkritik saya, mereka dapat menghapus saya dari akun Twitter mereka, jika tidak, saya akan menghapus akun saya, saya tidak masalah melakukannya. Terima kasih kepada mereka yang mendukung saya, karena saya sangat menghargainya.” Setelah itu Maverick memberikan emoticon pelukan dan langsung menutup akun twitternya saat itu

Namun update pagi ini menunjukan bahwa akun tersebut bisa diakses walaupun terlihat dorman atau seperti tidak ada kegiatan apapun dari pemilik akunnya | tmcblog

50 COMMENTS

    • Level Baperannya di atas J.Lorenzo, tapi prestasinya jauh di bawahnya.

      Semoga masalah mentalitas ini tdk menular lagi ke Quartararo.

      Fix gak ada itu yg namanya A New of Vinales

      Guest
  1. The rule is the rule, mau bagaimanapun aturan tetap harus diikuti, lagipula sensor juga jauh lebih akurat daripada RD mengecek secara visual.

    Guest
  2. secara visual cuma almost, kata komentatornya mah. start-nya masih lemah banget ya MV12, jadi kalo udah di tengah kayanya gampang mundur sekejap.

    Guest
  3. Ini sempet rame nih di IG
    Klopun memang kputusan RD begitu ya terima saja dan fokus ke start yang bagus harusnya sih berfikiran begitu yaa

    Klo mau ambil contoh Mir start ke 9 bisa podium dengan mesin inline 4 terlepas startnya bagus atau Mir yg berani fight in first corner

    Posisi 4 harusnya lebih punya peluang fight
    Jack Miller juga mnutup akun IGnya kan ?
    Yah semoga bukan krn ulah netizen kita ya yg trlalu bar bar klo komen

    Guest
    • klo miller under pressure bangat dia makanya pas Doha malah betingkah bukannya fokus race dan malunya yg dia senggol finish lebih bagus dari dia dan hasil portimou makin meyakinkan org banyak klo miller ga punya mentalitas yg baik walau udah masuk tim pabrikan namun perfroma dia justru menurun.

      Guest
        • setelah Doha kan udah operasi, apa ga nambah malu tuh sama Mir yg overtake dia dari p9 dan lebih kecut pecco yg start dari p11. sebagai senior miller jatuh bgt nilainya karena juniornya lebih baik dari dia yg udah lama pake desmo.

          Guest
    • soal komentar netizen sini, saya rasa sudah kebablasan komentar2 netijen indo. sekelas motogp pun postingannya masih di spam dengan santai, bahasa yang susah dimengerti sampai bahasa tiktok disini dijadikan cara komunikasi di official GP, tidak hanya GP lain2 nya pun sy perhatikan begitu. membully, menghujat dll.

      tidak heran sih ada peringkat netijen kita paling tidak sopan dan tong kosong nyaring bunyinya

      Guest
      • iya pada ga punya budaya respect, karena banyak bocil juga. gw sekali2nya komen ke akun official cuma ke Quartararo pas dia pertama dapet pole, dan gw cuma ngasih selamat.

        bocil2 dah biasa komen sembarangan ke orang lain di sosmed, akhirnya ke tokoh besar pun asal2an aja ngomongnya.

        ga cuma bocil sayangnya, yang udah berumur pun banyak yg kek bocil kelakuannya.

        Guest
        • Maklumlah, di Indonesia negeri kita tercinta ini’kan terkenal dengan tatakramanya yang santun, ternyata ohh ternyata cuma gimmick,,ohh sambalado

          Guest
  4. Cancel culture Twitter ternyata bisa membuat akun Vinales ditutup juga

    Makin ga sehat aja orang2 yg main Twitter

    Guest
  5. jadi penyebab mlempem nya saat race adalah gara2 sakit hati/ngambek akibat hari kemaren nya?
    Itu doang? Ga ada kegagalan teknis atau salah pilih ban dsb?
    Wuahh…

