TMCBLOG.com – Marc Maruez telah menyelesaikan Satu hari dari Total Tiga Hari Paling menuntut yang harus ia jalani sepanjang GrandPrix Italia di Sirkuit Mugello akhir pekan ini. Pada Hari pertama, tidak ada  terlihat jejak Marc Marquez yang mengerikan, Marc Maruez Yang hanya Finish 1 atau Finish 2 di 2019. Ia finish di Posisi 1 pada sesi FP2 Mugello kemarin dengan segala Sisa sisa Sakit dan perasaan waspada yang luar biasa untuk menjaga agar Proses Pemulihan dari Masalah Humerus di Tangan Kanannya tidak terganggu.

Di Le Mans, Alberto Puig sempat mengatakannya Untuk ‘ Take it Easy ‘ namun adrenalin yang tinggi membuat Ia seakan Lupa akan kondisi Fisik yang membatasinya saat ini sehingga Boleh dibilang Le Mans hampir mengulang apa yang terjadi di Jerez Tahun 2020 yang lalu. Di Mugello ini semenjak awal Marc Sudah memperkirakan Bahwa Sirkuit ini adalah sirkuit paling menuntut.

Bukan Hanya harus menahan Tikungan Ke Kanan pertama di San-Donato Corner, Namun Juga menahan bodi Motor dan Gaya G di setiap rolling speed pada banyak spot Speed Corner dan paling tidak 3 spot tikungan berubah arah yang jelas akan menguras banyak stamina dari siapapun mereka pembalapnya, apalagi Buat pembalap yang memiliki sisa masalah di lengannya seperti Marc Marquez ini.

Via Penjelasan resminya Marc Mengekspresikan apa yang ia lakukan di sepanjang Hari Jumat kemarin  “Kami tidak banyak mengubah setting motor hari ini, kami bekerja lebih pada hal-hal kecil dan posisi motor untuk membantu saya berkendara. Kita perlu bersabar; Saya tidak mengendarai seperti yang saya inginkan dan kami dapat memahami batasan kami dengan cukup cepat. Saya tahu ini akan menjadi akhir pekan yang sulit sebelum kami mulai. Besok ( sabtu ini ) kami akan melihat situasinya tetapi untuk saat ini kami fokus pada diri kami sendiri, melakukan putaran kami dan mengerjakan apa yang perlu kami lakukan. Di akhir FP2 kami melakukan sedikit time attack dan mampu sedikit meningkatkan posisi kami. “

dari List Laptime analisis FP2 di atas memang terlihat Bahwa Marc Maruez memang struggle. ‘ Normal Pace ‘ Terbaiknya boleh dibilang hanya di kisaran 1:48-an . . silahkan bandingkan dengan ‘ Normal pace ‘ yang ditorehkan Fabio Quartararo yang boleh dibilang 1 detik lebih cepat dari pace Marc Marquez yang ‘ terluka ‘ ini. Dalam Zoom Debrief semalam, Marc menjelaskan Dengan Cukup Mendetail point kelemahan fisik yang membatasi Performanya di Mugello ini

“Saya memiliki pelat di lengan bagian atas saya yang dirancang agar dapat bertahan di sana selamanya. Pelat Itu tidak akan dilepas, ”jelas Marc. “Pelat Itu hanya akan dilepas jika menyebabkan rasa sakit dan tentu bukanlah pilihan untuk saat ini. Selama ini saya harus minum antibiotik. Tapi saya mungkin bisa menghentikannya setelah pemeriksaan medis berikutnya, yaitu setelah GP Catalunya pekan depan .

