TMCBOG.com – Menyambung artikel yang lalu mengenai salah satu fokus HRC dalam pengetesan MotoGP di Jerez pekan lalu yang banyak memperhatikan aspek aerodinamika, saat ini kita akan bahas 5 model aero/winglet yang dicoba oelh Honda pada test 1 hari tersebut. . . Cekidot deh.

Yang pertama ini adalah aero-fairing paling besar dan paling masif yang sempat dicoba Honda pada tahun ini. Menurut kami sepertinya Honda mencoba mencari data respon downforce terhadap grip paling ekstrim dalam pengetesan mereka guna mencari limit atas dan bawah dari grip front end yang kerap menghantui semua pembalap Honda yang pada musim 2021 ini menggunakan motor dengan spek tahun pembuatan yang sama.

Winglet aero-fairing kedua yang ditest para pembalap HRC di Jerez adalah model yang menurut kami secara platform memang mirip yang dipakai Yamaha M1 sampai tahun 2021 ini dimana hanya ada satu winglet tanpa aero tambahan di bagian side fairing. Namun model aero ini pun minimal ada dua versi yakni seperti yang ditest oleh Alex Marquez di atas dengan wing bagian atas memiliki bilah dengan luasan yang hampir konstan dan . . .

Winglet aero-fairing ketiga seperti yang ditest oleh Nakagami di atas. Yes mirip kan? Namun jika dilihat lebih detail lagi kita bisa melihat bahwa bentangan area bilah winglet atas terlihat lebih lebar. Ini pun dilakukan untuk memvariasikan luasan wing yang berkorelasi positif dengan besarnya downforce.

Winglet aero-fairing keempat yang ditest oleh Honda khususnya Alex Marquez pada test satu hari di Jerez pekan kemarin pada dasarnya cukup bikin kepo karena boleh dibilang Honda bahkan sampai kembali ke pengunaan model aero winglet yang pernah mereka pakai di musim 2018.

Winglet aero-fairing ke lima tentunya merupakan jenis yang paling sering dipakai di sepanjang 2020 dan di empat seri pembuka MotoGP 2021. Namun penggunaan aero winglet reguler ini pada test Jerez dibarengi dengan penggunaan inlet ram air vertikal yang banyak disinyalir merupakan tanda bahwa HRC sedang mencoba mengetest spek 2022 untuk RC213V. Yap, begitulah kira-kira lima bentuk aero winglet yang secara masif semua ditest dalam sehari oleh HRC di Jerez. Ini pertanda apa ya kira-kira? Seperti sedang mencari keseimbangan baru atas segala kekurangan selama ini?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

18 COMMENTS

  1. Regulasi budget seperti penyeragaman ECU dan engine freeze dinodai masifnya pengembangan aerodinamika motor oleh pabrikan yang perlu dana tidak sedikit 😀

    Editor
    • Duit nganggur,Kalopun pengembangan winglet nanti dilarang,yg masih ada celah semisal tutup pentil pun akan dilakukan pengembangan

      Guest
      • Klo info di F1 biaya riset aerodinamik sangat mahal. Sampai-sampai hanya ferrari dan toyota yg punya fasilitas wind tunnel sendiri. Tapi pembatasan hanya mengalihkan inovasi kebentuk lain. Yg pastinya bakal lebih mahal lagi

        Guest
        • tapi Toyota selama ikut F1 2002-09 gagal menang race apalagi juara dunia

          hiyahiyahiya

          Guest
    • selain regulasi budget, juga kyknya sejak beralih ke ban Michelin lah mulai muncul inovasi2 aneh yg di pionir-kan oleh Ducati,,

      Guest
  2. Ducati sudah mulai jumpa spek balance nya, dan emg kyknya tinggal Honda aja yg belum, itupun mungkin krn engine freeze buat tahun ini, jadi emg HRC tak dpt berbuat banyak,,

    Guest
      • sepertinya NSF250 perlu pengembangan berkelanjutan. soalnya dah mulai dikalahin ma KTM, Husqy, Gas2. takutnya kayak MX2 yang Tim Gajser kayak belum ada rekan sepadan di MXGP di sisi lain MX2 Pembalap2 H gak ada yang bertaji

        Guest

Leave a Reply to novi cute Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.