TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui bahwa Pembalap Grand Prix di ketiga Kelas ( MotoGP, Moto2 dan Moto3 ) Yang bisa langsung masuk Ke Kualifikasi Ke 2 ( Q2 ) Tanpa harus melalui Q1 adalah beberapa Pembalap terbaik/ tercepat di akumulasi/ Kombinasi Sesi Latihan Bebas 1 sampai latihan bebas 3 ( FP1 sampai FP3). Contohnya Di kelas MotoGP adalah 10 Besar tercepat di akumulasi sesi FP1 sampai Sesi FP3. Mulai Seri Sachsenring Jerman 2021 hadir sedikit Update mengenai proses penentuannya sob . .

Sampai MotoGP Seri Catalunya 2021 kemarin Pembalap pembalap Yang masuk Q2 untuk ketiga Kelas Langsung ditentukan persis setelah Sesi FP3 berakhir. Namun Karena selama ini banyak Kejadian pelanggaran pelanggaran seperti Track Limit, terkadang sulit untuk menyelesaikan keputusan untuk Para Qualifier tersebut Persis setelah FP3 selesai dihelat karena Proses penentuan pelanggaran seperti Track LImit butuh waktu untuk ditemukan dan diukur oleh Race Direction / MotoGP Stewards.

Hal ini dapat menyebabkan tim tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan mesin untuk Q1 atau Q2 jika misalnya terjadi perubahan Line Up Qualifier dadakan akibat Update dari hasil pengukuran Track Limit. Di masa depan, hasil gabungan dari sesi latihan bebas1-3  akan diselesaikan/ diputuskan 60 menit setelah akhir FP3. Demikian pula, hasil Q1 akan diselesaikan lima menit setelah akhir sesi Q1. Setiap pelanggaran yang dapat mengubah hasil dan ditemukan setelah waktu ini, tidak akan ditindak dan tidak akan dikenakan protes atau banding. ~ Based on FIM Info

56 COMMENTS

    • Itu namanya perbaikan dari evaluasi suatu system.

      Suatu system akan selalu dievalusia tiap kejadian.

      Itu berlaku terhadap suatu system dimanapun.

      Di dunia kerjapun, suatu system baik proses , safety dll akan selalu dievaluasi,

      Dengan itu sistem akan terjaga dengan baik karena mengikuti kondisi, perkembangan teknologi dan zaman.

      Jadi salah kalu dibilang DORNA bingung.

      Apa om ASUL ini belum pernah terjun di dunia kerja????

      Guest
    • Gitu pun dgn hukum /sistem dalam Agama,

      Ada yg bersifat FIX,

      ada aturan bersifat flexibel mengikuti teknologi dan jaman, dalam agama Islam namanya Fiqih Konteporer

      Guest
    • Ben,

      dari karakternya Asul sih mirip JIMOO,

      Kasian wak haji dah tua , capek capek bikin artikel utk share ilmu untuk yg muda dan blm paham , malah dibuat maen maen.

      Asul:

      Salah satu aturan fix DORNA:

      Setiap rider wajib memakai APD selama di lintasan, dilarang membuka kancing selama di lintasan dengan alasan apapun, kecuali darurat yaitu :

      1. Ada serangga di dalam wearpack.

      dan itu pun harus menepi dulu agar tidak membahatakan rider itu sendiri atao rider lain.

      Contoh salah satu Aturan tidak fix DORNA mengikuti kondisi dan teknology :

      1. Case di atas

      2. Konsensi

      3. Perubahan layout.

      .

      Guest
    • Pasukan penthol korek kayak kamu emang bisanya cuman menggerutu dan mencibir tanpa pernah berbuat sesuatu yang berguna, kuota aja masih nodong ortu

      Guest
  1. tapi udah pake alat canggih ?? sampai2 kemaren Oliveira di Mugello langsung keluar keputusannya, walaupun ujung2nya direvisi juga,
    😅

    Guest
  2. Jadi keinget bahwasanya statemen MotoGP “bukan olahraga” Karena gak ada di Olimpiade 😌.

