TMCBLOG.com – Red Bull Racing Boleh dibilang memiliki tingkat kekompetitifan yang sangat dekat Musim F1 2021 ini khususnya sampai di race baku Azerbaijan yang berlansgung pekan ini. Dan Sekarang Red Bull racing RB16 dengan Mesin ( Power Unit ) Honda memimpin klasemen gelar F1 untuk pertama kalinya sejak 1991. Apa sih yang membuat Mesin Honda Bisa membawa Red Bull Racing begitu kompetitif tahun ini? memang banyak faktor, dan salah satunya dipercaya adalah mesin ICE 2021 yang didesain ulang dibandingkan mesin Musim sebelumnya. Banyak perubahan teknis yang dibuat dimana tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi pembakaran tetapi juga mengurangi ukuran unit secara keseluruhan. . . dan yang menarik adalah Bagaimana teknologi Sepeda motor Honda pengaruhi peningkatan Power Unit Honda RA621H yang dijejalkan di RB16.

Tujuan Utamanya tentu adalah membuat Mesin RA621H yang lebih Baik dari Mesin sebelumnya RA620H. Dan Untuk membuat Mesin ini lebih baik Insinyur Honda terlebih dahulu menancapkan Ide ide dasar menuju peningkatan Performa dan Handling ini. Dan dari sinilah diperoleh beberapa catatan bahwa mesin RA621H haruslah lebih compact dan memiliki CoG lebih rendah dari RA620H Namun secara umum performa power top end juga harus lebih tinggi  . . . dengan Kata lain balance antara handling dan Performa. . . .

Pict : Matthew Somerfield

Oke Untuk membuat CoG lebih rendah salah satu cara Yang bisa dilakukan para Insinyur mesin F1 adalah dengan cara mengubah Posisi Crankshaft dari Mesin jadi lebih rendah. Dan Untuk melakukan hal ini salah satu caranya lagi adalah dengan cara Membuat jarak antara masing masing silinder Yang berada pada satu barisan menjadi Lebih dekat. Sobat bisa lihat pada Gambar di atas  dimana pada PU Honda RA621H jarak masing masing silinder lebih dekat dibandingkan PU sebelumnya RA620H.

Namun Jelas kan hadir permasalahan Integritas yang berhubungan dengan disipasi panas yang dihasilkan sebagai efek buruk Friksi Gesekan antara Piston dan dinding silinder ketika piston bergerak naik dan turun di dalam silinder. Jarak antar silinder pada mesin multi silinder Yang semakin dekat seperti pada PU Honda RA621H  membuat Ruang pendisipasian/ pelepasan panas/ Kalor menjadi ‘Lebih buruk’ . . . solusi selanjutnya adalah . . menurunkan tingkat Kalor yang dihasilkan akibat gesekan Piston dan dinding Silinder.

Seperti Kita Ketahui pada umumnya Kiritan RPM Mesin Sepeda motor lebih tinggi dari pada Mobil dan dari Logika ini lah yang membuat silogisme teknologi ‘anti-friksi’ pada jeroan Ruang bakar Mesin ICE sepeda motor harusnya ‘lebih maju’ dari pada Di Mesin Mobil. Dan ini Juga yang ternyata dipikirkan Oleh RnD F1 Honda, Ini tahun mereka membuat Mesin dan mereka ingin sesuatu yang All Out !  . .

Karena berdiri di atas satu atap Brand sama sama Honda – walaupun Logonya beda – namun akhirnnya Honda F1 mencoba Mencomot solusi yang selama ini dikembangkan Di Plant Sepeda motor Honda di Kumamoto. Solusi itu yang terkenal dengan Nama ‘Kumamoto Plating’. Sebuah Metoda dan teknologi pelapisan dinding Silinder ruang bakar mesin ICE yang dikembangkan oleh Honda di Plant Sepeda motor Kumamoto . . . Cek saja, jarak antara silinder di empat silinder sejajar Honda CBR1000RR-R Fireblade

2020 HONDA CBR1000RR-R FIREBLADE Temperature Distribution

Di awal pengenalan PU Honda F1 RA621H , Honda head of power unit development Yasuaki Asaki Penah mengakui hal ini “Honda Motor telah membantu kami dalam berbagai hal, tetapi salah satu poin yang ingin saya sebutkan adalah pelapisan lengan silinder, yang diproduksi oleh pabrik kami di Kumamoto – ini disebut ‘ Kumamoto plating ‘ . Pabrik Kumamoto sebenarnya adalah pabrik sepeda motor, tetapi di dalam Honda ada sejumlah besar kolaborasi antara produksi roda dua dan area produksi roda empat.” 

