TMCBLOG.com – Beberapa pekan terakhir kita dikejutkan oleh banyak keputusan pembalap Grand Prix yang bahkan sampai memutuskan off dulu dari kegiatan ber-medsos. Jack Miller mengakui bahwa ia langsung stop dulu sejenak untk ber-media sosial pasca huru hara clash dia dengan Joan Mir, sementara debat kusir antara Maverick Vinales yang mencoba menjelaskan rumor yang sempat mengatakan bahwa dirinya mengancam akan mundur dari championship sebagai buntut dari dihilangkannya laptime berkaitan dengan Track Limit saat kualifikasi Portimao bahkan berujung lebih tragis dimana Maverick sempat mencoba me-delete akun twitternya. Nah dengan latar belakang dua hal ini TMCBlog coba bertanya kepada Valentino Rossi beberapa jam yang lalu via interview yang difasilitasi Petronas mengenai bagaimana sebaiknya pembalap menyikapi media sosial ini. Petronas sendiri adalah partner teknis dari PYSRT yang juga mengembangkan Solusi teknologi Fluida ( bbm dan Pelumas ) yang dipakai Juga Oleh kedua Pembalap Valentino Rossi dan Franco Morbidelli

TMCBlog kepo sama respon Valentino Rossi mengenai hal ini karena boleh dibilang Vale memiliki basis fans dan follower yang sangat banyak baik di Twitter (5,5 juta follower) dan Instagram (10,1 juta follower) per hari ini (22/04/2021). Dari jumlah follower sebanyak ini, akun Vale boleh dibilang mungkin jadi salah satu yang adem ayem dan boleh dikatakan tenang sentosa. Apa kira-kira kiat Vale dalam menyikapi media sosial?

“Media sosial, menurut saya tidak mudah dikendalikan. Kamu harus sedikit pintar. Saya suka menampilkan foto di media sosial, mencoba untuk membagikan kehidupan normal saya ke fans saya. Lalu setelah itu, agak sulit jika kita mau pergi terlalu dalam. Karena pada akhirnya ada banyak orang di sekitar, banyak pengikut (follower) yang ingin berbicara dan membagikan ide mereka atau mencoba menjelaskan padamu apa yang harus kamu lakukan dalam kehidupanmu.

Saya tidak tertarik akan hal ini. Saya mencoba untuk tetap berada pada level yang lebih baik dan mencoba mengendalikannya dengan jalan ini karena pada akhirnya semua ini, media sosial itu seperti sebuah permainan. Ketika kamu di rumah ingin menghabiskan waktu, memposting foto, tidak terlalu serius.”

Yang dimaksud Vale adalah gunakan medsos hanya sebatas sesuatu yang ringan-ringan saja. Sifat dari medsos yang berpotensi sangat viral harus diredam dengan cara tidak dengan sengaja masuk di-dalamnya dengan memberikan sesuatu yang bisa menimbulkan kontroversi dan menggali terlalu dalam diskusi di sana karena memang banyak sekali orang yang akan terlibat dan dapat membuat situasi jadi tidak bisa dikendalikan

Di akhir Sesi tmcblog juga sempat bertanya kepada Vale : ” Tidak ada yang pernah berkompetisi di MotoGP selama yang Anda lakukan: apa yang berubah sejak Anda memulainya? ”

Valentino Rossi : ” Sekarang saya lebih kompetitif dari sebelumnya. Kami perlu bersiap di setiap level, bahkan sponsor kami. Petronas misalnya: mereka bukan hanya nama tetapi mitra teknis, berinovasi untuk memberikan performa terbaik untuk motor kami. Ini adalah upaya bersama, dan kami semua berjuang untuk maju “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

  1. Setuju,medsos cuma buat sedikit melepas penat aja selain melakukan hobby yg lain

    sayangnya generasi sekarang banyak yg mementingkan ‘terlihat’ bahagia di postingan,tapi di dunia nyatanya ya begitulah

