TMCBLOG.com – Pecco bagnaia memang Menjadi Pembalap tercepat di FP2 dan Secara keseluruhan FP1-FP2 Jumat MotoGP Jerez 2021. Pecco Menorehkan lapitme fantastis 1:37,209 . . Ini jelas sebuah Potensi, namun secara fakta jika kita Mau kaji lebih dalam dengan meng-unduh data Laptime, Ini adalah satu satunya laptime  Pecco di angka Sub 1:38 pada sesi Siang di mana dipercaya Kondisinya akan mirip kondisi saat Balapan nanti dan Itu dilakukan dengan ban Belakang Soft baru, which is diperkirakan memang Ban khusus Time attack, Bukan Ban Balapan. . Sementara itu race pace sebenarnya dari pecco ada di Kisaran 1:38,5 ke atas . . Hal ini beda dengan Data dari Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro yang akan menjadi HighLight Kita pada artikel ini  . .

Fabio Quartararo sebenarnya semenjak FP1 sudah tampil konsisten, namun ketidak-idealan Kondisi Trek di FP1 membuat Sesi latihan pertama ini sulit dijadikan benchmark kekuatan Saat balapan nanti. Namun Jika Kita Mau lihat data Pace Fabio di FP2 sendiri . . maka akan terlihat seperti ini  . .

Lihat deh , Mayoritas Pacenya di bawah 1:38,5 dengan Ban yang dianggap merupakan ban yang akan dipakai saat Balapan nanti ( Medium medium ). Lihat deh di run pertama dan run kedua dimana fabio berhasil mempertahankan simulasi race pace di beberapa Lap berturut turut di angka Tersebut. Fabio Bilang semalam di debrief bahwa ia sebenarnya belum menemukan setup M1 yang pas.

“Saya agak konservatif hari ini. Meski begitu, Franco dan Aleix sedikit lebih cepat dengan ban bekas. Tapi saya merasa sangat percaya dengan M1. Dan kami sudah memiliki beberapa ide bagus tentang apa yang perlu kami ubah untuk hari Sabtu, Masih ada Margin Untuk peningkatan.  Jika setup kami yang akan diubah di FP3 terbukti dengan sendirinya, kami pasti dapat meningkatkannya. Saya pikir setup lain dapat membantu. Saat esok hari semakin hangat dan cengkeraman membaik, sepeda motor kami akan pulih dengan sendirinya. “

Dari penyataan di atas, Fabio terlihat sangat pecaya diri bahwa Yamaha M1 sudah menemukan base Setup terbaiknya sehingga perjalanan di hari sabtu dan ahad nanti menurutnya tinggal melakukan beberapa Perubahan setup yang lebih ke arah finishing touch, tanpa perubahan radikal.

Lalu bagaimana Dengan Aleix Espargaro? sebelum Kita bicara lebih dalam silah cek deh Data Laptime Aleix diatas RS-GP 2021 pada FP2 ini :

Secara umum Aleix dan teamnya sepertinya sudah mengincar bahwa Kombinasi Medium Medium adalah Kombinasi ban race yang bisa diriset semenjak FP2 Guna persiapan Race hari ahad nanti. Dan ketika pertama turun ke Trek menggunakan ban Baru, Aleix Seperti Langsung tuned-in dengan torehkan beberapa Laptime 1:38 koma lima ke bawah . . ini impresif mengingat betapa barunya RS-GP. Lalu dengan Data di Run pertama, Aleix Masuk Box, hadir beberapa Update setup Minor perbaikan. Hasilnya ?

Baaang . . Setelah 1:38,2 leix tiga kali berturut turut torehkan Laptime 1:37-an, Walaupun Ini baru Jumat dan Fakta Bahwa pembalap yang pakai helm KYT ini pasti sudah kenal mati sama Jerez plus dari sisi Non-teknis dimana Kehadiran Pembalap Di Trek masih belum dibekali dengan adrenalin tinggi karena masih nge-trek sendiri sendiri di sirkuit  . . Buat tmcblog jelas ini Ini super Impresif dan Menunjukan potensi yang besar untuk persiapan Kualifikasi dan Balapan nanti.

“Saya puas dengan hari pertama ini, tetapi yang utama adalah tampaknya Aprilia bekerja dengan baik ke mana pun kami pergi, tidak hanya di satu trek tertentu. Karena ini pertama kalinya bagi kami kami sekompetitif ini, Kami selalu ragu apakah kami akan tetap kompetitif saat pindah ke trek baru.