Itu pasti akan menjadi langkah maju untuk kondisi fisik saya. Mengenai ketidaknyamanan di bahu, saya harus memeriksakan diri ke dokter setelah GP Catalunya. Kita perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan bahu itu. Dalam beberapa tahun terakhir, setelah operasi, termasuk di pundak saya, saya harus belajar bersabar. Memang benar bahunya sekarang lebih stabil daripada sebulan yang lalu, ketika saya sangat dibatasi di daerah ini. “

Marc Marquez jelas melakukan analisa dengan teamnya Untuk mengetahui dimana letak Kekalahan 1 detik dari Pembalap Seperti Quartarari itu Terjadi. Dan hasil analisa mereka mengerucut ke tiga spot perubahan arah ( flip flop ) di Trek Mugello ini. Menurut Marc disetiap Spot perubahan arah dimana ia harus merubah posisi Motor dari Kiri ke kanan atau sebaliknya Ia kehilangan sekitar 0,2 detik dari Pace normal yang ia biasa lakukan saat tubuhnya Normal. Itu artinya menurut marc 0,6 detik atau boleh dibilang 60% biang kekalahan Pacenya dari Quartararo ada di tiga sport tersebut sementara 40% lainnya terletak di spot spot lainnya. Honda RC213V adalah Motor Yang sangat menuntut Fisik, Jika Fisik Nggak 100% sulit membawa Motor ini secara efesien sampai ke Batas Limitnya

“Honda adalah sepeda motor yang kritis, untuk mencapai batas yang Anda butuhkan jatuh, dan mereka ( Crash) akan menghilangkan kepercayaan diri Anda, dan terlebih lagi sekarang dalam kondisi saya karena mereka ( Crash) lebih merengggut kepercayaan diri. Yang terjadi pada saya adalah bahwa saya tidak mengendarai 100%, Anda melihat satu lap saya dari 2019 dan satu lagi dari hari ini, dan terlhat bahwa sekarang motornya bergerak setengah jalan, karena saya tidak bisa membuatnya bergerak, saya tidak mengendarai seperti biasa. “

Jurnalis memang agak sedikit ‘nakal’ bertanya Ke Marc di sesi akhir Zoom Meeting kami semalam. Mereka menanyakan apakah Mungkin dengan – Fakta bahwa Mugello adalah sirkuit yang sangat menuntut – Seorang Marc akan memutuskan Untuk ‘menyerah’ di Mugello dan memutuskan untuk tidak ikut Balapan di Hari ahad. Simak Jawaban Marc dalam Hal ini  . .

“Saya mengatakannya kemarin dengan mulut kecil, dan Alberto (Puig) pun telah mengatakan kenyataan ini. Sekarang kami memprioritaskan sesuatu yang lain, kami tahu bahwa turun balap dan mengambil lima atau sepuluh poin dengan optimis tidak akan mengubah hasil kami di akhir tahun. Kami di HRC tidak peduli apakah kami finis ketiga, keempat, atau kesepuluh di kejuaraan dunia, jika Anda tidak menang, itu tahun yang buruk. “

Ini adalah tahun transisi di mana saya harus menyadari dari mana saya datang dan di mana saya berada. Di Le Mans, dengan cuaca buruk, saya lupa dan berakhir dengan Crash yang harus kami hindari. Ini adalah sirkuit dimana saya menderita. Di FP1, di FP2, saya telah melakukannya dengan sangat sedikit putaran cepat. Kemarin saya mengatakannya dimana ini akan menjadi ‘ tes publik’ dalam perlombaan. Ini satu-satunya cara,  Jika kita mau untuk menyesuaikan diri dengan kompetisi, kami harus melakukannya dengan sepeda motor yang terpapar kamera. “

Jadi Pada dasarnya Marc Marquez kembali mengatakan Bahwa Ia diharuskan bersabar dan mengikuti apa Yang dikatakan Tubuhnya kembali, Namun begitu ia merasa tetap Butuh untuk terus hadir di setiap sesi dari Balapan GrandPrix ini Karena bagi seorang pembalap Di kelas Ini seperti Marc, Motor MotoGP itu tidak tergantikan Feel Oleh Motor motor produksi massal apapun yang bisa digunakan Untuk berlatih. Jadi singkat kata, Buat Marc, race Weekend Mugello dan Juga mungkin Seri Seri kedepan seperti Catalunya masih dianggap seperti layaknya sebuah ‘sesi test’, imho.