    Atau memancing kerusuhan doang yg penting viral tanpa mikirin efek selanjutnya,ini yg paling ane gak suka

    Guest
    • Kwkwwk bener,lebih lagi kalau ngumpul bukannya ngobrol tapi sibuk dengan ponsel masing²,bener²ngeri dah kalau udah pda pegang ponsel kalau ngk bijak gunakannya ya ngerusak sosialitas seseorang…

      Guest
    • Viralnya medsos itu artinya uang gan. baik yang pro maupun yang kontra, kalau sudah masuk lingkaran viral tersebut artinya dia tertipu. Padahal TS cuma pengen dapat uang saja, yg bawah tonjok2an

      Guest
  2. Dan memang akun medsosnya mbah rossi yang paling jarang post dibanding rider lain, post seperlunya saja wwkwkwk

    Guest
  3. Pak de Rossi memang semakin wise diumur dia sekarang sayang skillnya mulai menurun otot2 dan instink berangsur angsur menjauh dari dirinya

    Guest
    • Ya itulah ciri ciri legend yang sebenarnya, walaupun tubuh sudah mulai tidak mendukung, tapi menyikapi sesuatu dengan sabar dan rileks, meskipun ada saja hal hal yang bikin panas hati

      Guest
  4. ya emang betul sih, sosmed hanya utk yg ringan2 aja.. mesti tahan untuk gak ketrigger komen atau postingan orang lain.. kasus Miller vs Jolor kan awalnya karena Jolor komenin ttg jatuhnya Crutchlow di sesi tes, yg notabene kawannya dia di lintasan semasa msh jadi pembalap..
    salah satu akun sosmed yg enak dipantengin itu punya Aleix Espargaro.. dia sering posting foto2 keluarganya, istri yg cantik dan dua anaknya yg lucu2.. kayak udah bahagia jd laki2..

    Guest
    • Yg sebenarnya jolor komen ‘i told you’ tentang keadaan trek Qatar yg kalo temperatur dingin seperti berkendara diatas es dan bikin rider banyak yg terjatuh
      (ngakunya gitu)

      Jadi pengartian tentang post jg bisa berbeda-beda,
      ucapan aja bisa punya banyak arti apalagi yg cuma ketikan kata

      Guest
      • tapi klo saya membayangkan jadi JL saat itu, saya ketawa sih haha saya mah seneng seneng aja kok ini orangorang pada emosi

        Guest
      • ya, emang gak bisa mengartikan dgn sempurna apa yg ditulis di sosmed, beda sama perkataan langsung, ada mimik, gesture dan intonasi suara yg memperjelas maksud..

        Guest
  5. dan juga Rossi punya basis fans garis keras yg cukup besar, jadi meskipun dia berbuat kontroversi atau apapun itu, fans nya siap sedia buat mem back-up doi,,

    Guest
  6. Wak. Minta pencerahan dong. Apakah dari Dorna/FIM ada suatu mekanisme yg menjamin kalau tiap ban yg diperoleh pembalap kualitasnya sama dengan pembalap lainnya di semua pabrikan? Baik kekerasan kompon, dimensi, simetri tidaknya maupun durability.
    Apa ada jaminan dari Michelinnya juga?
    Trs itu didrop per seri atau kolektif di awal musim?
    Motogp kan kental politik. Mungkin bisa dibuatin article terpisah Wak. Thanks

    Guest
    • Kalau soal kualitas ban pasti sama lah,kan pabriknya cuma 1 “michelin”,ingat rossi crash karena alesan ban blakng,sdngkan pembalap yamaha lainnya tidak mengeluhkan yg dikeluhkan rossi bahkan fq20 back-to back podium 1,udah pernah dijabarin insinyur michelin rider harus pinter² memanage ban itu tak lepas dari gaya riding style masing² rider,tergantung ban mana yg akan dipakai saat fp,kualifikasi,dan ketika race itu jg lihat kondisi cuaca dan temperatur sirkuit

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.