TMCBLOG.com – Sebelum mengalami crash, Marc Marquez menjalani awal race MotoGP Catalunya 2021 kemarin dengan buncahan harapan akan memperoleh beberapa point penting dan potensi finish Top-10 yang tentu akan bisa memberikan dorongan Moral tersendiri. Marc naik dari posisi start 13 menjadi 9 pada lap pembuka dan naik ke posisi keenam pada lap 4 dari total 24 lap keseluruhan pada race kemarin. Tapi setelah itu race pace kompetitornya mulai menjadi terlalu sulit untuk ia tandingi sehingga dalam satu kasus di lap ke 7 dalam upaya untuk tetap bersama Aleix Espargaro, Marc Marquez Push terlalu keras RC213V yang dikendarainya di zona pengereman tikungan 10 dan kehilangan front-end motornya dan ini lah yang membuat Marc DNF.

Selain mengatakan bahwa memberikan hukuman Black Flag ke Quartararo adalah hal yang tidak adil, Marc juga mengatakan: “Hari ini saya menikmati balapan. Saya push, maksudnya saya adalah Marc dan bagi saya itu adalah 7 lap terbaik buat saya di tahun ini. Saya membalap seperti yang saya inginkan. Di grid saya bilang, ‘hari ini waktunya mengambil risiko’ karena jika hanya membakar bahan bakar dan ban serta untuk finish P12, P14 itu bukanlah saya.”

“Jadi inilah yang saya lakukan. Saya push di awal. Saya melakukan beberapa overtake, saya menikmatinya. Namun, begitu semua orang berada dalam kecepatan mereka, kami tidak dalam pace yang sama.” Marc Marquez sebenarnya sadar bahwa berkendara dengan pace 1:40, koma rendah bukanlah ‘pace alaminya’ dengan segala permasalahan Honda saat ini. Namun Marc berkata bila ia bisa ‘memaksa’ dan bisa bertahan menyamai kompetitornya di pace tersebut yang menurutnya akan berlangsung 3 sampai 4 lap, maka terbuka potensi untuk bisa bersama dalam satu pack terdepan bersama Miller, Zarco, dan Vinales sampai akhir balapan.

“Tapi di lap-lap itu saya mengambil terlalu banyak risiko dan apa yang terjadi mudah. Saya berada di belakang Aleix, saya kehilangan banyak akselerasi dan kemudian saya mencoba memulihkan (ketertinggalan dengan melakukan) pengereman.

“Saya tidak melakukan Late Braking, karena Vinales ada di belakang saya dan dia mengerem lebih lambat dari saya. Tapi dia bisa berhenti sementara saya tidak. Saya mengunci ban bagian depan dan saya jatuh. Tentu saja, saya tidak senang dengan hasilnya, tapi saya senang karena cara saya melakukan 7 lap itu, saya lebih suka melakukan 7 lap yang bagus daripada hanya tetap di motor dan finish.”

Positifnya, insiden itu juga membantu Marc menunjukkan dengan lebih rinci di mana kekurangan RCV dibandingkan dengan para pesaingnya. “Di sisi akselerasi kami tidak bisa mendapatkan grip dan di entry corner kami tidak bisa menghentikan motor karena dengan bagian belakang kami juga tidak memiliki grip,” jelas Marquez. “Jadi ini dua masalah yang berbeda, di dua area yang berbeda, tapi saya pikir keduanya memiliki solusi yang sama.”

“Kami bisa melakukan late braking tetapi kami berhenti dalam keadaan miring, dan ketika Anda berhenti dengan keadaan miring banget, hal-hal seperti ini (crash) terjadi, seperti yang terjadi pada saya dan Pol hari ini. Tetapi poin lainnya adalah kami banyak kehilangan di sisi akselerasi karena kami tidak mendapatkan grip. Jika Anda kalah di sisi akselerasi, Anda kalah di sepanjang lintasan lurus.”

Jadi kalau bisa kami, TMCBlog simpulkan; problem utama Honda RC213V menurut Marc Marquez ada di akselerasi yang lemah. Dengan akselerasi yang lemah ini selain top speed kalah, pembalap harus mengkompensasi dengan berbagai improvisasi lainnya termasuk dengan late braking dan push late braking terutama saat posisi motor miring memiliki potensi Crash yang besar.

Tidak seperti post-Jerez test, Marc Marquez dijadwalkan turun test satu hari post-Catalunya test hari ini, “Kami memiliki beberapa hal penting dan memang benar bahwa bagi kami besok (test Catalunya) jauh lebih penting daripada hari ini (race Catalunya) . Kami perlu mencoba beberapa hal penting pada motor, hanya untuk memahami. Maksud saya kita tidak akan seperti setengah detik lebih cepat tetapi untuk memahami untuk masa depan.”