Oke Check, masalah pendisipasian panas sudah ketemu solusinya. Untuk lebih All Out Honda Juga mengubah Desain penempatan Kemiringan Silinder kanan dan kiri. Pada RA620H kita bisa lihat menggunakan desain dimana tepi kiri silinder lebih ke depan sementara Pada RA621H telah ditukar menjadi desain Tepi Kanan di depan. Analisanya adalah dengan Perubahan ini memungkinkan beberapa elemen unit daya dan pelengkap lainnya untuk dikemas ulang untuk sekalian dapat mengubah keseimbangan keseluruhan dari PU.

Pict : Matthew Somerfield

Selesai soal Redesain Posisi, Honda Juga Mengubah secara drastis Desain Dari Valvetrain RA621H jika dibandingkan dengan RA620H. Kitsa bisa lihat dari gambar Di atas dimana tidak hanya bentuk yang berbeda antara kedua spesifikasi PU yang memiliki engine Mounting yang sama ini , tetapi jarak antara cam juga telah dikurangi secara besar-besaran, sehingga tentu ini akan mengubah offset katup/ Valve secara Drastis juga.

Pict : Matthew Somerfield

Mengubah sudut katup menjadi lebih sempit jelas mengubah sudut aliran campuran bbm-udara ke dalam silinder juga. Sangat dimungkinkan Juga Honda telah melakukan perubahan lebih lanjut pada desain katup dan port inlet dan outlet dari PU ini. Tujuannya apa ? Dengan mengubah ini, maka bentuk ruang bakar juga logikanya akan berubah. disinyalir Honda melakukan ini untuk mengejar rasio kompresi yang lebih tinggi yang ujung ujungnya bisa di arahkan pada tujuan kombinasi antara Efesiensi Bahan bakar sekaligus menghasilkan performa Top-end Power dari PU ini.

Namun . . . . ada namunnya sob . . .

Upaya dalam meningkatkan rasio kompresi dan efisiensi pembakaran memiliki sisi negatifnya yakni jumlah energi buang yang dihasilkan berkurang, menghasilkan lebih sedikit energi listrik yang dipulihkan oleh MGU-H dalam sistem mesin Hybrid ini. Nah Untuk mengatasi hal ini, Honda juga telah mendesain ulang aspek turbochargernya dan Kali ini juga dengan Bantuan divisi lain di dalam perusahaan yakni HondaJet.

HondaJet membantu merevisi bentuk impeler turbocharger untuk mengimbangi volume aliran yang lebih rendah agar output dari mesin yang mengalami pengurangan energi buang Bisa tetap bisa mensupport MGU-H memperoleh Energi Listrik yang dibutuhkan Pembalap. Jadi begitu deh kira kira mengenai PU RA621H yang dibuat Honda pada Tahun terakhir mereka dan akan dipakai sebagai mesin Dasar pengembangan Oleh Red Bull Racing dan Alpha Tauri sampai Musim F1 2025 nanti. Silahkan dikunyah kunyah dan Karena Kamu tentu lebih lama Tahu soal hal ini, oleh karena itu jangan sungkan sungkan Memanfaatkan Kolom komentar untuk share apa yang kamu lebih tahu mengenai pengembangan PU RA621H . . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

95 COMMENTS

    • Dasar sales. Dulu yamaha sangat terkenal membuat v10 utk team toyota di f1 dan mesin v10 yg berhasil di f1 berhasil juga dicangkokan di mobil produksi yaitu lexus LFA yg melegenda

      Guest
  1. Mesin ini bakal jadi basis oengembangan mesin Redbull selanjutnya? maksudnya lisensinya dibeli kah sama Redbull?

    Guest
  2. Penasaran juga sejauh apa efek development RB ke mesin ini ntar, kan udah rekrut orang merc juga, bosan liat dominasi merc di era hybrid sekarang, 4L mulu…

    Guest
  3. ..partikel trsbt sngt menghibur dan melara lipur utk sayap2 patah burung2 merpati yg tak pernah ingkar janji..
    ..bagaikan oase di gurun pasir penuh fatamorgana..yg tak bersua buih di lautan..
    ..gracias monseur..

    Guest
  4. Aneh juga ya Honda F1 malah undur diri setelah berhasil menciptakan PU yg mampu bersaing dengan Mercedes..

    Mungkin Honda cuma gerah dan penasaran sejauh apa mereka tertinggal di teknologi jet darat roda empat.. Begitu teknologinya sanggup bersaing, left the group.