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

40 COMMENTS

    • Klu masih terasa sakit ngapain memaksa balapan, istirahat full 2 tahun sebenarnya gak apa-apa sampai pulih 100%.
      Klu nuruti Fans ya resiko ditanggung sendiri, fans hanya pingin kamu pingin podium Marc93.
      Pikirkan kesehatanmu lebih penting dari Fans’mu yang pingin kamu podium terus 😂😂😂😂😂😂

      Guest
  1. Lawan Marc Marquez sekarang ini adalah pikirannya sendiri, dia sudah sangat bersabar selama 2020 untuk pemulihan cedera dengan 3 kali operasi. Di 2021 ini, Marc sudah jauh lebih beruntung dengan bisa mengendarai RC213V nya lagi setiap akhir pekan balap. Nikmati saja Marc, karirmu masih panjang.

    Guest
  2. kasian bgt dah.. kg beres2 cederanya.. tulang dah kesambung, mslh lama (cedera bahu) msh ada… GWS aj dah.. biar makin seru motogp nya..

    Guest
  3. Tahun ini Nothing to lose.. filosofinya adalah ga peduli mau runner up sekalipun jika tidak juara dunia tetaplah pecundang.. hmm berat.. berat..

    Guest
    • Berat emang bro, dgn gaji segitu dan segala effort hrc jepun buat seorang marc, target pasti adalah jurdun. Tanpa jurdun, runner up pun tetaplah kenistaan 😊 buat hrc

      Guest
  4. Kalau sudah ada plat di tulang tangan merupakan tantangan yang berat buat seorang pembalap seperti moto GP yg kompetitif, sepertinya Marc sedang menghadapi kenyataan berat

    Guest
  5. Udah santai aja dulu, mau ngotot pun susah juara dunia. Umur belum kepala 3, masih panjang karir mu.
    Eh, tapi kocak sekarang poinnya lebih tinggi dari itu wkwkwkw

    Guest
  6. meskipun terus mengeluh ntah knp gw punya feeling kalo dia lagi yg akan menjadi Hobda terdepan nanti di race day,

    Guest
    • Tebakan ane dia didepan pol n alex, tp sama taka agak berat
      Pace taka di fp2 lumayan lebih cepat dgn catatan taka banyak pakai medium, marc pakai hard

      Guest
  7. enak jadi marc, kalau kompetitif (FP) kengerian itu telah tiba, kalau kececer di belakang tinggal bilang kondisi belum fit 100%

    Guest
    • Iya dong, situ kebakaran jenggot tiap Mm93 bikin alesan sekalipun itu fakta 🤣😂🤣

      Mana ada sejarahnya hatter mau ngakuin skill yg dibencinya sekalipun itu fakta

      Guest
  8. Saya rasa semua rider honda struggle. Pol juga sama seperti marc pace nya. Jadi pada dasarnya motor honda sedang tidak bersahabat di mugello.

    Guest
  9. Pace fp1 lebih stabil dr fp2 bahkan dgn used tyre
    Jd pertanyaan seberapa lama marc kuat menahan rasa sakit sepanjang race

    Guest
  10. Smoga musim ini finis diluar 15bsar biar saya tau apakah pensiun atau tidak…seperti judul artikel sblah…

    Guest
  11. Diluat marc, magakami masih yg terbaik, misal marc pensiun apa nakagami masih betah di hrc klo cm mnghuni barisan tengah mulu

    Guest
    • Jadi 2 tahun repsol jadi tim medioker di motogp karena markes loyo.apakah tahun depan masih hanya mengandalkan markes untuk berprestasi?perjudian yng sangat beresiko bagi tim sebesar repsol.

      Guest
  12. Dulu banyak yg menyarankan marq pindah motor utk menunjukkan kehebatannya mampu juara dengan motor berbeda, sayang belum bisa melihat hal itu terjadi

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.