TMCBLOG.com – Valentino Rossi dalam Penjelasannya kepada Jurnalis pada Zoom Debrief yang sempat Delay beberapa Mneit semalam mengatakan beberapa hal baik mengenai race weekend Di Le Mans sendiri dan Juga Update Masa depan Untuk team Yang ia pimpin Yakni VR46 yang di Musim 2022 nanti akan digandeng Oleh Sponsor besar Dari industri Energy Asal Arab Saudi : Aramco

Menurut Valentino besar kemungkinan Keputusan mengenai Pabrikan apa yang akan mereka pilih untuk Yahun depan akan diputuskan jelang GP Mugello Di akhir Mei 2021 “Saya pikir masa depan tim baru akan diputuskan segera, kurang lebih di Mugello atau tidak lama lagi. Saat ini, kemungkinannya adalah 50% Ducati dan 50% Yamaha, tetapi itu bukan hanya bergantung keputusan kami. Saya tidak sepenuhnya terlibat, orang lain memutuskan untuk saya. Saya telah mengatakan bahwa saya tidak ingin banyak mengerjakan proyek ini. Saya suka membalap, tapi bekerja di team tidak pernah menjadi salah satu passion saya ”.

Mengenai Le Mans sendiri, Vale mengatakan terbantu berkat Hasil test 1 hari Di jerez dan berharap Balapan pada ahad nanti tidak dilangsungkan pada keadaan basah ataupun Mix yang berujung pada Flag to Flag race “Tes Jerez membantu dimana kami bekerja keras pada suspensi, set-up, swingarm dan keseimbangan motor. Semua itu berguna untuk menjadi lebih cepat. Di tikungan saya juga meningkat, saya merasa lebih baik dengan motor. Jelas kami harus meningkatkan set-up umum dan banyak hal juga akan bergantung pada cuaca. Prakiraan cuaca tidak bagus, tetapi cuaca berubah dengan cepat di Le Mans. Saya lebih suka balapan kering ”.

Secara Umum angka 50% – 50% ini agak sedikit diluar Perkiraan Karena pada dasarnya saat ini VR46 sendiri sudah setengah kaki berada di Ducati dimana Avintia masih berada. Dan ini jelas implikasinya akan menarik Untuk dilihat dan dicermati  . . timbul pertanyaan Liar : apakah di 2022 nanti Yamaha akan memiliki dua team satelit ?

Mengenai pembalapnya sendiri seperti Kta ketahui Valentino Rossi Ingin sekali Franco Morbidelli bergabung di Aramco VR46 nanti, namun begitu ia tidak bisa memaksa. Morbidelli sendiri pada penghujung Jumat di Le mans kemarin kembali lagi mengatakan bahwa ia dan Petronas SRT sudah memiliki kesepakatan yang akan memuarakan dirinya untuk memperoleh Motor Spek factory Di 2022 nanti

Morbidelli : “Saya belum pernah berbicara secara pribadi dengan pabrik atau team lain. Tetapi saya sadar bahwa beberapa pabrikan tertarik pada saya. Saya telah memberitahu bahwa pada tahun 2022 saya akan memiliki sepeda motor factory. Jika tidak dengan Yamaha, atau dengan Petronas, Bagaimanapun, tujuan saya adalah sepeda motor Pabrikan. Dengan tim saya ( Petronas SRT), saya memiliki beberapa persyaratan dalam perjanjian yang akan memberikan saya sepeda motor resmi. Namun, belum ditentukan sepeda motor yang mana. “

Namun Secara tidak langung Morbidelli mengatakan bahwa Jika boleh memilih mungkin ia akan tetap memilih Yamaha untuk terus di 2022 nanti ” “Saya suka Yamaha dan saya ingin terus bersama mereka. Jika saya memiliki motor yang terupdate, kecintaan saya pada Yamaha akan lebih besar (tertawa). Saat ini belum ada yang jelas, kami harus menunggu beberapa konfirmasi. Bahkan Petronas dan Yamaha masih belum memiliki kesepakatan dan ini adalah tanda tanya bagus yang perlu dihilangkan untuk memahami situasinya. Pertama saya perlu tahu apakah Yamaha akan melanjutkan atau tidak dengan tim ini. “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

34 COMMENTS

  1. pake ducati aja…terjamin udah..kang zarco aja bisa kompettif yang dlunya pake yamaha…
    lorenzo juga akhirnya kompetitif juga..
    dari dulu kang oci..ngeluh tentang topspeed..nah di ducati topspeed terjamin…
    maslaah belok..juga udah ga kaya jaman dia di ducati

    Guest
    • bawak bajaj aja udah, tujuannya kan cuma meramaikan,, kalo pake bajaj kasih kaleng dibelakang, pasti disorot kamera terus mbah legend kita

      Guest
  2. Fiks.. Yang kawai kawai kagak laku.
    Hora dilirik duwit gede tepatnya

    No opensip
    Ini kenyataan

    Guest
  3. Jelas banyak condong ke yamaha.
    Karena rossi lama di yamaha.
    Trus dengan dana yg mumpuni bisa buat bayar motor pabrikan.
    Dan yg harus diterima karena yamaha motor yg lebih bersahabat.
    Karena rossi pasti ingin setidaknya ada kursi untuk adiknya dan lebih kompetitif jika pakai yamaha.

    Guest
  4. Iya mbah, balapan saja, urusan tim biar managernya yang handling entah dapet Yamaha atau Ducati biar mereka yang ngurus, eh dapet pembalapnya belum?

    Guest
  5. ntah knp gw ga kaget kalo Morbi dan Petronas hengkang dr Yamaha, berkaca dr kejadian2 sebelumnya,,
    Tech 3 yg bertahun-tahun aja bisa lepas kok,
    Belum lagi rider2 seperti Cal, Dovi, Pol, Ben, Jonas, semua pada lepas,

    Guest
  6. Tehnik Marketingnya melepas Satu Per Satu kepingan Puzzle.. Serasa sudah biasa dengan tehnik marketing seperti ini

    biar tetap menjadi pemberitaan.. warrior onlen memang butuh seperti ini. Headline, klikers tetap tinggi, biar punggawa offline tetap berjalan baik.

    Ketika Hasil tak sesuai ekspektasi, akan ada cerita di balik cerita.

    Guest
  7. Rossi skrg lebih banyak komen sebagai pemilik tim ketimbang sebagai pembalap

    Bener kata biaggi, rossi butuh keberanian untuk pensiun

    Guest
  8. 50% yamaha, berarti 50% gagal.
    50% ducati, berarti 50% gagal.
    jangan jangan gagal dua duanya🤣🤣🤭

    Guest
  9. Ngeliat Morbidelli kesian, 3 taon di Petronas motornya ga pernah ganti, M1 2019 mulu akibat adaptasi lambat jatah pabrikan di 2020 dikasih ke Quartararo, begitu klik dgn motor 2019 dan jadi runner up, malah 2021 harus ngalah ke kakek Sugiono.

    Guest
  10. Kok kesannya Rossi ga profesional ya, dia masih punya kontrak sama Petronas tapi malah bahas tim dan sponsor lain
    Harusnya yg bahas beginian si Uccio aja

    Guest
    • Nama Rossi besar karena intrik dan sensasi, bukan karena profesionalitas. Dia bedol semua orang HRC di paddock dia ke Yamaha apa etis secara profesional?

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.