    Guest
    • kontrak habis langsung ganti morbidelli aja, kaga ada yg namanya NEW VINALES, dia masih tetep vinales yg sama sepertinya

      Guest
  6. Pecco sama Vinales sih nasibnya hampir sama, cuman penyebabnya aja yg beda, tapi nasib race nya si Pecco dapat podium 2, si Vinales bahkan ga sanggup menyalip Taka di saat2 terakhir,
    sebenarnya start dr row depan ini benar2 sangat2 krusial utk Vinales karena dia punya kecenderungan melakukan start yg buruk,
    yg kemaren itu parah bgt sih udahlah start di luar 10 besar, abis itu langsung melorot lagi ke papan bawah dalam waktu yg lumyan lama, mmg dia bisa memperbaiki lagi posisinya tapi dia udah kehilangan momentum buat ngejar barisan depan, ntahlah si Vina nih,

    Guest
  7. Bukankah kemari minggu twitter lagi error ya sempat trending topik ya, mau buka profil orang lain saja ga bisa
    CMIIW

    Guest
  8. “Tapi jika Anda mengira saya orang yang buruk, sempurna! Dan jika seseorang lebih pantas mendapatkan motor saya untuk membawanya, saya sendiri tidak masalah. Saya tahu ke mana saya akan pergi.

    ah mosokkk ? nanti posisi digusur ngambekk.. atau kangen suzuki tapi gak mau ngaku ? hueheueue

    Guest
  9. Emang kalo motor tangki penuh tu kenapa sih? Pembalap larn fine2 aja
    Apa berat??? Ga kuat???
    Ya fitnesss dong latihan fisik angkat berat gitu ben ra loyo!!!

    Guest
    • Tau deh,padahal ada motor superbike R1 yg bahkan punya DNA M1,punya bobot yg lebih berat kalo rutin dipakai latihan pan pasti jadi terbiasa,jadi saat naik M1 bisa lebih mudah lagi karena seringan motor 150cc,ibarat kata kayak rock Lee yg pakai beban dikakinya tiap hari begitu dilepas buat duel langsung lincah di ujian chunin

      Guest
  10. Vinales pas Juara 1 = Lompat-lompat,jongkok sana sini sambil bergaya

    Giliran Urutan 11 = tutup pintu, tutup sosmed, tutup lampu, terus di kamar berselimut dan kunci pintu

    Guest
  11. Antara stigma prestasi ditentukan start di depan atau mmg suatu strategi yg tentunya sdh terverifikasi ada alasan teknis pendukungnya yg gagal terlaksana? (Klo ingat adegan race final di film Rush, “it’s all about the start..”)

    Guest
  12. Kan sijarpis yg kepincut milih pinales,ya nikmati lah hasil pilihan sang manager???,udah betul pertahankan jl99,malah dilepas??

    Guest
      • Ga semua ngikutin update soal kontrak

        Banyak komentator cuma lihat pas race doang .

        Yang bikin gw mikir, di tanya ama wartawan pasca race juga jawabannya biasa aja kok sebenernya. Ga kelihatan tertekan kayak pas sama Rossi dulu.

        Terlihat kecewa tapi ga frustasi. Biasa aja. Dia bilang “ya gitulah hidup ada up and down, yang terpenting belajar dari kesalahan kemarin n move on next seri”

        Eh lanjut ke isu lain di artikel ini. Yang menurut gw juga isu liar.

        Kalo mau lihat sisi emosional rider pasca portimao sebenarnya kan lebih asyik ngomongin Marc yang terisak. Fabio nyebur kolam. Rins yang ga ngerasa salah. Miller yg kata banyak orang overrated.

        Maksud gw ini saran biar beberapa update wawancara pasca race digabung dalam satu atau dua artikel yg isinya tentang banyak rider.

        Toh seperti contoh diatas, gak semua pembaca ngikutin news di luaran.

        Dan tmcblog jadi blog soal motogp yang paling update ga cuma pas race juga pasca race

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.