TMCBLOG.com – Via sumber paddock-nya yang merupakan orang dekat Valentino Rossi, The Race sempat menginformasikan bahwa juara Dunia 9 kali yang kini membalap bersama Petronas Yamaha SRT dikabarkan lebih mendekati keputusan untuk mengatakan bahwa  2021 akan menjadi tahun terakhir balapan di MotoGP. Raihan terbaik Valentino Rossi di musim 2021 ini baru diperoleh beberapa jam yang lalu di Mugello dengan meraih finish di posisi 10. Ini adalah finish Top-10 pertama Vale di musim 2021 ini semenjak musim dimulai dengan race double header Qatar beberapa bulan yang lalu.

Saat ini faktanya Valentino Rossi berada di posisi klasemen 16, posisi yang mungkin buat sebagian fans MotoGP yang mengikuti balapan ini semenjak era 4 tak adalah sebuah ‘pemandangan yang tidak umum’ bagi seorang legenda hidup seperti Vale dan mungkin buat penggemar fanatiknya bisa jadi sebuah hal yang ‘membuat perih hati’. Bahkan jika mau ditambahkan posisinya di klasemen saat ini masih lebih rendah dari seseorang yang absen melewati tiga balapan pertama dan mengikuti tiga balapan selanjutnya dengan membawa banyak permasalahan yang merupakan side-effect dari pemulihan cederanya.

Valentino Rossi terus menerus mengatakan bahwa Ia baru akan menarik keputusan final setelah menjalani paling tidak setengah dari musim 2021 ini yang artinya akan ada tiga seri ke depan (Catalunya, Sachsenring dan Assen) yang ditempuh kurang dari lima pekan yang akan menentukan keputusan pembalap Italia berusia 42 tahun ini.

Vale sendiri sering bilang bahwa Ia baru akan mundur dari MotoGP jika sudah kehilangan rasa cintanya kepada olahraga ini, namun berbagai kesulitan di 6 seri pertama MotoGP 2021 dipercaya oleh sumber The Race yang dekat dengan Rossi cukup mengakselerasi keputusannya untuk lebih condong ke arah persiapan menghadapi musim ke 25-nya ini sebagai musim terakhir.

Bahkan sebelum Mugello sendiri Vale sendiri seakan memberikan clue bahwa kemungkinan pensiun itu memang ada setelah ia berkata “. . . tetapi jika tahun depan saya ingin melihat para penggemar di sini, di Mugello sekali lagi, saya juga bisa datang (dengan kapasitas sekadar) untuk melihat balapan.” Sebagai pemilik Tim Aramco VR46 maksudnya?

Taufik of BuitenZorg | tmcblog

44 COMMENTS

  1. Rossi lebih baik legowo saja, jatah motor factorynya buat Morbidelli, FM masuk tim factory Yamaha masih sulit karena kontrak MV sampai 2022.

    Guest
  2. mantap, sejarah di 2009 bisa terulang, juara motogp dan wsbk, jarang ada pabrikan yg bisa melakukannya??

    Guest
  3. M1 yg sekarang mungkin udah gk cocok buatmu kayak dulu mbah.misal tahun depan masih balap di team aramco tp gandeng dgn yamaha mbah

    Guest
  4. baguslah bagi semua, baik untuk Yamaha, Petronas, maupun Rossi nya sendiri, waktunya regenerasi,, kalo emg mbah masih cinta sama olahraga ini ya emg itu lah yg terbaik,

    Guest
  5. Emang kalo ga mau pensiun mau ngapain lagi? Finish jg selalu diposisi memalukan. Malah ngehambat regenerasi. Yamaha aja sampe kehilangan Lorenzo, Zarco, dan hampir Quartararo. Untung mereka berani jadi Yamaha bisa kompetitif lagi. Petronas jg skrg terpaksa nampung dia padahal seandainya ga ada dia kita bisa liat 1 lagi pembalap muda di M1.

    Guest
      • Ben Spies paling ngenes sih, tapi kalo liat skillnya memang maaf2 kata dia di Yamaha sekalipun ga akan berprestasi lebih. Parahnya malah abis itu naik motor celeng perontok tulang peninggalan Rossi yg bisa diibilang malah motor juara yang jadi rusak dan kehilangan arah pengembangan. Ya itu tadi, ngenes.