Saya pikir ketika kita merasa bahwa kita bisa bertarung untuk lima besar di hampir setiap sesi di tiga trek yang sangat berbeda seperti Qatar, Portimao dan Jerez, itu berarti, ya, selalu ada ruang untuk berkembang tetapi kurang lebih inilah setup (dasarnya). Saya tidak ingin membingungkan apa pun sekarang karena kami memiliki setup dasar yang baik untuk RS-GP 2021.” Begitu Aleix Bicara di depan Jurnalis saat Debrief Zoom semalam

Mantan Crew Chief Jonathan Rea, Chris Pike Juga share beberapa hitungannya di twitter dan mendapatkan bahwa Franco Morbidelli dan Takaaki nakagami yang di Jerez mengguankan base Sasis 2020 tanpa Carbon Inserted Juga termasuk dalam Top-5 penoreh rata rata Pace terbaik di FP2 kemarin, namun Monmaap di artikel ini belum tmcblog highlite karena secara umum sebaran Pace bagus keduanya masih belum sekonsisten Aleix Espargaro dan Fabio Quartararo. Ya, Kami sadar ini baru data Jumat . . Namun tak jarang siapa yang sejak Jumat Siap, maka balapannya akan Impresif nanti di hari ahad . . Silahkan dikunyah kunyah sob

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

36 COMMENTS

  1. Moga” aprilia kali ini podium, biar bursa pembalap dan tim satelit makin menarik untuk dibahas

    Guest
  2. taro bilang di jerez ini dia mrsa ada tyre drop yg lumayan di ban blkang, n msh mau mencoba nmuin setting yg lbh baik
    aprilia skrg smkin srg trsorot kamera, gud job

    Guest
    • Lowes bukannya di depak ya dari april? karena banyakan jatohnya daripada finish nya. yg nyesel tuh pembalap moto 2 yg kemaren nolak buat gabung aprilia karena RS-GP dianggepnya kurang kompetitif.

      Guest
      • Iya didepak,tapi sejak gabung tim marc vds moto2 dia paling vokal waktu itu tertawakan aprlia karena pda nolak gabung..

        Guest
  3. Untuk beberap lap mungkin mesin v mampu didepan itupun klo inline dibelakang ya. Tpi klo pertengahan race,pembalap v4 akan kecapekan. Inline akan maju… Suzuki yamaha bisa nyodok.

    Guest
  4. Melihat tayangan ulang Race Jerez tempat Marq Crash memang sudah sangat terlihat sebelum Marq Crash, Marq tampil luar biasa saat habis keluar trek turun jadi urutan 14 dan lambat laun dengan sangat BERBEDA si Marq ini menyalip 1 per 1 pembalap didepannya sampai posisi 3 (memang edan sih keliatannya) tp ternyata itu TANDA bahwa DIA DIPERLIHATKAN oleh Allah LUAR BIASA sebelum di Crash-kan fatal yg menepi 9 bulan. krn akan di Crash-kan fatal dihari itu (Jerez) maka terlihat KELUARBIASAAN MARQ, diluarbiasakan terlebih dahulu oleh Allah lalu di Crash-kan fatal hingga menepi 9 bln.

    Guest
    • @Cah Aman

      Ngomong bertele tele, cuma mau bilang Marq Luar Biasa, intinya mulai kedepan Kehebatan Marq sdh akan dibatasi oleh bayang bayang kecelakaan fatal tersebut

      Guest
      • itu tanda-tanda masbro, klo orang sudah dibuat sangat fantastis dan sangat luar biasa oleh Allah mungkin Allah memberi peringatan bahwa setelah itu waktunya turun dan digantikan oleh yang lain. Roda kehidupan itu berputar klo sudah pada titik puncak lingkaran diatas maka dia akan diputar kebawah, mana ada terus stright keatas, nah ini terjadi pada semua orang termasuk Marq, dulu Rossi jg sama puncaknya 2012 setelah itu mulai menurun, Marq puncaknya 2019 setelah itu ya saat ini sepertinya mulai ada pengganti yg baru, klo ente mau jagokan Marq juara dunia sampe Marq usia 70 tahun jg silahkan, itukan hak anda.

        Guest
      • terima kasih jd Followerku, ikuti terus aku, ente pasti penasara kan sama komen komen smartku

        Guest
  5. Ngak salah pak ricola ditunjuk jadi ceo april,bener² berharga pengalaman beliau dari f1 ke motojipii,btw mirip² suzuki yak progres mereka step by step tapi pasti…

    Guest
  6. Puncak kejayaan Rossi 2012, Puncak kejayaan Lorenzo 2015, Puncak kejayaan Marq sepertinya YA 2019, saat ini mungkin sdh ada calon penerus Marq, Kenny Robbert-Rossi-Lorenzo-Marq- (Mir,Rins,Quartararo,Bagnia). sepetinya Mir mampu pertahankan gelarnya sebab Mir pembalap paling konsisten walau tdk fantastic

    Guest
  7. Moga nakagami bisa podium, geregetan banget lihatnya waktu 2020 pole di Aragon dlosor,di Valencia udah buntutin pol eh malah dlosor

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.