    Anggap MotoGP sirkus keliling dah paling “PAS”

    Guest
  3. Apapun itu, motogp semakin seru
    Bukan cuman marq yang mendominasi di tahun kemarin sebelum cidera, ya harapannya marq cepet pulih biar ikut meramaikan persaingan motogp,
    Kalo pertempuran sengit tanpa ada rider senior jadi gimana gitu, semoga rossi juga bisa kompetitif sebelum pensiun
    Setidaknya bisa jadi tolak ukur seberapa kuat mental para calon jurdun kalo sudah fight dengan yang berpengalaman

    Guest
  4. Sebenernya yg agak kurang setuju itu masalah yellow flag sih, agak gimana gitu sampe catatan waktu pembalap yg lagi time attack langsung dicancel. Selama tidak ada yg membahayakan ditengah trek atau pinggir trek walaupun yellow flag tp jangan sampe dicancel karena jadi kurang seru.
    Kaya kualifikasi catalunya kemarin menit menit akhir pada time attack eh pada crash, ujung ujungnya jadi kaya safety car F1 masuk ke trek pada ngendorin gas semua

    Guest
    • Jika MM93 sudah benar-benar selesai masa recovery setelah cedera, si Fabio Quartararo ini bisa bersaing dengan MM93 untuk perebutan pool position terbanyak, memperebutkan mobil BMW.

      Guest
  5. FP mah biasa exceed track limit, coba aja pas Qualify pasti di disqualify.
    Dengan ini FP sama ama Qualify aturannya

    Guest
    • Kok g paham ya maksudnya…😅

      Bisa dijelaskan kok kalo pas qualify sama FP tadinya dianggap berbeda?

      Kirain sama aja, tiap melewati track limit ya “lap time canceled” jd g masuk sebagai catatan waktu resmi, mau itu FP berapapun sama Q berapapun
      Yg beda tuh pas race, bisa peringatan, atau hukuman…

      Guest
  6. Tak ubahnya seperti VAR di sepakbola, di beberapa kasus justru terkesan dilebih-lebihkan.
    Bisa jadi nanti akan muncul kasus “somewhere in between”, antara iya bener exceeding track limit tp juga sebenarnya tidak begitu melebar.

    Guest
    • Nah ini, sebenernya ngaruh ga si saat rider nginjek trek limit
      Bukanya kalo melebar malah makin melorot ya laptimenya

      Guest
      • @kirno, pertama, Ya aturan tetep aturan karena udah dibikin batas track, y di area dalam batas track itu yg boleh dipergunakan untuk balapan

        Yg kedua, blm tentu juga melewati batas track menyebabkan catatan waktu lbh buruk, kalo jarak tempuh lbh jauh sih iya,
        Tp kan bisa membuat trajectory lbh ideal untuk mempertahankan kecepatan tinggi, jd kalo lewatnya track limit dedikit2 cm brp cm ya kecenderungan diuntungkan…

        Analoginya, kalo dengan asumsi nglewati track limit=jarak lbh jauh=laptime bertambah
        Itu racing line juga ad yg disebut ideal raxi g line, dan ga terus kalo pas nikung selalu lewat bagian dlm tikungan, ambil jarak terpendek
        Karena dengan semakin tajamnya kelengkungan, batasan kecepatan makin rendah om

        Guest
      • Track limit itu pengganti rumput, berhubung motor semakin kenceng, rumput sudah tidak relevan lagi dengan urusan limit safety, maka dibikinlah track limit.

        Kalo dibilang melewati track limit pembalap akan melorot waktunya, ya gak juga, apalagi kalo motornya inline yang semakin flowing semakin ngueun…..nah melibas tikungan, padahal itu misalnya tikungan patah

        Guest
        • Nah.
          Sebenarnya jika ini dikembalikan ke keadaan asal (rumput), bisa jadi malah crash. Tp kadang ya engga juga.
          Intinya kecuali menggunakan sensor canggih, ttp akan ada bias.

          Guest
  7. Tp apa g bisa ad potensi fraud juga ya
    Karena ad unsur “setelah diumumkan, tidak ad kesempatan proses atau banding”
    Jd misal ad fraud dr RD, pembalap A sengaja tdk diungkap kesalahannya, dengan dalih baru ketahuan setelah 60menit, atau 5menit kalau q1
    Kan jd tidak bisa dikomplen sama yg lain

    Ya memang mereka isinya orang2 pro, yg kecenderungan fraud lbh kecil daripada orang amatir, tp kan tetep manusia juga…

    Menangnya model gini tu biar ga kebanyakan drama ganti2 keputusan aja sih, yg dibilang wak aji, yg bikin jd repot persiapannya dll

    Guest
  8. Knp dicontohkan Track Limit klo hny sbg solusi efisiensi waktu penyelesaian keputusan? Kmrn yg ada info ttg sensor Track Limit (dlm ban & kamera di pinggir sirkuit kah?) gmn kabarnya?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.