        Guest
      • Yg komen gini biasanya tipikal orang yg ga ngerti banyak tapi banyak sesumbar. Yakin Petronas ‘santai’? Yamaha aja udah sadar dia benalu dan awal 2020 langsung kontrak Quartararo sblm Rossi mutusin lanjut/engga. Btw gw nonton dari FP1 sampe race, TV gratisan lu ga nayangin itu semua jadi gausah generalisir semua orang kaya elu yg jarang nonton sekalinya nonton cuma di TV lokal banyak semutnya.

        Guest
      • ahhh prexx setuju dgn sunarto…. yang bayarin aja santai kok…. penonton ribut…. lha kalau rossi tak ada gunanya ngapain dipertahankan mpe sekarang, emang orang orang yamaha ga bisa mikir atau takut sama rossi? perasaan pabrikan mo ambil atau buang pembalap gampang saja, asyik saja, wong mereka yang bayarin….

        Guest
        • Yg pertahanin siape? Bukannya Yamaha aja buang dia? Petronas jg keberatan? Orang gatau kok dijelasin ngeyel, tipikal yg ga kuat bayar TV kabel?canda tv kabel

          Guest
  6. Italian passion emg ga ada lawan, tapi mungkin emg udah tiba saatnya pensiun.
    Tahun-tahun sebelumnya tidak terlalu buruk, tapi 2 tahun ini udah kacau bgt. Ya sudah, sudahi saja.
    Tim udah ada, nama VR46 menuju abadi di grid Motogp. Setidaknya fans Vale bisa melampiaskan kecintaannya ke tim ini.

    Guest
    • Menurut gw engga sih, Agostini dan King Kenny yg pensiun ga lama setelah masa keemasan mereka aja baru beberapa puluh taun udah pada lupa terutama penggemar baru. Apalagi kalo pensiun disaat orang udah mulai lupa kalo dia pernah hebat lawan pembalap bangkotan dengan ban khusus.

      Guest
  7. Pada akhirnya smua akan tinggal cerita Honda vs Yamaha 2015.
    Sepang dan Argentina dgn duel panasnya

    Guest
  8. Klo nunggu cinta hilang baru berhenti balap pembalap sprti agostini pasti masih ikut balap smpe skrg

    Guest
  9. Bisa bersaing hanya dengan papan bawah
    Rasanya bukan VR banget, saya pendukung fanatiknya bahkan bisa dibilang kalo VR bisa menang lagi itu akan jadi obat rindu

    Namun, realistis aja bahkan sampai posisi 19 FP kmrn hanya selisih 1 detik
    Gimana gak rapet bgt itu ?
    Menuntut kerja keras sekali bukan hanya fisik, tim, motor juga strategi tentunya

    Memulai hal baru memang sulit setelah puluhan tahun melakukan hal yang sama dan kita cintai
    Tapi, life must go on

    Bisa jadi VR malah lebih bahagia mengurus tim balapnya sendiri dangan anak akademinya dan pembalap muda
    Kebayang bangganya waktu di paddock sambil liat tim dan anak didiknya podium

    Pengen balap
    Beli aja motor superbike atau prototypenya seklian buat uji nyali tipis2
    Marcpun sepertinya juga masih akan sulit memulihkan keadaannya seperti sedia kala

    Semoga ndk pensiun dulu kalo Marc

    Guest
  10. Sudahlah mbah, pensiun aja. Posisi papan bawah bukan habitat mu. Kasih deh Morbidelli spec pabrikan dan masukin Toprak jadi tandemnya.
    Mbah nanti di Mandalika wildcard naik Ducati aja, yang penting nongol.

    Guest
  11. Terserah rossi aja,mau balapan atau tidak sama sekali tidak merubah kehidupanku.terimkasih sempat menghiburku saat bertandem sama JL

    Guest
  12. memang lebih bijaksana kalo pensiun, dilihat dari performa & hasilnya, biarkan generasi yg muda-muda yg bertarung, ciao legend…

    Guest
  13. Kalo belum juga ada solusi dari cedera Marc, shg Marc menemukan lagi pace nya seperti dulu, lebih baik Marc pensiun dini.
    Bukan pilihan yg terlalu bagus, tapi lebih realistis.

    Tapi saya yakin tekad Marc itu kuat, ketika mentok di kondisi fisiknya seharusnya dia berpikir keras untuk ubah riding stylenya yg terkenal menuntut fisik ekstra.

    Anyway, 8 titel di umur segitu menurut saya udah capaian yg outstanding.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.