Dua pekan lagi Marc Marquez akan hadir di sirkuit yang selama ini menjadi sirkuit dimana ia mayoritas memenangkannya semenjak musim 2010 -Sachsehring. Akankah hasil test Catalunya hari ini punya efek positif buat Sang Sachsen-King dua pekan lagi?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

69 COMMENTS

    • M1 bisa jurdun jika :
      1. MM93 pensi
      2. Dukati ga konsisten
      3. Sizuki blum nemu pengganti brivio
      4. KTM blum nemu setting yg tepat
      Telepas dari valvegate dan resleting melorot
      Klo curang yg ngaku ajalah, pabrikan ngakuin lah sonweb dan jemaahnya masih ngeyel aja
      Msh mending tuh RD motobiji ga kasih black flag ke 1/4
      Wkakkakaiai

      Guest
    • Yup..taun ini bisa jadi tahun meriset kelemahan motor – adaptasi gaya berkendara selepas cidera..karena toh percuma mikirin point, kalopun podium-itumah bonus …MM pensiun dini? Kalo liat gelegatnya sih ga..dia masih punya semangat juang..hal ini berbanding terbalik dgn rossi..

      Guest
    • Setiap pembalap, punya selera yg beda, Salut dia bisa evaluasi Dan mental keras tanpa takut, good job marq, kau develop motor dulu,
      Bisa podium tahun ini sebuah keistimewaan,

      Moto gp Akan semakin berwarna tidak hanya kunyit,

      Pabrikan lain kudu manfaatkan momen ini, mumpung sang raja masih mencari Jalan kembali

      Guest
    • Banyak yg happy dengan kondisi marc saat ini, padahal klo ktemu langsung sama orangnya paling juga minta foto bareng terus dijadiin foto profil atau wallpaper sebagai kebanggaan,?

      Guest
      • lo ngomong apa ngigau sih bro, bnyk yg senang dgn kondisi Marq saat ini, lha zaman Marq eksis Yamaha mlempem FBH jg senang. 50-50 bos ga usah merasa didholimi.

        Guest
      • DP g mau jadi test rider honda, karena honda lebih percaya markues n lorenso. secara tdk langsung honda sdh menolak halus DP utk jadi test rider #CMIIW

        Guest
  1. Kami bisa melakukan Late Braking tetapi kami berhenti dalam keadaan miring..
    Dan itu benar, 3 race dia berhenti dalam keadaan miring, di gravel tentunya.. ??

    Guest
  2. Jadi permasalahan sebenarnya bukan Marquez yg “melemah” krn cidera ya?
    Tapi RCV yg dia pake skrg adlh RCV yg jauh berbeda dgn yg dia pake sblm kejadian CRASH dan patang tulang tangan.

    RCV yg tidak sesuai riding style nya Marquez.

    Apakah hodna akan balik develop ke Marq Sentris biar kompetitif lagi?

    Guest
    • Sepertinya iya. 2019 RCV dinilai terlalu ganas, sehingga hanya seorang Marc yang bisa menjinakkan. 2020 ganasnya mesin dikurangi supaya lebih ‘rider friendly’. 2021 Marc komen akselerasi lemah. Nahloh.

      Guest
      • akselerasinya kurang karena gripnya dikit, bukan kurang tenaga. bannya banyak spin kurang nempel di aspal

        Guest
    • 2013 yg kata Stoner motor domba aja dia bisa juara dunia pake motor itu, itu motor Danisentris yg lincah dan ga terlalu buas karena masih ecu in-house. Logika sederhana kalo skill marquez masih tajam dia ga bakal kesulitan bawa itu motor. Gw ngerasa dia cuma nutupin ketumpulan skill dia skrg aja dgn nyalahin motor, jg biar fans dia mau sabar nunggu dia menang sembari nunggu dia pulih dan seolah HRC sedang bikinin motor yg pas dgn kondisi fisik dia skrg.

      Guest
    • kyknya race2 sebelum ini si marc pernah minta motornya di seting kembali ke set jerez 2020,.. tapi bisa kita lihat skg semua pabrikan hampir melesat perkembangannya.. setingan lama itu sprti sudah tertinggal..

      Guest
    • Tambahan 2020 marq ga ada. Semua pada ngatain honda ngampas tanpa marq, jadi seakan2 mengakui bahwa marq memang hebat?

