TMCBLOG.com – Marc Marquez dalam debrief Zoom sempat memperoleh pertanyaan tajam dari jurnalis mengenai apakah kembalinya dirinya di Portimao adalah sesuatu keputusan yang terburu-buru dan terlalu cepat? Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa saat di MotoGP seri Portimao Marc lolos tanpa insiden, namun di Jerez Marquez mengalami beberapa kecelakaan sampai membuatnya tidak optimal saat tes pasca balapan karena tubuhnya seperti ‘terkunci’ dari ketegangan balapan akhir pekan. Dan bahkan di Le Mans dengan terjatuhnya saat memimpin balapan dan jatuh yang kedua kali saat mencoba kembali masuk Top-10 banyak analisa bahwa Ia belum siap secara mental dengan atmosfir balapan. Inilah yang menstimulasi pertanyaan seperti ini. Lalu bagaimana jawaban dari Marc?

Marc menjawabnya; “Tidak (saya tidak kembali terlalu cepat), sebenarnya ada kemungkinan setelah Jerez untuk berhenti lagi. Kami mempertimbangkan dan kami berbicara dengan dokter tetapi bahkan mereka mengatakan itu (untuk mengikuti balapan) adalah baik untuk memperkenalkan kembali (balapan) ke dalam hidup saya. Anda dapat mengendarai jenis sepeda motor yang berbeda, tetapi pada akhirnya Anda perlu mengendarai motor balap jika Anda ingin berkembang.”

Bicara jenis motor yang berbeda, dilaporkan sebelum memasuki race weekend Mugello, Marc melakukan latihan dengan Honda CBR600RR. Mengenai hal ini Marc menjelaskan “Pekan lalu saya pergi ke dokter untuk pemeriksaan dan lengan sudah membaik. Ini yang paling penting. Jadi sekarang kita periksa apa yang terjadi di pundak karena ini limit saya sekarang. Saya mengendarai motor 600 cc, biasanya saya tidak pernah mengendarai motor semacam ini (Supersport), tetapi pada hari Selasa saya mengendarai untuk memahami dengan baik bagaimana situasi saya dan posisi saya di atas motor.”

“Pada motor MotoGP saya tidak mengendarai dengan baik atau dalam posisi yang baik. Saya memilih motor jenis ini (Supersport) bukan untuk mengendarainya dengan cepat, tetapi untuk memahami jenis posisinya. Sekarang saya mengerti bahwa saya tidak dapat mengendarai dengan posisi yang baik karena jika saya melakukan itu maka rasa sakit di bahu jauh lebih banyak. Jadi, kami memeriksa semua hal di rumah dan di sirkuit untuk memahami masa depan kami.”

Yes, saat ini Marc lebih fokus ke side effect dari proses recovery cedera humerus-nya yakni masalah pada shoulder (bahu) dan mengenai masalah ini Marc juga turut menjelaskan semalam: “Sejak Portugal, saya telah meningkat dibandingkan saat cedera dan, sedikit demi sedikit, kekuatan saya kembali. Humerus saya membaik, tetapi dalam proses pemulihan sebesar ini, beberapa hal menjadi lebih baik dan yang lainnya menjadi lebih buruk. Siku dan humerus-ku baik-baik saja, tapi sekarang bahuku yang bermasalah dokter menyuruhku bersabar dan itulah yang harus aku lakukan.”

“Ketika Anda melakukan langkah lain (dalam pemulihan) setelah cedera besar seperti ini, hal-hal baru akan muncul. Namun bukan berarti bahunya berada dalam situasi yang sangat buruk. Maksud saya, bahunya tidak bekerja dengan semestinya dan kami mencoba untuk memahami mengapa selama balapan akhir pekan rasa sakitnya datang lebih banyak. Saat santai atau tidak santai, rasa sakit itu selalu ada.”

“Tapi dokter juga mengatakan ini normal setelah humerus patah, bahu atau siku juga terpengaruh. Dalam kasus saya, beberapa hal kecil datang dari bahu yang mengganggu saya lebih dari yang kami harapkan saat berkendara. Kami mencoba bekerja untuk memahami bagaimana meningkatkan masa depan.”

“Saya realistis, saya tahu dari kondisi apa saya hadir (kondisi cedera) dan ke mana saya akan pergi. Saya tidak kehilangan kepercayaan diri dan saya berharap Marc Mรกrquez yang sebenarnya akan kembali. Di tengah hujan di Le Mans, ketika aspek fisik tidak terlalu penting, saya berada di sana, dan saya bisa menjadi salah satu yang tercepat di lintasan. Saya belum siap untuk membalap dengan cepat, tetapi semuanya dalam keadaan yang baik. Jadi di Mugello kami harus bersabar dan tahu di mana saya berada ini sirkuit yang sangat menuntut fisik dan akan sulit bagi saya untuk berada di antara yang terdepan.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcbog

14 COMMENTS

    • Kalau mau diakui, kehadiran MM93 di kelas utama motoGP membuat tontonan dan persaingan balap motoGP jadi membosankan berdasarkan faktor tertentu.

      Coba di ingat tontonan balap motoGP sebelum tahun 2013, tontonan balap motoGP begitu menarik dengan persaingan 4 allien motoGP saat itu,yang silih berganti saling mengalahkan satu sama lain. Persaingan dan kekuatan terlihat cukup berimbang, penonton disuguhi tontonan yg menarik dan mendebarkan.

      Saat 2020 di saat MM93 absen, kembali tontonan motoGP menjadi lebih menarik, persaingan jadi makin ketat, tidak ada pembalap maupun pabrikan yang benar2 dominan.

      Guest
      • Kejuaraan butuh superhero, icon, tanpa itu gak akan ada supporter yang mau rela berbondong-bondong datang ke sirkuit cuma mau membela bendera pabrikan

        Guest
      • Itu pendapat lo kadrun….yg panatik dg si mbah…balap gp taunya cm rossi. Kasian amat lu…

        Guest
  1. Mungkin dengan ubahan model Tank Pad bisa mengatasi lelah dan rasa sakit pada humerus dan lengan

    Guest
  2. kalo masalah fisik ya mungkin wajar ada yg bilang terlalu cepat, tapi kalo masalah mental menurut gw sih ya mau cepat atau lambat pasti Marc tetep harus merasakan adaptasi dulu, jadi menurut gw utk masalah mental udah pas sih dia mulai di Portimao, krn semakin cepat dia mulai balapan semakin baik, krn kita tau bagaimana tersiksanya pembalap kalo udah lama ga balapan, beban mentalnya besar, feeling yg menurun, Marc harus cepat2 merasakan kembali kejamnya kompetisi agar semua feeling-nya tidak menghilang lebih lama, apalagi seri Le Mans kemaren, menurut gw itu bagus utk dijadikan semacam trigger pemulihan mental Marc,

    Guest
    • ya elah, emang udah ada berapa artikel marquez minggu ini? coba cek lagi, berapa persen ๐Ÿ˜‚

      Guest
  3. Mm ga boleh ikut arus fans, tahun ini bukan musimnya… Jadi dia harus mengendarai motor tanpa memikirkan podium apalagi juara dunia, santai aja mengikuti kemampuan tubuhnya.

    Waktu portimao udah cakep… Berkendara sesuai batasan kemampuan tubuhnya. Butuh waktu untuk membiasakan diri lagi mendekati limit…

    1/3 akhir musim menurutku jika sabar (tanpa crash yg menambah cedera/trauma) MM akan kembali diatas 95%.

    Guest
  4. masih panjang peluang juara kembali, sekarang usia 28, berarti masih ada 12 tahun potensi karir di moto gp

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.