    Mungkin juga jual lisensi PU ke RedBull 2022-2025 buat sedikit mengembalikan biaya riset trilyunan yg sudah digelontorkan sejak 2015

    Guest
  5. Kalau boleh dibilang Toyota sekarang ini kayak H tegak di era keemasannya ya, dimana pabrikan lain ngikutin selera pasar dengan bikin mobil yg boring dan ramah lingkungan dia malah bikin mobil buat kalangan enthusiast motorsport walaupun boleh dibilang belum tentu laku juga dipasaran. Lihat aja dari GR Yaris, Supra, 86, sama GR Corolla yg mau rilis. Efek dari kepemimpinan Akio Toyoda yg penggila balap kali ya, kontras banget sama H tegak yg malah mau mundur dan tenggelam di sejarah masa lalu kayak fansnya. Nangis dah arwah mbah Soichiro kalau liat kondisi perusahaan dia yg sekarang.

    Guest
    • Berharap sih kelak Acura yg masih tetap meneruskan tradisi bikin performance car,reborn RSX,S2000 kek atau NSX yg lebih trengginas

      Guest
    • Toyota malah lompat melewatin era mobil listrik. Toyota udah mass product mobil tenaga hidrogen. Bahkan dalam waktu dekat ini mereka berencana ikut balapan pake mobil tenaga hidrogen.

      Guest
  6. Yang disayangkan bentuk ini datang terlambat. Coba datang 3 atau 5 tahun yg lalu. Mungkin Mercedes bisa dijegal. Tp di F1 terlalu banyak drama.

    Guest
  7. MotoGP = Jepang digdaya Eropa kesusahan
    F1 = Eropa digdaya Jepang yg kesusahan

    dan Honda adalah satu2nya pabrikan yg ikut nimbrung di kedua kompetisi utk saat ini, dan juga sekaligus menjadi “the last samurai” bagi Jepang di F1,

    sygnya mereka malah mau mundur, walaupun berhasil dibujuk untuk tetap support sampai 2025,

    Guest
  8. Power unit Honda, one of the most winning machine in F1. Honda RA168E memenangkan 15 dari 16 seri yang digelar tahun 1988. Coba kalo penjualan mobil Honda secara global seperti Toyota ya, mungkin Honda gak akan bolak-balik di F1.

    Guest
  9. Wak, si kumamoto plating ini apa ada hubungannya sama teknologi enhanced smart power (esp) yang diterapkan di motor honda? Kan esp itu menerapkan low friction di dinding silinder tuh.

    Guest
  10. Lg diributin soal flexi wing di team honda ni wak.mercedes seolah gk rela tahun ini max verstapen juara dgn honda redbull.
    Kalo mesin honda hasil kolaborasi 3 divisi ini paling joss..tenaga ngisi terus.

    Guest
    • mercedes juga lagi panas dingin bro, front wing mereka juga ternyata bersifat flexi pas di track, bisa jadi senjata makan tuan kalo sampe rear wing redbull illegal, redbull juga udah siap ngelaporin front wing mercedes

      Guest
  11. Kedahsyatan 3 divisi sinobi gabungan honda..menghasilkan mahakarya mesin powerfull sekaligus dayatahan tinggi..
    Sayang ini tahun terakhir honda..

    Guest
  12. ane baru tau desain flor sama flexy wing doang, lah ini malah ngupas power unit yang gak kelihatan. kayanya dapet info dari orang dalam nih? hehe

    Guest
  13. agak OOT nih,

    jika hodna motogp selama musim ini ga pernah naik podium sam-sek
    maka tahun dpn akan dapet status konsesus?

    IMHO, kalo beneran, kok kayak emang disengaja ya….

    Guest
    • Mungkin ada bener nya juga, untuk saat ini riset terbatas. Tp dengan status konsesus akan lebih luas, bikin mesin dgn karakteristik yg bisa bikin semua pembalap menang.