      Guest
    • Karena dia sendiri pernah diuntungkan longgarnya peraturan bagi pemimpin klasemen, jadi ya cara paling bagus buat berterimakasih adalah dgn bela Taro, biar RD ga keliatan terlalu berat sebelah. Padahal sesuai kata Stoner, aturannya aja ada dan jelas, aplikasinya yg lembek.

      Guest
      • Kalo marc bela taro karena itu bagaimana dg lorenzo yg juga bela taro, apa lorenzo jg pernah diuntungkan?

        Guest
    • Arc bela taro karna sama2 pembalap dan tahu betul rasanya udah fight susah susah tapi di cancel. Pembalap lain minta blackbflag kan karna menurut mereka “lumayan bisa ngejar poin” kalau marquess hopeless buat championship

      Guest
  3. ‘hari ini waktunya mengambil risiko’ karena jika hanya membakar bahan bakar dan ban serta untuk finish P12, P14 itu bukanlah saya. “

    Di satu sisi mbelain Taro.
    Di sisi lain teteup nyindir Mbah Kakung.

    Seruuu..haha

    Guest
  4. Nyimak aje…smua komen sy udah trwakili,apapun yg trjadi yg trpnting motogp masih seru buat di tonton,sbgai hiburan plepas lelah dlam spekan

    Guest
  5. Niatnya mau push di awal makanya pake ban soft dan yg lain pake ban hard jadi mereka ga mungkin push di awal (Story IG nya Marc) tapi yah ternyata manusia hanya bisa berencana, Tuhan yg menentukan,,

    Guest
  6. Marc bukan cuma rider bagus pas race day, tapi insting rider developernya juga bagus. Beruntung hrc punya beliau

    Guest
  7. Saya rasa karakter mesin masih seperti sebelumnya cuma ada ubahan rangka dan kaki kaki yang dibuat untuk taka musim lalu. Ini justru membuat MM double impact..sudah cedera belum maksimal ditambah motor yang jadi aneh. Gas spin dipakai rem susah belok. Ragara puig neh

    Guest
  8. Kalau tidak bisa keluar dari masalah, test rider gak mumpuni
    ace rider terus an komplain motor
    tahun lalu puasa kemenangan tapi masih bisa podium,
    tahun ini bersaing di baris depan aja sulit
    Pamor hrc bisa² turun nih, ?

    Guest
  9. Waah input yang sangat berguna buat HRC,
    pembalap lain atau bahkan tester honda stefen Bradel aja gk bisa ngasih input begini.

    gagal total kan HRC 2 th tanpa MM. wkwkwkwkwk
    Makanya Punya rider tester jgn abal2. mending jg Cruclow dr pd bradle

    Guest
  10. Ini ban yg sama dg 2020?

    sepertinya tdk cukup utk riset krn setaun gak pake motor. Mana boleh ngetes motornya cuma di sesi latihan resmi.ya balapan sekalian jadi riset.

    Guest
  11. Marquez emang nekat, kondisi fisik blm prima, motor msh bermasalah tapi maksa, akhirnya tiarap di gravel

    Guest
  12. Gak ada sosok crutlow di tim kedua honda motogp. mereka gak bs suport k tim utama..
    Lab berjalan itu udah gak ada, jadinya begini rht ketinggalan jauh dr tim lain… Alex masi berkutat dgn masalahnya sendiri, taka malah suka nyontek data marc,,,

    Guest
  13. adrenalin klo sudah dwon ya begini terlalu bnyak alasan terlalu banyak analisa terlalu bnuyk mengkritik tp hasil NDOL

    Guest
  14. Jancuk,kalau cuma membakar bensin dan ban di posisi 12 bukanlah saya.singkat padat tapi mengenai mayoritas pembalap

    Guest
  15. Ciah mungkin bro…….mungkin tetaplah mungkin…

    Beda jauh riding style mereka…
    Gak segampang itu nguntit persis d belakang taro….

    Bisa crash parah kya dulu…

    Guest
  16. Marc Marquez itu bisa podium dan juara dunia karena memang dia bisa lebih cepat dari pembalap lain secara keseluruhan.

    Untuk bisa lebih cepat banyak cara/ faktornya, baik dari internal pembalap maupun dari faktor paket motornya.

    Untuk bisa lebih cepat dari pembalap lain, yg dilakukan MM93 dari sisi internal pembalap salah satunya adalah :
    – menikung dengan sudut kemiringan lebih besar dari pembalap lain.
    Secara fisika dgn faktor lain sama, semakin besar sudut kemiringan saat menikung, ya akan makin cepat kecepatannya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.