TMCBLOG.com – Jelang MotoGP Mugello 2021 di akhir Bulan Mei ini Ducati Sudah menyiapkan Race Home mereka ini dengan dua Pengumuman Strategis tea. Yang pertama adalah pengumuman Perpanjangan masa Kontrak Jack Miller 1 Tahun dengan Opsi perpanjangan tambahan sebagai Pembalap Team Factory Ducati dan Yang kedua adalah perpanjangan Kontrak 3 tahun kepada Pramac Racing Sebagai Team Satelit Utama Ducati yang berdurasi sampai akhir Musim MotoGP 2024. Namun begitu sepertinya tidak hanya begitu. Ducati sedang bersiap untuk memberikan Kejutan Selanjutnya untuk strategi team.

Aramco VR46 dan Ducati untuk MotoGP 2022 masuk Finalisasi . . . Launching di Catalunya ?

Seperti yang sudah tereportase sebelunya, Disinyalir Penandatanganan antara Aramco VR46 Dengan Ducati untuk membentuk team Satelit Ducati Kedua sudah adlaam Proses Finalisasi dan Kemungkinan akan dirilis pada seri Catalunya 2021 nanti. Namun begitu Selain dengan VR46, Ducati Juga memang sedang dalam Tahap negosiasi Dengan Gresini Racing yang sedang mempertimbangkan antara Piihan Kembali bersama Aprilia atau Beralih Menggunakan Ducati untuk Musim 2022 nanti.

Tahun 2021 ini Ducati adalah Pabrikan yang menggunakan starter terbanyak di MotoGP dengan Tiga Team dimana 6 Pembalapnya menggunakan 4 Ducati Desmosedisi GP21 sementara dua lainnya menggunakan GP20.  Untuk Musim 2022, Paolo Ciabatti selaku Direktur Sporting Ducati Corse sempat memberikan sinyal bahwa Ducati punya potensi bisa lebih sangar Lagi . . Yes Hadir dengan 4 team menggunakan Jasa 8 Pembalap.

Secara Umum memang Regulasi yang ada sampai saat ini tidak terdapat pasal dan ayat yang melarang / melimitasi Jumlah Team/ pembalap Yang digunakan untuk satu Pabrikan tertentu. Dan Ducati sedang mempertimbangkan Untuk juga merangkul Gresini Racing menajdi bagian dari Keluarga Ducati MotoGP di 2022 nanti. “Ya itu benar, kami sedang memikirkannya – Paolo Ciabatti menegaskan – opsi delapan sepeda motor ada di atas meja. Kami pernah melakukan Hal ini ketika, selain Pramac, kami juga memiliki tim Avintia dan Aspar. Kami pikir kami bisa mengatasinya. Dan ini akan memungkinkan kami memiliki banyak pembalap muda di Ducati  “

Yap terlihat memang, Sepertinya Ducati mulai tahun ini lanjut ke depan mulai melakukan Paradigma Baru mengenai pembalap dimana mereka sangat mempersiapkan Kaderisasi pembalap. Mereka berupaya membuat banyak lapisan pembalap sebanyak yang mereka bisa. Bisa dibayangkan Jorge Martin, Luca Marini, Bastianini menjadi pelapis dari  Miller, Zarco , Baganaia. Dan Untuk 2022 mereka bersiap membuat Pelapis dari Martin, Marini, Bastianini dan Mungkin salah satunya adalah Di GIannantonio yang pada dasarnya sudah mengkonfirmasi bahwa 2022 ia akan balap di MotoGP bersama Gresini racing.

Kehadiran Gresini Racing berpotensi pula memberikan Solusi kepada DUcati mengenai akan ditempatkan dimana Kadet mereka Enea bastianini di 2022 nanti. Kenapa Bisa begitu? Karena saat ini VR46 punya idealisme bahwa Tim Aramco VR46 prioritas akan menajdi Pijakan Penjenjangan terhadap anak anak didik VR4 Academy. VR46 ingin sekali menempatkan Duo Marini dan Bezzeci di MotoGP 2022 dan Jika begini Ducati Butuh tempat Buat Menempat Bastianini. Bertandem dengan Digianantinio di Gresini Ducati sepertinya akan menjadi sebuah Win – Win Solution.

Oh Ya selain Brand, salah satu yang sedang dipikirkan Oleh Gresini dalam menentukan pilihan antara Ducati dan Aprilia adalah Mengenai Harga yang harus mereka bayar utuk memperoleh dua Motor  . .. Bocorannya Ducati menawarkan untuk Musim 2022 kepada Gresini Racing Sosok Desmosedici GP22 dan GP21 dengan harga sedikit di atas 5 Juta euro. Sementara itu, Untuk dapat memberi Gresini dua RS-GP model pengembangan akhir 2021, Aprilia meminta angka mendekati 3 juta euro.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

81 COMMENTS

  1. Kaya raya memang Ducati.. Dan selalu inovatif.
    Tapi kapan jurdun?? Semoga tercapai di 2022 atau mungkin 2021 ini..