      Guest
  14. Toyota era 2000an pernah turun langsung di F1 tapi belum pernah juara dunia kalau tidak salah, begitu juga BMW. Saya pecinta F1 era 2000an, tapi 2010 ke atas mulai bosan. Satu satunya kejutan ya jaman Brawn GP juara dunia

    Guest
  15. Mesin turbo jarak silinder rapat, untuk mesin produksi masal dulu ada di mesin supra 2JZ tahun 89, makanya 2JZ terkenal gampang di swap ke mana-mana karena lebih pendek dari Inline 6 lainnya

    Guest
  16. loh kok derajat sitting klep dulu kaya motor mbebek standar. baru sekarang dirubah sittingnya kek racing

    Guest
  17. Saya boleh usul buat wa haji Taufik dan om nug, kalau bisa ada artikel seperti WRC atau balap mobil touring, sebagai pecinta otomotif saya sangat senang kalau ada bahasan balap R4 lainnya

    Guest
  18. makasih wak ulasannya, di musim 21 ini cuman tau nya kalo mesin honda disebut “smaller than zero size” tapi gak tau maksudnya apa, baru dari artikel lengkap ini tau apa itu wkwk

    Guest
  19. kalo boleh request team mercedes petronas wak, apa rahasia mesin mereka sampe bisa dominasi F1 selama 7 tahun terakhir, selain dari input niki lauda tentunya

    Guest
    • Ada penjelasannya di chanel youtube Donut media mengapa mercedes F1 susah dikalahkan dalam 7 tahun terakhir. Asik penjelasannya pake animasi diserati joke konyol hostnya hhe..

      Guest
    • Kalau ga salah dulu sebelum regulasi pindah ke mesin Hybrid V6 pabrikan yg paling siap secara teknologi ya cuman Mercedes, nah pas udah resmi pakai mesin Hybrid disaat pabrikan lain masih riset Merc udah berada di level yg berbeda, apalagi awal² diterapin regulasi belum serumit sekarang

      Guest
  20. Dipaksain malah terancam bangkrut yah akhirnya tahun depan mundur ,lisensi nya pun dijual
    Pabrikan yg dipuja fbh katanya tim sultan ternayata kesusahan juga di era skrg .wkwkwk

    Guest
  21. Tapi yg patut dicatat juga wak di F1 power unit itu bukanlah segalanya. Aero dan sasis juga punya peranan sama besarnya.juga startegi tim juga pembalap tentunya pegang faktor. Dan di redbull punya si adrian newey perancang sasis dan aero. Kalo semua berkat PU saja,seharusnya alpha tauri ada didepan juga dong
    Setidaknya ditahun terakhir dengan PU yg menggembirakan ini bisa menghapus kenangan kelam mereka di awal comeback ke era F1 hybrid yg semasa di mclaren jadi pesakitan karena PU yg tidak powerfull tidak reliable dan disebut sebagai Gp2 engine.
    Farewell yg manis sih menurut saya

    Guest
    • Semua juga faktor penentu, tutup pentil, stir, rem, rem, sepatu pembalap, helm pembalap, sarung tangan pembalap juga punya faktor penting.
      Faktor mesin unit baru menjadi pembeda di musim ini krn pencapaian yg meningkat signifikan dibanding tahun lalu dengan pembalap yg sama

      Guest
  22. Tetap penasaran sama nasib redbull,itu pabrikan minuman energi lho tapi karena passion nya tinggi di sport ini mereka sampai bela belain beli ip sama ngebajak enginer mercedes buat jurdun.padahal agak useless menurut ane secara mereka gak punya produk buat di aplikasiin

    Guest
    • Sante aja gan, kalo ngga salah duit dari sponsor kalo dikurangi biaya ikut di F1 = nol,,, jadi ya ga nombok wkwkwk

      Guest
  23. Hmmm..ya sy kira tadi teknologi sepeda motor macam Revo yg diaplikasikan ke F1..ternyata CBR 1000 RR-R

    Guest
  24. Suzuki Carry sama R3 jg laris manis om, yang angkut penumpang (angkot) sama angkut barang-2 Suzuki Carry om.

    Guest
  25. Ga kebayang udah tekor berapa honda sejak era hybrid ini, kejebak di hubungan “ga sehat” dengan McLaren, udah ngebiayain rnd pake duit sendiri ditambah bayar mclaren tiap musim dan salah satu penyebab mesin mereka ga powerful dan ga reliabel batu nya mclaren dengan zero size, padahal ketika awal² didyno mesin mereka cukup powerful. Jika dari awal langsung gandeng RB saya yakin ga akan seburuk itu.

    Guest
  26. makasih wak artikelnya, tahun ini banyak yang bilang power unit honda “smaller than zero size” ternyata karena ini,

    Guest
  27. The One and Only memang pabrikan satu ini,,
    F1 itu kasta tertinggi balapan R4 lho’ itu engine RH621H kata’nya bisa tembus 1000HP lho’,
    Amazing babget kan 1600cc V6 Turbo Hybrid,,
    1000HP digeber rata2 300km per race’,,
    Very very Amazing 😍

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.