    Btw, Yamaha-PSRT kudu saling legowo nih

  2. Ducati koleksi banyak juara dunia, mulai dari baganaia,zarco, martin, bastianini. Cuma miller dan marini aja yg belum pernah juara dunia (Yang paling senior dan paling bungsu). Komposisi yang sangat menjanjikan.

  3. Klopun sampai ada 8 pembalap muda diatas ducati ada resiko pembalp yg sdh matang malah ke bajak team lain.selalu ada konflik dimana target pembalp adalh membalap dg seat Factory.

  4. kalo beneran terjadi,patut di pertanyakan ke dorna yg katanya pengen 1 tim 1 satelit..
    plus jika kejadian udah paham kan ya siapa yg jd anak emas dorna sekarang??.
    apapun di lakukan demi Ducati jurdun ?

    • Logikanya d benerin ya mas, suzuki, sampe skrg belom serius punya tim satelit, karena keterbatasan resource, trus harus d paksa gitu? Aprilia murah tapi sering jebol. Yamaha? Mahal dan sampe skrg cmn bisa sediain 3 motor terbaru per musim. Ducati bisa di lihat sepak terjang pembalapnya, harga kompetitif, tinggal pembalapnya. KTM masih berkembang, pembalapnya masih muda semua, d jaman covid, DaPed kurang optimal ngetestnya dan sampe sekarang KTM fokus 2 tim, belom terpantau bergerilya bikin tim satelit lagi.

      • loh loh logikanya ya sekelas dorna yg jd pemilik GP kudu konsisten dg omongannya dong,ini dorna yg gede bgt bukan perusahaan(atau apalah) KALENG KALENG.
        masa perusahaan atau apalah itu yg sangat gede mancla mencle..
        kalau pengurus pssi okelah masih bisa di terima ketidakkonsistennya

    • Betul, memang semakin kesini Dorna terlihat sedang “Mengusahakan” Ducati Untuk bisa jadi Juara Dunia.
      Nah

  5. menarik melihat sisi lain dari Ducati ini. Ducati dibawah Lamborgini yg sebelumnya sahamnya dibeli Volkswagen. Nah Volkswagen ini memegang license banyak brand mevvah lain semisal Bugatti, Porsche, Audi.Uniknya ternyata Volkswagen punya saham 20% di Suzuki corp jp. Jadi mungkin bisa dianggap Ducati & suzuki ternyata besanan 😀

    • Nah itu dia, biar ga terlalu timpang. Avintia aja butuh Zarco buat naikin posisi klasemen karena saking timpangnya spek motor sampe butuh rider yg beneran punya skill dewa.

      • Waktu Zarco gabung Avintia sepertinya sudah di janjikan paket special gearbox tersebut.
        Kalo gak ada yakali sama aja performanya selagi di Ktm.

  6. Wkkkwwk mngkin salah satu pertimbaangan dorna adlaah membuat motor eropa Juara GP. Hehe u know lah motor jepank 3 merk udh juara dunia semua.. sdgkan ducati masih kesulitan. Apalagi KTM dn Aprilia

  7. meanwhile Suzuki masih dgn keras kepalanya ga mau buat tim satelit,, alhasil ya jatahnya di ambil Ducati,
    ga seperti Aprilia yg jelas tim satelit masih mikir2 buat meminangnya, Suzuki pasti banyak yg mau,,

  8. Selain idealisme Dorna dipertanyakan, bagaimana dengan keadilan memperoleh poin konstruktor buat pabrikan lain kalo Ducati maen keroyokan gini? terutama Suzuki yg cuma pake 1 tim.

  9. Ambisinya gile, tp sayang presatasinya 1x Jurdun sisanya paling kuenceng Runner-Up, 2020 6 pembalap aja cuma mampu no. 4 dibawah Rins. nafsu kuda tenaga ayam

  10. Gokil ini gelar konstruktor nyicil poinnya rame² gini? klo jd, memang gada batasan maksimal berapa ya ?, timpang banget buat suzuki dan aprilia

  11. Nanya wak, ada aturan gak sih dari Dorna kalo kontruktor harus dari pabrikan yg bener bener bikin motor (macam Suzi, Hodna, Yammi dll)? Maksud ane kayak F1 kan ada RB (merk minuman) yg musim depan bikin power unit dengan merk sendiri (meski hasil turunan Hodna), nah apa boleh semisal yg bukan pabrikan motor tapi bikin sepaket motor dan ikut motojipi sebagai factory team?

  12. Yaaa namanya juga aturannya manusia dibuat sendiri di langgarsendiri.. ? Asal menguntungkan knapa tidak ?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.